Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pelimpahan jasa’


為什麼夢到已故的人 — 淨空法師

Mengapa Bisa Memimpikan Orang yang Telah Meninggal

Oleh: JinKong FaShi

– – –

你夢到已經過世的父母、家親眷屬,他找你幹什麼?求你説明啊。醒來之後,你最好是誦經、念佛,給他回向,他是來求你幫忙的。世間不學佛的人,夢到的時候應該怎麼辦?給他燒一點紙錢,他需要。你所能夢到的,多半是在鬼道;在畜生道他不會找你;他到人道也不會找你;地獄道他沒有辦法出來。如果夢到了,你就念一遍或三遍《地藏經》給他回向,或者地藏菩薩名號念一萬聲給他回向,定數給他回向。他來找你,你真幫忙,確確實實能夠離苦。你誦經、念佛給他回向,他得多少利益,就看你念的誠心。你念的心越虔誠越清淨,他得的福就越大。如果你誦經、念佛裏面還有夾雜,亂心所念,他得的利益就少。這時候越是恭敬,越是虔誠,他得福越大,我們自己修福也大。經上講,我們得福七分之六,他得是七分之一。

– – –

Tanya: anda bermimpi bertemu orang tua anda yang telah meninggal dunia, kerabat dan keluarga, mereka mencari anda buat apa? mohon dijelaskan.

Jawab: setelah bangun tidur, sebaiknya anda membacakan sutra, melafalkan nama Buddha, dan parinamana (melimpahkan jasa) kepada mereka, mereka sebetulnya meminta pertolongan dari anda.

Tanya: orang yang tidak belajar Buddha Dharma, memimpikan kondisi seperti ini, bagaimana pula?

Jawab: bakarlah sedikit uang kertas (kimgincua) untuk mereka, mereka memerlukannya. orang yang bisa kamu temui dalam mimpi, sebagian besar adalah makhluk alam asura; di alam hewan mereka tidak bisa mencari anda; mereka di alam manusia juga tidak bisa mencari anda; di alam neraka mereka juga tidak mampu keluar. jika pernah memimpikan, bacalah satu atau tiga kali “Sutra Ksitigarbha Bodhisattva” dan parinamana kepada mereka, atau menjapa nama agung Ksitigarbha Bodhisattva 10000 kali dan limpahkan jasa kepada mereka, harus dihitung jumlah penjapaannya untuk parinamana kepada mereka. mereka mencari anda, anda juga benar-benar membantunya, maka mereka benar-benar dapat meninggalkan penderitaan. kamu membacakan sutra, menjapa nama Buddha untuk dilimpahkan jasanya kepada mereka, berkah yang diterimanya, bergantung pada keseriusan dan kesungguhan anda. jika kamu semakin menjapa semakin bersungguh-sungguh dan tidak gundah, berkah yang diterimanya akan semakin besar. jika kamu membaca sutra dan menjapa nama Buddha dengan hati yang galau, maka berkahnya hanya sedikit. pada saat ini, semakin hormat, semakin serius, berkahnya akan semakin besar, berkah kita juga akan semakin besar. Sutra menyebutkan, jika kita melakukan pelimpahan jasa, kita akan menerima berkah 6/7 bagian, sedangkan mereka akan menerima 1/7 bagian.

baca juga artikel lain yang berkaitan:

http://padmakumara.wordpress.com/2009/04/25/menjapa-mantera-dalam-agama-buddha/

https://meilindaxu.wordpress.com/2010/10/29/gejala-tiada-yukta-dalam-bersadhana/

Read Full Post »


【 南摩。密栗多。哆婆曳。娑訶。】

Pinyin: “Nan mo. mi li do. Do bo yi. So ha.”

(cara baca Indonesia: “Namo milito topoyi soha.”)

~每逢農曆七月每日念誦此咒四十九遍﹐可報父母恩﹐現存父母延壽﹐過去世父母超荐﹐如一日未誦﹐次日可補誦。~

Terjemahan: ~ Setiap bulan 7, setiap hari melafalkan mantera ini 49 kali, dapat membalaskan jasa orang tua. Orang tua di masa sekarang yang masih hidup akan panjang umur. Orang tua di masa lampau akan terlahir di alam yang lebih baik/memiliki kehidupan yang lebih baik. Jika tidak melafalkan sehari, maka bisa ditambahkan ke hari lainnya. ~

*pendapat saya pribadi ^^:

Sebetulnya akan lebih baik lagi jika kita melafalkannya setiap hari, karena jasa orangtua tiada taranya.. 😀 Hanya saja, pelafalan pada bulan 7 lunar akan menghasilkan kebajikan yang lebih besar karena Bulan 7 lunar adalah “bulan bakti”, di mana pelimpahan jasa dari segala kebajikan (melalui persembahan) yang kita perbuat kepada para Sangha monastik (istilah bagi Sangha yang menjalani hidup kebhikkuan) akan menjadi lebih besar dibandingkan biasanya. Hal ini dikarenakan pada Agama Buddha, zaman dahulu di India, terdapat masa vassa selama tiga bulan, dihitung setelah Waisak (pada bulan keempat tanggal delapan, menurut penanggalan lunar), yang mana masa vassa tersebut berakhir pada bulan ketujuh lunar. Masa vassa merupakan masa di mana kondisi cuaca di India sangat buruk sehingga para Bhikku tidak dapat keluar dari Vihara dan akhirnya mengasingkan diri di dalam Vihara untuk fokus hidup bertapa, demi mencapai penerangan sempurna. Di akhir masa vassa (selesai pada bulan ketujuh penanggalan lunar), banyak anggota Sangha monastik yang berhasil mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi, dan beberapa di antaranya bahkan mencapai tingkat Arahat/Pratyekabuddha (Sanskrit)/Pacekkabuddha (Pali).

Agama Buddha mengajarkan kita untuk melakukan pelimpahan jasa kepada makhluk lainnya setiap melakukan kebajikan. Sebagaimana kita ketahui dalam Agama Buddha, bahwa jasa dari kebajikan yang kita perbuat dapat dilimpahkan kepada makhluk lain, dengan ukuran bahwa 1/8 dari karma baik yang kita perbuat akan diterima oleh makhluk-makhluk yang kita limpahkan jasa, dan 7/8 tetap kita terima sebagai buah karma kita. Semakin banyak makhluk yang kita limpahkan jasa, karma baik yang telah dihasilkan akan berkembang semakin besar pula. (Reff: dari ceramah Grand Master Sheng-Yen Lu dari aliran True Buddha Tantrayana, dan juga ceramah Master JingZen dari aliran Mahayana). Dengan berdana kepada makhluk yang  mungkin telah mencapai pencerahan (dalam konteks artikel ini adalah para Sangha monastik di akhir masa vassa), maka karma baik yang dihasilkan akan lebih besar, sehingga besarnya jasa yang dilimpahkan akan lebih besar pula. Oleh karena itu, bulan ketujuh lunar yang merupakan akhir dari masa vassa disebut sebagai “Bulan Bakti”, dan pada bulan ketujuh tersebut sering diadakan Pattidana (Pali)/ Ulambana (Sanskrit) kepada para Sangha monastik di Vihara, yang juga disebut sebagai Bulan Kathina/Bulan Berdana (selain karena alasan lainnya adalah telah menipisnya stok sandang pangan para Sangha monastik selama tiga bulan menjalani hidup bertapa).

Oleh karena itu, hendaknyalah kita selalu mengucapkan pelimpahan jasa kebajikan yang telah kita peroleh kepada makhluk luas (yang mungkin merupakan para orangtua kita di masa lampau, jika anda percaya reinkarnasi. Dan, jika anda tidak mempercayai reinkarnasi, limpahkanlah jasa kepada makhluk luas dengan motivasi membalas jasa mereka mencukupkan kebutuhan kita sehari-hari dan sebagai objek sehingga kita dapat melakukan kebajikan/karma baik ). Semoga dengan kebajikan yang kita peroleh dan kita limpahkan tersebut, semua makhluk dapat memperoleh kebahagiaan dan terlepas dari samsara.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta (Semoga semua makhluk berbahagia)

Sadhu, Sadhu, Sadhu. (Semoga terjadi, semoga terjadi, semoga terjadi.)

*Notes: Sadhu (Pali) = Svaha (Sanskrit) = semoga terjadi.

link yang juga membicarakan mengenai Mantra Pembalas Budi Orang Tua:

http://tw.myblog.yahoo.com/smilefromheart-universe/article?mid=838&prev=894&l=f&fid=15&sc=1

http://www.tbsn.org/CHINESE2/article.php?id=5364&keyword=&backpage=&page=20

Read Full Post »