Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Dharma Article’ Category


002 一切遍礼尽无余

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya sedang bertapa di “Danau Daun”, timbul suatu keinginan, seumur hidup ini, saya sangat ingin menjelajahi seluruh Vihara Vajragarbha di seluruh dunia, seluruh Vihara Cabang True Buddha di seluruh dunia, seluruh Perkumpulan Ibadah True Buddha di seluruh dunia, namun, saya mengetahui, ada sebuah jawaban : “Tidak terlalu memungkinkan!”Alasannya sangatlah sederhana, berdasarkan pada usia hidup yang berbatas, hendak menjelajahi dan bersembah sujud di seluruh vihara Vajragarbha, vihara cabang, perkumpulan ibadah, benar-benar tidak terlalu memungkinkan.

Saat saya bermukim di Vihara Vajragarbha Seattle 一一

Vihara Vajragarbha Miyi di Texas, USA, mengundang saya, saya menjawab :”Akan pergi!”

Vihara Dengbao Washington DC, USA, mengundang saya, saya menjawab : “Akan pergi!”

Vihara Vajragarbha London dan Vihara Vajragarbha Zhendu Inggris, mengundang saya, saya menjawab :”Akan pergi!”

Masih ada tak terhitung Vihara Vajragarbha, Vihara Cabang, Perkumpulan Ibadah yang mengundang saya, saya juga menjawab yang sama :”Akan pergi!”

Sekarang saya duduk bersadhana di hadapan altar di “Danau Daun”, mulut saya menjapa mantra, pikiran saya bervisualisasi, di sepuluh penjuru Vihara Vajragarbha, sepuluh penjuru Vihara Cabang, sepuluh penjuru Perkumpulan Ibadah,satu persatu Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, para Dewata, di hadapan masing-masing semuanya terdapat satu orang Lu Shengyan sedang bersembah sujud, “bersembah sujud kepada semuanya tanpa tersisa”, semuanya terdapat dalam satu niat pikiran ini, inilah Tantrayana.

Jasmaniku belum tiba.

Namun niatku sudah tiba.

Maaf!

Kekuatan luar biasa dari menjalankan sumpah di dalam samadhi,

Muncul di hadapan seluruh Tathagatha,

Satu jasmani dalam sekejap berubah menjadi sebanyak butiran debu,

Satu-persatu bersembah sujud kepada semuanya tanpa tersisa.

Menuliskan sebuah sajak:

Menutup pintu bertapa sedari awal diam

Tidak terganggu oleh semarak musim semi di luar pintu

Sering teringat pertemuan singkat dengan para Siswa Agung di saat berkumpul bersama

Hanya menambah kerinduan

Asap yang membumbung sudah buyar

Hanya tinggal Vihara Vajragarbha, Vihara Cabang, dan Perkumpulan Ibadah yang masih ada

Ingin menjelajahi masuklah ke dalam lautan hati

Read Full Post »


004 多重刹土多重宇宙

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Di dunia ini, Arya yang mana yang paling unggul? Jawaban saya adalah ; ”Sakyamuni Buddha”, karena Sang Buddha sejak awal sudah mengetahui, dunia ini luas tak terbatas, Sang Buddha bahkan sejak awal sudah mengatakan, jasmani manusia adalah “sarang cacing”, dalam seteguk air jernih terkandung 84000 cacing, yang dimaksud adalah dunia mikroogranisme bakteri yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Sang Buddha juga mengetahui, di sebelah barat ada 10 trilyun Alam Buddha, di antaranya ada dunia yang dinamakan Sukhavati. Harus diketahui, para ilmuwan sekarang telah memahami, bumi adalah sebuah dunia, solar system juga tidak hanya ada satu. Sang Buddha sejak awal telah memahami, ada banyak dunia, ada banyak semesta, bagaikan jaring mutiara Dewa Indra, sangat banyak tak terhingga, sangat padat dan saling bersilangan. Sang Buddha membabarkan mengenai “Karmadhatu”, “Rupadhatu”, “Arupadhatu”, selain itu masih ada Catur Aryadhatu yang mengungguli tiga dhatu! Bahkan Sang Buddha telah menyadari :

Semesta tak berbatas.

Penuh oleh Alam Dharma.

Sang Buddha telah membahas kebenaran agung : “Anitya, Anatman, Parinirvana”, juga membahas : Samskrta-sthiti-prabheda-nirdesa “Penciptaan, Berdiam, Rusak, Kosong”, Catur aryasatyani “Dukha, Sebab Dukha, Cara Melenyapkan Dukha, Lenyapnya Dukha”……。

Ajaran Buddha ini, bukanlah pengetahuan yang dapat diketahui oleh ajaran keagamaan biasa, oleh karena itu dapat diketahui bahwa Sang Buddha adalah yang paling unggul!

Menuliskan sebuah sajak memuji Sang Buddha :

Tidak ada pesta yang tidak berakhir di dunia

Juga tidak ada pertemuan yang berlangsung selamanya

Yang telah kita sadari ternyata masih hanya sedikit dari kebenaran alam semesta

Sang Buddha mengatakan bahwa alam manusia adalah membayar karma

Pikirkan seksama, lebih seksama, lebih seksama lagi

Segala kebenaran sejati yang dibabarkan Sang Buddha setiap kata benar adanya

Nama dan keuntungan segalanya hanya sekejap dan sunya

Saat anitya datang tak mampu menghentikan delapan dukha

Menoleh ke belakang

Hanya tersisa makan malam untuk orang terakhir

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


003 身体就是暂时的家

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Dalam kehidupan kali ini, saya berpindah rumah sudah tidak terhitung berapa kali, sejak menikah dengan Gurudhara “Acarya Lianxiang”, saya selalu berpindah rumah, di Taiwan, di Amerika Serikat, di “Danau Daun”, pindah ke sini, pindah ke sana, terkadang kembali mengunjungi tempat tinggal lama, rasanya seperti sedang berkelana di alam mimpi. Benar, benar-benar seperti orang yang sedang bermimpi, bahkan barang yang ditinggalkan, semuanya telah dilupakan.

Ada suatu kali, saya dari Amerika Serikat pulang ke tempat tinggal lama, saya menertawakan diri saya sendiri, jalan pulang ke rumah saya, saya bahkan telah lupa. Lihatlah, daya ingat saya sangat parah, bahkan jalan pulang ke rumah lama saja sudah tidak tahu, terlebih lagi barang sehari-hari yang ditinggalkan di sana, ingatan saya sepertinya sudah kosong semua, saya sedikit curiga, rumah saya yang sebenarnya ada di mana?

Apakah rumah saya di Seattle, USA? “Dharmasala Zhenfo”, “Villa Nanshan”, “Rainbow Villa”? Ataukah di “Pulau Dongxing”, “Pulau Tianxi”, “Pulau Yinyue” di “Danau Daun”? Saya sudah tidak bisa membedakan dengan jelas.

Benar-benar ilusi mimpi, saya adalah seorang yang telah meninggalkan keduniawian, mana ada rumah? Saya boleh tinggal di “Vihara Vajragarbha”, Vihara Vajragarbha adalah rumah sementara bagi para biksu ; sedangkan tubuh jasmaniku, sejak awal saya sudah mengetahui, berjalan mengikuti arah hembusan angin. Jasmani adalah tubuh sementara, di dalam dunia manusia, semuanya seluruhnya adalah sementara saja.

Di dunia manusia ini, toh hanya sebuah ilusi mimpi, mana ada rumah?

Menuliskan sebuah sajak :

Ingin rumah semakin dipikirkan semakin kacau

Di manakah tempat berlabuh

Siapa yang masih memanggil di dalam rumah

Semakin dipikirkan semakin pilu

Bahkan jasmani sendiri juga hanya sementara

Seperti perahu kecil yang berlayar di sungai

Matahari terbenam senja pun tiba

Dinasti dan penguasa silih berganti

Lihat lah

Kapankah sadhaka benar-benar sampai ke pantai seberang

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


001 在宇宙法流中无分别

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Dengan sangat berhati-hati, saya memberitahu sidang pembaca suatu rahasia : ternyata rahasia berada di dalam hati setiap manusia. Meskipun saya menjalankan bhavana pertapaan di “Danau Daun”, namun, asalkan saya memasuki “samadhi”, yaitu seluruh jiwa raga memasuki secara tuntas, saya “sedang bersadhana sendiri”, juga “sedang bersadhana bersama”.

Ternyata “samadhi” Tantrayana merupakan suatu Pintu Dharma yang sangat agung, meliputi meditasi, suci, rahasya, sesuai hukum alam, terlebih lagi daya adhistana dari Guru berlipat ganda, daya adhistana dari para Adinata berlipat ganda. Saat memasuki “samadhi”, bersadhana sendiri sama dengan bersadhana bersama, ternyata pada dasarnya tidak ada perbedaannya di dalam Arus Dharma semesta.

Oleh karena itu, bersadhana bersama juga baik.

Bersadhana sendiri juga baik.

Bersadhana sendiri dan bersadhana bersama memasuki “samadhi”, maka sudah tidak ada perbedaan sama sekali, asalkan sudah memasuki “samadhi”, maka sudah mandi “lautan cahaya agung” bersama seluruh insan di penjuru Dharma.

Oleh karena itu, di kebaktian manapun, saya selalu ada. Oh, maha leluasa! Maha leluasa.

Menuliskan sebuah sajak :

Bumi pada dasarnya adalah sebutir pasir

Numpang tanya, di mana kah barulah rumah anda

Vihara Vajragarbha dibangun dengan sangat megah

Memasuki “samadhi” itu barulah Dharma Sejati

Pejamkan mata

Visualisasi

Mudra

Suara mantra

Tidak boleh hanya membeo

Satu orang adalah satu kesatuan

Satu orang banyak orang pada dasarnya tiada berbeda

Jika masih saja ada rasa tidak adil dan meratapi kondisi

Sangatlah disayangkan

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »