Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Dharma Article’ Category


006 人是土做成的

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saya ingat saat menghadiri prosesi pemakaman agama Kristen Katolik atau Kristen Protestan, pendeta atau pastor selalu mengatakan sebuah kalimat : “Biarlah tanah kembali kepada tanah, biarlah roh kembali kepada roh.”

Juga berarti :

Prana kembali kepada prana.

Tanah kembali kepada tanah.

Di legenda kuno China, “Nvwa” membentuk tanah menjadi manusia, sehingga terciptalah manusia.

Tuhan membuat manusia, juga menggunakan tanah, menggunakan citra dirinya, kemudian membentuk “Adam”, menghembuskan nafas ke Adam, dan terciptalah manusia pertama di muka bumi ini.

Sutra Buddha juga mengatakan, manusia merupakan penggabungan dari Empat Maya, Empat Maya ini adalah : ”bumi, air, api, angin”. Bumi berarti tanah, juga adalah debu tanah. Sutra Buddha menjelaskan dengan lebih terperinci, semesta terbentuk dari penggabungan tak hingga debu tanah, satu debu mewakili satu dunia, bumi juga merupakan salah satu butiran debu di dalamnya, bumi juga terbuat dari tanah, manusia juga terbuat dari tanah.

Buddha berkata :

Di dalam mimbar para Bodhisattva di seluruh penjuru

Terdapat debu Alam Dharma yang tak terhingga.

Saya berkata, insan adalah debu tanah, semuanya merupakan debu yang tak terhingga di dalam sebuah debu, dunia manusia adalah dunia debu. Oleh karena itu, setiap insan juga sama saja, berbesar hati lah, apalah yang bisa diperebutkan dari sebutir debu, “lebih penting keluarlah dari debu”.

Sajak:

Memperebutkan daerah kekuasaan apa

Jutaan prajurit berangkat meninggalkan kampung halaman

Pikirkan lah sejarah lampau yang telah lama berlalu

Sekarang ada di mana

Lebih baik melatih roh agar tidak tersesat

Jika tidak maka bertumimbal lahir lagi di alam samsara

Penting kah?

********

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!*

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


世尊开示集676密教修行成就的大法 Dharmadesana Mahaguru ke-676 Mahasadhana Keberhasilan Bhavana Tantrayana Translation: Meilinda Xu 莲花许月珊 四伽行 的「真佛四皈依法」 「Sadhana Catursarana Satya Buddha」dari Caturprayoga (007-008 為四伽行之二 四皈依法) (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) 007 真佛四皈依法(007-008 為四伽行之二 四皈依法) 007 Sadhana Catursarana Satya Buddha (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) ———————————————————————————– 有「敦珠仁波切」的內密弟子來皈依「真佛宗」。我問:「敦珠活佛教了你什麼大法?」 Ada murid Tantra Internal dari 「Rinpoche Dunzhu」datang bersarana pada 「Tantrayana Satya Buddha」.Saya bertanya : 「Buddha Hidup Dunzhu mengajari kamu mahasadhana apa?」 「四皈依法。」他答,我不相信的搖搖頭。 「Sadhana Catursarana.」Jawabnya. Saya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. 「就是四皈依法,敦珠活佛說,修了百萬遍地四皈依法,就是大法。」這位新皈依的弟子如此堅定的回答我。由此可知,四伽行法之一的「四皈依法」是何等的重要。 「Adalah Sadhana Catursarana, Buddha Hidup Dunzhu mengatakan, setelah melakukan sadhana Catursarana sebanyak 1 juta kali, itulah Mahasadhana.」Murid yang baru bersarana ini menjawab dengan sangat yakin dan teguh. Dari sini dapat diketahui, 「Catursarana」yang merupakan salah satu prayoga dalam Caturprayoga teramat sangat penting. 真佛宗的「四皈依法」,詳述如下: 「Sadhana Caturprayoga」Tantrayana Satya Buddha, detilnya sebagai berikut : 一,進入密壇,目視上師法相或瓷相。 1, Memasuki altar mandala Tantra, pandang gambarupang Mulaguru atau pratima Mulaguru. 二,先觀想上師形容。觀想上師天心白光迸現,射入行者的天心,喉際紅光迸現,射入行者喉際,心際藍光迸現,射入行者心際。 2, Terlebih dahulu visualisasikan sosok Mulaguru. Visualisasikan cakra dahi Mulaguru muncul seberkas cahaya putih, memancar masuk ke dalam cakra dahi sadhaka. Cakra tenggorokan Mulaguru muncul seberkas cahaya merah, memancar masuk ke dalam cakra tenggorokan sadhaka. Cakra hati Mulaguru muncul seberkas cahaya biru, memancar masuk ke dalam cakra hati sadhaka. 三,行者合掌恭敬的唸: 南摩紅冠聖冕金剛上師蓮生活佛。 每唸一聲,拜一拜。 3, Sadhaka beranjali dengan penuh hormat dan melafalkan : (pinyin 🙂 Namo Hongguan Shengmian Jingang Shangshi Liansheng Huofo. (cara baca indo : Namo Hongkuan Shengmien Cinkang Shangshe Liensheng Huofo) Setiap membaca 1x, bersujud 1x. 四,唸四皈依真言: 南摩古魯貝。(皈依金剛上師) 南摩不打耶。(皈依佛) 南摩達摩耶。(皈依法) 南摩僧伽耶。(皈依十方一切聖賢) 4, Melafalkan mantra Catursarana : Namo Kulupei. (Bersarana pada Mulavajracarya) Namo Putaye. (Bersarana pada Buddha) Namo Tamoye. (Bersarana pada Dharma) Namo Sengkiaye. (Bersarana pada seluruh Sangha di sepuluh penjuru) 先唸三遍,隨即觀想上師及空中現出三寶諸尊,互相融合,化為五色的大光明。這五色大光明灌入行者頂竅注滿全身,自覺一切的業障,惡業,不淨業,罪業,全部化為黑色的氣從毛細孔排了出去,自己變得光明透澈,身心輕安,充滿福慧。 Terlebih dahulu bacakan tiga kali, kemudian visualisasikan Mulaguru dan seluruh Arya Triratna muncul di angkasa, saling melebur, berubah menjadi cahaya mahaterang 5 warna. Cahaya mahaterang 5 warna ini melalui lubang di ubun-ubun memasuki tubuh sadhaka memenuhi sekujur tubuh, diri sendiri merasakan seluruh karmawarana, karma buruk, karma tak bersih, dosa, seluruhnya berubah menjadi asap hitam keluar dari pori-pori tubuh, diri sendiri berubah menjadi bercahaya terang dan transparan, tubuh dan hati ringan dan tentram, penuh akan berkah dan kebijaksanaan. 五,接著又唸「四皈依真言」,隨意唸多唸少,愈多愈好。 5, Selanjutnya bacakan 「Mantra Catursarana」, terserah mau membaca banyak atau sedikit, semakin banyak semakin bagus. 六,唸完「四皈依真言」,要唸「發菩提心文」(三遍): 6, Selesai membaca 「Mantra Catursarana」, harus membaca 「Gatha Pengembangan Bodhicitta」(3 kali): “弟子蓮花OO,從此皈依根本上師,三寶,直至菩提,永不退轉,所有大小各善,悉以回施眾生,速成佛道。” “Siswa Lianhua OO, sejak sekarang berlindung pada Mulacarya, Triratna, hingga merealisasikan Bodhi, selamanya tidak mundur, seluruh kebajikan besar maupun kecil, dilimpahkan kembali kepada insan, menapaki jalan cepat menuju terealisasinya kebuddhaan.” 七,加持其他心咒: 蓮生活佛心咒(108或千遍) 嗡。古魯。蓮生悉地吽。 蓮華生大士心咒(108或千遍) 嗡阿吽。別炸古魯。唄瑪。悉地吽。些。 觀世音菩薩心咒(108或千遍) 嗡。嘛呢唄咪。吽。 阿彌陀佛心咒(108或千遍) 嗡。阿彌爹娃。些。 綠救度母心咒(108或千遍) 嗡。打啦。度打啦。度啦。梭哈。 7, Tambahkan pembacaan Mantra lainnya : Mantra Hati Buddha Hidup Liansheng (108 atau ribuan) Om. Kulu. Liansheng. Sitti. Hom. Mantra Hati Padmasambhava Guru (108 atau ribuan) Om A Hom. Pecakulu. Peima. Sitti Hom. Sie. Mantra Hati Avalokitesvara Bodhisattva (108 atau ribuan) Om. Mani. Peimi. Hom. Mantra Hati Amitabha Buddha (108 atau ribuan) Om. Amitiewa. Sie. Mantra Hati Tara Hijau (108 atau ribuan) Om. Tala. Tuttala. Tula. Soha. 八,唸完加持心咒即唸「迴向文」: 蓮生活佛加被力,三寶放光除業障, 我于眾生成佛道,皆共往生極樂國。 8, Setelah selesai membaca Mantra Hati, bacakan 「Gatha Pelimpahan Jasa」: (pinyin 🙂 Liansheng Huofo jia bei li, Sanbao fangguang chu yezhang, Wo yu zhongsheng cheng Fo Dao, jie gong wangsheng jileguo. (cara baca indo 🙂 Liensheng Huofo ciapei li, Sanpau fangkuang chu yecang, Wo yi congsheng cheng Fo Tao, cie kong wangsheng cile kuo. 九,大禮拜,出壇。 9, Mahanamaskara, keluar dari altar mandala. 這個「真佛四皈依法」其重點在「五色的大光明」也就是唸完三遍「四皈依咒」的觀想上。上師及三寶諸尊出現在虛空中,互相旋轉而融合,變成五色的大光明,然後從行者頂竅灌入,行者一切業障化為黑氣,從毛細孔排了出去。 這個觀想是第一等重要。 Titik berat「Sadhana Catursarana Satya Buddha」ini adalah pada 「Cahaya Mahaterang Lima Warna」, juga merupakan yang divisualisasikan setelah pembacaan 3 kali mantra Catursarana. Mulaguru dan para Arya Triratna muncul di tengah angkasa raya, saling berputar sehingga melebur, berubah menjadi Cahaya Mahaterang 5 Warna, kemudian masuk melalui lubang ubun-ubun sadhaka, seluruh karmawarana sadhaka berubah menjadi asap hitam, keluar dari pori-pori tubuh. Visualisasi ini adalah yang paling penting. 這個「四皈依法」的重點,也是在「上師」,密宗的四皈依,金剛上師排在第一位。這是金剛上師是三寶諸尊的總持,眾生因為有了「金剛上師」的傳法,才能真正的明白三寶。 所以眾生因皈依金剛上師,才有密法可學。也因金剛上師的依怙,才有辦法蒙上師三寶的救度。 Titik berat dari 「Sadhana Catursarana」ini, juga terletak pada 「Mulacarya」, Catursarana dalam Tantrayana, Mulavajracarya menempati posisi nomor satu. Ini dikarenakan Mulavajracarya merupakan Vajradhara dari para Arya Triratna, oleh berkat adanya pewarisan Dharma dari 「Mulavajracarya」-lah, sehingga insan dapat baru dapat benar-benar memahami Triratna. Oleh karena itulah insan harus bersarana pada Mulavajracarya, barulah bisa mendapatkan Sadhana Rahasya untuk dipelajari. Dan berkat bersandar pada Mulavajracarya-lah, barulah bisa mendapatkan cara untuk mendapat pertolongan dari Mulaguru dan Triratna. 修「四皈依法」是堅固自己對上師三寶的信心;是同上師及三寶永遠的結緣,于佛菩薩永遠有緣;是消除累世的一切業障;是獲得上師三寶的加持;是自己發菩提心的初步。一般西藏的活佛,最初教人習咒,均教「四皈依咒」,把四皈依咒唸了百萬遍,以堅固自己信佛的因緣。我為「真佛四皈依法」寫一偈: Melakukan 「Sadhana Catursarana」dapat mengukuhkan kepercayaan dan keyakinan diri terhadap Mulaguru dan Triratna; Adalah menjalin jodoh selama-lamanya dengan Mulaguru dan Triratna, selamanya memiliki jodoh dengan Buddha dan Bodhisattva; Adalah mengikis seluruh karmawarana yang terhimpun dari masa lampau yang tak terhingga; Adalah mendapatkan berkah adhistana dari Mulaguru dan Triratna; Adalah langkah pertama bagi diri sendiri dalam membangkitkan Bodhicitta. Sebagian Rinpoche Tibet, mengajarkan Mantra yang paling pertama untuk umat, adalah mengajarkan 「Mantra Catursarana」, japakan Mantra Catursarana sebanyak 1 juta kali, untuk mengokohkan jodoh sebab keyakinan diri terhadap Buddha. Saya menuliskan sebuah Gatha untuk 「Sadhana Catursarana」: 一法皈依業消清,于佛有緣法必成; 莫在人間變俗客,菩提心發度眾生。 Satu sadhana bersarana, karmawarana pun menjadi bersih, Berjodoh dengan Buddha, pastilah berhasil dalam Dharma; Jika menjadi tamu awam di dalam dunia manusia, Bodhicitta terbangkitkan menyeberangkan insan. 節錄自盧勝彥文集第63冊「真佛秘中秘」 Disadur dari dalam Buku Karya Master Shengyen-Lu ke-63 「Rahasya di dalam Rahasia Satya Buddha」 ******** browse for the origin article please Sign In (Free) https://www.tbboyeh.org/ *If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!* **This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching** 15456331912271545633146303154563314004615456331646941545633186583FB_IMG_15647189685461545633149189

Read Full Post »


553 Lima Jenis Bodhicitta (Bagian Ketiga)

Oleh : Grandmaster Shengyen-Lu

Sumber : Mahasiddhi Cahaya Pelangi, Dharmadesana tanggal 24 Oktober 1997

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

——————————————————————————————————–

Kita membahas lima jenis bodhicitta.

Bodhicitta pertama, disebut sumpah bodhicitta, juga merupakan membangkitkan ikrar. Bodhicitta kedua, disebut menjalankan bodhicitta. Setelah membangkitkan ikrar, anda harus menjalankan, yaitu harus dipraktikkan, bersungguh-sungguh melatih diri. Bodhicitta yang ketiga disebut dengan bodhicitta paramattha, yang ini lebih rumit untuk dijelaskan.

Dari kelima jenis bodhicitta, bodhicitta yang ketiga disebut dengan bodhicitta paramattha. Di dalam Tantrayana, sering disebutkan mengenai “cahaya cemerlang kebajikan unggul (paramatthajotika)”. Ini maksudnya adalah anda telah membangkitkan ikrar, dan juga telah melaksanakannya. Namun di dalamnya terkandung makna yang lebih dalam, lebih mendalam, yaitu anda telah melaksanakannya, namun tidak berharap, tidak mengharapkan balasan apapun. Malahan setelah melakukannya, seluruhnya dileburkan ke dalam sifat sunya. Ini adalah poin yang lebih susah, inilah yang disebut dengan bodhicitta paramattha. Juga berarti berdana namun tidak mengharapkan balas jasa, secara total melaksanakan ikrar secara alamiah tanpa paksaan. Jenis bodhicitta ini dinamakan bodhicitta paramattha.

Ini merupakan poin yang agak rumit. Ada sebagian orang, setelah melakukan sesuatu, ia mengharapkan orang lain akan memujinya, jika tidak, dia tidak akan melakukannya. Setelah melakukan perbuatan bajik, tercantum di dalam koran, ia akan sangat gembira. Sebelum diterbitkan dalam koran, setiap hari ia menelepon kantor surat kabar menanyakan, “Kenapa masih belum diterbitkan?”

Mengharapkan mendapatkan penghargaan, melakukan kebajikan jenis apapun, ada hadiahnya, ataupun ada mendapatkan penghargaan. Oleh dikarenakan sudah mendapatkan sangat banyak perbuatan bajik, setiap jenis kebajikan yang saya perbuat, saya mencatatnya. Setelah dicatat, dikirimkan kepada acara penghargaan yang paling bergengsi, seperti Nobel, ataupun mendaftarkan untuk dapat menerima penghargaan di acara manapun, ataupun di acara pemberian penghargaan perdamaian.

Oleh karena anda telah membangkitkan ikrar, melakukan perbuatan bajik. Anda telah melakukan sangat banyak perbuatan bajik, semuanya dicatat, di saat sudah terakumulasi sangat banyak, kemudian dikirimkan ke acara penghargaan, sehingga mendapatkan titel penghargaan.

Sebagian orang, bodhicitta paramatthanya yang seperti apa? Adalah sudah melakukan, lantas mengembalikannya kepada tiada, di sinilah letak kerumitannya. Inilah yang dinamakan dengan “paramattha”, terkandung suatu makna yang sangat unggul di dalamnya. Juga berarti bahwa apa yang anda ikrarkan, apa yang anda lakukan, seluruhnya dikembalikan kepada angkasa, ini lebih tinggi tingkatannya.

