Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Inspirational Type of Dharma Article’ Category


diterjemahkan dari buku karya Grand Master Sheng-Yen Lu ke-006 “Tenang dan Pikirkan dengan Seksama”
Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Mahaguru Buddha Hidup LianSheng Sheng-Yen Lu

Hari ini kita membahas mengenai yang hal yang ditemui dan didengar oleh Biksulama Lianjin di Hongkong.

Saya ingat dulu saya pernah mengunjungi rumah Acarya Changren di Hongkong, rumahnya di Gunung Cheyun, ruang pribadinya sama seperti yang diceritakan oleh Biksulama Lianjin yaitu hanya satu ruangan dengan satu beranda, bahkan tempat untuk menjemur pakaian pun tidak ada; oleh karena itu mereka menjulurkan keluar bambu jemuran dari ruangannya dan menggantungkan pakaiannya hingga penuh, dilihat dari jalanan seperti lautan bendera. Ow! Ini adalah bendera jutaan negara di Hongkong.

Orang-orang ini sangatlah miskin, namun juga ada yang kaya. Kesenjangan sosial antara yang kaya dan miskin cukup besar. Di antara para siswa Tantrayana Satya Buddha juga ada yang sangat kaya, orang yang sangat kaya datang mengendarai mobil Rolls Royce, luas tempat tinggalnya meliputi setengah gunung, rumah bergaya Barat yang sangat besar, di dalamnya masih ada lift, gonta-ganti supir, rumahnya mempekerjakan pelayan, ruang tamunya juga sangat mewah, kesenjangan yang kaya dan miskin terlalu besar, sebagian orang sudah sangat bersyukur memiliki tempat tinggal!

Vihara Vajragarbha Hongkong pernah memiliki “Yayasan Welas Asih Sheng-Yen Lu”. Pada musim dingin, mereka pernah meletakkan sangat banyak kasur dan selimut kapas di lantai dasar gedung berkuda. Anda dapat melihat para fakir miskin segera mencari tempat yang nyaman, di malam harinya mereka menggelar selimut kapas dan tidur di atasnya, tidak punya rumah untuk pulang. Begitu para pekerja Vihara Vajragarbha Hongkong berkunjung, di setiap tempat, setiap pekerja vihara menggelar kasur selimut kapas untuk mereka, ini adalah melakukan perbuatan welas asih.

Biksulama Lianjin masih belum pernah melihat bahwa di Hongkong ada hal seperti ini. Ia menyewa sebuah lokasi tidur, di samping lokasi tidur tersebut, semuanya adalah jaring besi, mendirikan sebuah ranjang. Jaring besi ini juga mempunyai pintu jaring besi, ada kait penguncinya. Barang bawaannya diletakkan di atas kasurnya. Saat ingin tidur di malam hari, maka pulang membuka kunci pintu dan masuk untuk tidur. Pintunya dikunci saat pergi bekerja pada pagi hari, hanya ada sebuah lokasi tidur saja! Ada yang tidak memiliki tempat tinggal, juga ada yang hanya memiliki sebuah lokasi tidur. Sudah sangat bagus jika kita menemukan sekeluarga tidur bersama dalam hanya sebuah ruangan dengan satu beranda.

Sebenarnya tidak perlu pergi ke Hongkong untuk melihatnya. Anda pergi ke New York juga dapat melihatnya. Ada sangat banyak gelandangan yang tidak memiliki rumah, sangat banyak pelajar yang keluarganya tidak punya banyak uang, namun saat belajar, seperti temannya Foqing (anak perempuan Mahaguru), menyewa sebuah tempat seharga 600 sen – USD 0.600. Tempat yang disewa seharga USD 0.600 di New York adalah tempat yang seperti apa? Adalah sebesar kamar mandi anda saja! Tempat yang sebesar kamar mandi itu punya satu pintu masuk, adalah tempat yang hanya sebesar itu! Satu setengah tatami, lebih kurang hanya satu setengah tatami saja. Tinggal di sana, mandi dan buang air di toilet umum. Di New York juga ada.

Oleh karena itu, pada saat ini, lihatlah kehidupan-kehidupan yang seperti ini. Masih ada yang lebih menderita daripada ini! Walaupun demikian, di Hongkong dan New York masih terdapat bahan makanan. Anda pergilah ke Afrika dan lihatlah penduduk yang menderita kelaparan. Pergilah ke tempat pengungsian. Mereka mendirikan tenda, semuanya tinggal di dalam, di dalam tenda tersebut.

Tadi Biksulama Lianjin juga melihat orang Hongkong yang seperti itu, sebenarnya dulu saat saya ke Hongkong juga sering berkata seperti ini,  “Bagaimana bisa seperti ini? Di jalanan Hongkong,di dalam kota, bagaimana bisa setiap hari ada begitu banyak orang berjalan ke sana kemari, tidak satu detik pun pernah berhenti? Orang-orang berlalu lalang di jalanan, berjalan ke sana kemari, berjalan ke sana kemari, orang yang itu-itu juga, mengapa bisa ada begitu banyak orang yang kurang kerjaan, melintas di jalanan?”

Saya juga memiliki perasaan seperti ini, untuk apa mereka berlalu lalang di jalanan (Mahaguru tertawa)? Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda, tidak semua orang demi memiliki tempat tinggal (Mahaguru tertawa): tadi Biksulama Lianjin mengatakan bahwa ia melihat setiap orang berusaha demi mampu memiliki sebuah tempat tinggal, sebenarnya itu benar bagi sebagian dari mereka, sebagian lagi malah untuk sandang pangan – berpakaian, makan, bekerja.

Saya sering tidak habis pikir kenapa mereka berlalu lalang di jalanan. Suatu hari saat saya berada di Villa Pelangi di dekat sebuah sarang semut, saya melihat banyak semut berlalu lalang di sana, akhirnya saya mengerti mengapa mereka berlalu lalang (Mahaguru tertawa), karena semut juga setiap hari berlalu lalang di sana! Lantas, apa bedanya manusia dan semut?

Mengapa mereka melintas di sana? Cuaca begitu dingin, mengapa tidak bersembunyi di rumah sendiri, di luar berlalu lalang untuk apa? Melihat segerombolan besar semut berlalu lalang di sana, maka anda akan mengerti mengapa manusia berlalu lalang di jalanan, adalah karena alasan yang sama.

Segala makhluk hidup adalah demi mempertahankan hidup, yang disampaikan dalam dharmadesana tadi juga bagus, kita hidup di sini lebih tidak khawatir. Pangan, sandang, papan, sadhana – punya tempat tinggal, setiap orang di sini memiliki tempat yang dapat ditinggali. Di sisi makanan tidak ada yang perlu anda khawatirkan. Sisi pakaian juga tidak perlu dikhawatirkan. Sisi sadhana juga sama.

Bhaktisala Altar Utama Caodun Leizangsi di Kota Caodun, Taiwan

Oleh karena itu, kadang kala perlu memahami, bagaimana orang lain melewati hidupnya? Lalu, bagaimana kita melewati hidup kita? Kita melewati hidup seperti ini, adakah maknanya? Di manakah maknanya? Tujuan anda sendiri di mana? Maknanya di mana? Di dalam kehidupan yang sekarang ini, apa yang ingin anda lakukan? Lalu, apakah tugas dan tanggung jawab setiap hari telah diselesaikan? Kegunaan hidup anda setiap hari apakah telah dimanfaatkan sebaik-baiknya? Kegunaan kehidupan anda yang sekarang ini apakah telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Setiap hari hendaknya berpikir seperti ini, sehingga tidak terlalu menyia-nyiakan waktu, tidak akan dapat membiarkan waktu dilewatkan begitu saja dengan sia-sia.

Sangat cepat! Anda berpikir sekarang anda masih sangat muda, tidak terpikirkan masa depan. Pada saat saya baru datang dari Taiwan ke Amerika – usia 38 tahun, saya juga tidak pernah memikirkan masa depan. Saat itu saya tidak pernah memikirkan masa depan saya akan seperti apa, tidak pernah mencoba memikirkannya, namun dengan cepat waktu telah terlewatkan! Saya merasa saya sangat muda saat saya berusia 38 tahun, beginilah kehidupan manusia.

Oleh karena itu, anda mampu dari usia 38 tahun, menempuh hidup hingga 50 tahun. Begitu mengedipkan mata, sudah 70-an tahun. Pada saat usia 80-an, anda mampu mengeluarkan sesuatu barang untuk diperlihatkan kepada orang-orang, katakanlah anda benar-benar memiliki sesuatu barang, poin ini sangatlah penting! Tidak boleh saat anda telah berusia 70 atau 80 tahun, yang anda hasilkan masih tetap sama seperti ketika anda berusia 20 tahun.

Oleh karena itu, kita mempelajari Buddha Dharma juga tetap harus menyerahkan rapor, bersadhana juga harus menyerahkan rapor; pada saat tiba usia senja, nilai rapor yang diperlihatkan berwarna hijau, lulus, bukan setiap mata pelajaran mendapat nilai merah, tidak lulus.

Dapat juara satu sangatlah baik! Namun juga tidak boleh juara satu dari belakang. Dapat juara satu sangatlah baik, setelah dihitung-hitung, cuma ada anda seorang, tentu saja dapat juara satu! (Mahaguru tertawa) Namun tidak boleh dapat juara satu dari belakang. Kehidupan kita sebagai manusia juga harus menyerahkan rapor, namanya rapor kehidupan manusia.

Tidak menyia-nyiakan kehidupan ini mesti bagaimana? Adalah pada saat rapor kehidupan manusia diperlihatkan, nilai setiap mata pelajaran adalah lulus. Dengan demikian anda dapat mempertanggungjawabkannya kepada para Buddha dan Bodhisattva di Vihara Vajragarbha ini, karena anda tinggal di sini, hidup di sini. Yang anda makan adalah milik Bodhisattva, yang anda tinggali adalah rumahnya Bodhisattva, yang anda pakai adalah milik Bodhisattva, bepergian menggunakan kendaraan milik Bodhisattva! (Mahaguru tertawa) Anda hidup dengan memandang wajah Bodhisattva, rapor anda nanti, harus anda serahkan kepada Bodhisattva!

Om Mani Padme Hum.

~ Tulisan ini diambil dari bagian pendahuluan buku karya Sheng-Yen Lu “Lagu Buddha hidup (1)”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


diterjemahkan dari buku karya Sheng-Yen Lu, bagian biografi Sang Penulis

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

=Melalui kehidupan manusia dengan senyum, menulis untuk menyeberangkan makhluk yang berjodoh=

Buddha hidup Liansheng sejak bersekolah di tingkat SMA tahun 1963 sudah mulai menulis karya sastra, hasil karyanya tersebar di Koran dan majalah. Saat menjalani masa wajib militer, beliau pernah meraih penghargaan Unta Emas, penghargaan Unta Perak, piala emas Kesusastraan Militer Negara, dan berbagai medali lainnya. Karya awalnya berupa prosa, puisi, pengulasan, merupakan pemuda yang luar biasa dan aktif berkarya dalam kesusastraan.

-=Salah satu buku hasil karya Grand Master Sheng-Yen Lu yang sedang dalam proyek penerjemahan untuk diterbitkan dalam Bahasa Indonesia=-

Sejak meninggalkan keduniawian pada tahun 1986 hingga sekarang, beliau lebih giat lagi bersadhana setiap hari, tidak putus dalam menulis karya. Hingga sekarang, beliau sudah menghasilkan 200 lebih karya buku dengan nama pena “Sheng-Yen Lu”, yang mana keseluruhan hasil karyanya merupakan catatan perjalanan sejak memulai bersadhana hingga setelah mencapai penerangan sempurna. Hasil karya beliau telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, antara lain bahasa Inggris, Perancis, Jepang, Portugis, Vietnam, Spanyol, India, Indonesia, dan Thailand. Karya beliau diterbitkan dan tersebar di berbagai negara, malahan semuanya dikoleksi di Perpustakaan Negara di Amerika, sehingga dapat disebut sebagai pembabar karya tulis bermuatan Dharma nomor satu di masa kini.

=Melalui Gambar, Menuangkan Isi Hati, Menuangkan Pikiran, Menuangkan Kondisi, sebagai Seorang Seniman=

Sampul buku terbitan PT. Budaya Daden Indonesia yang merupakan hasil lukisan Grand Master Sheng-Yen Lu

Sifat dari Buddha Hidup Liansheng sangatlah rendah hati, suka menyelami alam bebas. Pada tahun 1993 di usia 50 tahun, beliau mulai mempelajari melukis menggunakan cat air, dengan pengarahan teknik oleh seorang ahli seni lukis bernama Zhu Mulan dari aliran Lingnan yang merupakan murid dari master Zhao Shaoang. Pada tahap permulaan, beliau mempelajari gaya lukisan China, melatih teknik menggunakan kuas dan tinta. Setelah itu mempelajari melukis makhluk hidup, dilanjutkan dengan menimba ilmu melukis mata air yang mengalir di alam bebas, menikmati hati yang menyatu dengan alam bebas, kemudian menuangkan intisari dari kesadaran sebagai seseorang yang telah tercerahkan ke hadapan mata manusia di dunia melalui goresan kuas dan cat.

Lukisan hasil karya beliau bernuansa lembut dan menyegarkan, luwes dan cermat, menyampaikan dengan lancar maksud yang ingin dituangkan pelukis dalam lukisannya, kegairahan hidup terpancar di dalamnya. Gatha dan sajak di dalamnya menyimpan makna yang dalam, dituangkan melalui goresan kuas, memiliki ciri khas tersendiri. Hingga sekarang, beliau telah membukukan sepuluh jilid karya lukisnya, dan telah pernah diikutsertakan ke dalam pameran lukisan akbar maupun kecil-kecilan lebih dari sepuluh kali, dan hasil karya beliau pernah diterbitkan dalam majalah seni lukis Zhongguo Meishu (Seni Lukisan China).

=Mahasiddhi Pelangi, Tantrika yang Telah Tercerahkan=

Buddha hidup Liansheng pernah hidup menyepi selama tiga tahun di sebuah rumah tinggal (yang disebut dengan Paviliun Lingxian) di kota Ballard di Amerika Serikat, berlatih secara rahasia seluruh sadhana Tantra, mulai dari sadhana eksoterik, sadhana esoterik, sadhana Yoga Tantra, dan sadhana Anuttarayoga Tantra. Rumus penting dari keempat tahap ini, seluruhnya telah berhasil dihayati secara utuh. Memasuki dan membaur di dalam samudra cahaya Vairocana, mencapai keberhasilan dari “delapan keberhasilan sadhana luar”, “delapan keberhasilan sadhana dalam”, membuktikan keberhasilan yang tiada tara.

Sebelum mulai tekun bersadhana, Buddha hidup Liansheng pernah menekuni agama Kristen, aliran Tao, agama Buddha aliran Mahayana, hingga akhirnya bersarana pada aliran Tantrayana dan mencapai keberhasilan. Oleh sebab itu, di dalam tatacara aliran Tantrayana Satyabuddha, terdapat banyak ilmu sadhana Taoisme, ilmu jimat (fu), ilmu ramalan dewata, ilmu fengshui, dan pintu dharma lainnya, untuk membantu meringankan kesulitan makhluk luas, demi tujuan menyeberangkan makhluk luas dengan “terlebih dahulu membuat tertarik, kemudian setelah itu membimbing memasuki kebijaksanaan Buddha”.

Dharma yang dibabarkan oleh Buddha hidup Liansheng, perkataannya dapat dipercaya dan mampu menenangkan batin, dan sarat muatan logis. Dalam menjelaskan isi sutra, kata-kata yang digunakan beliau tidak berupa kata-kata yang umum terdapat dalam teks penjelasan isi sutra, melainkan kata-kata yang mengandung makna yang melebur ke dalam pemahaman akan kebenaran sesuai dengan yang dicari oleh setiap para pembaca maupun pendengar. Pemahamannya mendalam namun diucapkan dengan kata-kata yang sederhana, lincah, dan lain daripada yang lain. Dharma-dharma yang telah dibabarkan yang saling berkaitan dikemas dalam satu buku atau disusun dalam video tape, dan DVD. Setiap kata maupun kalimat kebijaksanaan yang merupakan harta yang diucapkan oleh beliau, sungguh merupakan pedoman yang tidak boleh kurang maupun tidak dimiliki oleh orang yang mencari kebenaran sejati di jalan kehidupan manusia ini.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Dari buku ke-151 “Obrolan Ringan Seorang Penyendiri”

Translation  :Meilinda Xu 莲花许月珊

Oleh Grand Master Sheng-Yen Lu

Seminggu sekali, saya pergi ke pasar di kota berbelanja sayur-mayur, orang-orang di pasar sedikit demi sedikit mulai penasaran akan kemunculan saya sebagai seorang yang asing.

Ada yang bertanya pada saya: “Kamu datang dari mana? Kamu berprofesi sebagai apa?”

Saya tidak pernah menjawab saya berasal dari mana, juga ketika orang-orang menanyakan saya berprofesi sebagai apa, saya selalu menjawab: “Saya sudah pensiun!”

Ada seorang penjual sayur berkata: “Saya lihat, kamu sering pakai topi, berpakaian seperti seorang pengurus di perusahaan besar, apakah kamu seorang pengurus di perusahaan besar?”

Ada seorang berkata: “Perawakanmu, seperti seorang tenaga kerja dari luar negri, kamu pastilah seorang buruh perbaikan jalan.”

Juga ada seorang penjual buah berkata: “Kemungkinan kamu adalah seorang juru masak di dapur, apakah kamu seorang koki?”

Mendengarnya, saya hanya bisa tertawa bego, asal-usul saya, dari mana, merupakan sebuah pertanyaan yang membingungkan. Mereka selamanya tidak akan mengetahui apa pekerjaan saya.

Hanya pemilik kedai kopi yang pernah saya sembuhkan penyakit matanya, dia mengatakan bahwa saya adalah “dukun”.

Pada suatu hari, pemilik kedai kopi mengejar saya: “Pak tua! Bolehkah membantu saya sekali lagi? Hanya kali ini saja, tidak akan memberitahu orang lain!”

“Siapa?”

“Ibu mertua saya!”

“Dia kenapa?” Tanya saya.

“Pencernaannya bermasalah, sudah beberapa tahun, badannya kurus lemah, lambung usus tidak pernah seharipun sehat, setelah makan langsung diare. Saya memberitahunya, anda telah menyembuhkan penyakit mata saya, beliau mengharapkan anda juga dapat menyembuhkan penyakit pencernaan menahunnya.”

Setelah berpikir sejenak, saya berkata: “Baiklah!”

Ibu mertua tersebut merupakan seorang ibu tua, saya menyuruhnya berdiri dengan kuda-kuda yang mantap, untuk mencegah beliau terbang keluar ketika sebelah telapak tangan saya memukulnya!

Saya menyuruhnya berdiri memunggungi saya.

Saya memohon agar Adinata saya memberkati lambung ususnya, telapak tangan kanan saya secara otomatis memukul punggungnya, terdengar suara “Phong, Phong.”

Saya melihat telapak tangan saya bersinar, mengeluarkan energi!

Saya melihat sinar di tubuh ibu tua, energi telah berpindah ke lambung ususnya.

Bersuara “Hum!”, cahaya agung terpancar.

Sejak hari saya memukul punggung ibu tua, keanehan terjadi, ibu tua sudah tidak diare lagi saat masuk kamar mandi.

Sejak saat itu sudah menjadi normal, selamanya lambung usus normal kembali, membuat pemilik kedai kopi dan ibu mertuanya sangat kaget dan keheranan.

Si pemilik kedai kopi dan ibu mertuanya, melihat saya selalu memanggil: “Pak dukun!”

Saya memberitahu mereka berdua: “Saya bukan dukun.”

“Saya harus memanggil anda dengan apa?”

Saya berkata: “Kalian berdua memanggil saya ‘Master’ saja! Tetapi, jangan beritahukan pada orang lain ya! Saya di sini sedang bertapa, tidak ingin terlalu dihebohkan!”

Tentu saja saya tahu, sepasang telapak tangan saya dapat terus membantu orang, karena sepasang telapak tangan saya bisa bercahaya, sama halnya juga dapat menyeberangkan insan seluas cakrawala di kolong langit, dapat memerahkan sebidang langit ini. Namun, jika dipikirkan lagi, lebih baik melewati masa tua dengan tenang! Buat apa mati karena kecapekan!

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


在不久的将来我将离去

因为形体的色衰对一个人不具什么意义

我的心存在于书的一页一页之间

那就是贡献给大家的真谛

书就是留下者

记载着往昔

这个人有多少的灾劫

多少暴风雨

但写书与修法的精神需要学习

书里面有着灵气

像华盖一样的守护着行者

只要打开书

就产生法力

我总希望度众生没有剩余

承载大家的法船

划进了宁静的摩诃双莲池

一切都美好

没有风

没有雨

假如你发现有人没读过我的书

请将书献给他们

我不区别弟子与他人

其实众生也是自己

——————————————————————–

Di masa depan yang tidak lama lagi, saya akan pergi

Karena wujud fisik yang semakin renta tidaklah berarti bagi seseorang

Hatiku berada di dalam lembaran demi lembaran buku

Itu adalah persembahan saya yang bermakna hakiki kepada kalian semua

Buku adalah bukti yang tertinggal

Mengingat masa lalu

Manusia ini memiliki berapa banyak bencana yang telah surut

Berapa banyak hujan angin badai

Namun kesadaran menulis buku dan melatih diri memerlukan pembelajaran

Buku menyimpan kekuatan gaib

Sama seperti payung Dharma yang mengawasi dan melindungi sadhaka

Asalkan membuka buku

Maka muncullah kekuatan Dharma

Saya selalu berharap dapat menyeberangkan semua insan tanpa sisa

Terus mengemudikan Bahtera Dharma yang membawa para insan

Memasuki Mahapadminiloka (Maha Dwi Kolam Teratai — Tanah Suci Padmakumara) yang hening nan damai

Semuanya indah dan berjalan lancar

Tiada angin

Tiada hujan

Jika kamu menemukan bahwa ada orang yang belum pernah membaca buku saya

Mohon persembahkan buku saya kepada mereka

Saya tidak membeda-bedakan murid orang lain maupun siapapun

Sebenarnya, makhluk lain juga adalah diri sendiri

第165册《书代表我的心》

Buku ke-165 《Buku Mencerminkan Hatiku》– Books are the Reflection of My Heart

盧勝彥著 (:By Grand Master Sheng-Yen Lu)

Penerjemah dan Editor kebahasaan postingan ini: Mei Linda (Meilinda Xu 莲花许月珊)

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »