Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2010


在不久的将来我将离去

因为形体的色衰对一个人不具什么意义

我的心存在于书的一页一页之间

那就是贡献给大家的真谛

书就是留下者

记载着往昔

这个人有多少的灾劫

多少暴风雨

但写书与修法的精神需要学习

书里面有着灵气

像华盖一样的守护着行者

只要打开书

就产生法力

我总希望度众生没有剩余

承载大家的法船

划进了宁静的摩诃双莲池

一切都美好

没有风

没有雨

假如你发现有人没读过我的书

请将书献给他们

我不区别弟子与他人

其实众生也是自己

——————————————————————–

Di masa depan yang tidak lama lagi, saya akan pergi

Karena wujud fisik yang semakin renta tidaklah berarti bagi seseorang

Hatiku berada di dalam lembaran demi lembaran buku

Itu adalah persembahan saya yang bermakna hakiki kepada kalian semua

Buku adalah bukti yang tertinggal

Mengingat masa lalu

Manusia ini memiliki berapa banyak bencana yang telah surut

Berapa banyak hujan angin badai

Namun kesadaran menulis buku dan melatih diri memerlukan pembelajaran

Buku menyimpan kekuatan gaib

Sama seperti payung Dharma yang mengawasi dan melindungi sadhaka

Asalkan membuka buku

Maka muncullah kekuatan Dharma

Saya selalu berharap dapat menyeberangkan semua insan tanpa sisa

Terus mengemudikan Bahtera Dharma yang membawa para insan

Memasuki Mahapadminiloka (Maha Dwi Kolam Teratai — Tanah Suci Padmakumara) yang hening nan damai

Semuanya indah dan berjalan lancar

Tiada angin

Tiada hujan

Jika kamu menemukan bahwa ada orang yang belum pernah membaca buku saya

Mohon persembahkan buku saya kepada mereka

Saya tidak membeda-bedakan murid orang lain maupun siapapun

Sebenarnya, makhluk lain juga adalah diri sendiri

第165册《书代表我的心》

Buku ke-165 《Buku Mencerminkan Hatiku》– Books are the Reflection of My Heart

盧勝彥著 (:By Grand Master Sheng-Yen Lu)

Penerjemah dan Editor kebahasaan postingan ini: Mei Linda (Meilinda Xu 莲花许月珊)

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Artikel bersumber dari Buku ke-171: “Ikan Mas di dalam Akuarium Kaca (the Goldfish Inside Glass Aquarium — 玻璃缸裡的金魚)”

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu

Dalam perjalanan astral – –

Saya melihat sesosok paman yang sangat welas asih yang dulu saya kenal, sedang menderita di dalam neraka. Batinku sangat gelisah, sedih, kaget, sekaligus takut.

Paman ini sangat saya hormati. Sepengetahuan saya, orang ini sangat dielu-elukan masyarakat karena selama hidupnya tidak berani melakukan kejahatan, senang berbuat kebajikan. Begitu mengetahui ada kesempatan berbuat kebajikan, pasti bergembira. Mencetak sutra, membuat rupang Budha, berdana pada fakir miskin, membantu korban bencana alam, menyumbangkan tenaga dan materi, telah melakukan tidak sedikit kebajikan terhadap orang banyak, dapat dikategorikan sebagai seorang yang sangat berwelas asih.

Paman yang seperti ini, bagaimana bisa masuk ke dalam neraka? Karena pernah ada suatu kejadian yang sangat terpuji, di mana paman ini pernah menduduki jabatan yang tinggi di perusahaan yang besar. beberapa pengusaha besar sering berusaha menyogoknya di tengah malam. Paman ini tidak hanya menolak, tapi juga segera mengantarkan tamunya pergi dengan mobil, sedikitpun tidak  tergoda.

Orang ini memiliki kualitas sejati (tulen), kenapa bisa terlahir di alam neraka?

Kemudian, saya bertanya padanya:”Kenapa bisa?”

Beliau menjawab: ”Sesaat”

“Apanya yang sesaat?”

“Tidak bisa menahan amarah sesaat.”

Setau saya, paman ini pernah dicelakai rekan sekerja, sehingga akhrinya melepaskan jabatannya. Semakin dipikirkan semakin tidak rela, paman ini akhirnya menyalakan api dan membakar pondokan khusus karyawan di perusahaan tersebut. Dan, kejadian ini telah menyebabkan tidak sedikit nyawa yang melayang maupun korban luka-luka.

Ketika saya mengetahui hal tersebut, saya sangat muram.

Kutipan dari Kitab ”Memasuki Inti” 《入中論》 : “Timbulnya iri dan benci yang hanya sesaat, sudah cukup untuk memusnahkan ratusan kebajikan yang telah dilakukan.”

Dalam Kitab “Bodhisattvacaryavatara” (《入菩薩行》- Memasuki Jalan Bodhisatva) dari Shantideva Bodhisattva* tertulis: “Tidak peduli berapa banyak kebajikan yang telah diperbuat, seperti memberikan persembahan kepada Buddha atau berdana kepada makhluk luas, karma baik yang telah diperoleh dari beribu-ribu perbuatan bajik ini, dapat dimusnahkan hanya oleh rasa iri dan benci yang kecil.”

Ibarat api memusnahkan hutan kebajikan.

Saya menyadari, di dunia ini, perbuatan yang kelihatannya mustahil terjadi, sangat mungkin terjadi hanya karena kalap/ketidakwaspadaan sesaat.

Karena amarah sesaat, tidak sengaja telah membunuh orang.

Karena amarah sesaat, petir menyambar kepala, mengobarkan api kebencian.

Karena amarah sesaat, kejahatan timbul di hati, tamatlah sudah.

Bahaya yang ditimbulkan oleh ini tidaklah kecil.

Harus bisa bersabar, bersabar, bersabar, bersabar… Hanya dengan bersabar, barulah bisa mencapai “tiada masalah”.

Link sumber Artikel Asli (berbahasa Mandarin):

http://www.tbsn.org/chinese2/article.php?id=8282&keyword=&backpage=&page=0

Catatan:

*Shantideva Bodhisattva (terkadang dikenal juga dengan Śantideva Bodhisattva) merupakan Bodhisattva yang terkenal dengan kebijaksanaannya, yang pertama kali membabarkan Kitab Bodhisattvacaryavatara (dikenal juga dengan Kitab Bodhicaryavatara, atau dalam bahasa Inggris sering disebut dengan nama “A Guide to the Bodhisattva’s Way Of Life” atau “Entering the Path of Enlightenment”). Riwayat hidup Shantideva Bodhisattva dan sekilas informasi mengenai Kitab Bodhisattvacaryavatara (sangat direkomendasikan untuk diketahui) dapat dilihat dalam http://bodhicharyavatara.wordpress.com/2007/03/19/santideva/

= Shantideva Bodhisatva =

Sementara itu, isi Kitab Bodhisattvacaryavatara yang secara keseluruhannya terdiri atas 10 bab dapat diakses di bagian lain dari alamat blog Bodhicaryavatara yang baru saja disebutkan di atas maupun diakses secara online di http://www.shantideva.net/

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Artikel bersumber dari Buku ke-168: “Pembicaraan yang Sepi (the Lonely Talk — 孤獨的傾訴)”

Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Teringat dahulu kala —

Ada orang yang mengagumi saya: “Lu Sheng Yen, berkahmu besar sekali!”

Mendengar itu, saya hanya senyum-senyum.

Berbicara mengenai berkah, sebenarnya bukannya tidak ada juga. Ada murid yang menghadiahkan saya mobil ternama, banyak murid yang memberikan persembahan kepada saya, hingga berdirinya bangunan Rainbow Villa yang sangat megah (catatan: Rainbow Villa merupakan kompleks tempat berdirinya vihara pusat dari seluruh vihara Tantrayana Zhen Fo Zhong yaitu Vihara Vajragarbha Seattle, berlokasi di Seattle, USA). Ini hanyalah tampak luarnya saja, sebenarnya saya sendiri jarang tinggal di sana.

Hidup saya tidaklah mewah, tapi dari luar terlihat sangatlah penuh berkah. Nama Vajra saya adalah “Vajra maha berkah”. Pada kenyataannya, hidup saya sendiri sangat sederhana, makan di Vihara, memakai baju Lhama, tidur beralaskan papan (saya suka tidur di lantai), menyetir sendiri, orang yang kehidupannya tidak memiliki hiburan.

Setiap hari membabarkan Dharma, melatih diri, memperteguh fondasi dan sila (ini adalah rutinitas sehari-hari saat dulu di Vihara Vajragarbha Seattle, USA).

Sekarang, mengasingkan diri di Danau Daun, pembaca dapat memikirkan sendiri, bagaimana pula pembalasan berkah saya? Hahaha, hanya tertawa keras saja.

Saya sendiri merasakan, sekarang saya barulah dapat disebut penuh berkah. Hari-hari saya yang tenang damai, tubuh-ucapan-pikiran yang benar-benar bersih (suci), menjalankan sila dengan khidmat, melakukan tugas harian tanpa bermalas-malasan, menyeberangkan banyak makhluk alam yin, ini adalah mahaberkah yang tiada tara.

Berkah saya yang paling besar adalah:

“meninggalkan keinginan, tanpa keinginan.”

“pembebasan fisik dan batin.”

“melafalkan nama Buddha dengan penuh kesungguhan.”

Ternyata, berkah terbesar adalah mematahkan bencana dan membuktikan kebenaran, terlahir kembali ke Buddhaloka (tanah suci Buddha), inilah berkah yang sesungguhnya!

Menuliskan sebuah gatha:

Berkah tidaklah mesti sangat kaya materi

Hidup yang mewah sangatlah memabukkan manusia

atau rumah yang sangat megah dan besar

Memandang keluar ada kebun dan lahan pertanian yang sangat banyak

Hanya karena saya memahami hubungan sebab akibat hidup dan mati

Memahami perputaran hidup manusia

Tau menghargai kehidupan manusia yang telah dilalui

Berkah terbesar adalah pada saat roh keluar dari rumah*

dengan menyadari rasa khidmat

*Catatan: “rumah” yang dimaksudkan di sini adalah “badan jasmani”

Link Sumber Artikel Asli (berbahasa Mandarin): http://www.tbsn.org/chinese2/article.php?id=8276&keyword=&backpage=&page=0

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


【 南摩。密栗多。哆婆曳。娑訶。】

Pinyin: “Nan mo. mi li do. Do bo yi. So ha.”

(cara baca Indonesia: “Namo milito topoyi soha.”)

~每逢農曆七月每日念誦此咒四十九遍﹐可報父母恩﹐現存父母延壽﹐過去世父母超荐﹐如一日未誦﹐次日可補誦。~

Terjemahan: ~ Setiap bulan 7, setiap hari melafalkan mantera ini 49 kali, dapat membalaskan jasa orang tua. Orang tua di masa sekarang yang masih hidup akan panjang umur. Orang tua di masa lampau akan terlahir di alam yang lebih baik/memiliki kehidupan yang lebih baik. Jika tidak melafalkan sehari, maka bisa ditambahkan ke hari lainnya. ~

*pendapat saya pribadi ^^:

Sebetulnya akan lebih baik lagi jika kita melafalkannya setiap hari, karena jasa orangtua tiada taranya.. 😀 Hanya saja, pelafalan pada bulan 7 lunar akan menghasilkan kebajikan yang lebih besar karena Bulan 7 lunar adalah “bulan bakti”, di mana pelimpahan jasa dari segala kebajikan (melalui persembahan) yang kita perbuat kepada para Sangha monastik (istilah bagi Sangha yang menjalani hidup kebhikkuan) akan menjadi lebih besar dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan pada Agama Buddha, zaman dahulu di India, terdapat masa vassa selama tiga bulan, dihitung setelah Waisak (pada bulan keempat tanggal delapan, menurut penanggalan lunar), yang mana masa vassa tersebut berakhir pada bulan ketujuh lunar. Masa vassa merupakan masa di mana kondisi cuaca di India sangat buruk sehingga para Bhikku tidak dapat keluar dari Vihara dan akhirnya mengasingkan diri di dalam Vihara untuk fokus hidup bertapa, demi mencapai penerangan sempurna. Di akhir masa vassa (selesai pada bulan ketujuh penanggalan lunar), banyak anggota Sangha monastik yang berhasil mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi, dan beberapa di antaranya bahkan mencapai tingkat Arahat/Pratyekabuddha (Sanskrit)/Pacekkabuddha (Pali).

Agama Buddha mengajarkan kita untuk melakukan pelimpahan jasa kepada makhluk lainnya setiap melakukan kebajikan. Sebagaimana kita ketahui dalam Agama Buddha, bahwa jasa dari kebajikan yang kita perbuat dapat dilimpahkan kepada makhluk lain, dengan ukuran bahwa 1/8 dari karma baik yang kita perbuat akan diterima oleh makhluk-makhluk yang kita limpahkan jasa, dan 7/8 tetap kita terima sebagai buah karma kita. Semakin banyak makhluk yang kita limpahkan jasa, karma baik yang telah dihasilkan akan berkembang semakin besar pula. (Reff: dari ceramah Grand Master Sheng-Yen Lu dari aliran True Buddha Tantrayana, dan juga ceramah Master JingZen dari aliran Mahayana). Dengan berdana kepada makhluk yang  mungkin telah mencapai pencerahan (dalam konteks artikel ini adalah para Sangha monastik di akhir masa vassa), maka karma baik yang dihasilkan akan lebih besar, sehingga besarnya jasa yang dilimpahkan akan lebih besar pula. Oleh karena itu, bulan ketujuh lunar yang merupakan akhir dari masa vassa disebut sebagai “Bulan Bakti”, dan pada bulan ketujuh tersebut sering diadakan Pattidana (Pali)/ Ulambana (Sanskrit) kepada para Sangha monastik di Vihara, yang juga disebut sebagai Bulan Kathina/Bulan Berdana (selain karena alasan lainnya adalah telah menipisnya stok sandang pangan para Sangha monastik selama tiga bulan menjalani hidup bertapa).

Oleh karena itu, hendaknyalah kita selalu mengucapkan pelimpahan jasa kebajikan yang telah kita peroleh kepada makhluk luas (yang mungkin merupakan para orangtua kita di masa lampau, jika anda percaya reinkarnasi. Dan, jika anda tidak mempercayai reinkarnasi, limpahkanlah jasa kepada makhluk luas dengan motivasi membalas jasa mereka mencukupkan kebutuhan kita sehari-hari dan sebagai objek sehingga kita dapat melakukan kebajikan/karma baik ). Semoga dengan kebajikan yang kita peroleh dan kita limpahkan tersebut, semua makhluk dapat memperoleh kebahagiaan dan terlepas dari samsara.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (Semoga semua makhluk berbahagia)

Sadhu, Sadhu, Sadhu. (Semoga terjadi, semoga terjadi, semoga terjadi.)

*Notes: Sadhu (Pali) = Svaha (Sanskrit) = semoga terjadi.

link yang juga membicarakan mengenai Mantra Pembalas Budi Orang Tua:

http://tw.myblog.yahoo.com/smilefromheart-universe/article?mid=838&prev=894&l=f&fid=15&sc=1

http://www.tbsn.org/CHINESE2/article.php?id=5364&keyword=&backpage=&page=20

Read Full Post »

« Newer Posts