Agama Buddha mengajarkan kepada kita, kehidupan manusia adalah ilusi, merupakan sebuah mimpi, merupakan sebuah sandiwara. Keseluruhan “kekosongan dari tiga wujud perputaran” yaitu tiada penderma, tiada objek yang menerima derma, tiada objek yang didermakan, dinamakan dengan “kekosongan dari tiga wujud perputaran”.

Segala yang anda lakukan, pada dasarnya semua akan kembali kepada angkasa, masih ada apa lagi? Oleh karena itu, janganlah anda melekati perbuatanmu, ikrarmu, asalkan anda melakukan dengan segenap hati dan segenap tenaga, itu sudah benar. Ini barulah yang disebut dengan “kebajikan yang tak terhingga”. Seluruh “kebajikan yang tak terhingga”, adalah anda melakukan, anda berikrar. Namun, segalanya kembali kepada angkasa, disebut dengan “kebajikan yang tak terhingga”. “Kebajikan yang tak terhingga” yang sesungguhnya adalah yang seperti ini.

Oleh karena itu, semua yang berwujud ini, setelah anda lakukan, lantas anda mencatatnya semua, hari ini saya telah melakukan perbuatan bajik seperti ini dan itu. Besok anda mencatatnya lagi, segala kebajikan yang telah anda perbuat. Kelak anda berkata, “Saya telah melakukan sebegitu banyak perbuatan bajik, mengapa masih belum mendapatkan pembalasan yang baik?” Ini tidaklah sesuai dengan bodhicitta paramattha.

Ada banyak orang bertanya kepada Mahaguru Lu, “Bagaimanakah Aliran Tantra Satya Buddha kelak?” Saya hanya menjawab delapan patah kata, “Berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah”. Kita melakukan perbuatan bajik, juga sama. Berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah, tidak mengharapkan balasan apapun, segalanya sangatlah alamiah.

Saya sering menuliskan “keberhasilan melakukan kebajikan bak sungai pasir mimpi”, inilah bodhicitta paramattha.

Juga ada yang bertanya pada saya, “Mahaguru Lu, anda menulis begitu banyak buku, berapa banyak buku yang ingin anda tulis?” Saya juga tidak tahu, I don’t know. Saya hanya berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah.

“Anda melukis, ingin melukis sampai berapa lembar?” Lakukan dengan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah.  Hati saya kosong tiada beban, inilah wujud kemunculan bodhicitta paramattha, sehingga hatipun kosong tiada beban.

Anda ingin menjadi apa? Menjadi ketua pengurus Majelis Tantrayana Satya Buddha? Menjadi ketua umum Majelis Tantrayana Satya Buddha? Jika anda memiliki niat seperti ini, anda tidaklah memiliki bodhicitta paramattha.

Ketua pengurus Majelis Tantrayana Satya Buddha sektor RRC, ketua apa, ketua apa, semuanya saya inginkan, satu pun tidak boleh ada yang terlewatkan, karena saya yang paling banyak berbuat, tidak ada orang yang mengungguli saya, semuanya saya inginkan. Seluruh “nama” ini saya inginkan, seluruh “keuntungan” juga saya inginkan, semuanya saya raup, tidak ada bodhicitta paramattha.

Bodhicitta paramattha yang sesungguhnya adalah biarkan berjalan secara alamiah, segalanya kembali pada kebajikan bak sungai pasir mimpi, harus mampu memahami makna paramattha.

Anda memiliki bodhicitta paramattha, segala yang anda lakukan, berubah menjadi cahaya cemerlang, inilah cahaya cemerlang kebajikan unggul (paramatthajotika).

Semua yang sering saya katakan, “Segala kegiatan yayasan amal, bukanlah kebajikan. Oleh karena bukanlah kebajikan, barulah disebut dengan kebajikan.” Apakah maksud dari kalimat ini? Dua kata “para-mattha”.

Dalam Sutra Vajracheddika, dikatakan bahwa segala kebajikan bukanlah merupakan kebajikan. Oleh karena bukanlah kebajikan, barulah disebut dengan kebajikan. Dua patah kata – para-mattha.

Oleh karena itu, kita belajar Dharma, belajar Buddha, belajar Ajaran, setelah anda membangkitkan ikrar, membangkitkan sumpah bodhi, menjalankan jalan bodhi, namun anda tidak menganggapnya sebagai sebuah kebajikan. Oleh karena tidak menganggapnya sebagai sebuah kebajikan, ini barulah kebajikan. Oleh karena itulah, adalah tidak terhingga, tidak dapat terbayangkan, seluruhnya sedang menjelaskan dua kata “para-mattha” ini.

Jika anda memahaminya, maka anda akan mengetahui apa yang dimaksudkan “tidak ada kebajikan” yang dikatakan oleh Bodhidharma. “Tidak ada kebajikan”, adalah makna dari paramattha.

Kaisar Liang tidak memahami paramattha, ia hanya menjalankan ikrar, tidak memiliki paramattha.

Om Mani Padme Hum.

Link sumber artikel dalam bahasa mandarin :

http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=29&csid=34&id=585

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/ daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


By : Grand Master Liansheng Sheng-Yen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Source : B231 –法王的大傳說

Image

Di masa lampau, Y.A. Atisa tiba di Jambi di Pulau Sumatra (Indonesia), dengan harapan dapat berbincang dengan Mahaguru Jinzhou.

Kedua telah tidak bersua selama dua belas tahun (atas alasan yang hanya dapat saling dipahami oleh keduanya).

Belakangan, mereka bertemu di sebuah acara perjamuan Sangha.

Y.A. Atisa segera melakukan mahanamaskara hingga lima bagian tubuh menyentuh tanah menghadap Mahaguru Jinzhou.

Mahaguru Jinzhou menggunakan tangan kanan menyentuh ubun-ubun Y.A. Atisa dan melantunkan ‘Syair Paripurna’.

Mahaguru Jinzhou bertanya, “Berhasilkah mempelajari bodhicitta maitri-karuna? Bisakah bertahan dalam dua belas tahun ini?”

Y.A. Atisa menjawab, “Bisa.”

Mahaguru Jinzhou menghadiahi pratima Sakyamuni Buddha yang paling lama dipujanya kepada Y.A. Atisa dan berkata, “Saya memberikan vyakarana padamu, kelak kamu akan menjadi pemimpin sebuah aliran.”

Di kemudian hari, Y.A. Atisa mendirikan sekte ‘Kadampa’.

Setelah kejadian itu, Y.A. Atisa benar-benar berguru kepada pengalaman selama dua belas tahun.

Mahaguru Jinzhou mengajarkan Y.A. Atisa :

  1. Abhisamayālamkāra nāma prajnāpāramitopadeśa śāstra
  2. Siksasamucaya
  3. Bodhisattvacharyavatara
  4. Melatih sadhana bertukar raga
  5. Tujuh bodhicitta

……

Demikianlah total dua belas tahun, menuntaskan mempelajari seluruh ajaran, terutama tiga kebijaksanaan, empat perbuatan, dan satu hasil dalam Abhisamayālamkāra nāma prajnāpāramitopadeśa śāstra, kesemuanya ditransmisikan tanpa ada yang dirahasiakan kepada Y.A. Atisa.

Y.A. Atisa berguru kepada pengalaman selama dua belas tahun, menuntaskan seluruh pembelajarannya, dan oleh sebab itu menghormati Mahaguru Jinzhou dengan penghormatan yang tiada bandingannya.

Saat Y.A. Atisa meninggalkan Mahaguru Jinzhou, beliau berkata, “Selama hidup ini, telah menerima ajaran yang begitu besar dari Mahaguru Jinzhou, merupakan budi terunggul, selamanya akan dijunjung di ubun-ubun.”

Tidak perduli apakah Y.A. Atisa sedang berada di India maupun di Tibet, asalkan mendengar ada orang yang menyebut nama Mahaguru Jinzhou, beliau pasti beranjali di ubun-ubunnya sendiri, mengumandangkan gatha pujian empat kata mengagungkan Guru luhurnya, setelah itu barulah berani mengucapkan nama Mahaguru Jinzhou.

Orang yang menyaksikannya bertanya, “Y.A. Atisa, anda pernah bersujud pada sangat banyak guru, mengapa anda sangat menghormati Mahaguru Jinzhou hingga se-spesial itu? Bagaimana dengan guru yang lain? Apakah ada perbedaan?”

Y.A. Atisa menjawab, “Guru Silsilah saya sangatlah banyak, kebanyakan di antaranya merupakan mahasiddha, jalan kebenaran mereka tidaklah ada perbedaan. Akan tetapi, di tempat Mahaguru Jinzhou, saya mendapatkan bodhicitta langka yang sangat mendalam, ini hanya dapat diperoleh melalui lautan pahala kebajikan dari Mahaguru Jinzhou, perbedaannya ada di dalam budi silsilah!”

Y.A. Atisa menyarankan para sadhaka :

“Jadilah orang yang tahu budi dan tahu membalas budi, jangan pernah mempelajari menggunakan benda tajam! Setelah belajar sedikit, sudah merasa dirinya sangat hebat, budi Guru luhurnya dilupakan secara tuntas tak bersisa. Lebih lanjut, malah mulai memarahi gurunya sendiri, memfitnah dan menjelek-jelekkan gurunya sendiri, orang seperti ini lebih rendah dibandingkan dengan orang awam, lebih rendah daripada hewan, bersiaplah turun ke Neraka Vajra!”

Y.A. Atisa berkata, “Tantrayana menitikberatkan di pemberian Silsilah dari Guru Silsilah, jika tidak mendapatkan silsilah resmi dan pengajaran dari Gurunya, belajar sendiri dari buku, rasanya seperti menggerogoti lilin.”

Sajak :

Semua orang mengetahui “Lima puluh Syair Abdi Guru”

Sungguh disayangkan, manusia zaman sekarang tidak begitu menghormatinya

Meremehkannya

Lantas bagaimana Guru bisa membabarkan apa yang dibutuhkan oleh hati

Tidak mencapai keberhasilan bersadhana

Hanya sesumbar

Karena pada dasarnya tidak paham menghormati Guru Luhur

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/   daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

——————————————————————————————————————-

阿底峽事師十二年 文 / 聖尊蓮生活佛

若干世前,阿底峽尊者到了蘇門答臘島的占碑,欲參訪金洲大師。
兩人十二個月未見面。(互審其器之故)
後來,在一次供養會中,見到了。
阿底峽尊者,馬上趨前向金洲大師行五體投地的大禮拜。
金洲大師用右手置尊者頂,誦:
〈吉祥頌〉 。
金洲大師問:
「能學慈悲菩提心耶?能住此十二年耶?」
阿底峽答:
「能。」
金洲大師將自己供奉最久的釋迦牟尼像,賜贈尊者,說:「我授記你,將來必成一教之主。」
阿底峽尊者後來創「噶當派」。

接著阿底峽尊者真的事師十二年之久。
金洲大師教阿底峽尊者:
一、《現觀莊嚴論》。
二、《集菩薩學論》。
三、《入菩薩行論》。
四、修自他互換法。
五、七菩提心。
……。

如此共十二年,盡學一切的教授,尤其《現觀莊嚴論》的「三智」 、 「四行」、「一果」,全部毫無保留的傳給阿底峽尊者。
阿底峽事師十二年,盡其所學,而且事奉金洲大師,無比的恭敬。
當阿底峽尊者離開金洲大師時,說:
「這一生,承金洲大師教誨至大,是第一具恩,永為自己的頂飾。」

阿底峽尊者不管在天竺或西藏,只要聽到有人提到金洲大師,他必合掌於自己頭頂,以四句頌讚揚自己的恩師,隨後才敢稱金洲大師之名。
見者問:
「阿底峽尊者,你禮拜過很多的師父,為何你對金洲大師如此的恭敬,而其他的師父呢?難道有差別嗎?」
尊者回答:
「我的傳承師父甚多,多是大成就者,道行是毫無差別的。但是我在金洲大師處,得了甚深稀有的菩提心,這是由金洲大師之恩澤才獲得的,這是承恩有別啊!」
阿底峽尊者曾勸修行人:
「做人要知恩報恩,千萬不要學劣法器,學了點滴,自己以為了不起,把自己師恩忘得一乾二淨。接著,反而罵起自己的師父,毀謗自己師父,這些人比俗人還不如,比禽獸還不如,只好下金剛地獄了!」
阿底峽尊者說:
「密教重在師承的教授,若無師承口授,白己看書,味同齧蠟。」
詩:
人人均知《事師法五十頌》
可惜今人沒有這麼尊重
輕忽了

師父又如何能傳心要

修法修不成
只有叮叮
因為根本不懂得師恩

蓮生活佛著作 盧勝彥文集 第231冊「法王的大傳說」

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »