Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Sutra & Mantra’ Category


USNISA VIJAYA DHARANI (佛顶尊胜陀罗尼)

NAMO BHAGAVATE TRAILOKYA PRATIVISISTAYA BUDDHAYA BHAGAVATE TADYATHA

OM,VISUDDHAYA VISUDDHAYA

ASAMA-SAMA SAMANTAVABHASA-SPHARANA

GATI GAHANA SVABHAVA VISUDDHE

ABHINSINCATU MAM

SUGATA VARA VACANA AMRTA ABHISEKAI MAHA MANTRA-PADAI AHARA AHARA AYUH SAM-DHARANI

SODHAYA SODHAYA GAGANA VISUDDHE

USNISA VIJAYA VISUDDHE SAHASRA-RASMI SAM-CODITE

SARVA TATHAGATA AVALOKANI SAT-PARAMITA-PARIPURANI

SARVA TATHAGATA MATI DASA-BHUMI PRATI-STHITE

SARVA TATHAGATA HRDAYA ADHISTHANADHISTHITA MAHA-MUDRE VAJRA KAYA SAM-HATANA VISUDDHE

SARVA VARANA APAYA-DURGATI PARI VISUDDHE

PRATI-NIVATAYA AYUH SUDDHE

SAMAYA ADHISTHITE

MANI MANI MAHA MANI

TATHATA BHUTA-KOTI PARISUDDHE

VISPHUTA BUDDHI SUDDHE

JAYA JAYA VIJAYA VIJAYA

SMARA SMARA SARVA BUDDHA ADHISTHITA SUDDHE

VAJRI VAJRAGARBHE VAJRAM BHAVATU MAMA SARIRAM

SARVA SATTVANAM CA KAYA PARI VISUDDHE

SARVA GATI PARISUDDHE

SARVA TATHAGATA SINCA ME SAMASVASAYANTU

SARVA TATHAGATA SAMASVASA ADHISTHITE

BUDDHYA BUDDHYA VIBUDDHYA VIBUDDHYA

BODHAYA BODHAYA VIBODHAYA VIBODHAYA SAMANTA PARISUDDHE

SARVA TATHAGATA HRDAYA ADHISTHANADHISTHITA MAHA-MUDRE SVAHA

——————————————————————————————————————————————————————————————————

“Raja Surga, terdapat Dharani yang dikenal sebagai “Usnisa Vijaya Dharani”. Dharani ini dapat menyucikan semua jalan sengsara, melenyapkan penderitaan atas kelahiran dan kematian secara menyeluruh. Dharani ini juga dapat membebaskan semua kesengsaraan dan penderitaan mahluk hidup di alam neraka, Raja Yama dan binatang, menghancurkan semua neraka, dan mengantarkan semua mahluk hidup ke jalan suci.”

“Raja Surga, jikalau seseorang mendengar Usnisa Vijaya Dharani sekali saja, semua karma buruk dari kehidupan sebelumnya yang seharusnya menyebabkan ia terlahir di neraka akan terhancurkan semuanya. Sebaliknya, ia akan memperoleh badan yang baik dan bersih. Di manapun ia dilahirkan kembali, dia akan mengingat Dharani ini secara jelas – dari satu kebuddhaan ke lainnya, dari satu alam surgawi ke alam surgawi lainnya. Sesungguhnya, melalui Surga Trayastrimsha, dimanapun ia terlahir kembali, dia tidak akan lupa.”

“Raja Surga, jikalau seseorang menjelang kematian mengingat Dharani suci ini, walaupun hanya sekejap, masa hidupnya akan diperpanjang dan ia akan memperoleh kesucian dalam raga, perkataan dan pikirannya. Tanpa penderitaan dan kesakitan badaniah dan sesuai dengan perbuatan baiknya, dia akan menikmati ketentraman di mana saja. Menerima berkah dari semua Tathagata, dan senantiasa dijaga dewa-dewa, dan dilindungi oleh Bodhisatva, ia akan dihormati dan dimuliakan masyarakat, dan semua rintangan kesengsaraan akan terhapuskan.”

“Raja Surga, jikalau seseorang dengan ikhlas membaca dan melafalkan Dharani ini, walaupun sekejap saja, semua hukuman karmanya yang akan menyebabkan ia menderita di alam neraka, binatang, Raja Yama, setan lapar, akan dihancurkan seluruhnya dan dihapuskan tanpa meninggalkan jejak. Ia akan bebas pergi ke tanah suci Buddha dan istana surga manapun, semua pintu gerbang ke kediaman Bodhisatva akan terbuka untuknya tanpa hambatan.”

Kemudian Buddha berkata kepada Raja Sakra, “Mantra ini dikenal sebagai ‘Yang Mensucikan Semua Jalan Sengsara Usnisa Vijaya Dharani’. Dharani ini dapat menghilangkan semua rintangan karma buruk dan menghapuskan penderitaan di semua jalan sengsara.”

“Raja Surga, Dharani termasyur ini dinyatakan serentak oleh Buddha-Buddha sebanyak delapan puluh delapan koti (ratusan juta) sejumlah butiran-butiran pasir di Sungai Gangga. Semua Buddha bergembira dan menjunjung tinggi Dharani ini yang dibuktikan dengan tanda bukti kebijaksanaan dari Maha VairocanaTathagata. Ini karena di dalam jalan sengsara, untuk membebaskan mereka dari hukuman menyakitkan dalam alam neraka, binatang dan Raja Yama; untuk melepaskan semua mahluk yang menghadapi bahaya keterperosokan ke dalam lautan lingkaran kelahiran dan kematian (samsara); untuk membimbing mahluk-mahluk lemah yang berusia pendek dan kurang beruntung dan untuk melepaskan mahluk-mahluk yang suka melakukan semua perbuatan jahat. Selain itu, karena ia berdiam dan dijunjung tinggi di dunia Jambudwipa, kekuatan yang ditunjukkan oleh Dharani ini akan mengakibatkan semua mahluk dalam neraka dan alam setan lainnya; orang yang kurang beruntung dan berpusar dalam lingkaran kelahiran dan kematian; orang yang tidak percaya adanya perbuatan baik dan jahat dan yang menyimpang dari jalan benar, untuk mencapai pelepasan.”

***

Usnisa Vijaya Dharani adalah sebuah sutra Mahayana. Sutra ini berisi khotbah Sang Buddha mengenai seorang putra dewa bernama Susthita yang seharusnya menjalani hukuman karmanya akibat buah perbuatannya di masa lalu, namun berkat “Usnisa Vijaya Dharani” menjadi terbebaskan.

Penjelasan berbahasa Indonesia dari isi sutra versi terjemahan Guru Buddhapala darii zaman Dinasti Tang dapat dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Usnisa_Vijaya_Dharani

Sedangkan, lantunan Sutra Usnisa Vijaya Dharani dapat didengarkan di http://www.youtube.com/watch?v=SgoCnLGcS3k

e

aksara Sansekerta Usnisa Vijaya Dharani

= Referensi: =

Teks Sutra: http://www.gugalyrics.com/%E9%BB%84%E6%85%A7%E9%9F%B3-USNISA-VIJAYA-DHARANI-%E4%BD%9B%E9%A1%B6%E5%B0%8A%E8%83%9C%E9%99%80%E7%BD%97%E5%B0%BC-LYRICS/28698/

Kutipan artikel: http://id.wikipedia.org/wiki/Usnisa_Vijaya_Dharani

artikel yang lebih lengkap, kunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/Usnisa_Vijaya_Dharani_Sutra

Read Full Post »


【 南摩。密栗多。哆婆曳。娑訶。】

Pinyin: “Nan mo. mi li do. Do bo yi. So ha.”

(cara baca Indonesia: “Namo milito topoyi soha.”)

~每逢農曆七月每日念誦此咒四十九遍﹐可報父母恩﹐現存父母延壽﹐過去世父母超荐﹐如一日未誦﹐次日可補誦。~

Terjemahan: ~ Setiap bulan 7, setiap hari melafalkan mantera ini 49 kali, dapat membalaskan jasa orang tua. Orang tua di masa sekarang yang masih hidup akan panjang umur. Orang tua di masa lampau akan terlahir di alam yang lebih baik/memiliki kehidupan yang lebih baik. Jika tidak melafalkan sehari, maka bisa ditambahkan ke hari lainnya. ~

*pendapat saya pribadi ^^:

Sebetulnya akan lebih baik lagi jika kita melafalkannya setiap hari, karena jasa orangtua tiada taranya.. 😀 Hanya saja, pelafalan pada bulan 7 lunar akan menghasilkan kebajikan yang lebih besar karena Bulan 7 lunar adalah “bulan bakti”, di mana pelimpahan jasa dari segala kebajikan (melalui persembahan) yang kita perbuat kepada para Sangha monastik (istilah bagi Sangha yang menjalani hidup kebhikkuan) akan menjadi lebih besar dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan pada Agama Buddha, zaman dahulu di India, terdapat masa vassa selama tiga bulan, dihitung setelah Waisak (pada bulan keempat tanggal delapan, menurut penanggalan lunar), yang mana masa vassa tersebut berakhir pada bulan ketujuh lunar. Masa vassa merupakan masa di mana kondisi cuaca di India sangat buruk sehingga para Bhikku tidak dapat keluar dari Vihara dan akhirnya mengasingkan diri di dalam Vihara untuk fokus hidup bertapa, demi mencapai penerangan sempurna. Di akhir masa vassa (selesai pada bulan ketujuh penanggalan lunar), banyak anggota Sangha monastik yang berhasil mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi, dan beberapa di antaranya bahkan mencapai tingkat Arahat/Pratyekabuddha (Sanskrit)/Pacekkabuddha (Pali).

Agama Buddha mengajarkan kita untuk melakukan pelimpahan jasa kepada makhluk lainnya setiap melakukan kebajikan. Sebagaimana kita ketahui dalam Agama Buddha, bahwa jasa dari kebajikan yang kita perbuat dapat dilimpahkan kepada makhluk lain, dengan ukuran bahwa 1/8 dari karma baik yang kita perbuat akan diterima oleh makhluk-makhluk yang kita limpahkan jasa, dan 7/8 tetap kita terima sebagai buah karma kita. Semakin banyak makhluk yang kita limpahkan jasa, karma baik yang telah dihasilkan akan berkembang semakin besar pula. (Reff: dari ceramah Grand Master Sheng-Yen Lu dari aliran True Buddha Tantrayana, dan juga ceramah Master JingZen dari aliran Mahayana). Dengan berdana kepada makhluk yang  mungkin telah mencapai pencerahan (dalam konteks artikel ini adalah para Sangha monastik di akhir masa vassa), maka karma baik yang dihasilkan akan lebih besar, sehingga besarnya jasa yang dilimpahkan akan lebih besar pula. Oleh karena itu, bulan ketujuh lunar yang merupakan akhir dari masa vassa disebut sebagai “Bulan Bakti”, dan pada bulan ketujuh tersebut sering diadakan Pattidana (Pali)/ Ulambana (Sanskrit) kepada para Sangha monastik di Vihara, yang juga disebut sebagai Bulan Kathina/Bulan Berdana (selain karena alasan lainnya adalah telah menipisnya stok sandang pangan para Sangha monastik selama tiga bulan menjalani hidup bertapa).

Oleh karena itu, hendaknyalah kita selalu mengucapkan pelimpahan jasa kebajikan yang telah kita peroleh kepada makhluk luas (yang mungkin merupakan para orangtua kita di masa lampau, jika anda percaya reinkarnasi. Dan, jika anda tidak mempercayai reinkarnasi, limpahkanlah jasa kepada makhluk luas dengan motivasi membalas jasa mereka mencukupkan kebutuhan kita sehari-hari dan sebagai objek sehingga kita dapat melakukan kebajikan/karma baik ). Semoga dengan kebajikan yang kita peroleh dan kita limpahkan tersebut, semua makhluk dapat memperoleh kebahagiaan dan terlepas dari samsara.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (Semoga semua makhluk berbahagia)

Sadhu, Sadhu, Sadhu. (Semoga terjadi, semoga terjadi, semoga terjadi.)

*Notes: Sadhu (Pali) = Svaha (Sanskrit) = semoga terjadi.

link yang juga membicarakan mengenai Mantra Pembalas Budi Orang Tua:

http://tw.myblog.yahoo.com/smilefromheart-universe/article?mid=838&prev=894&l=f&fid=15&sc=1

http://www.tbsn.org/CHINESE2/article.php?id=5364&keyword=&backpage=&page=20

Read Full Post »

« Newer Posts