Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘persembahan’


Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dari buku ke-174 <<一道彩虹>> (A Rainbow Arc – Seutas Pelangi)

Dalam hidup ini, saya mempelajari Buddha Dharma dan melatih diri, dari badan jasmaniah sendiri selalu mempersembahkan “jasmani bersih”[1], “ucapan bersih”[2], “pikiran bersih”[3].

Kemudian, merasa bahwa karma buruk diri ini banyak dan berat, besar-kecilnya tidak terhingga, sehingga beberapa tahun terakhir ini saya menitikberatkan mencoba mengubah karma melalui mempraktekkan Jalan Mulia Berunsur Delapan. Saya juga mengembangkan Bodhicitta yang besar, mencontoh Avalokitesvara Bodhisatva, Ksitigarbha Bodhisatva yang menggunakan seluruh raganya dalam menyeberangkan arwah di enam alam samsara.

Sepanjang hidup ini, saya diberi persembahan yang tak terhingga jumlahnya dari murid-murid saya. Jika tidak bersadhana[4] dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, atau ada sedikit ketidak-seriusan, atau tidak memuaskan, maka sungguh telah mengecewakan murid saya sendiri.

Kembali ke permasalahan awal, di dalam Vimalakīrtinirdeśasūtra《維摩結經》ada disebutkan bahwa, dalam seluruh jenis persembahan, yang nomor wahid adalah persembahan Dharma.

Makna persembahan sangatlah dalam; ada persembahan barang yang berkualitas, atau yang juga mengandung makna tertentu, yang tentunya memiliki bentuk dan bernilai tinggi. Sadhaka[5] memberikan persembahan pada Buddha, Dharma, dan Sangha dengan persembahan barang bermutu, atau dengan persembahan puji-pujian, atau persembahan empat perbuatan, atau sepuluh macam persembahan, termasuk di dalamnya bersadhana, atau hanya satu kali saja melakukan pujabakti[6] di depan altar, pada saat tubuh-ucapan-pikiran disucikan, maka itulah yang disebut dengan “persembahan Dharma”.

Ternyata, hanya dengan melakukan pujabakti dengan khidmat, tenang, dan sungguh-sungguh mengerahkan jasmani dan jiwa di depan altar, sudah merupakan “mempersembahkan Dharma”!

Ini adalah persembahan tubuh-ucapan-pikiran yang sesungguhnya kepada Guru[7] dan seluruh Buddha Bodhisattva-Mahasattva.

Menuliskan sebuah gatha:

Melihat bebek kecil berenang di kolam

Melihat bunga yangliu[8]bergoyang dalam tiupan angin

Kamu haruslah memiliki mata Dharma

Persembahan apakah yang tertinggi

Pintu hati haruslah lapang dan luas

Harus sering menjalankan seluruh ajaran Buddha

Jangan sampai menyia-nyiakan usia muda

Persembahan seperti ini, bisakah kamu melakukannya

Artikel yang berkaitan (disarankan untuk dibaca):

https://meilindaxu.wordpress.com/2010/10/21/membangkitkan-tekad-dan-bodhicitta/

Link artikel asli berbahasa Mandarin:

http://www.tbsn.org/chinese2/article.php?id=8358&keyword=&backpage=&page=0


[1] Melambangkan “mensucikan perbuatan yang dilakukan oleh tubuh/fisik”, yaitu perbuatan yang berkaitan dengan membatasi diri memuaskan hawa nafsu yang dapat dicapai oleh fisik, melalui panca indera

[2] Melambangkan “mensucikan ucapan”, sesuai dengan sila yang berkaitan dengan ucapan dalam Atthasila untuk mencegah berbuat karma buruk melalui ucapan, yaitu tidak berkata yang tidak benar, tidak berkata yang tidak penting, tidak mengucapkan kata yang dapat menyakiti hati makhluk lain, dan tidak berbicara pada waktu yang tidak tepat

[3] Melambangkan “mensucikan pikiran”, yaitu tidak sedang memikirkan hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan batin, termasuk di antaranya hal-hal yang berkaitan dengan kilesa/kekotoran batin (keserakahan/pemuasan hawa nafsu, kebodohan, emosi negatif seperti kesedihan, kebencian, dan kemarahan)

[4] Melatih diri (melakukan chanting, meditasi, menaati sila, berbuat kebajikan, pelimpahan jasa, dan segala tindakan/cara yang dapat meningkatkan kualitas Buddhata makhluk hidup untuk mencapai ke-Buddha-an)

[5] Orang yang melatih diri

[6] Sadhana yang sifatnya lebih fokus pada chanting dan meditasi

[7] Guru spiritual dan para Guru silsilah dalam Agama Buddha.

[8] Sejenis pohon, tumbuh dengan subur di daratan China

 

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


在不久的将来我将离去

因为形体的色衰对一个人不具什么意义

我的心存在于书的一页一页之间

那就是贡献给大家的真谛

书就是留下者

记载着往昔

这个人有多少的灾劫

多少暴风雨

但写书与修法的精神需要学习

书里面有着灵气

像华盖一样的守护着行者

只要打开书

就产生法力

我总希望度众生没有剩余

承载大家的法船

划进了宁静的摩诃双莲池

一切都美好

没有风

没有雨

假如你发现有人没读过我的书

请将书献给他们

我不区别弟子与他人

其实众生也是自己

——————————————————————–

Di masa depan yang tidak lama lagi, saya akan pergi

Karena wujud fisik yang semakin renta tidaklah berarti bagi seseorang

Hatiku berada di dalam lembaran demi lembaran buku

Itu adalah persembahan saya yang bermakna hakiki kepada kalian semua

Buku adalah bukti yang tertinggal

Mengingat masa lalu

Manusia ini memiliki berapa banyak bencana yang telah surut

Berapa banyak hujan angin badai

Namun kesadaran menulis buku dan melatih diri memerlukan pembelajaran

Buku menyimpan kekuatan gaib

Sama seperti payung Dharma yang mengawasi dan melindungi sadhaka

Asalkan membuka buku

Maka muncullah kekuatan Dharma

Saya selalu berharap dapat menyeberangkan semua insan tanpa sisa

Terus mengemudikan Bahtera Dharma yang membawa para insan

Memasuki Mahapadminiloka (Maha Dwi Kolam Teratai — Tanah Suci Padmakumara) yang hening nan damai

Semuanya indah dan berjalan lancar

Tiada angin

Tiada hujan

Jika kamu menemukan bahwa ada orang yang belum pernah membaca buku saya

Mohon persembahkan buku saya kepada mereka

Saya tidak membeda-bedakan murid orang lain maupun siapapun

Sebenarnya, makhluk lain juga adalah diri sendiri

第165册《书代表我的心》

Buku ke-165 《Buku Mencerminkan Hatiku》– Books are the Reflection of My Heart

盧勝彥著 (:By Grand Master Sheng-Yen Lu)

Penerjemah dan Editor kebahasaan postingan ini: Mei Linda (Meilinda Xu 莲花许月珊)

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »