Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2024


Ketika saya tinggal di Zhen Fo Mi Yuan, sering pergi ke Danau Sammamish, danau ini merupakan danau kedua terbesar di Washington D.C..

Saya pernah menulis sebuah buku, The Inner World of the Lake, yang menceritakan pelbagai kisah tentang danau tersebut.

Suatu ketika.

Saya berjalan sampai dermaga dari sebuah taman kecil, ada kayu yang mengapung di dermaga, bertebaran di atas danau.

Setelah dekat, terlihat rumput di dasar danau, di atas rumput ada ikan yang berenang kesana kemari. Selama ini saya suka melihat ikan berenang, ikan selamanya gembira, hatiku juga ikut gembira.

Tiba-tiba, seakan terlihat dari dasar danau pelan-pelan muncul sepasang mata yang menatap saya.

Di atas mata ada alis, ada hidung, ada bibir tebal, seluruh wajah brewokan.

Saya terkejut, sebelumnya saya sangka hanya khayalan.

Saya mengarahkan pandangan ke pepohonan di taman, berpindah ke pegunungan di seberang sana, kemudian pandangan kembali kuarahkan ke dasar danau.

Oh my God! Selembar wajah itu masih ada, sepasang matanya masih melotot ke saya, menatap kesana kemari.

Di bawah air ada selembar wajah, tidakkah aneh!
Akhirnya, saya bermeditasi di bawah pohon besar tepi danau.

Ada seseorang menghampiri, si tamu aneh berjenggot lebat tadi, dia bertanya,
“Anda bisa melihat saya?”

“Bisa.” Jawabku.

Dia berkata, “Saya melihat pandangan mata anda berbeda dengan orang lain, di matamu ada sinar terang yang memancar, apakah mata bardo?
“Bukan, ini adalah Mata Langit”, jawabku.

Dia jelas sangat gembira, karena ada orang yang sanggup melihat dia, perilakunya sopan, kamipun berbincang –bincang. Katanya, pada suatu tahun dimana turun salju yang sangat lebat, jalan menurun dan sewaktu mengerem mobilnya tergelincir masuk ke dasar danau. Jadilah dia hantu air.

Dia bertanya kepada saya, “Takutkah kepada hantu air?”

“Saya orang yang melatih diri, tidak takut.” Jawabku.

Dia tertawa lebar!

Lanjutnya, setelah meninggal barusan tahu ternyata ada banyak hantu air di danau Sammamish. Para hantu melihat perawakannya gagah, mendorong dia untuk menjadi raja hantu. Tak lama kemudian dia lantas menjadi pemimpin dari para hantu air di danau Sammamish.
Ada suatu tahun, sama seperti dulu turun salju lebat, juga ada sebuah mobil yang terjun ke dalam danau. Para hantu bersukacita ada hantu baru yang bergabung. Tiba-tiba Raja Hantu timbul belas kasihannya yang besar.

Raja Hantu memerintahkan para hantu memegang mobil yang sedang tenggelam, lantas membuka pintu mobil, sehingga orang yang di dalam bisa keluar, dan membantunya berenang ke tepian, orang itu secara ajaib berhasil selamat.

“Rupanya anda juga mempunyai hati welas asih!” Kataku.

“Hantu juga ada yang tidak mencelakai orang lain.” Katanya, kemudian lanjutnya, “Saya rasa sangat bagus berbuat demikian, berturut-turut menolong orang dalam jumlah yang tidak sedikit. Kemudian langit pun mengetahuinya, dari Raja Hantu saya berubah menjadi Dewa Air.”

Saya mengucapkan selamat kepadanya.

Kataya, dia juga mempunyai sinar, bisa terbang, walaupun hanya Dewa Air, juga bisa berkelana dalam dunia manusia.

Saya bertanya, “ Masih adakah keinginan anda menjadi manusia?”

Jawabnya, “Manusia! Yang penolong, kurang, yang suka mencelakai orang, banyak, tidak ingin menjadi manusia.”

Setelah mendengar jawabannya, “Mau tak mau menghela nafas juga!”

Tulisan ini dikutip dari karya tulis Sheng-yen Lu ke 226, “Mengetuk Pintu Hatimu.” 敲開你的心扉

Read Full Post »