Feeds:
Posts
Comments

by Grand Master Sheng-Yen Lu, B216 Contemporary Dharma King

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dalam Dharmadesananya di Vihara Vajragarbha di Seattle, Mahaguru Lu berkata, “Di dunia lain yang berbeda, saya membabarkan Dharma Tantrayana selama dua puluh tahun kepada Acarya Liandian.”

Saya berkata, Acarya Liandian juga ingat, saya berada di dunia lain yang berbeda membabarkan Dharma selama 20 tahun.

(Acarya Liandian juga membenarkan bahwa ada kejadian demikian)

Banyak orang beranggapan bahwa ini merupakan hal yang mustahil, karena Mahaguru Lu jelas-jelas hidup di dunia manusia.

Acarya Liandian jelas-jelas hidup di dunia manusia.

Membabarkan Dharma di dunia yang mana?

Di waktu kapan?

*

Saya berkata:

Terhadap sadhaka yang bermutu tinggi, hal ini merupakan hal yang sangat sederhana dan juga sangat biasa.

Pada saat Sakyamuni Buddha mencapai penerangan di bawah pohon Bodhi, memasuki samadhi yang sangat mendalam, di sebuah dunia lain yang berbeda membabarkan Avatamsaka Sutra kepada para Bodhisattva.

(ini membuktikan bahwa Buddha dapat membabarkan Dharma di dunia yang lain)

Kemudian:

Tubuh jasmani Sakyamuni Buddha berada di persamuan Gunung Ling, tubuh lainnya juga telah tiba di tanah suci Shambala, membabarkan Kitab Kalachakra, ini juga merupakan pembabaran Sutra di dunia yang lain.

*

Orang-orang bertanya, “Dunia lain yang berbeda, itu dunia yang mana?”

Saya menjawab, “Dunia lain yang berbeda, merupakan dunia yang tiada terhingga. Contohnya, alam mimpi merupakan sebuah dunia yang berbeda, saya dapat membabarkan Dharma di alam mimpi! Galaksi Bimasakti juga merupakan sebuah dunia yang berbeda, dua puluh delapan alam dewa juga merupakan dunia yang berbeda, neraka, setan kelaparan, hewan, juga merupakan dunia yang berbeda.”

Saya menjelaskan sedikit lebih dalam:

Sebagian orang sangat mengenali fenomena perubahan perasaan secara kasar yang dialami oleh “hati”, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, rupa, suara, bau, rasa, sentuhan, Dharma, ini merupakan fenomena paling kasar yang dialami oleh hati.

Di samping itu, “hati” juga mengalami fenomena yang lebih halus, di dalam Kitab Anuttarayoga Tantra, terbagi atas 80 jenis.

Melalui meditasi memasuki samadhi, fenomena kesadaran yang kasar dapat berkurang, saya dapat melihat fatamorgana, kabut asap yang bagaikan ombak, cahaya dari kunang-kunang.

Saat kesadaran yang sangat halus muncul, akan ada gejala warna putih, warna merah, dan warna hitam.

Saat kenikmatan “cahaya suci dari Buddhata” kita muncul, itulah yang paling halus, yang paling mendalam dan tidak mudah dimengerti, yang paling berkemampuan, angkasa yang cerah tanpa awan, ini adalah “Buddhata” dari tubuh jasmani kita.

Maksud saya adalah:

“Cahaya suci dari Buddhata” merupakan hati yang paling memiliki kemampuan, tiada duanya, dan pasti merupakan yang paling benar (yang sesungguhnya).

Saya dapat melihat:

Kehidupan lampau.

Kehidupan sekarang.

Kehidupan yang akan datang.

Berubah menjadi gejala menyatunya tiga fenomena.

Dalam sekejap saya dapat menjelajahi sepuluh penjuru, di dunia yang berbeda, di dunia yang sekarang, bahkan di dunia yang lain, membabarkan Dharma.

Di Mahapadminiloka ada Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-Yen Lu, di Galaksi Bimasakti juga ada seorang Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-Yen Lu, di dalam neraka juga ada Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-Yen Lu sedang membabarkan Dharma, di dalam mimpi juga ada, di Bintang Dameike (tanah suci Shambala) juga ada, perlahan-lahan berubah menjadi ada di mana pun.

*

Saya minum kopi bersama Sakyamuni Buddha, orang lain dapat menganggapnya sebagai sebuah lelucon.

Saya menuangkan sebuah Sutra asli.

Karena ini merupakan tanah suci “cahaya suci dari Buddhata” saya, orang-orang di dunia ataupun sadhaka nomor satu di dunia, pada dasarnya tak dapat memahaminya.

Saya di dunia lain yang berbeda, mengajarkan Dharma Tantra Satya Buddha kepada Acarya Liandian selama 20 tahun, juga sudah termasuk cukup ajaib.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

 


by Grand Master Sheng-Yen Lu, B216 Contemporary Dharma King

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Ada yang bertanya, “Haruskah kita bersadhana setiap hari? Haruskah kita setiap hari mengerjakan tugas harian? Haruskah kita bersamadhi dan bersadhana setiap hari?”

Saya menjawab, “Harus.”

Mengapa?

Logikanya sangat simpel: kita menjunjung tinggi Buddha Dharma, bersandar pada Buddha Dharma. Kita mempraktekkan Buddha Dharma, menyelami Buddha Dharma, untuk memperoleh penyelamatan.

Saya rasa, “Ini merupakan yang paling berharga di dalam kehidupan manusia.”

Yang dikejar oleh manusia zaman sekarang, semuanya merupakan penampilan luar:

“Harta”.

“Rupa”.

“Nama”.

Saya berkata, “Kekayaan hanya dimiliki sementara waktu saja di dunia manusia, rupa hanya dimiliki di masa muda saja, nama dan kedudukan juga hanya dimiliki sementara waktu saja. Saya mengatakan dengan sangat jujur, saya memandang rendah ‘harta’, ‘rupa’, ‘nama’.”

Ada yang menjadi konglomerat, menganggap diri sendiri sudah sangat menakjubkan!

Ada yang sangat rupawan di masa muda, menganggap diri sendiri sudah sangat menakjubkan!

Ada yang menjadi pejabat, menganggap diri sendiri sudah sangat menakjubkan!

Saya tertawa terbahak-bahak, tidak pantas!

Sudah menjadi seorang konglomerat, terus kenapa? Ketika tiba saatnya meninggalkan dunia ini, satu pun tidak ada yang dapat dibawa serta. Rupawan dan muda, terus kenapa? Hanya sekejap waktu saja, sudah menjadi si tua bangka. Menjadi pejabat tinggi, terus kenapa? Lewat beberapa tahun, sudah berubah menjadi ubanan dan lamban.

Semua itu hanya sesaat.

Yang benar-benar paling berharga adalah, terbebas dari kelahiran dan kematian, menentukan sendiri kelahiran dan kematian diri sendiri, memahami hati dan menyaksikan Buddhata, mencapai keBuddhaan dalam tubuh sekarang, tiada dilahirkan dan tiada musnah, menyaksikan Buddhata diri sendiri, Buddhata yang abadi.

Saya menghormati dan berdecak kagum pada sadhaka yang berhasil mencapai pencerahan.

Di dunia ini, satu-satunya yang paling memiliki harga adalah:

“Buddhata”.

*

Kutipan kata bajik zaman dahulu berkata, “Buddhata tidak diperoleh melalui pelatihan diri, Buddhata sesungguhnya telah ada.”

Saya berkata, “Jika tidak melalui samadhi dan proses sadhana yang lama, anda tidak akan dapat memahami bahwa Buddhata tidak diperoleh melalui pelatihan diri.”

Ini kelihatannya bertentangan.

Kemudian, anda mesti mengamati dengan saksama. Sadhaka yang mempraktekkan jalan ini sejak lama, jika tidak mengalami “ombak pasang”, bagaimana bisa memahami “tidak ada yang diperoleh”?

Buddhata tidak diperoleh dari pelatihan diri.

Namun, samadhi dan bersadhana merupakan keharusan.

*

Tantrayana menganggap:

Tahap halus dari bersadhana dan samadhi untuk mengenali hati, di saat tubuh menjadi tenang dan bersih, ucapan menjadi tenang dan bersih, pikiran menjadi tenang dan bersih, dapat memahami sunyata dari tubuh kasar diri. Sunyata tubuh kasar ini, dapat membebaskan dari tumimbal lahir kelahiran dan kematian, dan dapat melepaskan beban pikiran dan penderitaan.

Prajna dari hawa.

Pembebasan dari nadi.

Titik cahaya terang yang suci.

Pengalaman bersadhana yang demikian dapat memperlihatkan dengan jelas bahwa harapan duniawi sebetulnya biasa-biasa saja, memahami makna hidup yang sesungguhnya, bahkan dengan prajna dari kesunyataan dapat mengakhiri penderitaan, harapan, avidya.

Kita sepatutnya:

Menghormati Buddhata yang ada dalam diri kita.

Buddhata bagaikan penari yang bersahaja.

Pakaian duniawi yang bergemerlapan seluruhnya ditinggalkan.

Menembusi lautan ilusi.

Hanya Arya yang melakukan samadhi dan bersadhana, barulah dapat mengenali anda.

Saya berkata, “Samadhi dan bersadhana merupakan keharusan, sama seperti Buddha Dharma, hanyalah merupakan sebuah alat. Saya telah mendalami selama 40 tahun, akhirnya menyaksikan Buddhata yang amat langka dan amat berharga. Tak dapat disangkal, samadhi, sadhana, dan Buddha Dharma hanya merupakan alat. Namun, tanpa alat, tidak akan dapat menyaksikan Buddhata!”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Mengubah Nasib


Oleh: Mahaguru LianSheng  Sheng-Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saya sering menyarankan masyarakat untuk menjapa sebuah mantra. Mantra ini bukan mantra besar, bukan pula mantra rahasia; bukan mantra yang memancarkan cahaya agung, bukan mantra tanpa tanding, juga bukan mantra di atas segala mantra.

Melainkan sebuah mantra kecil yang umum.

Dapat dijumpai di dalam kitab sutra manapun, sangatlah umum, saking umumnya hingga membuat orang-orang dapat menganggap remehnya.

Mantra ini adalah “Mantra Dewa Bumi”, sebagai berikut:

「南摩三滿多。莫多喃。嗡。度魯度魯。地尾梭哈。」/Pinyin: NanmoSamanduo. Moduonan. Weng. Duludulu. DiweiSuoha.

(Cara bacaIndonesia: “Namo Samantuo. Motonam.Om.Tulutulu. Tiwi Suoha..”)

Saya memberitahukan yang sebenar-benarnya kepada para pembaca, mantra inilah yang mampu mengubah nasib. Bukankah ini mantra Dewa Bumi yang umum? Tidak salah lagi, namun mantra ini justru memiliki kemampuan besar dalam mengubah nasib, benar-benar tidak boleh dianggap remeh.

Ada orang yang menjapa mantra Dewa Bumi, penyakit borok bernanah yang telah diderita selama sepuluh tahun, menjadi sembuh total.

Ada orang yang wajahnya memiliki aura kesialan, seumur hidup miskin dan hidup susah, setelah menjapa mantra Dewa Bumi dalam waktu lama, sinar berkah memancari nasibnya, nasibnya berubah total, dari miskin berubah menjadi kaya.

Ada orang yang menjapa mantra Dewa Bumi, akhirnya melahirkan anak setelah tidak mengandung selama sepuluh tahun.

Ada orang yang menjapa mantra Dewa Bumi, seumur hidupnya sehat tanpa penyakit.

Ada orang yang menjapa mantra Dewa Bumi, mendapatkan jodoh pasangan yang baik, selain itu roman wajahnya bersemburat kemerahan.

Ada orang yang menjapa mantra Dewa Bumi, memenangkan togel besar.

Saya beritahukan lagi sebuah rahasia kepada para pembaca, rahasia ini sebenarnya tidak boleh diberitahukan, namun saya tidak tahan untuk tidak memberitahukan: jika sering menjapa mantra Dewa Bumi, lalu pergi ke Las Vegas, maka akan mendapatkan hasil sesuai keinginan.

Menjapa mantra ini dalam jangka waktu yang lama, sebenarnya belum ada orang yang mempromosikannya,hanya saya, Buddha Hidup LianSheng – Lu Sheng Yen, yang menganjurkannya。

Inilah yang saya temukan:

Suatu kali saat chanting, saya mendapati bahwa ada sesosok pak tua berambut putih dan berwajah kemerahan duduk di samping saya.

“Anda siapa?”

“Dewa Bumi.”

“Anda suka melakukan hal apa di dunia manusia?”

“Mengikuti orang yang memiliki berkah.”

“Terhadap dunia roh, bagaimana pandangan anda?”

“Alam suci (menunjuk pada Alam Buddha) adalah arupa, Alam Langit (menunjuk pada Dewa-Dewi) bersih dan tenang, Alam Dewa Bumi banyak malapetaka dan berkah adalah karena alasan ini.”

Saya bertanya pada Dewa Bumi:

“Bagaimana dengan nasib tiap orang?”

“Semua nasib merupakan buah dari pembalasan sebab-akibat (karma), mengandung  implikasi yang rumit, orang awam bisa saja tidak tahu, namun tidak dapat meninggalkan dua buah kata ‘sebab’ dan ‘akibat’, semuanya adalah suratan takdir, beribu ikatan jodoh yang sifatnya mengikat makhluk.”

“Yang kamu katakan memang tidak salah, namun bagaimana mengubah nasib?”

Saya lanjut bertanya:

“Memohon kepada Buddha?”

“Tidak pas, tidak boleh meminta pada Buddha.”

“Memohon kepada Dewa-Dewi (di Langit)?”

“Juga tidak pas.”

“Memohon pada Dewa Bumi?”

“Benar, malapetaka dan berkah yang banyak dapat mengubah nasib.”

“Bagaimana mengubahnya?”

“Menjapa[1] mantra”

“Mantra yang mana?”

“Mantra Dewa Bumi.”

Pak tua itu membawa saya menaiki kereta rusa, terbang ke langit, hingga ke sebuah gunung. Di tengah gunung terdapat sebuah kota yang besar yang dikelilingi tembok emas yang megah. Di dalam kotabesar tersebut, isinya seluruhnya adalah pak tua berambut putih berwajah kemerahan berjumlah di atas puluhan juta, dan semua pak tua berambut putih berwajah kemerahan ini, ada yang berlutut, ada yang terbang ke langit dan pergi.

“Ini negara apa?”

“KotaDewa Bumi.”

“Dewa Bumi sibuk kenapa?”

“Membantu, mengubah nasib.”

Akhirnya, saya memahami suatu kebenaran. Mempelajari ke-Buddha-an, tentu saja dapat mengubah nasib. Mempelajari ke-dewa-an, juga dapat mengubah nasib. Akan tetapi, terus-menerus menjapa “Mantra Dewa Bumi”, dapat lebih cepat lagi dalam mengubah nasib.

Ingin mengubah nasib diri sendiri, maka genggamlah kunci dari perbuatan yang dapat mengubah takdir. Tentu saja, menapaki pintu Dharma yang manapun, membutuhkan suatu kondisi yang tepat, merupakan jodoh kecocokan.

Asalkan menjapa “Mantra Dewa Bumi” dengan setulus hati, sebanyak ribuan kali, puluhan ribu kali, bahkan jutaan kali, cahaya berkah Dewa Bumi menyinari sadhaka, maka dapat mengubah nasib. Ini adalah nyata adanya.


[1] Sama dengan melafalkan dengan penuh konsentrasi (umumnya dilakukan berulang kali hingga jumlah tertentu, sebanyak 3 kali, 7 kali, 21 kali, 49 kali, 108 kali (atau sama dengan satu putaran penuh japamala), 1080 kali, atau beberapa kali satu putaran penuh japamala.)

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**


diterjemahkan dari buku karya Sheng-Yen Lu ke-006 “Tenang dan Pikirkan dengan Seksama”

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

ShiZun (Mahaguru)

Pernah ada yang menanyai saya, “Master Lu, tolong katakan sejujurnya pada kami, pernahkah Anda terpikirkan untuk bunuh diri?”

Saya menjawab, “Ada.” Saya berkata, “Saya mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada kalian, saat saya kelas enam SD, saya pernah melakukan usaha bunuh diri satu kali.”

“Hah!” Semuanya sangat kaget.

Saya juga memberitahukan yang sebenarnya kepada mereka, “Adik kandung saya, Lu Zhaorong, adalah karena bunuh diri dengan meminum kalium sianida, sehingga meninggal.”

Begitu para hadirin mendengarnya, semuanya termangu-mangu dan terdiam.

Saya berkata:

Menurut seorang pakar psikologi ternama, di antara manusia terdapat orang yang cenderung melakukan bunuh diri, contoh nyatanya tidaklah sedikit. Orang yang memiliki kecenderungan pikiran ingin bunuh diri, itu terlebih lagi tidak sedikit.

Masih untung, begitu pikiran ingin bunuh diri muncul, segeralah padamkan dalam sekejap melalui pengertian. Jika tidak padam dan kembali lagi, manusia sebentar saja sudah mati bunuh diri semua.

Akhir-akhir ini saya menulis banyak artikel, menghimbau masyarakat, jangan ada pikiran menyepelekan nyawa, tidak boleh bunuh diri.

Saya adalah orang yang telah terbangun rohnya, saya tahu bahwa arwah yang meninggal karena bunuh diri, penderitaannya berkali lipat dibandingkan arwah lainnya, setelah meninggal bunuh diri, sangat susah mendapatkan kesempatan terlahir kembali, karma buruknya lebih berat. Itu merupakan karma berat karena membunuh makhluk hidup, menempati nomor satu dari lima sila pantangan.

Meskipun karma arwah bunuh diri telah berkurang, saat terlahir kembali menjadi manusia, juga akan terlahir sebagai orang cacat yang bisu, tuli, dan buta, atau cacat otak, kaki, tangan. Hidup di dunia, penderitaannya juga berlipat!

Orang yang meninggal karena bunuh diri, sejujurnya tidak akan mampu memperoleh rasa iba dari manusia di dunia!

Jangan-jangan malah membuat orang yang ingin menyingkirkan anda tersebut berjabat tangan erat dan lebih bergembira. Kerabat menderita, musuh bergembira, apa untungnya? Meninggalnya anda hanyalah sebuah kesia-siaan.

“Sudah menemui jalan buntu, harus bagaimana?”

Saya berkata, “Carilah kebahagiaan ‘di saat sekarang’! Jalan hidup manusia harus dilalui dengan bahagia hingga akhir.” “Dipermalukan, tekanan besar, sangat menderita, harus bagaimana?” Saya berkata, “Buddha mengajari kita ksanti-paramita, setelah lulus ujian kesabaran, maka akan bisa mencapai daratan seberang.”

Sekarang saya berpikir, asalkan tidak meninggal, kegembiraan dan kebahagiaan masih bisa datang. Namun jika telah mati, bahkan harapan pun sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, janganlah membuang nyawa, itu baru benar.

~ Tulisan ini diambil dari buku karya Sheng-Yen Lu ke-158 “Pemikiran di bawah lentera yang sepi”


********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**