Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pembebasan’


diterjemahkan dari buku karya Sheng-Yen Lu ke-006 “Tenang dan Pikirkan dengan Seksama”

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

ShiZun (Mahaguru)

Pernah ada yang menanyai saya, “Master Lu, tolong katakan sejujurnya pada kami, pernahkah Anda terpikirkan untuk bunuh diri?”

Saya menjawab, “Ada.” Saya berkata, “Saya mengatakan yang sejujur-jujurnya kepada kalian, saat saya kelas enam SD, saya pernah melakukan usaha bunuh diri satu kali.”

“Hah!” Semuanya sangat kaget.

Saya juga memberitahukan yang sebenarnya kepada mereka, “Adik kandung saya, Lu Zhaorong, adalah karena bunuh diri dengan meminum kalium sianida, sehingga meninggal.”

Begitu para hadirin mendengarnya, semuanya termangu-mangu dan terdiam.

Saya berkata:

Menurut seorang pakar psikologi ternama, di antara manusia terdapat orang yang cenderung melakukan bunuh diri, contoh nyatanya tidaklah sedikit. Orang yang memiliki kecenderungan pikiran ingin bunuh diri, itu terlebih lagi tidak sedikit.

Masih untung, begitu pikiran ingin bunuh diri muncul, segeralah padamkan dalam sekejap melalui pengertian. Jika tidak padam dan kembali lagi, manusia sebentar saja sudah mati bunuh diri semua.

Akhir-akhir ini saya menulis banyak artikel, menghimbau masyarakat, jangan ada pikiran menyepelekan nyawa, tidak boleh bunuh diri.

Saya adalah orang yang telah terbangun rohnya, saya tahu bahwa arwah yang meninggal karena bunuh diri, penderitaannya berkali lipat dibandingkan arwah lainnya, setelah meninggal bunuh diri, sangat susah mendapatkan kesempatan terlahir kembali, karma buruknya lebih berat. Itu merupakan karma berat karena membunuh makhluk hidup, menempati nomor satu dari lima sila pantangan.

Meskipun karma arwah bunuh diri telah berkurang, saat terlahir kembali menjadi manusia, juga akan terlahir sebagai orang cacat yang bisu, tuli, dan buta, atau cacat otak, kaki, tangan. Hidup di dunia, penderitaannya juga berlipat!

Orang yang meninggal karena bunuh diri, sejujurnya tidak akan mampu memperoleh rasa iba dari manusia di dunia!

Jangan-jangan malah membuat orang yang ingin menyingkirkan anda tersebut berjabat tangan erat dan lebih bergembira. Kerabat menderita, musuh bergembira, apa untungnya? Meninggalnya anda hanyalah sebuah kesia-siaan.

“Sudah menemui jalan buntu, harus bagaimana?”

Saya berkata, “Carilah kebahagiaan ‘di saat sekarang’! Jalan hidup manusia harus dilalui dengan bahagia hingga akhir.” “Dipermalukan, tekanan besar, sangat menderita, harus bagaimana?” Saya berkata, “Buddha mengajari kita ksanti-paramita, setelah lulus ujian kesabaran, maka akan bisa mencapai daratan seberang.”

Sekarang saya berpikir, asalkan tidak meninggal, kegembiraan dan kebahagiaan masih bisa datang. Namun jika telah mati, bahkan harapan pun sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, janganlah membuang nyawa, itu baru benar.

~ Tulisan ini diambil dari buku karya Sheng-Yen Lu ke-158 “Pemikiran di bawah lentera yang sepi”


********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


USNISA VIJAYA DHARANI (佛顶尊胜陀罗尼)

NAMO BHAGAVATE TRAILOKYA PRATIVISISTAYA BUDDHAYA BHAGAVATE TADYATHA

OM,VISUDDHAYA VISUDDHAYA

ASAMA-SAMA SAMANTAVABHASA-SPHARANA

GATI GAHANA SVABHAVA VISUDDHE

ABHINSINCATU MAM

SUGATA VARA VACANA AMRTA ABHISEKAI MAHA MANTRA-PADAI AHARA AHARA AYUH SAM-DHARANI

SODHAYA SODHAYA GAGANA VISUDDHE

USNISA VIJAYA VISUDDHE SAHASRA-RASMI SAM-CODITE

SARVA TATHAGATA AVALOKANI SAT-PARAMITA-PARIPURANI

SARVA TATHAGATA MATI DASA-BHUMI PRATI-STHITE

SARVA TATHAGATA HRDAYA ADHISTHANADHISTHITA MAHA-MUDRE VAJRA KAYA SAM-HATANA VISUDDHE

SARVA VARANA APAYA-DURGATI PARI VISUDDHE

PRATI-NIVATAYA AYUH SUDDHE

SAMAYA ADHISTHITE

MANI MANI MAHA MANI

TATHATA BHUTA-KOTI PARISUDDHE

VISPHUTA BUDDHI SUDDHE

JAYA JAYA VIJAYA VIJAYA

SMARA SMARA SARVA BUDDHA ADHISTHITA SUDDHE

VAJRI VAJRAGARBHE VAJRAM BHAVATU MAMA SARIRAM

SARVA SATTVANAM CA KAYA PARI VISUDDHE

SARVA GATI PARISUDDHE

SARVA TATHAGATA SINCA ME SAMASVASAYANTU

SARVA TATHAGATA SAMASVASA ADHISTHITE

BUDDHYA BUDDHYA VIBUDDHYA VIBUDDHYA

BODHAYA BODHAYA VIBODHAYA VIBODHAYA SAMANTA PARISUDDHE

SARVA TATHAGATA HRDAYA ADHISTHANADHISTHITA MAHA-MUDRE SVAHA

——————————————————————————————————————————————————————————————————

“Raja Surga, terdapat Dharani yang dikenal sebagai “Usnisa Vijaya Dharani”. Dharani ini dapat menyucikan semua jalan sengsara, melenyapkan penderitaan atas kelahiran dan kematian secara menyeluruh. Dharani ini juga dapat membebaskan semua kesengsaraan dan penderitaan mahluk hidup di alam neraka, Raja Yama dan binatang, menghancurkan semua neraka, dan mengantarkan semua mahluk hidup ke jalan suci.”

“Raja Surga, jikalau seseorang mendengar Usnisa Vijaya Dharani sekali saja, semua karma buruk dari kehidupan sebelumnya yang seharusnya menyebabkan ia terlahir di neraka akan terhancurkan semuanya. Sebaliknya, ia akan memperoleh badan yang baik dan bersih. Di manapun ia dilahirkan kembali, dia akan mengingat Dharani ini secara jelas – dari satu kebuddhaan ke lainnya, dari satu alam surgawi ke alam surgawi lainnya. Sesungguhnya, melalui Surga Trayastrimsha, dimanapun ia terlahir kembali, dia tidak akan lupa.”

“Raja Surga, jikalau seseorang menjelang kematian mengingat Dharani suci ini, walaupun hanya sekejap, masa hidupnya akan diperpanjang dan ia akan memperoleh kesucian dalam raga, perkataan dan pikirannya. Tanpa penderitaan dan kesakitan badaniah dan sesuai dengan perbuatan baiknya, dia akan menikmati ketentraman di mana saja. Menerima berkah dari semua Tathagata, dan senantiasa dijaga dewa-dewa, dan dilindungi oleh Bodhisatva, ia akan dihormati dan dimuliakan masyarakat, dan semua rintangan kesengsaraan akan terhapuskan.”

“Raja Surga, jikalau seseorang dengan ikhlas membaca dan melafalkan Dharani ini, walaupun sekejap saja, semua hukuman karmanya yang akan menyebabkan ia menderita di alam neraka, binatang, Raja Yama, setan lapar, akan dihancurkan seluruhnya dan dihapuskan tanpa meninggalkan jejak. Ia akan bebas pergi ke tanah suci Buddha dan istana surga manapun, semua pintu gerbang ke kediaman Bodhisatva akan terbuka untuknya tanpa hambatan.”

Kemudian Buddha berkata kepada Raja Sakra, “Mantra ini dikenal sebagai ‘Yang Mensucikan Semua Jalan Sengsara Usnisa Vijaya Dharani’. Dharani ini dapat menghilangkan semua rintangan karma buruk dan menghapuskan penderitaan di semua jalan sengsara.”

“Raja Surga, Dharani termasyur ini dinyatakan serentak oleh Buddha-Buddha sebanyak delapan puluh delapan koti (ratusan juta) sejumlah butiran-butiran pasir di Sungai Gangga. Semua Buddha bergembira dan menjunjung tinggi Dharani ini yang dibuktikan dengan tanda bukti kebijaksanaan dari Maha VairocanaTathagata. Ini karena di dalam jalan sengsara, untuk membebaskan mereka dari hukuman menyakitkan dalam alam neraka, binatang dan Raja Yama; untuk melepaskan semua mahluk yang menghadapi bahaya keterperosokan ke dalam lautan lingkaran kelahiran dan kematian (samsara); untuk membimbing mahluk-mahluk lemah yang berusia pendek dan kurang beruntung dan untuk melepaskan mahluk-mahluk yang suka melakukan semua perbuatan jahat. Selain itu, karena ia berdiam dan dijunjung tinggi di dunia Jambudwipa, kekuatan yang ditunjukkan oleh Dharani ini akan mengakibatkan semua mahluk dalam neraka dan alam setan lainnya; orang yang kurang beruntung dan berpusar dalam lingkaran kelahiran dan kematian; orang yang tidak percaya adanya perbuatan baik dan jahat dan yang menyimpang dari jalan benar, untuk mencapai pelepasan.”

***

Usnisa Vijaya Dharani adalah sebuah sutra Mahayana. Sutra ini berisi khotbah Sang Buddha mengenai seorang putra dewa bernama Susthita yang seharusnya menjalani hukuman karmanya akibat buah perbuatannya di masa lalu, namun berkat “Usnisa Vijaya Dharani” menjadi terbebaskan.

Penjelasan berbahasa Indonesia dari isi sutra versi terjemahan Guru Buddhapala darii zaman Dinasti Tang dapat dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Usnisa_Vijaya_Dharani

Sedangkan, lantunan Sutra Usnisa Vijaya Dharani dapat didengarkan di http://www.youtube.com/watch?v=SgoCnLGcS3k

e

aksara Sansekerta Usnisa Vijaya Dharani

= Referensi: =

Teks Sutra: http://www.gugalyrics.com/%E9%BB%84%E6%85%A7%E9%9F%B3-USNISA-VIJAYA-DHARANI-%E4%BD%9B%E9%A1%B6%E5%B0%8A%E8%83%9C%E9%99%80%E7%BD%97%E5%B0%BC-LYRICS/28698/

Kutipan artikel: http://id.wikipedia.org/wiki/Usnisa_Vijaya_Dharani

artikel yang lebih lengkap, kunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/Usnisa_Vijaya_Dharani_Sutra

Read Full Post »


Artikel bersumber dari Buku ke-168: “Pembicaraan yang Sepi (the Lonely Talk — 孤獨的傾訴)”

Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Teringat dahulu kala —

Ada orang yang mengagumi saya: “Lu Sheng Yen, berkahmu besar sekali!”

Mendengar itu, saya hanya senyum-senyum.

Berbicara mengenai berkah, sebenarnya bukannya tidak ada juga. Ada murid yang menghadiahkan saya mobil ternama, banyak murid yang memberikan persembahan kepada saya, hingga berdirinya bangunan Rainbow Villa yang sangat megah (catatan: Rainbow Villa merupakan kompleks tempat berdirinya vihara pusat dari seluruh vihara Tantrayana Zhen Fo Zhong yaitu Vihara Vajragarbha Seattle, berlokasi di Seattle, USA). Ini hanyalah tampak luarnya saja, sebenarnya saya sendiri jarang tinggal di sana.

Hidup saya tidaklah mewah, tapi dari luar terlihat sangatlah penuh berkah. Nama Vajra saya adalah “Vajra maha berkah”. Pada kenyataannya, hidup saya sendiri sangat sederhana, makan di Vihara, memakai baju Lhama, tidur beralaskan papan (saya suka tidur di lantai), menyetir sendiri, orang yang kehidupannya tidak memiliki hiburan.

Setiap hari membabarkan Dharma, melatih diri, memperteguh fondasi dan sila (ini adalah rutinitas sehari-hari saat dulu di Vihara Vajragarbha Seattle, USA).

Sekarang, mengasingkan diri di Danau Daun, pembaca dapat memikirkan sendiri, bagaimana pula pembalasan berkah saya? Hahaha, hanya tertawa keras saja.

Saya sendiri merasakan, sekarang saya barulah dapat disebut penuh berkah. Hari-hari saya yang tenang damai, tubuh-ucapan-pikiran yang benar-benar bersih (suci), menjalankan sila dengan khidmat, melakukan tugas harian tanpa bermalas-malasan, menyeberangkan banyak makhluk alam yin, ini adalah mahaberkah yang tiada tara.

Berkah saya yang paling besar adalah:

“meninggalkan keinginan, tanpa keinginan.”

“pembebasan fisik dan batin.”

“melafalkan nama Buddha dengan penuh kesungguhan.”

Ternyata, berkah terbesar adalah mematahkan bencana dan membuktikan kebenaran, terlahir kembali ke Buddhaloka (tanah suci Buddha), inilah berkah yang sesungguhnya!

Menuliskan sebuah gatha:

Berkah tidaklah mesti sangat kaya materi

Hidup yang mewah sangatlah memabukkan manusia

atau rumah yang sangat megah dan besar

Memandang keluar ada kebun dan lahan pertanian yang sangat banyak

Hanya karena saya memahami hubungan sebab akibat hidup dan mati

Memahami perputaran hidup manusia

Tau menghargai kehidupan manusia yang telah dilalui

Berkah terbesar adalah pada saat roh keluar dari rumah*

dengan menyadari rasa khidmat

*Catatan: “rumah” yang dimaksudkan di sini adalah “badan jasmani”

Link Sumber Artikel Asli (berbahasa Mandarin): http://www.tbsn.org/chinese2/article.php?id=8276&keyword=&backpage=&page=0

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »