Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘internet’


Disadur dari Buku Karya Shengyen-Lu ke-267 — “Pancaran Cahaya Ilahi” (Ray of Divine Light)

Judul asli: 002 網路「霸凌」事件 (節錄自蓮生活佛盧勝彥文集第267册 《靈光隱隱》)

Diterjemahkan oleh: Meilinda Xu, 25 Maret 2026

Semua orang tahu bahwa perkembangan internet di zaman sekarang sangatlah pesat. Banyak orang yang mengembangkan internet, menciptakan “dunia internet”.

Internet tidak mengenal batas negara.

Apa saja bisa didapatkan di internet.

Tentu saja, kasus perundungan (bully) di dunia internet juga ada. Orang yang mengalami perundungan, nama baiknya akan tercemar.

Ada yang memilih mengendalikan penyebaran berita.

Ada yang memilih menyudahi nyawanya sendiri.

Sudah tentu, saya juga mengalami “perundungan” di internet, oleh karena ada orang yang tidak tahan pada ketenaran orang lain.

Dengar-dengar:

Di Malaysia, ada seorang bermarga Hou memfitnah saya.

Di Singapura, seorang bermarga Yao memfitnah saya.

Di Taiwan, seorang bermarga Yang juga memfitnah saya.

……

Sungguh disayangkan, saya adalah orang yang tidak mengikuti perkembangan internet, bahkan satu huruf di internet pun tidak pernah saya baca. Mengapa?

Seumur hidup, saya tidak punya ponsel.

Saya tidak punya produk galaxy tab.

Saya tidak punya komputer.

(Di segi pengetahuan mengenai komputer, saya adalah orang yang gaptek, sama sekali tidak punya pengetahuan dasar tentang itu).

Ini adalah kehendak saya sendiri.

Karena, saya tidak ingin melewati kehidupan yang terlalu rumit. Saya hanya ingin “bekerja saat matahari terbit, kembali beristirahat saat matahari sudah terbenam”.

Saya hanya ingin:

“Hidup sehari, berbahagia sehari.”

“Hidup sehari, bersyukur sehari.”

“Hidup sehari, berbhavana (melatih diri) sehari.”

Ada seorang Profesor yang bernama You Jiangcheng berkata, “Sudah sangat lama, asalkan mengetik ‘Lu Shengyan Tantrayana Satya Buddha’, akan muncul sangat banyak berita negatif. Semua kata fitnahan di internet bermunculan satu per satu. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?”

Ada yang bertanya, “Fitnah itu seperti apa?”

Saya menjawab, “Lebah memanen madu.” (Cuma salah satu hal yang umum.)

Tanya, “Apakah nama baik tercemari?”

Jawab, “Saya tidak tahu tercemari atau tidak.”

Tanya, “Kenapa demikian?”

Jawab, “Bahkan tubuh fisik itu juga sunya adanya, dimanakah nama baik bisa melekat?” (Saya adalah orang yang tidak peduli nama baik.)

Tanya, “Seperti apakah orang yang tidak peduli nama baik?”

Jawab, “Tiada aku, tiada nama, itulah orang yang bahagia.” (Oleh sebab tiada ego dan tiada reputasi, maka lebih bahagia.)

Tanya, “Mahaguru Lu menolong umat melalui upaya kemudahan (abhijna), lalu kemudian Mahaguru menuai fitnahan, apakah Mahaguru Lu juga tidak gusar dan tidak marah?”

Jawab, “Murid saya memenuhi seluruh penjuru bumi, namun berapakah yang benar-benar memahami saya? Jangan-jangan setengah orang pun tidak ada.” (Oleh sebab insan pada dasarnya avidya, sehingga tidak gusar dan tidak marah.)

Tanya, “Ada fitnahan, bagaimana mengatasinya?”

Jawab, “Banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya.”

Tanya, “Jika sudah menemukan cara mengatasinya, lantas bagaimana?”

Jawab, “Tidak usah dipedulikan! Tidak usah dipedulikan! Tidak usah dipedulikan!”

(Mahaguru Lu berkata, selain “tidak usah dipedulikan”, apakah para Siswa Budiman memiliki strategi yang jitu?)

Read Full Post »