Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Sutra & Mantra’ Category


Disadur dari Buku Karya Shengyen-Lu ke-228 — “Inkarnasi Dharmaraja”)

Judul asli: 025-懂得轉運的人 (節錄自蓮生活佛盧勝彥文集第228册 “法王大轉世”)

Diterjemahkan oleh: Meilinda Xu, 24 Maret 2026

Di masa lampau, di masa Yao menjadi raja dari sebuah dinasti di Tiongkok, Raja Yao memiliki seorang guru, seorang petapa yang bernama Xu You. Xu You memiliki kebijaksanaan yang sangat tinggi dan istimewa, bukan level kebijaksanaan yang dimiliki orang awam, melainkan setara orang suci.

Maka itu, Raja Yao sesungguhnya juga termasuk seorang Suciwan. Raja Yao memberikan tahtanya kepada Raja Shun, dan Raja Shun memberikan lagi tahtanya kepada Raja Yu. Sikap “memberikan tahta” ini merupakan cerminan tindakan terpuji dari para Suciwan.

Yao-Shun-Yu adalah tiga orang raja di sebuah dinasti, kedudukan mereka di Tiongkok sangatlah tinggi dan terhormat, dan diberikan gelar kehormatan “Tiga Maharaja Pejabat Pengendali Tiga Elemen”.

Raja Yao adalah Maharaja Pejabat Pengendali Elemen Langit.

Raja Shun adalah Maharaja Pejabat Pengendali Elemen Bumi.

Raja Yu adalah Maharaja Pejabat Pengendali Elemen Air.

Mereka sangat dihormati sejak dulu, melintasi generasi demi generasi, ribuan tahun tiada terputus.

Raja Yao pernah berlibur ke suatu tempat dan bertemu dengan seseorang. Orang ini berkata kepada Raja Yao, “Selamat datang, Suciwan! Semoga Suciwan panjang umur!”

Raja Yao menjawab, “Tidak.”

Orang itu berkata lagi, “Semoga Suciwan menguasai kekayaan di kolong langit ini!”

Raja Yao kembali menjawab, “Tidak.”

Orang itu terus berkata, “Semoga Suciwan dianugerahi putra!”

Raja Yao tetap menjawab, “Tidak.”

Orang itu pun bertanya, “Asalkan manusia di muka bumi ini, semuanya pasti mengharapkan memiliki tiga hal ini: kekayaan, keturunan, dan panjang usia. Kekayaan, keturunan, dan panjang usia adalah impian setiap orang. Namun demikian, mengapa Anda tidak menginginkannya?”

Raja Yao berkata, “Jika saya telah memiliki putra kandung, maka saya akan khawatir mengenai masa depan anak ini. Selain itu, jika saya telah menjadi kaya raya, maka akan ada banyak masalah yang timbul. Orang yang kaya, masalahnya pun banyak. Lagi, jika saya panjang usia, orang yang memfitnah saya dapat menghina saya lebih lama lagi. Oleh sebab itulah, saya tidak berani menerima kekayaan, keturunan, dan panjang usia.”

Orang itu lantas berkata, “Ternyata kamu bukan Suciwan. Suciwan harus paham mentransformasikan nasib. Jika tidak paham, berarti bukanlah Suciwan.”

Raja Yao bertanya, “Apa yang dimaksud dengan ‘mentransformasikan nasib’?”

Orang itu berkata, “Setelah melahirkan putra kandung, maka harus mendidiknya, hingga ia tumbuh dewasa. Orang yang jujur dan bermoral, apa yang perlu ia takutkan? Setelah memiliki harta kekayaan dari bawah kolong langit, maka harta dari bawah kolong langit tersebut, didanakan kembali kepada orang-orang di bawah kolong langit. Bukankah ini lebih baik? Dengan demikian, maka tidak akan ada ‘banyak masalah’ lagi. Selain itu, usia yang panjang, fitnahan pun panjang. Tidak perduli fitnahan panjang ataupun pendek, asalkan jalan tersebut benar, maka jalanilah. Asalkan dapat terus berpraktik di jalan kebenaran, fitnahan itu ada untuk membangun praktik di jalan kebenaran. Setelah berhasil dalam praktik, naik tingkat ke alam dewa, mengendarai awan putih, bebas leluasa, apalah artinya fitnahan tersebut!”

Seketika Raja Yao tersadarkan.

Orang itu bergegas pergi!

Raja Yao ingin bertanya lagi.

Orang itu berkata, “Cepatlah Anda pulang!”

Di kehidupan ini, saya (Guru Lu Shengyen):

Punya satu putra kandung: didik dia. Menjadi baik atau buruk, itu terserah dia.

Punya sedikit harta: mendirikan “Sheng-yen Lu Foundation (Lotus Light Charity Society)”.

Punya usia yang agak panjang: fitnahan? Perduli amat.

Sebenarnya, ‘Padmakumara dari Maha Dwikolam Teratai’ sudah bereinkarnasi di dunia manusia sejak dimulainya zaman Tiga Kaisar Lima Raja. Malahan, setiap kali bukan cuma satu saja yang bereinkarnasi, namun sekaligus banyak, seperti halnya reinkarnasi transformasi. Di dalam satu zaman, bisa terdapat beberapa Padmakumara. Kalian tidak perlu terkejut, dalam pandangan saya, ini sebenarnya sangat umum.

Jika saya bukan Raja Yao, maka siapakah saya?

Rahasia, rahasia, rahasia.

Read Full Post »


Feel free to download. Below is the preview of the document :

Melalui Dharmadesana Mahaguru Lu di LCS Seattle (di Sadhana Yidamyoga Ksitigarbha 3 Februari 2024 penanggalan lokal Seattle), ada topik tanya jawab yang menanyakan apakah saat membaca sutra harus sambil memikirkan artinya, dan sambil diresapi maknanya? Mahaguru menjawab, kalau saat membaca ya fokus di baca saja (mengacu ke saat sedang bersadhana atau di pembacaan sutra di vihara). Boleh mengatur waktu senggang lain yang dikhususkan untuk meresapi maknanya. Karena harus fokus, jadi jika sambil dipikirkan maksudnya apa, ujung-ujungnya jadi tidak fokus dalam pembacaan. Selain itu, tidak semua Sutra mudah dipahami. Jadi, membaca adalah membaca, merenungkan adalah merenungkan, itu adalah dua hal yang berbeda. Atur waktunya untuk fokus ke salah satu saja.

Sutra versi ini khusus disusun untuk membantu pembacaan agar dapat berlangsung lancar (setidaknya mengurangi beban dalam memikirkan “huruf ini harusnya dibaca sebagai apa, bagaimana bunyinya”)

Di bagian mandarin juga sudah ditambahkan mantra pembalas jasa orang tua, mantra penambal kekurangan, mantra paripurna, mantra Sukhavati Vyuha Dharani, mantra Tujuh Buddha masa lampau. Selain itu juga ada penjelasan di dalam Sutra tentang penerima penyaluran jasa kebajikan hanya mendapatkan 1/7 bagian, sedangkan pelaku kebajikan tetap akan mendapatkan 6/7 bagian (lebih jelasnya bisa dilihat di bagian terjemahan Indonesia, sudah digaris bawahi dan dicetak tebal di sana).

Read Full Post »


Sutra Ksitigarbha yang dapat di-Download (tekan tombol “Download” di dekat judul), menggunakan Bahasa Indonesia sehingga dapat lebih mudah dipahami.

Tampilan dari file yang dapat di-download secara Gratis ini adalah sebagai berikut :

Ada penjelasan di dalam Sutra tentang penerima penyaluran jasa kebajikan hanya mendapatkan 1/7 bagian, sedangkan pelaku kebajikan tetap akan mendapatkan 6/7 bagian (sudah digaris bawahi dan dicetak tebal di sana).

Read Full Post »


033 空与有自自然然

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Kesadaran Buddha sebenarnya ada di mana? Ada yang mengatakan “Sunya”, ada yang mengatakan “Ada”, ada yang mengatakan “Tidak kosong”, ada yang mengatakan “Tidak ada”.

Di sini saya ingin mengungkapkan beberapa kata :

Teratai tumbuh dari lumpur namun tidak ternodai.

Di dalam beban pikiran dapat muncul Bodhi.

Di dalam kondisi lingkungan yang buruk muncul ketentraman.

Mencapai jalan kebudhaan di dalam dukha dan bencana insan.

Kita tidak melekati “Sunya”, juga tidak melekati “Ada”, sunya dan ada adalah alamiah, ini dinamakan jalan pembebasan dari tiada kemelekatan.

Ada yang melekati suatu metode, ada juga orang yang melekati banyak metode, di dalam suatu metode membeda-bedakan siapa tinggi siapa rendah, siapa besar siapa kecil, siapa benar siapa tidak benar, bergunjang-ganjing, masih lebih baik hidup dengan alamiah saja. Tidak usah mengurusi terlalu banyak, hari ini, besok, lusa, kemarin lusa; kehidupan lampau, kehidupan sekarang, kehidupan yang akan datang, semuanya tidak diambil pusing.

Saya hidup secara alamiah, jika prajurit musuh datang maka jendral menghalangi, jika air datang maka benam dengan tanah, tidak masuk ke dalam hati, di setiap tempat ada Buddha, di setiap kondisi selalu bersyukur, tenang dan damai, juga tidaklah kaku dan tidak natural, Sunya dan Ada saling melebur. Saya di “Danau Daun” melewati hidup yang seperti ini, natural itu baik, tidak melekati.

Menuliskan sebuah sajak :

Melihat apapun tidak gentar

Peduli amat berisik dan keributan

Melafal Buddha membuat hati tidak galau

Mendengar kritikan juga cuma senyum-senyum saja

Di dalam samadhi tiba di mimpi

Biarkan bunga mekar

Biarkan bunga gugur

Waktu tidak ada hubungannya dengan saya

Lahir batin menjalani secara natural

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

Older Posts »