Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘berhemat’


By                    : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)
Translation      : Meilinda Xu 莲花许月珊
Source             : B228 法王的大轉世 – Unusual Past Lives of The Dharma King
grand master shengyen lu 的图像结果
            Di kehidupan yang lampau, saya pernah menjadi seorang pelajar yang miskin. Tetangga rumahku adalah rumah berdinding tinggi yang dihuni oleh seorang saudagar yang kaya raya. Di malam hari, saya membaca buku dengan memegang lilin, kehidupan saya sangatlah menderita. Sebaliknya, saudagar kaya tersebut memiliki banyak istri dan gundik, pembantunya berbondong-bondong, hidupnya berkelimpahan, bepergian dengan kereta tandu dan kuda tampan, rumahnya senantiasa dihiasi tarian dan nyanyian.
            Pakaian yang saya kenakan adalah kain yang sudah ditambal berkali-kali. Sedangkan, pembantu rumahnya mengenakan pakaian yang jauh lebih bagus daripada yang saya kenakan.
            Suatu hari, saya menyadari bahwa ada suatu benda panjang seperti tali mengalir di parit dalam rumah saya. Begitu dikail, ternyata merupakan bakmi yang beruntai-untai. Saya berpikir, jika bakmi ini dibiarkan terbuang mengalir begitu saja, sungguh sangat disayangkan.
            Ternyata parit rumah saudagar kaya terhubung dengan parit rumah pelajar miskin, makanan yang terbuang dari saluran pembuangan di dapur rumahnya mengalir masuk ke parit di dalam rumah saya. Saya mengumpulkan berkah makanan berlebih ini dengan sebuah jala.
            Semakin banyak yang dia buang, semakin banyak yang saya peroleh.
Setelah dicuci bersih, bakmi ini masih dapat dimakan. Bakmi yang tersisa dijemur hingga kering dan disimpan di tempat yang bersih di dalam gudang, kemudian ditaburkan garam agar tidak membusuk.
            Saudagar kaya terlalu boros, ditambah lagi bisnisnya mengalami kegagalan, seluruh istri dan gundiknya pergi meninggalkannya. Ditambah lagi adanya perkara di pengadilan, dalam waktu beberapa tahun yang singkat saja, rumah tetangga yang berdinding tinggi telah berganti pemiliknya. Pemilik terdahulunya tak disangka telah menjadi pengemis di jalanan, sungguh kehidupan manusia itu anitya adanya.
            Pada suatu tahun, terjadi bencana kelaparan. Kemarau melanda, seluruh petani gagal panen. Di mana-mana bergelimpangan pengemis, penduduk yang kelaparan semakin lama semakin banyak.
            Saya sebagai pelajar miskin yang hidup sederhana hanya bertahan hidup dengan stok makanan saya. Saya mengeluarkan semua makanan yang memenuhi gudang saya, membagikannya kepada orang-orang yang menderita kelaparan. Semua warga yang kelaparan sangat girang. Saudagar kaya yang telah menjadi pengemis tersebut adalah salah satu di antara mereka.
            Ia bertanya, “Bagaimana kamu bisa memiliki makanan yang begitu lezat seperti ini?”
            Saya menjawab, “Ini adalah makanan dari rumah anda!”
            Saudagar kaya tidak paham, “Makanan dari rumah saya?”
            Saya menunjuk menyusuri jalan keluar parit rumah saudagar kaya tersebut hingga ke parit di rumah saya, saudagar kaya ini barulah mengerti dan mendesah, “Pantas saja, keluarga saya memang patut bangkrut!”
            Saudagar kaya tersebut sangat malu dan segera berlalu.
            Makanan sisa yang saya simpan menghasilkan kegunaan yang besar dalam bencana kelaparan di tahun itu, banyak warga yang kelaparan tertolong karenanya.
            Saya bermimpi bertemu dengan Dewa Dapur, Beliau berkata, “Anda telah melakukan dua hal yang besar!”
            Saya menjawab, “Hal yang mana?”
            Dewa Dapur menjawab, “Langit sudah tahu. Hidup sederhana merupakan hal yang pertama, menolong warga yang kelaparan adalah hal yang kedua.”
            Dewa Dapur berkata lagi, “Orang-orang kelaparan yang ada di sekeliling anda, kelak akan menjadi pembawa keberuntungan bagi anda, mereka akan dapat membantu anda. Selain itu, hidup sederhana akan menjadi kebiasaan anda, anda tidak akan sembarangan menghamburkan uang!”
            “Kalau begitu, selamanya saya akan miskin!”
            Dewa Dapur menjawab, “Jika tidak, hemat pangkal kaya, anda akan puas.”
            Perkataan Dewa Dapur menjadi kenyataan di kehidupanku yang mendatang. Di kehidupanku kali ini, saya hidup dengan sangat hemat, tidak sembarang menghamburkan uang. Saya tidak pelit, asalkan ada bencana alam yang membahayakan manusia, saya juga tetap membantu insan yang butuh pertolongan melalui materi dan tenaga.
            Saya dapat berhemat, ini merupakan hasil timbunan dari masa lampau.
            Saya suka membantu insan, juga merupakan timbunan dari masa lampau.
            Ini benar-benar adalah : rahasia, rahasia, rahasia.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »