by Grand Master Sheng-Yen Lu,
Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊
source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King
Ada yang bertanya, “Kita sebagai orang yang mempelajari Buddha Dharma sering mendengar catur jhana delapan samadhi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan catur jhana delapan samadhi? Dan lagi, apa kegunaan catur jhana delapan samadhi? Untuk apa melatih catur jhana delapan samadhi?”
Saya menjawab :
Berdasarkan pada sutra :
Surga Rupadhatu dibagi empat jhana, yaitu jhana pertama, jhana kedua, jhana ketiga, jhana keempat.
Jhana pertama – hati suci bersih, segala kebocoran tidak bergerak.
Surga yang terdapat di jhana pertama adalah Brahmaparsadya, Brahmapurohita, Mahabrahma.
Jhana kedua – hati suci bersih, kebocoran yang kasar telah dihentikan.
Surga yang terdapat di jhana kedua adalah Parittabha, Apramanabha, Abhasvara.
Jhana ketiga – hati damai dan stabil, timbul kegiuran akan sukha.
Surga yang terdapat di jhana ketiga adalah Parittasubha, Apramanasubha, Subhakrtsna.
Jhana keempat – kelima kesadaran pertama telah lenyap, rasa sukha juga lenyap, muncul rasa merelakan.
Surga yang terdapat di jhana keempat adalah Anabhraka, Punyaprasava, Brhatphala, Asannasatta, Avrha, Atapa, Sudrsa, Sudarsana, Akanistha.
Kemudian, delapan samadhi merupakan catur jhana dari alam Rupadhatu beserta empat sunya-samadhi dari alam Arupadhatu, dijumlahkan menjadi catur jhana delapan samadhi.
Namun demikian, pengalaman saya adalah sebagai berikut :
Jhana pertama – muncul mahasukha.
Jhana kedua – muncul cahaya.
Jhana ketiga – muncul sifat Buddha.
Jhana keempat – muncul parinirvana.
Jhana pertama saya ada di surga alam Kammadhatu.
Jhana kedua saya ada di surga alam Rupadhatu.
Jhana ketiga saya ada di surga alam Arupadhatu.
Jhana keempat saya ada di alam Catur Arya.
Oleh karena itu, catur jhana saya, telah mencakupi catur jhana delapan samadhi, dari alam Kammadhatu hingga alam Catur Arya. Ini hanyalah pengalaman pribadi saya, percaya atau tidak percaya terserah anda, saya benar-benar mengalami seperti itu.
Catur jhana delapan samadhi, kegunaannya apa?
Setiap orang mengetahui kegunaannya, yaitu mampu membersihkan satu-persatu benih kebiasaan kita dari sejak zaman tak berawal, juga sama dengan mandi, membersihkan satu-persatu dukkha duniawi.
Saya angkat sebuah contoh :
Kita memperoleh bongkahan campuran bijih emas dan batuan pengotor. Kita mempergunakan teknik pemisahan emas, sehingga bijih emas tertinggal, dan pengotor lainnya menjadi larut.
Ini adalah kegunaan dari catur jhana delapan samadhi.
Melatih catur jhana dan delapan samadhi dapat mengembalikan diri kita ke jati diri kita yang sebenarnya, sehingga menyaksikan Buddhata kita sendiri.
Ada yang beranggapan bahwa catur jhana delapan samadhi hanyalah salah satu cara, bukan satu-satunya cara.
Namun, di kehidupan zaman sekarang, selain cara catur jhana delapan samadhi, sudah tidak ada lagi cara lain yang lebih baik.
Buddha Dharma adalah Buddha Dharma.
Mencapai kebuddhaan adalah mencapai kebuddhaan.
Bahkan pada akhirnya dharma juga direlakan, apalagi yang bukan dharma.
Hal ini hanya dimengerti oleh orang yang memahami hati dan menyaksikan Buddhata.
*
Fuzhou, Xianzong, Guru Zen Dongming.
Arya Sangha bertanya pada Guru Zen Dongming, “Saat hendak menggenggam awan tidak akan terlepas dari terjangan angin dan petir. Bagaimana bisa menerobos menembusi ombak?”
Guru Zen Dongming menjawab, “Buat apa berusaha berpaling dari sesuatu yang telah selesai dikejar dari dalam diri.”
(Maksud Guru Zen Dongming adalah, jika telah tercerahkan dan memahami hati, buat apa lagi menggunakan Buddha Dharma atau catur jhana delapan samadhi untuk menyucikan diri sendiri?)
Buddha adalah Buddha.
Kekal.
Tidak labil.
Buat apa berpaling dari sesuatu yang telah selesai dikejar dari dalam diri, malah masih melatih catur jhana delapan samadhi?
Ada Guru Zen yang melatih meditasi.
Ada Guru Zen yang mengasah batu bata menjadi cermin.
“Bagaimana bisa batu diasah menjadi cermin? Bagaimana bisa meditasi membuat seseorang mencapai kebuddhaan?”
Para siswa budiman, di sini saya tidak bisa membicarakannya dengan leluasa. Terhadap catur jhana delapan samadhi dan mencapai kebuddhaan, apakah kalian mempunyai pandangan dan penjelasan yang lebih baik? Coba kita diskusikan.
********
Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/ daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber
*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!
Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*
**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching
Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Leave a comment