Oleh Grand Master Sheng-Yen Lu, dari Buku ke-101 <<蝴蝶的風采>> (Kemegahan Kupu-Kupu – The Elegance of Butterfly)
Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊
—
=Grand Master Sheng-yen Lu=
“Upeksa itu apa?”
“Sama seperti lilin.”
“Oh, saya paham, membakar diri sendiri demi menerangi orang lain.”
“Kalau begitu, siapakah yang mampu memahami upeksa (kerelaan)?”
“Buddha Hidup Lian Sheng Lu Sheng Yen.” “Apa yang dia relakan?”
“Raga dan tulang hancur berkeping-keping demi menyeberangkan makhluk luas.”
***
Hakikat “upeksa” – –
Satu, tidak membeda-bedakan, tidak pilih-kasih, menyama-ratakan semua makhluk.
Dua, mampu menanggung kesedihan dan derita perpisahan dengan kerabat dan seluruh orang yang dikasihi demi makhluk luas.
Tiga, mampu melepaskan dari semua keserakahan, kebencian, dan kebodohan.
Empat, mampu melepaskan dari bhava tanpa menyimpan rasa enggan/kekecewaan maupun kesedihan.
Lima, meninggalkan impian, mengosongkan harapan – harapan pribadi (tidak berharap apa-apa demi diri sendiri).
Enam, merelakan kebahagiaan diri sendiri demi kebahagiaan makhluk lain.
Tujuh, menguntungkan/membawa manfaat bagi makhluk luas, tidak berharap (tidak memiliki permohonan) bagi diri sendiri.
***
Catur Brahma Vihara dari aliran Vajrayana, adalah “maitri (metta/cinta kasih) tak terhingga”, “karuna (welas asih) tak terhingga”, “mudita (kebahagiaan) tak terhingga”, “upeksa (upekkha/ kerelaan) tak terhingga”. Dan Buddha Hidup Lian Sheng telah merelakan, merelakan raganya, menggunakan raganya demi tugas menyeberangkan para insan. Juga merelakan nyawanya, hingga raga dan tulang hancur berkeping-keping. Juga merelakan hatinya, rela kehilangan segalanya hingga tidak memiliki apapun.
Dapat merelakan semuanya, maka akan dapat memasuki “bhumi penekunan upeksa yang damai nan bersih”, berada di urutan kelima dari sembilan bhumi di ketiga alam, juga merupakan surga Catur Dhyana.
Kata “upeksa (kerelaan)” ini, sisi yang paling agung, adalah “tidak membeda-bedakan makhluk luas”, juga merupakan “posisi yang sama rata di dalam hati”. Posisi yang sama rata di dalam hati ini, mengandung makna “penyepian ego”.
Rela “tidak berharap”, adalah makna yang terutama.
“Rela” namun melupakan “kerelaan”, adalah makna yang terutama.
Merelakan “kebahagiaan”, adalah makna yang terutama.
Rela yang “tanpa sesal”, adalah makna yang terutama.
***
Pada tanggal 7 Mei 1992, saya pergi ke XinZhu, mengunjungi Vihara NanShen, Vihara TongHui, Vihara MiaoHua, dan menginap semalam di XinZhu.
Di tengah malam, ada sebuah suara yang memberitahu saya:
“Pergilah ke Vihara NeiMing.”
Pergi ke “Vihara NeiMing”?
Vihara NeiMing dapat dikatakan merupakan vihara terbesar di wilayah geografis XinZhu, juga merupakan vihara pertama yang dibangun di sana. Secara logis, seyogyanya pergi ke Vihara NeiMing, namun kunjungan pembabaran Dharma kali ini hanya dilakukan di vihara-vihara yang baru. Vihara yang telah pernah didatangi dalam kunjungan pembabaran Dharma yang lalu tidak diikutkan lagi dalam kunjungan kali ini, jika tidak, jangka waktu satu bulan yang telah diatur tidak akan cukup.
Oleh karena itu, pembabaran Dharma kali ini tidak melibatkan Vihara NeiMing.
Lalu, di tengah malam, siapa yang bersuara, meminta saya pergi ke “Vihara NeiMing”?
Hari kedua, saya mengajukan usulan dadakan untuk pergi ke Vihara NeiMing, saya berkata: “Pergi ke Vihara NeiMing, hanya sepuluh menit saja.”
Sambutan kegembiraan para pengurus dan umat “Vihara NeiMing” bagaikan gemuruh petir, sepuluh menit saja sudah sangat memuaskan dan berharga.
***
Sesampainya di Vihara NeiMing, saya pergi terlebih dahulu ke rumah di sisi timur Vihara NeiMing. Vihara Neiming merupakan bangunan sewaan, disewa dari Tuan Zeng JinFu sebagai tuan rumah di mana Vihara NeiMing berlokasi di lantai paling atas dari rumah tinggalnya. Tuan dan Nyonya Zeng Jinfu menyambut kedatangan saya seperti permata yang berharga.
Saya berkata:
“Siswa Satya Buddha telah merepotkan!”
Zeng Jinfu menjawab:
“Ada Buddha berkunjung kemari, tidak ada lagi yang lebih agung, mana merepotkan.”
Saya berkata: “Tuan Zeng terlihat sangat berwelas asih.”
Zeng Jinfu menjawab: “Melatih diri sebetulnya adalah tekun melatih hati yang sesungguhnya agar benar.”
Kami mengobrol dengan sangat menyenangkan.
Sebelum pergi, Tuan Zeng Jinfu berkata: “Buddha Hidup kali ini datang ke Vihara NeiMing, sampai ke rumah saya, saya tidak menyiapkan hadiah apa-apa. Begini saja, mulai dari sekarang hingga seterusnya, Vihara NeiMing di loteng rumah saya, uang sewanya gratis, juga berarti tidak akan menerima uang sewanya sepeserpun.”
Saya sangat terharu mendengarnya.
Para pengurus dan umat Vihara NeiMing, sekali lagi bersorak gembira bak suara guruh.
Di dunia ini, orang yang kaya tidaklah sedikit, namun orang kaya yang benar-benar mampu merelakan tidaklah banyak. Malahan, orang yang dapat memahami inti dari “kerelaan” mungkin cuma segelintir saja. Mampu rela tanpa mengharapkan imbalan, mampu rela dengan bahagia, mampu rela tanpa sesal, juga sangat jarang.
Saya percaya, orang yang dapat merelakan, pintu berkah secara alami akan membuka, berkah yang diterima dari kerelaan tanpa mengharapkan balas jasa, akan muncul dengan sendirinya bagaikan mata air yang mengalir deras.
—
Link artikel asli (berbahasa Mandarin):http://www.tbsn.org/chinese2/article.php?id=728&keyword=&backpage=&page=20
********
Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/ daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber
*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!
Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*
**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching
Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**


Leave a comment