Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Grand Master Sheng-Yen Lu’


by Grand Master Sheng-Yen Lu,

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

264305_335045466590855_1067572034_n

Ada yang bertanya, “Kita sebagai orang yang mempelajari Buddha Dharma sering mendengar catur jhana delapan samadhi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan catur jhana delapan samadhi? Dan lagi, apa kegunaan catur jhana delapan samadhi? Untuk apa melatih catur jhana delapan samadhi?”

Saya menjawab :

Berdasarkan pada sutra :

Surga Rupadhatu dibagi empat jhana, yaitu jhana pertama, jhana kedua, jhana ketiga, jhana keempat.

Jhana pertama – hati suci bersih, segala kebocoran tidak bergerak.

Surga yang terdapat di jhana pertama adalah Brahmaparsadya, Brahmapurohita, Mahabrahma.

Jhana kedua – hati suci bersih, kebocoran yang kasar telah dihentikan.

Surga yang terdapat di jhana kedua adalah Parittabha, Apramanabha, Abhasvara.

Jhana ketiga – hati damai dan stabil, timbul kegiuran akan sukha.

Surga yang terdapat di jhana ketiga adalah Parittasubha, Apramanasubha, Subhakrtsna.

Jhana keempat – kelima kesadaran pertama telah lenyap, rasa sukha juga lenyap, muncul rasa merelakan.

Surga yang terdapat di jhana keempat adalah Anabhraka, Punyaprasava, Brhatphala, Asannasatta, Avrha, Atapa, Sudrsa, Sudarsana, Akanistha.

Kemudian, delapan samadhi merupakan catur jhana dari alam Rupadhatu beserta empat sunya-samadhi dari alam Arupadhatu, dijumlahkan menjadi catur jhana delapan samadhi.

Namun demikian, pengalaman saya adalah sebagai berikut :

Jhana pertama – muncul mahasukha.

Jhana kedua – muncul cahaya.

Jhana ketiga – muncul sifat Buddha.

Jhana keempat – muncul parinirvana.

Jhana pertama saya ada di surga alam Kammadhatu.

Jhana kedua saya ada di surga alam Rupadhatu.

Jhana ketiga saya ada di surga alam Arupadhatu.

Jhana keempat saya ada di alam Catur Arya.

Oleh karena itu, catur jhana saya, telah mencakupi catur jhana delapan samadhi, dari alam Kammadhatu hingga alam Catur Arya. Ini hanyalah pengalaman pribadi saya, percaya atau tidak percaya terserah anda, saya benar-benar mengalami seperti itu.

Catur jhana delapan samadhi, kegunaannya apa?

Setiap orang mengetahui kegunaannya, yaitu mampu membersihkan satu-persatu benih kebiasaan kita dari sejak zaman tak berawal, juga sama dengan mandi, membersihkan satu-persatu dukkha duniawi.

Saya angkat sebuah contoh :

Kita memperoleh bongkahan campuran bijih emas dan batuan pengotor. Kita mempergunakan teknik pemisahan emas, sehingga bijih emas tertinggal, dan pengotor lainnya menjadi larut.

Ini adalah kegunaan dari catur jhana delapan samadhi.

Melatih catur jhana dan delapan samadhi dapat mengembalikan diri kita ke jati diri kita yang sebenarnya, sehingga menyaksikan Buddhata kita sendiri.

Ada yang beranggapan bahwa catur jhana delapan samadhi hanyalah salah satu cara, bukan satu-satunya cara.

Namun, di kehidupan zaman sekarang, selain cara catur jhana delapan samadhi, sudah tidak ada lagi cara lain yang lebih baik.

Buddha Dharma adalah Buddha Dharma.

Mencapai kebuddhaan adalah mencapai kebuddhaan.

Bahkan pada akhirnya dharma juga direlakan, apalagi yang bukan dharma.

Hal ini hanya dimengerti oleh orang yang memahami hati dan menyaksikan Buddhata.

*

Fuzhou, Xianzong, Guru Zen Dongming.

Arya Sangha bertanya pada Guru Zen Dongming, “Saat hendak menggenggam awan tidak akan terlepas dari terjangan angin dan petir. Bagaimana bisa menerobos menembusi ombak?”

Guru Zen Dongming menjawab, “Buat apa berusaha berpaling dari sesuatu yang telah selesai dikejar dari dalam diri.”

(Maksud Guru Zen Dongming adalah, jika telah tercerahkan dan memahami hati, buat apa lagi menggunakan Buddha Dharma atau catur jhana delapan samadhi untuk menyucikan diri sendiri?)

Buddha adalah Buddha.

Kekal.

Tidak labil.

Buat apa berpaling dari sesuatu yang telah selesai dikejar dari dalam diri, malah masih melatih catur jhana delapan samadhi?

Ada Guru Zen yang melatih meditasi.

Ada Guru Zen yang mengasah batu bata menjadi cermin.

“Bagaimana bisa batu diasah menjadi cermin? Bagaimana bisa meditasi membuat seseorang mencapai kebuddhaan?”

Para siswa budiman, di sini saya tidak bisa membicarakannya dengan leluasa. Terhadap catur jhana delapan samadhi dan mencapai kebuddhaan, apakah kalian mempunyai pandangan dan penjelasan yang lebih baik? Coba kita diskusikan.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Biksu Misterius

By                   : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)

Translation     :Meilinda Xu 许月珊

Source            : B228 – Unusual Past Lives of The Dharma King

Copied from    : http://www.dapinstore.com/news/read/6/biksu_misterius/

Image

Di zaman dahulu, ‘Kitab Dinasti Wei’, ‘Sejarah Dinasti Bei’, ‘Hutan Mutiara Lahan Dharma’, ‘Legenda Biksu Berpencapaian Tinggi’, …… kesemuanya memuat mengenai daya menakjubkan dari Sutra Raja Agung Avalokitesvara (Sutra Gaowang).

Di zaman awal dinasti Wei, ada seorang Buddhis yang tinggal di daerah Dingzhou bernama Sun Jingde. Ia terkena getah sebuah kasus pengadilan, dijebloskan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman penggal. Di dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang biksu yang mengajarinya melafalkan Sutra Gaowang sebanyak seribu kali agar dapat terhindar dari kesulitan.

Sang biksu mengajarinya satu kata, ia menghafalkan satu kata, hingga akhirnya ia dapat menghafalkan keseluruhannya dengan fasih.

Saat Sun Jingde diseret ke lapangan pelaksanaan hukuman, masih tersisa beberapa kali pelafalan yang perlu diselesaikannya. Ia melafalkannya sambil menempuh perjalanan hingga akhirnya genap seribu kali pelafalan.

Saat hukuman dilaksanakan, begitu golok memenggal, golok tersebut patah menjadi dua bagian. Kulit dan dagingnya tidak terluka sama sekali.

Hukuman diulangi, golok diganti sebanyak tiga kali, semuanya juga patah.

Pejabat eksekusi kaget bukan main!

Akhirnya Sun Jingde dihadapkan kepada kaisar. Kaisar memberikan pengampunan dari hukuman mati kepadanya, dan memintanya menuliskan Sutra tersebut, agar dapat disebarluaskan.

Dari peristiwa inilah, sejak Dinasti Bei, Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini akhirnya tersebar luas, menjadi ‘Sutra yang dibabarkan oleh Biksu via petunjuk mimpi’ yang sangat dihormati oleh insan di dunia, yaitu “Sutra Raja Agung Avalokitesvara”.

Image

Juga :

‘Biografi Konfusius’ dari Wei Utara dan juga ‘Biografi Lutong’ mencatat ada seorang bernama Lu Jingyu.

Lu Jingyu sangat relijius, suka meneliti buku Sutra, menjadi pejabat dan mendapat gelar kehormatan sebagai Profesor negara.

Namun, kakaknya, Lu Zhongli terlibat dalam pencetusan kerusuhan. Gerakan huru-hara Lu Zhongli diredam oleh Raja Qi Xianwu dari Dinasti Bei.

Lu Jingyu terkena getahnya dan dikurung dalam penjara Jinyang.

Lu Jingyu menjapa Sutra Gaowang, menjapa hingga borgolnya terlepas dengan sendirinya. Sipir penjara menukarkannya dengan borgol lain, dan borgol tersebut pun terlepas lagi dengan sendirinya. Ditukar lagi, terlepas lagi.

Para petugas penjara kaget bukan main.

Setelah Raja Qi Xianwu mendengar kabar tersebut, ia pun segera tahu bahwa Lu Jingyu tidak bersalah, sehingga mengampuninya.

Di kemudian hari, Lu Jingyu naik jabatan menjadi pejabat tinggi.

Juga :

Ada seorang pejabat bernama Hongsen dijatuhi hukuman mati, juga bermimpi didatangi seorang biksu yang mengajarkannya menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara kata per kata. Setelah terbangun dari mimpi, setiap kata tersebut dapat diingat dengan sangat jelas. Ia pun menjapa sebanyak seribu kali.

Saat waktu pelaksanaan hukuman, begitu golok diayunkan, goloknya putus. Kepala dan lehernya sama sekali tidak ada luka sedikitpun.

Pejabat yang menangani pelaksanaan hukuman ini akhirnya melaporkannya kepada Raja Qi Xianwu.

Akhirnya Hongsen juga mendapatkan pengampunan.

Sejak saat itu, Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini menjadi sangat tenar di dunia, banyaknya yukta yang ditimbulkannya sudah tidak terhitung.

Sutra ini adalah “Sutra yang dibabarkan dari dalam mimpi”.

Tidak terdaftar di dalam Sutra Mahayana.

Namun, Sutra tersebut keseluruhannya berisikan nama Buddha Bodhisattva.

Ada banyak nama agung Avalokitesvara Bodhisattva di dalamnya.

Ada ratusan juta kumpulan Buddha Vajra.

Ada ratusan juta Bodhisattva gunung ratna yang suci menyejukkan.

Ada tujuh Buddha masa lampau, ribuan Buddha kalpa mulia.

(Ini sudah mencakupi nama seluruh Buddha Bodhisattva.)

Di saat yang bersamaan, yang paling penting adalah :

“Mampu membinasakan penderitaan kelahiran dan kematian, mengikis dan menyingkirkan seluruh racun dan marabahaya.”

Saya sendiri menyadari bahwa, buku Sutra Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva ini bukanlah Sutra yang remeh, yang paling penting di dalamnya adalah ‘Mantra Tujuh Buddha Pelenyap Karma Buruk’, ini adalah Sutra yang paling dianjurkan untuk dibaca!

Tantrayana Satya Buddha menjunjung tinggi Sutra Gaowang. Para murid tidak berhenti menjapakannya, setiap orang mendapatkan yukta maha takjub.

Terlebih lagi murid Tantrayana Satya Buddha, setiap orang mempersemayamkan pratima Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, setiap orang berubah menjadi Avalokitesvara di rumah.

Ada yang bertanya, “Mengapa dalam Tantrayana Satya Buddha, ada Raja Agung Avalokitesvara di rumah setiap murid?”

Saya menjawab, “Karena merupakan Sutra saya.”

“Mengapa bisa anda?”

Saya menjawab, “Orang yang membabarkan Sutra ini di dalam mimpi, kalau bukan saya, siapa?”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


By                    : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)
Translation      : Meilinda Xu 莲花许月珊
Source             : B228 法王的大轉世 – Unusual Past Lives of The Dharma King
grand master shengyen lu 的图像结果
            Di kehidupan yang lampau, saya pernah menjadi seorang pelajar yang miskin. Tetangga rumahku adalah rumah berdinding tinggi yang dihuni oleh seorang saudagar yang kaya raya. Di malam hari, saya membaca buku dengan memegang lilin, kehidupan saya sangatlah menderita. Sebaliknya, saudagar kaya tersebut memiliki banyak istri dan gundik, pembantunya berbondong-bondong, hidupnya berkelimpahan, bepergian dengan kereta tandu dan kuda tampan, rumahnya senantiasa dihiasi tarian dan nyanyian.
            Pakaian yang saya kenakan adalah kain yang sudah ditambal berkali-kali. Sedangkan, pembantu rumahnya mengenakan pakaian yang jauh lebih bagus daripada yang saya kenakan.
            Suatu hari, saya menyadari bahwa ada suatu benda panjang seperti tali mengalir di parit dalam rumah saya. Begitu dikail, ternyata merupakan bakmi yang beruntai-untai. Saya berpikir, jika bakmi ini dibiarkan terbuang mengalir begitu saja, sungguh sangat disayangkan.
            Ternyata parit rumah saudagar kaya terhubung dengan parit rumah pelajar miskin, makanan yang terbuang dari saluran pembuangan di dapur rumahnya mengalir masuk ke parit di dalam rumah saya. Saya mengumpulkan berkah makanan berlebih ini dengan sebuah jala.
            Semakin banyak yang dia buang, semakin banyak yang saya peroleh.
Setelah dicuci bersih, bakmi ini masih dapat dimakan. Bakmi yang tersisa dijemur hingga kering dan disimpan di tempat yang bersih di dalam gudang, kemudian ditaburkan garam agar tidak membusuk.
            Saudagar kaya terlalu boros, ditambah lagi bisnisnya mengalami kegagalan, seluruh istri dan gundiknya pergi meninggalkannya. Ditambah lagi adanya perkara di pengadilan, dalam waktu beberapa tahun yang singkat saja, rumah tetangga yang berdinding tinggi telah berganti pemiliknya. Pemilik terdahulunya tak disangka telah menjadi pengemis di jalanan, sungguh kehidupan manusia itu anitya adanya.
            Pada suatu tahun, terjadi bencana kelaparan. Kemarau melanda, seluruh petani gagal panen. Di mana-mana bergelimpangan pengemis, penduduk yang kelaparan semakin lama semakin banyak.
            Saya sebagai pelajar miskin yang hidup sederhana hanya bertahan hidup dengan stok makanan saya. Saya mengeluarkan semua makanan yang memenuhi gudang saya, membagikannya kepada orang-orang yang menderita kelaparan. Semua warga yang kelaparan sangat girang. Saudagar kaya yang telah menjadi pengemis tersebut adalah salah satu di antara mereka.
            Ia bertanya, “Bagaimana kamu bisa memiliki makanan yang begitu lezat seperti ini?”
            Saya menjawab, “Ini adalah makanan dari rumah anda!”
            Saudagar kaya tidak paham, “Makanan dari rumah saya?”
            Saya menunjuk menyusuri jalan keluar parit rumah saudagar kaya tersebut hingga ke parit di rumah saya, saudagar kaya ini barulah mengerti dan mendesah, “Pantas saja, keluarga saya memang patut bangkrut!”
            Saudagar kaya tersebut sangat malu dan segera berlalu.
            Makanan sisa yang saya simpan menghasilkan kegunaan yang besar dalam bencana kelaparan di tahun itu, banyak warga yang kelaparan tertolong karenanya.
            Saya bermimpi bertemu dengan Dewa Dapur, Beliau berkata, “Anda telah melakukan dua hal yang besar!”
            Saya menjawab, “Hal yang mana?”
            Dewa Dapur menjawab, “Langit sudah tahu. Hidup sederhana merupakan hal yang pertama, menolong warga yang kelaparan adalah hal yang kedua.”
            Dewa Dapur berkata lagi, “Orang-orang kelaparan yang ada di sekeliling anda, kelak akan menjadi pembawa keberuntungan bagi anda, mereka akan dapat membantu anda. Selain itu, hidup sederhana akan menjadi kebiasaan anda, anda tidak akan sembarangan menghamburkan uang!”
            “Kalau begitu, selamanya saya akan miskin!”
            Dewa Dapur menjawab, “Jika tidak, hemat pangkal kaya, anda akan puas.”
            Perkataan Dewa Dapur menjadi kenyataan di kehidupanku yang mendatang. Di kehidupanku kali ini, saya hidup dengan sangat hemat, tidak sembarang menghamburkan uang. Saya tidak pelit, asalkan ada bencana alam yang membahayakan manusia, saya juga tetap membantu insan yang butuh pertolongan melalui materi dan tenaga.
            Saya dapat berhemat, ini merupakan hasil timbunan dari masa lampau.
            Saya suka membantu insan, juga merupakan timbunan dari masa lampau.
            Ini benar-benar adalah : rahasia, rahasia, rahasia.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


By                   : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)
Translation     : Meilinda Xu 莲花许月珊
Source            : B228 – Unusual Past Lives of The Dharma King
            Di kehidupan saya yang lampau, ada seseorang yang meneliti sifat dan perilaku dari air, penelitiannya sangatlah menyeluruh.
            Orang yang sangat berbakat ini dapat dikatakan benar-benar mampu memahami sifat air.
            Oh, air! Ia dapat mengalir ke timur, barat, selatan, utara, sama sekali tidak kaku.
            Oh, air! Ia tidak melekati yang bagaimanakah yang baik, yang bagaimanakah yang buruk. Seperti memiliki aturan, juga seperti tidak memiliki aturan, hanya bergerak secara alamiah menuruti alam saja.
            Oh, air! Mampu menutupi jutaan makhluk hidup, juga mampu mengapungkan jutaan makhluk hidup. Laozi paling menyukainya, karena ia paling dekat dengan ‘Tao’.
            Oh, air! Kelihatannya sangat lemah lembut, sebenarnya tidak juga. Saat didorong dan dipukul, tenaganya sangat kuat, tidak ada orang yang sanggup menahannya. Lemah lembutkah? Ataukah sekuat baja? Perubahannya tidak dapat diprediksi!
            Oh, air! Tidak mengenal depan, belakang, mandiri tanpa rombongan, seperti angin yang bebas berkelana, juga seperti bulu menari di tengah udara.
Mampu bergerak.
            Juga mampu berdiam.
            Oh, air! Benda yang tidak memiliki persepsi.
            ……
            Setelah Kaisar Yu meneliti air, ia akhirnya memahami cara kerja air, tidak dapat dibendung. Ada orang yang mengira bahwa aliran air dapat dikeruk, sebenarnya juga tidak menggunakan pengerukan seluruhnya. Aliran air yang kecil dapat dibendung, aliran air yang besar hanya dapat dikeruk, seperti halnya Sungai Yangtze, Sungai Kuning, dan sungai besar lainnya hanya dapat dikeruk alirannya. Sisanya, cabang sungai yang kecil dapat dibendung. Saya memberitahu khalayak pembaca, bagi yang mengetahui kebaikan dari air, barulah mengetahui cara untuk menolong insan!
            Cara ini, barulah mampu menjangkau empat sisi sembilan arah.
            Semangat Kaisar Yu sangatlah patut diacungi jempol. Kegagalan dari tiga pendahulunya tidak mematahkan semangatnya, malahan ia dengan tangannya sendiri memegang bambu dan cangkul, menggali tanah untuk membuat saluran sungai dan kali untuk sistem pengairan di negerinya. Tiga ratus sungai besar,  tiga ribu kali kecil, semuanya dikerjakan setiap hari tanpa henti.
            Ia lelah hingga wajahnya dan matanya menghitam.
            Hanya tersisa dua bola matanya yang berbinar-binar.
            Paha dan betisnya kurus kering.
            Tangannya menjadi kapalan.
            Rambutnya tidak digunting, dibiarkan rontok secara alami.
            Diguyur hujan deras.
            Melawan badai.
            Diterpa terik matahari!
            Diterpa musim salju!
            Diterpa musim panas!
            Berapa tahun menggali saluran air, meskipun dirinya sedang sakit juga tetap giat bekerja.
            Kaisar Yu dihormati berjuta negara, demi apa?
            Shun menyerahkan kedudukannya kepada Yu.
            Sebenarnya, Yu tidak menginginkan kedudukan ini. Hanya saja para penduduk di saat itu berseru-seru menginginkan dia!
            Semangat Kaisar Yu, di dalam seluruh hidupnya, sangat besar, seperti hujan yang basah menutupi seluruh daratan.
            (Saya dalam kehidupan yang saat ini, setiap subuh selalu menulis artikel, tidak pernah absen sehari pun. Tidak pernah libur, bahkan di hari Sabtu dan Minggu juga tidak terkecuali. Saya telah menulis selama empat puluhan tahun, semangat apakah ini? Tetap saja, warisan semangat dari Kaisar Yu. Pelatihan diri saya juga sama, sehingga saya menjuluki diri saya Lelaki Tua yang Bodoh. Menulis artikel dan bersadhana sudah memenuhi kehidupan sehari-hariku.)
            Semangat Kaisar Yu.
            Semangat saya.
            Siapa yang bisa melampauinya!
            Sebenarnya, sejak awal saya sudah mempelajari tenaga Kaisar Yu yang kokoh, saya juga bukan melakukannya demi sesuatu apapun. Saya tidak memohon apa-apa. Hanya saja, dalam setiap kehidupan dari setiap reinkarnasi saya, saya menyelaraskan diri dengan perubahan alam semesta. Saya mengerti menyesuaikan diri dengan perubahan alam semesta.
            Begitu memahami Tao secara menyeluruh, semuanya akan menjadi jelas, semuanya telah terpenuhi.
            Anda mengatakan saya adalah Kaisar Yu, saya tidak menyangkal. Anda mengatakan saya bukan Kaisar Yu, saya juga tidak menyangkal. Singkat kata, rahasia, rahasia, rahasia.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »