Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Buddha Bodhisattva’ Category


009 细漫长的道理

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dulu saya kurang paham pelantunan gatha dalam ibadah pujabakti di Kargyupa, logika dari pelantunan intonasi dalam pujabakti.

Saya berkata : ”Mengapa Gatha pujian atau pelafalan Nama Buddha perlu dilantunkan sampai sepanjang itu, seperti nyanyian opera? Jika hanya dibaca, sebentar saja sudah selesai.”

Biksu Shanci berkata kepadaku : ”Ini dinamakan pelafalan panjang, suaranya harus halus, harus pelan, harus ditarik panjang, ada maknanya tersendiri.”

*

Biksu Shanci mengatakan ada tiga makna :

Pertama, memasuki sukma kesadaran diri sendiri.

Kedua, ungkapan langsung dari perasaan.

Ketiga, menghormati dari pikiran.

*

Kita melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha, terkandung ketiga makna ini di dalam, maka terwujudlah “halus, pelan, panjang”. Jika melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha tidak dengan cara demikian, tidak akan mampu “tertanam di hati”. Ungkapan langsung dari perasaan juga bukanlah raungan tangisan, juga bukan merupakan desahan pilu. Di tengah pelantunan sudah terdapat kesadaran dari “sembah sujud”, “persembahan”, “pujian”, “visualisasi” di dalamnya.

Ini sudah termasuk sedang melatih diri.

Jika tidak demikian, membaca secara terburu-buru, tidak mudah “menyelami hati”, “mencapai langsung”, “hormat”.

*

Menuliskan sebuah sajak :

Melafalkan nama Buddha menyanyikan Gatha janganlah tergesa-gesa

Ibarat hujan lebat angin badai

Namun haruslah halus pelan panjang

Jika tidak maka akan terasa menyebalkan

*

Setiap melodi naik turun memasuki telinga dan hati

Begitu bervisualisasi segera tiba dan berkeliling di paviliun Buddha

Juga tidak kebingungan dan tidak kabur

Sepatah demi sepatah kata sangat jelas mengguyur turun

Melambangkan niat dan penghormatan dari sadhaka

Tanpa pikiran menyimpang akan melembut secara alamiah

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


019 行者的度量大如天

Source : B174  一道彩虹 An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

By : Grandmaster Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Kita menyadari beberapa fenomena nyata, sifat mengekslusifkan diri terhadap kepercayaan lain dari aliran keagamaan sangatlah kuat, baik itu agama Islam, agama Kristen Katolik, agama Kristen Protestan, agama Buddha, dll. Asalkan merupakan aliran keagamaan, rata-rata memiliki sifat mengekslusifkan diri, dan menganggap diri sendiri lah yang lurus, yang lainnya adalah sesat.

Di dalam dunia agama Buddha pun sama, contohnya empat aliran besar agama Buddha di Taiwan, jika anda berada di aliran besar yang ini, maka tidak boleh mengatakan kebaikan dari aliran lainnya, hanya boleh mengatakan kebaikan dari aliran sendiri. Masing-masing aliran besar ini hanya melindungi alirannya sendiri, dan saling berkompetisi.

Sebenarnya, ini merupakan penyakit yang umum diderita umat manusia, juga tidak dapat menyalahkan siapa-siapa, tidak hanya aliran keagamaan saja yang mengeksklusifkan diri, bahkan suku bangsa juga memiliki sifat mengekslusifkan diri.

Namun demikian, saya juga menyadari, sadhaka yang benar-benar memiliki pandangan benar yang sesungguhnya harus memiliki kapasitas hati yang sangat besar. Kita memuja Buddha, karena Buddha mentolerir seluruh dewa di tiga dunia, toleransinya luas tak terbatas. Kita memuja Mahakalyanamitra, Mahakalyanamitra yang sesungguhnya pastilah memiliki tingkat toleransi yang sebesar Langit. Kapasitas hati besar, barulah bisa banyak rezeki ; jika kapasitas hati sadhaka kecil, semakin berlatih hanya akan semakin sempit hatinya. Marilah kita berpikir secara cermat, bhavana harus memiliki toleransi yang besar barulah benar, jika toleransinya kecil berarti sudah gawat.

Toleransi besar, baru bisa harmonis dan saling membaur!

Toleransi besar, barulah menandakan tiada yang dapat menghalangi tindakan bajiknya!

Toleransi besar, barulah mampu mencapai keberhasilan prajna!

Menuliskan sebait gatha pendek :

Guru para dewa dan manusia barulah cocok disebut Buddha

Tidak melepaskan satu insan pun

Karena setiap insan adalah luar biasa

Mahakalyanamitra mampu mentolerir sepuluh penjuru tiga dunia

Mana mungkin bertikai hanya demi masalah kecil

Jika anda sudah tercerahkan

Mana peduli sadhaka mana yang bisa unggul

Jangan membuat komunitas kecil dan memperkaya diri

Berbesar hati barulah pencapaian sadhaka yang sesungguhnya

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Biksu Misterius

By                   : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)

Translation     :Meilinda Xu 许月珊

Source            : B228 – Unusual Past Lives of The Dharma King

Copied from    : http://www.dapinstore.com/news/read/6/biksu_misterius/

Image

Di zaman dahulu, ‘Kitab Dinasti Wei’, ‘Sejarah Dinasti Bei’, ‘Hutan Mutiara Lahan Dharma’, ‘Legenda Biksu Berpencapaian Tinggi’, …… kesemuanya memuat mengenai daya menakjubkan dari Sutra Raja Agung Avalokitesvara (Sutra Gaowang).

Di zaman awal dinasti Wei, ada seorang Buddhis yang tinggal di daerah Dingzhou bernama Sun Jingde. Ia terkena getah sebuah kasus pengadilan, dijebloskan ke dalam penjara dan dijatuhi hukuman penggal. Di dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang biksu yang mengajarinya melafalkan Sutra Gaowang sebanyak seribu kali agar dapat terhindar dari kesulitan.

Sang biksu mengajarinya satu kata, ia menghafalkan satu kata, hingga akhirnya ia dapat menghafalkan keseluruhannya dengan fasih.

Saat Sun Jingde diseret ke lapangan pelaksanaan hukuman, masih tersisa beberapa kali pelafalan yang perlu diselesaikannya. Ia melafalkannya sambil menempuh perjalanan hingga akhirnya genap seribu kali pelafalan.

Saat hukuman dilaksanakan, begitu golok memenggal, golok tersebut patah menjadi dua bagian. Kulit dan dagingnya tidak terluka sama sekali.

Hukuman diulangi, golok diganti sebanyak tiga kali, semuanya juga patah.

Pejabat eksekusi kaget bukan main!

Akhirnya Sun Jingde dihadapkan kepada kaisar. Kaisar memberikan pengampunan dari hukuman mati kepadanya, dan memintanya menuliskan Sutra tersebut, agar dapat disebarluaskan.

Dari peristiwa inilah, sejak Dinasti Bei, Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini akhirnya tersebar luas, menjadi ‘Sutra yang dibabarkan oleh Biksu via petunjuk mimpi’ yang sangat dihormati oleh insan di dunia, yaitu “Sutra Raja Agung Avalokitesvara”.

Image

Juga :

‘Biografi Konfusius’ dari Wei Utara dan juga ‘Biografi Lutong’ mencatat ada seorang bernama Lu Jingyu.

Lu Jingyu sangat relijius, suka meneliti buku Sutra, menjadi pejabat dan mendapat gelar kehormatan sebagai Profesor negara.

Namun, kakaknya, Lu Zhongli terlibat dalam pencetusan kerusuhan. Gerakan huru-hara Lu Zhongli diredam oleh Raja Qi Xianwu dari Dinasti Bei.

Lu Jingyu terkena getahnya dan dikurung dalam penjara Jinyang.

Lu Jingyu menjapa Sutra Gaowang, menjapa hingga borgolnya terlepas dengan sendirinya. Sipir penjara menukarkannya dengan borgol lain, dan borgol tersebut pun terlepas lagi dengan sendirinya. Ditukar lagi, terlepas lagi.

Para petugas penjara kaget bukan main.

Setelah Raja Qi Xianwu mendengar kabar tersebut, ia pun segera tahu bahwa Lu Jingyu tidak bersalah, sehingga mengampuninya.

Di kemudian hari, Lu Jingyu naik jabatan menjadi pejabat tinggi.

Juga :

Ada seorang pejabat bernama Hongsen dijatuhi hukuman mati, juga bermimpi didatangi seorang biksu yang mengajarkannya menjapa Sutra Raja Agung Avalokitesvara kata per kata. Setelah terbangun dari mimpi, setiap kata tersebut dapat diingat dengan sangat jelas. Ia pun menjapa sebanyak seribu kali.

Saat waktu pelaksanaan hukuman, begitu golok diayunkan, goloknya putus. Kepala dan lehernya sama sekali tidak ada luka sedikitpun.

Pejabat yang menangani pelaksanaan hukuman ini akhirnya melaporkannya kepada Raja Qi Xianwu.

Akhirnya Hongsen juga mendapatkan pengampunan.

Sejak saat itu, Sutra Raja Agung Avalokitesvara ini menjadi sangat tenar di dunia, banyaknya yukta yang ditimbulkannya sudah tidak terhitung.

Sutra ini adalah “Sutra yang dibabarkan dari dalam mimpi”.

Tidak terdaftar di dalam Sutra Mahayana.

Namun, Sutra tersebut keseluruhannya berisikan nama Buddha Bodhisattva.

Ada banyak nama agung Avalokitesvara Bodhisattva di dalamnya.

Ada ratusan juta kumpulan Buddha Vajra.

Ada ratusan juta Bodhisattva gunung ratna yang suci menyejukkan.

Ada tujuh Buddha masa lampau, ribuan Buddha kalpa mulia.

(Ini sudah mencakupi nama seluruh Buddha Bodhisattva.)

Di saat yang bersamaan, yang paling penting adalah :

“Mampu membinasakan penderitaan kelahiran dan kematian, mengikis dan menyingkirkan seluruh racun dan marabahaya.”

Saya sendiri menyadari bahwa, buku Sutra Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva ini bukanlah Sutra yang remeh, yang paling penting di dalamnya adalah ‘Mantra Tujuh Buddha Pelenyap Karma Buruk’, ini adalah Sutra yang paling dianjurkan untuk dibaca!

Tantrayana Satya Buddha menjunjung tinggi Sutra Gaowang. Para murid tidak berhenti menjapakannya, setiap orang mendapatkan yukta maha takjub.

Terlebih lagi murid Tantrayana Satya Buddha, setiap orang mempersemayamkan pratima Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, setiap orang berubah menjadi Avalokitesvara di rumah.

Ada yang bertanya, “Mengapa dalam Tantrayana Satya Buddha, ada Raja Agung Avalokitesvara di rumah setiap murid?”

Saya menjawab, “Karena merupakan Sutra saya.”

“Mengapa bisa anda?”

Saya menjawab, “Orang yang membabarkan Sutra ini di dalam mimpi, kalau bukan saya, siapa?”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Dipublikasikan ulang dari Notes-nya Padma Nanda Buddhist Art (di facebook)

– – –
Tepatnya mengenal 6 Buddha deh, karena Buddha Sakyamuni semua pasti tahu kan… 

Dalam Sutra Dharani Dafangdeng 《大方等陀罗尼经》 :
“Manjusri, Dharani ini, adalah dibabarkan oleh 7 Buddha masa lampau. Tujuh ini pada hakekatnya adalah tak terhitung, telah membabarkan Dharani ini, untuk menyelamatkan makhluk.Saat ini, 7 Buddha di Sepuluh Penjuru yang tak terhitung banyaknya, juga membabarkan Dharani ini demi menyelamatkan semua makhluk. Demikian halnya pula dengan 7 Buddha yang akan datang di sepuluh penjuru yang tak terhitung, membabarkan Dharani ini, demi semua makhluk. Saat ini Engkau menanyakan makna seputar Dharani ini, Aku telah menjelaskannya. Dengan menggunakan Dharani Sutra ini, selamatkanlah pula para biksu pada masa yang akan datang, yang melanggar sila, supaya mereka kokoh silanya dan selalu menetap di bhumi kesucian.

Putra Yang Berbudi! Bila ada seorang Biksu,yang telah melanggar empat pantangan, bila dapat mengingat Dharani ini dengan tulus, menjapakannya 1400 kali, lalu sekali sungguh hati bertobat. Dan meminta pada satu Biksu sebagai saksi, bahwa ia telah mengakui kesalahannya di hadapan rupang Buddha. Dengan demikian melakukannya, sampailewat 87 hari pertobatan, pasti silanya akan muncul kembali dan kokoh hati Boddhinya. 

Dan lagi Manjusri, bagaimana mengetahui kalau dia telah menyucikan sila nya ? Putra yang berbudi, bila ia bermimpi kepalanya disentuh oleh Gurunya. Bila memberikan dana makanan, peralatan, , obat, dan lain lain pada orang tuanya , brahmana, dan orang orang yang bermoral, maka ia telah menyucikan silanya. Bila menemui penampakan yg demikian, hendaknya dikatakan pada Guru, dan dia telah dinyatakan sejalan dengan Dharma telah melenyapkan segala kesalahannya.(《大方等陀罗尼经》)

1. Vipasyin (毗婆尸佛)—Buddha masa lampau yang pertama (in this world)
Vipasyin , merupakan Buddha pertama dari 7 Buddha, maknanya adalah Pandangan yang Unggul, Beraneka Pandangan, Macam macam Pandangan dan lain lain. Konon kemunculan Nya dari sekarang telah 91 kalpa,Pernah Berdharmadesana dalam tiga kali pasamuan, pasamuan pertama dihadiri oleh 160.000 siswa, pasamuan kedua 100.000 siswa, yang ke tiga dihadiri oleh 80ribu siswa.

2. Sikhin (屍棄佛)
Merupakan Buddha kedua di dunia saha ini pada 30 kalpa lalu, makna SIKKHIN adalah “usnisa dan yang Anuttara.” terlahir dari keluarga Ksatriya, mencapai Anuttara Samyaksambodhi di bawah pohon Pundarika (芬陀利樹). Telah mengadakan 3 pasamuan Dharma, yang pertama dihadiri 100ribu siswa, yang kedua 80ribu, ketiga 70ribu siswa. Usia Nya 60ribu kalpa.

3. Visvabhu (毗舍婆佛)
Visvabhu bermakna memiliki segalanya. Merupakan Buddha masa lampau yang ketiga. Menurut catatan, kemunculan Nya adalah dari sekarang telah 31 kalpa. Siswa utama Nya adalah (扶游) dan (郁多摩)。 Telah melakukan Pasamuan Dharmadesana sebanyak 2 kali, pertama ada 70ribu siswa , yang kedua 60ribu.

4. Krakucchanda Tathagatha (拘樓孫佛)

Krakucchanda bermakna Telah memotong apa yang patut dipotong, Melenyapkan Kelelahan, Mencapai Keindahan dan lain sebagainya. Merupakan Buddha yang keempat diantara 7 Buddha. Sekaligus merupakan Kepala dari 1000 Buddha kalpa ini. Pada usia 60ribu tahun meninggalkan dunia. Telah mengadakan satu kali pasamuan Dharma, dihadiri oleh 40ribu siswa, siswa utama Nya adalah Sani (薩尼) dan Biluo(毗樓)。

5. Kanakamuni Tathagatha (拘那含佛)

Kanakamuni berarti Ketenangan emas, atau Suciwan Emas. Merupakan Buddha kelima diantar 7 Buddha lampau. Meninggalkan dunia pada usia 40ribu tahun. Kehidupan lampau Amitabha Buddha adalah siswa dari Kanakamuni Tathagata. Mengadakan satu kali Pasamuan Dharmadesana, dihadiri 30ribu siswa.

6. Kasyapa Buddha (迦葉佛)
Kasyapa。bermakna:飲光。Buddha ke 6 diantar 7 Buddha Lampau。Mengendarai singa, merupakan Guru Sakyamuni Buddha di kehidupan lampau. Pernah mengadakan satu kali Pasamuan Dharma, ada 20ribu siswa hadir. Siswa utama Nya adalah 提舍 (Tishe) dan 婆羅婆 (Poluopo)。

7. Sakyamuni Buddha

* * *
Mantra 7 Buddha:
Li Pho Li Pho Ti. Chiu Ho Chiu Ho Ti. Tho Luo Ni Ti. Ni He La Ti.
Phi Li Ni Ti. Mo Ho Cia Ti. Cen Ling Chien Ti. Soha.

Read Full Post »

« Newer Posts