Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2012


By               : Grand Master Sheng-Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Source        : B171 – 玻璃缸裡的金魚

Image

Akhir-akhir ini saya membaca buku Zen. Ada sebuah kisah sebagai berikut :

Di zaman Dinasti Song, ada seorang Guru Zen. Di masa mudanya sebelum ia meninggalkan keduniawian, ia pernah minum arak bersama seorang teman. Setelah minum-minum, mereka pun bertengkar untuk memperebutkan harta benda, dan pertengkaran berkembang menjadi perkelahian. Begitu lepas kendali, ia memukul temannya. Tak disangka, temannya tewas seketika.

Takut dihukum, ia segera berkemas seadanya dan kabur ke tempat yang sangat jauh.

Belakangan, ia memasuki sebuah vihara, mengangkat guru dan belajar Buddha Dharma, dan menjadi biksu. Ia bertobat dengan cara menjalankan kehidupan bhavana yang penuh penderitaan. Akhirnya, Guru Zen memahami hatinya sendiri, menyaksikan Buddhata, mencapai maha pencerahan, dan menjadi seorang Guru Besar Zen. Ia pun mulai membabarkan Dharma dan menyeberangkan insan. Muridnya berjumlah ratusan ribu.

Saat Guru Zen memasuki usia 70 tahun, di suatu pagi yang tak terduga, setelah mandi ia pun duduk di dharmasana. Pada hari itu, ia tidak membabarkan Dharma, malah memberitahu para umat, “Kalian jangan bergerak, jangan berbicara. Harap tenang mendengarkan suatu kasus yang telah dilakukan oleh Biksu Tua ini 40 tahun silam.”

Guru Zen duduk tak bergeming.

Para umat yang datang mendengarkan Dharma menjadi kebingungan, semuanya duduk dengan tertib dan siap mendengarkan.

Setelah duduk beberapa lama, seorang prajurit tiba-tiba mendatangi vihara Zen tersebut, memasang busur dan panah ingin membunuh Guru Zen tua.

Guru Zen beranjali pada prajurit tersebut dan berkata, “Biksu tua menunggu anda di sini!”

Prajurit tersebut sangat kebingungan, “Saya dan anda tidak saling mengenal. Namun, begitu bertemu dengan anda, saya ingin sekali segera melesatkan panah membunuh anda. Ada apa gerangan?”

Guru Zen tua berkata, “Berhutang maka harus membayar, melakukan pertukaran dengan adil, terdapat karma sebab-akibat di dalamnya. Silahkan anda turun tangan!”

Guru Zen tua berkata pada muridnya, “Setelah kematian saya, kalian tidak boleh menyalahkan dirinya, malahan harus mentraktirnya makan dan mengantarnya pulang ke rumah. Jika kalian menyalahkannya, berarti kalian tidak mematuhi Guru dan melawan Langit, bukan murid saya!”

Para murid kebingungan.

Prajurit itu juga menjadi tidak yakin, ia pun meminta Guru Zen tua memberikan penjelasan.

Guru Zen tua menjelaskan kejadian lampau di saat masih muda. Setelah menjelaskan semuanya, Guru Zen tua pun berkata, “Anda lupa karena telah terlahirkan di kehidupan yang berbeda. Saya masih berada di kehidupan yang sama, sehingga saya masih ingat.”

Prajurit ini mendadak memahami sesuatu setelah selesai mendengarkan. Ia berkata, “Kapankah akan berakhir jika terus-menerus saling membalas dendam, berkalpa-kalpa saling mengganggu dalam setiap kesempatan.” Prajurit tercerahkan, dan seketika itu ia meninggal dalam posisi berdiri. Guru Zen turun dari dharmasana, mencukurkan rambut prajurit tersebut, memberikan nama Dharma baginya, dan menguburkannya.

Guru Zen tua itu sendiri juga kemudian duduk bersila, berpamitan pada khalayak, dan parinirvana dalam posisi duduk bersila.

Setelah membaca artikel ini, hati saya sangat tersentuh. Saya menghimbau para insan :

Lepaskan kebencian dan jangan mendendam.

Akhirilah seluruh jodoh buruk!

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

——————————————————–

蓮生活佛/文

近期讀禪書,有一則如下:

宋朝有一位禪師,年輕未出家前,曾經與友人飲酒,酒後與友人爭奪財物,便由吵架演成打鬥,一失手,竟然把友人打死了,當場斃命死亡。

禪師畏罪,便簡單收拾,逃到了很遠的地方去了。
後來他進入寺院,拜師學佛,懺悔而出家勤苦修持,終於禪師明了自心,見了佛性,大澈大悟,成為一名大禪師,開始弘法度眾,徒眾有百千萬。
禪師七十歲的時候,忽然有一天早晨,他沐浴之後就陞座,那天他沒有說法,卻告訴大眾說:「你們不要動,不要說話,靜看老僧了卻四十年前的一椿公案。」

禪師坐著不動。

大眾聽法的,卻茫茫然,安靜的坐著。

坐了一陣子,有一位士兵突然來到禪寺,扳起弓箭,就想射殺老禪師。

老禪師向士兵合掌,說:「老僧在此等候您呢!」
士兵很驚奇:「我與你和尚素不相識,但,一見你和尚,就想一箭把你射死,這是何故?」
老禪師說:「欠債還錢,公平交易,有因果在,你就下手吧!」
老禪師對弟子又說:「我死之後,你們不得責怪他,甚至請他吃飯,送他回家。如果責怪,便是逆師違天,不是我的弟子!」
弟子茫然。

士兵也疑惑,士兵請老禪師說個明白。
老禪師說明,昔日年輕時的事,一一說了,老禪師又說:「你因隔世投胎,你才會忘記,我尚在世,所以記得。」
這位士兵,聽了,略有所悟,說:「怨怨相報何時了,劫劫相纏豈偶然。」士兵一悟,立即站立往生。禪師下座,為士兵落髮,取法名,放入龕中。
老禪師自己也跏趺而坐,向大家告別,坐化。

我看了此文,心頗感動,我奉勸人:
解冤勿怨。
化掉一切惡緣吧!

恭錄自蓮生活佛盧勝彥文集171_玻璃缸裡的金魚
「讀禪書心得」159

【蓮生活佛著作】

http://www.tbsn.org/chinese2/booklist.php
【真佛資訊網路】
http://www.tbsn.org/
【真佛世界网 】
http://tbworld.org/

Image

Read Full Post »


by Grand Master Sheng-Yen Lu,

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

264305_335045466590855_1067572034_n

Ada yang bertanya, “Kita sebagai orang yang mempelajari Buddha Dharma sering mendengar catur jhana delapan samadhi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan catur jhana delapan samadhi? Dan lagi, apa kegunaan catur jhana delapan samadhi? Untuk apa melatih catur jhana delapan samadhi?”

Saya menjawab :

Berdasarkan pada sutra :

Surga Rupadhatu dibagi empat jhana, yaitu jhana pertama, jhana kedua, jhana ketiga, jhana keempat.

Jhana pertama – hati suci bersih, segala kebocoran tidak bergerak.

Surga yang terdapat di jhana pertama adalah Brahmaparsadya, Brahmapurohita, Mahabrahma.

Jhana kedua – hati suci bersih, kebocoran yang kasar telah dihentikan.

Surga yang terdapat di jhana kedua adalah Parittabha, Apramanabha, Abhasvara.

Jhana ketiga – hati damai dan stabil, timbul kegiuran akan sukha.

Surga yang terdapat di jhana ketiga adalah Parittasubha, Apramanasubha, Subhakrtsna.

Jhana keempat – kelima kesadaran pertama telah lenyap, rasa sukha juga lenyap, muncul rasa merelakan.

Surga yang terdapat di jhana keempat adalah Anabhraka, Punyaprasava, Brhatphala, Asannasatta, Avrha, Atapa, Sudrsa, Sudarsana, Akanistha.

Kemudian, delapan samadhi merupakan catur jhana dari alam Rupadhatu beserta empat sunya-samadhi dari alam Arupadhatu, dijumlahkan menjadi catur jhana delapan samadhi.

Namun demikian, pengalaman saya adalah sebagai berikut :

Jhana pertama – muncul mahasukha.

Jhana kedua – muncul cahaya.

Jhana ketiga – muncul sifat Buddha.

Jhana keempat – muncul parinirvana.

Jhana pertama saya ada di surga alam Kammadhatu.

Jhana kedua saya ada di surga alam Rupadhatu.

Jhana ketiga saya ada di surga alam Arupadhatu.

Jhana keempat saya ada di alam Catur Arya.

Oleh karena itu, catur jhana saya, telah mencakupi catur jhana delapan samadhi, dari alam Kammadhatu hingga alam Catur Arya. Ini hanyalah pengalaman pribadi saya, percaya atau tidak percaya terserah anda, saya benar-benar mengalami seperti itu.

Catur jhana delapan samadhi, kegunaannya apa?

Setiap orang mengetahui kegunaannya, yaitu mampu membersihkan satu-persatu benih kebiasaan kita dari sejak zaman tak berawal, juga sama dengan mandi, membersihkan satu-persatu dukkha duniawi.

Saya angkat sebuah contoh :

Kita memperoleh bongkahan campuran bijih emas dan batuan pengotor. Kita mempergunakan teknik pemisahan emas, sehingga bijih emas tertinggal, dan pengotor lainnya menjadi larut.

Ini adalah kegunaan dari catur jhana delapan samadhi.

Melatih catur jhana dan delapan samadhi dapat mengembalikan diri kita ke jati diri kita yang sebenarnya, sehingga menyaksikan Buddhata kita sendiri.

Ada yang beranggapan bahwa catur jhana delapan samadhi hanyalah salah satu cara, bukan satu-satunya cara.

Namun, di kehidupan zaman sekarang, selain cara catur jhana delapan samadhi, sudah tidak ada lagi cara lain yang lebih baik.

Buddha Dharma adalah Buddha Dharma.

Mencapai kebuddhaan adalah mencapai kebuddhaan.

Bahkan pada akhirnya dharma juga direlakan, apalagi yang bukan dharma.

Hal ini hanya dimengerti oleh orang yang memahami hati dan menyaksikan Buddhata.

*

Fuzhou, Xianzong, Guru Zen Dongming.

Arya Sangha bertanya pada Guru Zen Dongming, “Saat hendak menggenggam awan tidak akan terlepas dari terjangan angin dan petir. Bagaimana bisa menerobos menembusi ombak?”

Guru Zen Dongming menjawab, “Buat apa berusaha berpaling dari sesuatu yang telah selesai dikejar dari dalam diri.”

(Maksud Guru Zen Dongming adalah, jika telah tercerahkan dan memahami hati, buat apa lagi menggunakan Buddha Dharma atau catur jhana delapan samadhi untuk menyucikan diri sendiri?)

Buddha adalah Buddha.

Kekal.

Tidak labil.

Buat apa berpaling dari sesuatu yang telah selesai dikejar dari dalam diri, malah masih melatih catur jhana delapan samadhi?

Ada Guru Zen yang melatih meditasi.

Ada Guru Zen yang mengasah batu bata menjadi cermin.

“Bagaimana bisa batu diasah menjadi cermin? Bagaimana bisa meditasi membuat seseorang mencapai kebuddhaan?”

Para siswa budiman, di sini saya tidak bisa membicarakannya dengan leluasa. Terhadap catur jhana delapan samadhi dan mencapai kebuddhaan, apakah kalian mempunyai pandangan dan penjelasan yang lebih baik? Coba kita diskusikan.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Biksu Misterius

By                   : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)

Translation     :Meilinda Xu 许月珊

Source            : B228 – Unusual Past Lives of The Dharma King

Copied from    : http://www.dapinstore.com/news/read/6/biksu_misterius/

Image

Di zaman dahulu, ‘Kitab Dinasti Wei’, ‘Sejarah Dinasti Bei’, ‘Hutan Mutiara Lahan Dharma’, ‘Legenda Biksu Berpencapaian Tinggi’, …… kesemuanya memuat mengenai daya menakjubkan dari Sutra Raja Agung Avalokitesvara (Sutra Gaowang).

Di zaman awal dinasti Wei, ada seorang Buddhis yang tinggal di daerah Dingzhou bernama Sun Jingde. Ia terkena getah sebuah kasus pengadilan, dijebloskan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman penggal. Di dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang biksu yang mengajarinya melafalkan Sutra Gaowang sebanyak seribu kali agar dapat terhindar dari kesulitan.

Sang biksu mengajarinya satu kata, ia menghafalkan satu kata, hingga akhirnya ia dapat menghafalkan keseluruhannya dengan fasih.

Saat Sun Jingde diseret ke lapangan pelaksanaan hukuman, masih tersisa beberapa kali pelafalan yang perlu diselesaikannya. Ia melafalkannya sambil menempuh perjalanan hingga akhirnya genap seribu kali pelafalan.

Saat hukuman dilaksanakan, begitu golok memenggal, golok tersebut patah menjadi dua bagian. Kulit dan dagingnya tidak terluka sama sekali.

Hukuman diulangi, golok diganti sebanyak tiga kali, semuanya juga patah.

Pejabat eksekusi kaget bukan main!

Akhirnya Sun Jingde dihadapkan kepada kaisar. Kaisar memberikan pengampunan dari hukuman mati kepadanya, dan memintanya menuliskan Sutra tersebut, agar dapat disebarluaskan.

Dari peristiwa inilah, sejak Dinasti Bei, Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini akhirnya tersebar luas, menjadi ‘Sutra yang dibabarkan oleh Biksu via petunjuk mimpi’ yang sangat dihormati oleh insan di dunia, yaitu “Sutra Raja Agung Avalokitesvara”.

Image

Juga :

‘Biografi Konfusius’ dari Wei Utara dan juga ‘Biografi Lutong’ mencatat ada seorang bernama Lu Jingyu.

Lu Jingyu sangat relijius, suka meneliti buku Sutra, menjadi pejabat dan mendapat gelar kehormatan sebagai Profesor negara.

Namun, kakaknya, Lu Zhongli terlibat dalam pencetusan kerusuhan. Gerakan huru-hara Lu Zhongli diredam oleh Raja Qi Xianwu dari Dinasti Bei.

Lu Jingyu terkena getahnya dan dikurung dalam penjara Jinyang.

Lu Jingyu menjapa Sutra Gaowang, menjapa hingga borgolnya terlepas dengan sendirinya. Sipir penjara menukarkannya dengan borgol lain, dan borgol tersebut pun terlepas lagi dengan sendirinya. Ditukar lagi, terlepas lagi.

Para petugas penjara kaget bukan main.

Setelah Raja Qi Xianwu mendengar kabar tersebut, ia pun segera tahu bahwa Lu Jingyu tidak bersalah, sehingga mengampuninya.

Di kemudian hari, Lu Jingyu naik jabatan menjadi pejabat tinggi.

Juga :

Ada seorang pejabat bernama Hongsen dijatuhi hukuman mati, juga bermimpi didatangi seorang biksu yang mengajarkannya menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara kata per kata. Setelah terbangun dari mimpi, setiap kata tersebut dapat diingat dengan sangat jelas. Ia pun menjapa sebanyak seribu kali.

Saat waktu pelaksanaan hukuman, begitu golok diayunkan, goloknya putus. Kepala dan lehernya sama sekali tidak ada luka sedikitpun.

Pejabat yang menangani pelaksanaan hukuman ini akhirnya melaporkannya kepada Raja Qi Xianwu.

Akhirnya Hongsen juga mendapatkan pengampunan.

Sejak saat itu, Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini menjadi sangat tenar di dunia, banyaknya yukta yang ditimbulkannya sudah tidak terhitung.

Sutra ini adalah “Sutra yang dibabarkan dari dalam mimpi”.

Tidak terdaftar di dalam Sutra Mahayana.

Namun, Sutra tersebut keseluruhannya berisikan nama Buddha Bodhisattva.

Ada banyak nama agung Avalokitesvara Bodhisattva di dalamnya.

Ada ratusan juta kumpulan Buddha Vajra.

Ada ratusan juta Bodhisattva gunung ratna yang suci menyejukkan.

Ada tujuh Buddha masa lampau, ribuan Buddha kalpa mulia.

(Ini sudah mencakupi nama seluruh Buddha Bodhisattva.)

Di saat yang bersamaan, yang paling penting adalah :

“Mampu membinasakan penderitaan kelahiran dan kematian, mengikis dan menyingkirkan seluruh racun dan marabahaya.”

Saya sendiri menyadari bahwa, buku Sutra Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva ini bukanlah Sutra yang remeh, yang paling penting di dalamnya adalah ‘Mantra Tujuh Buddha Pelenyap Karma Buruk’, ini adalah Sutra yang paling dianjurkan untuk dibaca!

Tantrayana Satya Buddha menjunjung tinggi Sutra Gaowang. Para murid tidak berhenti menjapakannya, setiap orang mendapatkan yukta maha takjub.

Terlebih lagi murid Tantrayana Satya Buddha, setiap orang mempersemayamkan pratima Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, setiap orang berubah menjadi Avalokitesvara di rumah.

Ada yang bertanya, “Mengapa dalam Tantrayana Satya Buddha, ada Raja Agung Avalokitesvara di rumah setiap murid?”

Saya menjawab, “Karena merupakan Sutra saya.”

“Mengapa bisa anda?”

Saya menjawab, “Orang yang membabarkan Sutra ini di dalam mimpi, kalau bukan saya, siapa?”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


By                    : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)
Translation      : Meilinda Xu 莲花许月珊
Source             : B228 法王的大轉世 – Unusual Past Lives of The Dharma King
grand master shengyen lu 的图像结果
            Di kehidupan yang lampau, saya pernah menjadi seorang pelajar yang miskin. Tetangga rumahku adalah rumah berdinding tinggi yang dihuni oleh seorang saudagar yang kaya raya. Di malam hari, saya membaca buku dengan memegang lilin, kehidupan saya sangatlah menderita. Sebaliknya, saudagar kaya tersebut memiliki banyak istri dan gundik, pembantunya berbondong-bondong, hidupnya berkelimpahan, bepergian dengan kereta tandu dan kuda tampan, rumahnya senantiasa dihiasi tarian dan nyanyian.
            Pakaian yang saya kenakan adalah kain yang sudah ditambal berkali-kali. Sedangkan, pembantu rumahnya mengenakan pakaian yang jauh lebih bagus daripada yang saya kenakan.
            Suatu hari, saya menyadari bahwa ada suatu benda panjang seperti tali mengalir di parit dalam rumah saya. Begitu dikail, ternyata merupakan bakmi yang beruntai-untai. Saya berpikir, jika bakmi ini dibiarkan terbuang mengalir begitu saja, sungguh sangat disayangkan.
            Ternyata parit rumah saudagar kaya terhubung dengan parit rumah pelajar miskin, makanan yang terbuang dari saluran pembuangan di dapur rumahnya mengalir masuk ke parit di dalam rumah saya. Saya mengumpulkan berkah makanan berlebih ini dengan sebuah jala.
            Semakin banyak yang dia buang, semakin banyak yang saya peroleh.
Setelah dicuci bersih, bakmi ini masih dapat dimakan. Bakmi yang tersisa dijemur hingga kering dan disimpan di tempat yang bersih di dalam gudang, kemudian ditaburkan garam agar tidak membusuk.
            Saudagar kaya terlalu boros, ditambah lagi bisnisnya mengalami kegagalan, seluruh istri dan gundiknya pergi meninggalkannya. Ditambah lagi adanya perkara di pengadilan, dalam waktu beberapa tahun yang singkat saja, rumah tetangga yang berdinding tinggi telah berganti pemiliknya. Pemilik terdahulunya tak disangka telah menjadi pengemis di jalanan, sungguh kehidupan manusia itu anitya adanya.
            Pada suatu tahun, terjadi bencana kelaparan. Kemarau melanda, seluruh petani gagal panen. Di mana-mana bergelimpangan pengemis, penduduk yang kelaparan semakin lama semakin banyak.
            Saya sebagai pelajar miskin yang hidup sederhana hanya bertahan hidup dengan stok makanan saya. Saya mengeluarkan semua makanan yang memenuhi gudang saya, membagikannya kepada orang-orang yang menderita kelaparan. Semua warga yang kelaparan sangat girang. Saudagar kaya yang telah menjadi pengemis tersebut adalah salah satu di antara mereka.
            Ia bertanya, “Bagaimana kamu bisa memiliki makanan yang begitu lezat seperti ini?”
            Saya menjawab, “Ini adalah makanan dari rumah anda!”
            Saudagar kaya tidak paham, “Makanan dari rumah saya?”
            Saya menunjuk menyusuri jalan keluar parit rumah saudagar kaya tersebut hingga ke parit di rumah saya, saudagar kaya ini barulah mengerti dan mendesah, “Pantas saja, keluarga saya memang patut bangkrut!”
            Saudagar kaya tersebut sangat malu dan segera berlalu.
            Makanan sisa yang saya simpan menghasilkan kegunaan yang besar dalam bencana kelaparan di tahun itu, banyak warga yang kelaparan tertolong karenanya.
            Saya bermimpi bertemu dengan Dewa Dapur, Beliau berkata, “Anda telah melakukan dua hal yang besar!”
            Saya menjawab, “Hal yang mana?”
            Dewa Dapur menjawab, “Langit sudah tahu. Hidup sederhana merupakan hal yang pertama, menolong warga yang kelaparan adalah hal yang kedua.”
            Dewa Dapur berkata lagi, “Orang-orang kelaparan yang ada di sekeliling anda, kelak akan menjadi pembawa keberuntungan bagi anda, mereka akan dapat membantu anda. Selain itu, hidup sederhana akan menjadi kebiasaan anda, anda tidak akan sembarangan menghamburkan uang!”
            “Kalau begitu, selamanya saya akan miskin!”
            Dewa Dapur menjawab, “Jika tidak, hemat pangkal kaya, anda akan puas.”
            Perkataan Dewa Dapur menjadi kenyataan di kehidupanku yang mendatang. Di kehidupanku kali ini, saya hidup dengan sangat hemat, tidak sembarang menghamburkan uang. Saya tidak pelit, asalkan ada bencana alam yang membahayakan manusia, saya juga tetap membantu insan yang butuh pertolongan melalui materi dan tenaga.
            Saya dapat berhemat, ini merupakan hasil timbunan dari masa lampau.
            Saya suka membantu insan, juga merupakan timbunan dari masa lampau.
            Ini benar-benar adalah : rahasia, rahasia, rahasia.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

Older Posts »