Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Dharma’


011 幻想也是修行

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Pernah ada yang bertanya kepada saya :”Tantrayana melatih diri menggunakan visualisasi, enam belas visualisasi ksetra juga berlatih menggunakan visualisasi, contohnya tiga tahap visualisasi Adinata, Mandalapuja, semuanya merupakan visualisasi. Visualisasi tulang-belulang putih, visualisasi kekotoran, semuanya merupakan visualisasi. Bukankah visualisasi juga merupakan ilusi, di manakah perbedaan visualisasi dan delusi?”

Saya berkata:”benar, benar. Visualisasi, ilusi, delusi, ketiganya sebenarnya hampir sama. Visualisasi sama dengan ilusi, namun delusi termasuk sembarang berpikir, sembarang berpikir bukanlah pelatihan diri. Ilusi yang memiliki tahapan barulah melatih diri.”

Contohnya kita melakukan puja “mandala”, gunakan tumpukan beras, empat lingkaran menandakan empat benua besar, lingkaran tengah menandakan “gunung semeru” (gunung yang sangat tinggi),”mandala”menyimbolkan dunia. Saat melakukan persembahan, dunia hati harus diusahakan lebar tak terhingga, kita hendak mempersembahkan kepada seluruh Buddha Bodhisatva di seluruh penjuru, meskipun hanya ada beberapa butir beras, namun beras menjadi tidak terhingga tak berbatas, hingga mencapai kondisi batin Lupa Aku, inilah “keberhasilan hati melepas ikatan yang luas, jalan ikrar dari Samantabhadra, mempersembahkan kepada seluruh penjuru Buddha.”

Visualisasi (ilusi) memiliki tahapan, jika logika ini sudah paham, inilah melatih diri, juga disebut sebagai “Metode Visualisasi ilusi”. Jika tidak paham logikanya, sembarang berimajinasi, tidak ada tahapan, maka masuk ke Jalan Mara, oleh karena itu, delusi bisa mengakibatkan terjerumus ke Jalan Mara.

Sebenarnya, kemampuan menggunakan abhijna, adalah merupakan keberhasilan melatih ilusi, ilusi telah dilatih menjadi nyata. Ilusi sebenarnya adalah metode melatih diri.

Ini sangatlah menakjubkan, saya menuliskan sebait gatha :

Saat Bodhisattva datang jubahnya bergerak

Saat Bodhisattva pergi debu kereta-Nya mengepul-ngepul

Siapa yang menggumpalkan awan

Siapa yang menampakkan diri di sudut bayangan sinar mentari yang menyinari gunung

Visualisasi ilusimu tidak lah salah

Tahapannya menggunakan fokus dan kekuatan pikiran yang mendalam

Hingga dalam tak berdasar

Tidak tersesat dalam catur sukha catur sunya

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


006 人是土做成的

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saya ingat saat menghadiri prosesi pemakaman agama Kristen Katolik atau Kristen Protestan, pendeta atau pastor selalu mengatakan sebuah kalimat : “Biarlah tanah kembali kepada tanah, biarlah roh kembali kepada roh.”

Juga berarti :

Prana kembali kepada prana.

Tanah kembali kepada tanah.

Di legenda kuno China, “Nvwa” membentuk tanah menjadi manusia, sehingga terciptalah manusia.

Tuhan membuat manusia, juga menggunakan tanah, menggunakan citra dirinya, kemudian membentuk “Adam”, menghembuskan nafas ke Adam, dan terciptalah manusia pertama di muka bumi ini.

Sutra Buddha juga mengatakan, manusia merupakan penggabungan dari Empat Maya, Empat Maya ini adalah : ”bumi, air, api, angin”. Bumi berarti tanah, juga adalah debu tanah. Sutra Buddha menjelaskan dengan lebih terperinci, semesta terbentuk dari penggabungan tak hingga debu tanah, satu debu mewakili satu dunia, bumi juga merupakan salah satu butiran debu di dalamnya, bumi juga terbuat dari tanah, manusia juga terbuat dari tanah.

Buddha berkata :

Di dalam mimbar para Bodhisattva di seluruh penjuru

Terdapat debu Alam Dharma yang tak terhingga.

Saya berkata, insan adalah debu tanah, semuanya merupakan debu yang tak terhingga di dalam sebuah debu, dunia manusia adalah dunia debu. Oleh karena itu, setiap insan juga sama saja, berbesar hati lah, apalah yang bisa diperebutkan dari sebutir debu, “lebih penting keluarlah dari debu”.

Sajak:

Memperebutkan daerah kekuasaan apa

Jutaan prajurit berangkat meninggalkan kampung halaman

Pikirkan lah sejarah lampau yang telah lama berlalu

Sekarang ada di mana

Lebih baik melatih roh agar tidak tersesat

Jika tidak maka bertumimbal lahir lagi di alam samsara

Penting kah?

********

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!*

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


019 行者的度量大如天

Source : B174  一道彩虹 An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

By : Grandmaster Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Kita menyadari beberapa fenomena nyata, sifat mengekslusifkan diri terhadap kepercayaan lain dari aliran keagamaan sangatlah kuat, baik itu agama Islam, agama Kristen Katolik, agama Kristen Protestan, agama Buddha, dll. Asalkan merupakan aliran keagamaan, rata-rata memiliki sifat mengekslusifkan diri, dan menganggap diri sendiri lah yang lurus, yang lainnya adalah sesat.

Di dalam dunia agama Buddha pun sama, contohnya empat aliran besar agama Buddha di Taiwan, jika anda berada di aliran besar yang ini, maka tidak boleh mengatakan kebaikan dari aliran lainnya, hanya boleh mengatakan kebaikan dari aliran sendiri. Masing-masing aliran besar ini hanya melindungi alirannya sendiri, dan saling berkompetisi.

Sebenarnya, ini merupakan penyakit yang umum diderita umat manusia, juga tidak dapat menyalahkan siapa-siapa, tidak hanya aliran keagamaan saja yang mengeksklusifkan diri, bahkan suku bangsa juga memiliki sifat mengekslusifkan diri.

Namun demikian, saya juga menyadari, sadhaka yang benar-benar memiliki pandangan benar yang sesungguhnya harus memiliki kapasitas hati yang sangat besar. Kita memuja Buddha, karena Buddha mentolerir seluruh dewa di tiga dunia, toleransinya luas tak terbatas. Kita memuja Mahakalyanamitra, Mahakalyanamitra yang sesungguhnya pastilah memiliki tingkat toleransi yang sebesar Langit. Kapasitas hati besar, barulah bisa banyak rezeki ; jika kapasitas hati sadhaka kecil, semakin berlatih hanya akan semakin sempit hatinya. Marilah kita berpikir secara cermat, bhavana harus memiliki toleransi yang besar barulah benar, jika toleransinya kecil berarti sudah gawat.

Toleransi besar, baru bisa harmonis dan saling membaur!

Toleransi besar, barulah menandakan tiada yang dapat menghalangi tindakan bajiknya!

Toleransi besar, barulah mampu mencapai keberhasilan prajna!

Menuliskan sebait gatha pendek :

Guru para dewa dan manusia barulah cocok disebut Buddha

Tidak melepaskan satu insan pun

Karena setiap insan adalah luar biasa

Mahakalyanamitra mampu mentolerir sepuluh penjuru tiga dunia

Mana mungkin bertikai hanya demi masalah kecil

Jika anda sudah tercerahkan

Mana peduli sadhaka mana yang bisa unggul

Jangan membuat komunitas kecil dan memperkaya diri

Berbesar hati barulah pencapaian sadhaka yang sesungguhnya

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


By                   : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)
Translation     :Meilinda Xu 莲花许月珊
Source            : B228 – Unusual Past Lives of The Dharma King
Copied from  : http://www.dapinstore.com/news/read/4/tempat_persembunyian_rahasia_di_dalam_ingatan_raja_trison_detsen/
            Dalam kehidupan yang lampau, saat saya bereinkarnasi menjadi Raja Trison Detsen,saya sejak awal telah memahami kekentalan dari paham kesukuan.
            Salah satu di antaranya :
            Paham suku Sindhu di India sangatlah kuat. Secara internal ada kasta Brahmana, Ksatriya, Waisya, dan Sudra, pembagian kelasnya dapat dilihat dengan sangat jelas. Secara eksternal, ajaran kaum Brahmana tidak boleh dibabarkan keluar, termasuk agama Buddha aliran Theravada, Mahayana, Tantrayana. Ingin mempelajari Buddha Dharma dari India, sangatlah sulit.
            Pada saat itu, sepuluh orang biksu diutus ke India untuk mempelajari Buddha Dharma Tantrayana. Namun niat mereka untuk mempelajari secara diam-diam ternyata ketahuan, sehingga mereka malah diburon untuk dibunuh. suku India memiliki chauvinisme yang sangat tinggi. Biksu yang berhasil mempelajari dan tiba di Tibet juga menghadapi suku Tibet yang juga memiliki chauvinisme yang tinggi, terutama di distrik An dan distrik Kang. Biksu yang berhasil mempelajari, semuanya juga menghadapi nasib diburon.
            (Dalam kehidupan sekarang ini, saya, Sheng-Yen Lu, juga mengalami nasib yang sama dari sifat orang Tibet yang chauvinisme. Pembabaran Tantrayana Tibet hingga ke daratan China meskipun telah menempuh jalan yang sangat berbahaya, namun pembabarannya tidak sampai 10% bahkan 1% pun. Tidak hanya India yang memiliki chauvinisme, Tibet juga memiliki chauvinisme, suku Han dari daratan China juga memiliki chauvinisme. Sifat chauvinisme semacam ini telah menyebabkan sulitnya dan kecilnya Buddha Dharma Tantrayana yang telah terbabarkan, sangatlah patut disayangkan.)
Saat saya berada di zaman Raja Trison Detsen, Guru Padmasambhava sejak awal  sudah memahami realita sifat chauvinisme kesukuan. Oleh karena itu, Guru Padmasambhava menggunakan metode ‘persembunyian rahasia’ dan membagikan seluruh pusaka ajaran Dharma Beliau ke dalam berbagai ‘tempat persembunyian rahasia’ seperti di dalam gunung dan bebatuan, di bumi, di danau, di angkasa, menunggu untuk dikeluarkan oleh generasi penerus agar ajaran Dharma dapat dibabarkan.
            Guru Padmasambhava menyebut metode penyembunyian tersebut dengan ‘persembunyian di dalam bumi’.
            Waktu.
            Lokasi.
            Guru yang menyembunyikan.
            Dikeluarkan pada saat yang tepat, agar generasi penerus dapat memperoleh mantra rahasia ajaran Dharma Tantrayana.
            Selain itu :
            Di dalam ingatan saya sebagai Raja Trison Detsen, Guru Padmasambhava juga telah menyegel sebuah tempat persembunyian rahasia.
            Tempat persembunyian rahasia ini merupakan ‘ingatan persembunyian rahasia’. Guru Padmasambhava benar-benar sangat luar biasa, Beliau menyegel seluruh ajaran Dharma beliau di dalam ingatan saya. Saat kesempatan dan jodoh telah matang, maka saya akan dapat membabarkan Dharma Beliau. Saya dapat mengeluarkan ajaran Dharma dari Guru Padmasambhava dari dalam ingatan saya.
            Di Tibet :
            Saya bereinkarnasi menjadi Raja Trison Detsen.
            Saya bereinkarnasi menjadi Raja dari Dinasti Kerajaan Kuge.
            Saya bereinkarnasi menjadi Guru Silsilah Je Tsongkhapa… dll, dll.
            Di India :
            Saya bereinkarnasi menjadi Guru Atisa Dipamkara. (sebelum bereinkarnasi menjadi Je Tsongkhapa)
            Saya bereinkarnasi menjadi Raja Ayi.
            Saya bereinkarnasi menjadi Guru Tilopa… dll, dll.
            Di daratan China :
            Saya bereinkarnasi menjadi Kaisar Jinzong, Kaisar Renzong, dan kaisar terakhir dari Negara Dabaigao (Dinasti Kerajaan Xia Barat).
            Saya bereinkarnasi menjadi Shri Simha… dll, dll.
            Di Taiwan :
            Saya bereinkarnasi menjadi Buddha Hidup Liansheng Sheng-Yen Lu, dll, dll.
            (Ini adalah beberapa reinkarnasi yang cukup penting, sedangkan reinkarnasi lainnya jumlahnya tidak terhitung banyaknya.)
            Jika ada jodoh dan kesempatan, saya akan menuliskan lebih banyak lagi mengenai reinkarnasi lampau saya.
            Tubuh reinkarnasi Raja Trison Detsen telah mendapatkan ‘ingatan persembunyian rahasia’ dari Guru Padmasambhava, sehingga saya sangat familiar terhadap ajaran Dharma dari Guru Padmasambhava.
            Oleh karena inilah, di kehidupan ini, saya secara mencengangkan memahami :
            ‘Serangkaian Dharma yang dapat mengikis seluruh rintangan karma’.
            ‘Sembilan Tahapan Dasar Sadhana’.
            ‘Metode dalam Sadhana Yamantaka Lanjutan’.
            ‘Dua belas Metode dalam Sadhana Vajrakilaya Lanjutan’.
            ‘Kumpulan Metode dalam Sadhana Mamo Ekajati Lanjutan’.
            Dll, dll.
            Karena saya telah memiliki ‘ingatan persembunyian rahasia ajaran Dharma Guru Padmasambhava’, saya mengatakan bahwa seluruh ajaran Dharma ada di dalam hati saya, puluhan ribu Dharma ada di dalam hati saya, semuanya ini ada sebabnya.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »