Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Mahaguru Lu’


Disadur dari Buku Karya Shengyen-Lu ke-298 — “Catatan Petunjuk Mimpi” (Revelation of Dream)

Judul asli: 000 花生吊墜 (節錄自蓮生活佛盧勝彥文集第298册 《夢的啟示錄》)

Diterjemahkan oleh: Meilinda Xu, 29 Maret 2026

Suatu hari, saya (Mahaguru Lu) bermimpi dalam tidur. Kejadian di dalam mimpi sangatlah unik, sebagai berikut:

Saya bermimpi, di tengah angkasa beterbangan banyak barang menuju ke arah saya, terbang ke hadapan saya. Setelah mengamati, saya hampir saja tertawa terpingkal-pingkal.

Soalnya, semua barang ini adalah mainan.

Beberapa di antaranya:

Pulpen kaca.

Gantungan kunci minion.

Topi bercorak babi.

Ayam kecil yang bisa glowing in the dark, dan babi kecil yang juga glowing in the dark.

Bros.

Kalung LOVE.

Kotak ajaib doraemon.

Sebuah lukisan asteroid.

Dan lain sebagainya, totalnya berjumlah tujuh belas barang.

Di antaranya, ada sebuah barang yang sangat unik, yaitu gantungan kunci penjepit kacang tanah. Gantungan kunci penjepit ini bisa menjepit kacang kulit, sekali jepit keluarlah dua butir kacang tanah.

Alasan khusus saya memperhatikannya adalah, karena di resleting dompet saya, tergantung sebuah “gantungan kunci penjepit kacang edamame”. Sekali jepit, keluarlah tiga butir kacang edamame.

Hahaha!

Seru sekali!

Saya melihat lagi ke resleting dompet saya, tergantung gantungan kunci penjepit kacang edamame dan gantungan kunci penjepit kacang tanah yang berwarna kuning.

Di dalam mimpi, itulah barang-barang yang saya lihat.

Sebulan setelah bermimpi (saya sudah lupa semua kejadian dalam mimpi tersebut), seorang Siswa bernama Lianhua Ruiling mengirimi saya sepucuk surat dan beberapa hadiah.

Hadiah darinya membuat saya sangat terkejut!

Sebab, barang yang dihadiahkan kepada saya, ternyata semuanya adalah barang yang ada di dalam mimpi saya tersebut.

Saya mau tak mau jadi terpikir.

Lianhua Ruiling memberi saya hadiah, sebulan sebelumnya, saya sudah memimpikan semuanya.

Sebenarnya ada apa?

Lianhua Ruiling sang gadis cilik berkata, “Saya membeli beberapa hadiah untuk Anda, untuk menghibur Anda. Mahaguru Lu gembira, saya juga gembira.”

Ia menulis, “Gantungan kunci penjepit kacang tanah ini bisa dipakai untuk menjepit kacang kulit, kacang tanah akan loncat keluar dari dalam kulitnya.”

Lagi, “Mahaguru Lu suka makan kacang tanah.”

Dan lagi, “Ini merupakan gantungan kunci penjepit yang satu seri dengan penjepit kacang edamame di dompet Mahaguru.”

Ia berkata lagi, “Mahaguru Lu shio ayam, Ruiling shio babi, maka saya beli ayam kecil dan babi kecil.”

Hadiah yang dibeli oleh Lianhua Ruiling, semuanya diberi catatan penjelasan.

Pertanyaan saya adalah:

Mengapa Lianhua Ruiling memberi saya hadiah, saya bisa memimpikannya terlebih dahulu?

Malahan, satu pun tiada yang kurang?

Ada nidana apa antara ‘Lianhua Ruiling’ dan ‘Mahaguru Lu’?

Kita bilang: keinginan menjadi kenyataan.

Namun, saya kan tidak berkeinginan dulu!

Saya sangat ingin bertemu dengan Lianhua Ruiling, ingin memahami misteri dibalik teka-teki ini.

Mengapa seorang gadis cilik menghadiahi saya barang, saya bisa memimpikannya terlebih dahulu?

Di dalamnya pasti ada jalinan jodoh yang luar biasa.

Namun, saya tidak ingin mencari tahu melalui ‘ramalan dewata’.

Saya hanya ingin menggunakan cara normal, secara alamiah, untuk memecahkan misteri kuno berusia ribuan tahun ini.

Read Full Post »


https://reader.tbboyeh.org/

Disadur dari Buku Karya Shengyen-Lu ke-053 — “Antara Buddha dan Mara” (Between The Buddha and The Mara)

Judul asli: 020 隔空的念力(祈求法) (節錄自蓮生活佛盧勝彥文集第053册 《佛御魔之間》)

Diterjemahkan oleh: Meilinda Xu, 27 Maret 2026

Terlebih dahulu saya lampirkan sepucuk surat di permulaan artikel ini, kemudian baru saya jelaskan!


Mohon agar Mahaguru memeriksanya:

Belakangan ini, Murid membaca sebuah artikel pembahasan Jalan Kebenaran di sebuah jurnal yang dicetak oleh “Biksu XX”. Artikel tersebut menyinggung mengenai “abhijna (kekuatan spiritual)”. Meskipun artikel tersebut tidak menyebutkan nama Mahaguru, namun digambarkan ibarat ‘pembunuh yang menyamar sebagai rombongan penari profesional’, orang yang paham pasti akan memahami siapa orang yang dimaksudkan dalam sekali baca. Artikel tersebut menegaskan bahwa orang yang mengaku sebagai Buddha Bodhisattva, itu pastilah Mara yang sedang menyamar, kelak akan masuk Neraka.”

Reputasi Mahaguru sudah terkenal di seantero dunia, dihujat dan difitnah bertubi-tubi oleh insan di dunia. Orang yang menghujat menganggap Anda sebagai ‘binatang buas dan malapetaka’, ‘Iblis menempel di tubuh’, ‘kesurupan Iblis dan sesat’. Namun, Mahaguru, hingga sekarang, Murid tidak pernah melihat ada Guru Bajik ‘kesurupan Iblis dan sesat’ yang tidak pernah putus melatih diri dalam penderitaan, tidak putus membuat karya tulis dan mengutamakan maitri karuna (welas asih), rela mengorbankan diri demi menolong orang lain.

Jika Mahaguru benar-benar sudah ‘kesurupan Iblis dan sesat’, maka itu kemungkinan adalah Mahaguru sudah menyelamatkan terlalu banyak insan, mujizat kekuatan spiritual terlalu dahsyat, misi penyelamatan manusianya telah tak terukur dan terlampau membara, sehingga mengundang rasa cemburu dan kedengkian yang membabi buta dari Mara Langit. Mara Langit masuk ke dalam hati beberapa pelatih diri, sehingga orang-orang ramai menghujat Mahaguru sebagai orang yang ‘kesurupan Iblis dan sesat’. Dengan demikian, Mahaguru telah dihakimi sebagai tokoh simbolik ‘kesurupan Iblis dan sesat’.

Mahaguru, Murid tidak pernah bertemu dengan orang yang sedemikian welas asihnya seperti Mahaguru. Mahaguru rela mengorbankan diri demi umat manusia. Pengorbanan waktu, tenaga, dan konsentrasi Mahaguru yang berharga demi umat manusia sudah melampaui batas seorang manusia normal. Sebegitu banyaknya orang yang mencari Anda untuk meminta tolong, dan Mahaguru menolong semuanya satu per satu, dan tidak pernah meminta balas budi ataupun imbal jasa kepada yang sudah ditolong. Siapa yang sudi mengambil peranan ‘orang bodoh’ seperti ini? Saat ini, banyak pelatih diri yang walaupun penampilan luarnya memuja Buddha dan melatih diri, namun hatinya masih belum bersih dari nama dan tahta, haus reputasi dan haus keuntungan. Selama hati mereka masih belum bisa benar-benar Anatta (Tanpa Aku), mereka tidak memahami karakter dan jati diri Mahaguru, sedikit-sedikit menghujat Mahaguru, bagaimana mereka bisa memupuk ladang kebajikan?

Mahaguru, setiap mengangkat pena, Murid teringat pada budi dan jasa Mahaguru kepada kami sekeluarga. Terutama di saat penyakit Ibunda sedang dalam kondisi gawat. Murid sudah tidak punya jalan keluar, siang malam tidak bisa tidur, teringat mengapa tidak meminta tolong pada Mahaguru? Sehingga, Murid membulatkan hati bertaruh untuk mencoba menulis surat. Saat itu, Murid belum bersarana pada Mahaguru. Bagi Mahaguru, itu bagaikan hanya satu orang di antara jutaan orang yang meminta tolong kepada Mahaguru. Namun tak disangka, dalam waktu tiga minggu, balasan Mahaguru tiba. Yang lebih ajaib lagi, penyakit yang diderita Ibunda menemui titik terang, sembuh sendiri tanpa obat. Ini semua sungguh-sungguh merupakan jerih payah dari Mahaguru, Murid sangat kagum dari lubuk hati terdalam. Mahaguru, jika bukan karena Anda telah memperlihatkan maha abhijna satu kali kepada Murid, keluarga Murid entah akan menjadi seperti apa sekarang!

Sebagai penutup surat, Murid merasa apa yang menimpa Mahaguru sangatlah tidak adil. “Biksu XX” mungkin tidak memahami perasaan seorang anak yang amat sangat mengharapkan pertolongan dari Dewata, yang telah putus asa meminta pertolongan ke segala penjuru namun tidak membuahkan kemanjuran atas penyakit Ibunda yang sudah gawat. Maha abhijna dari Mahaguru selamanya terpatri di dalam hati Murid, dan Murid bersedia memberikan kesaksian untuk Mahaguru. Andaipun hasilnya seperti yang dikatakan oleh “Biksu XX”, memperlihatkan abhijna untuk menolong orang akan mengakibatkan jatuh ke Neraka, Murid rela menggantikan Mahaguru untuk menanggung akibatnya, Murid tidak menyesal.

Mahaguru, bagaimana kabar dan kondisi kehidupan Anda di Amerika? Terpisah berjarak ribuan gunung yang melintang dan samudera yang melintasi, Murid ingin bertemu dan melihat sosok dan suara Mahaguru yang welas asih, namun Murid hanya dapat berharap mampu berjumpa Mahaguru di dalam mimpi saja.

Salam hormat kepada Mahaguru dan keluarga, semoga Mahaguru dan keluarga sehat walafiat dan aman sejahtera.

Salam Hormat dari Murid,

Lianyi

19 Maret 1984


Setelah menerima surat ini, saya merenungkan beberapa hal:

Pertama, saya ‘kesurupan Iblis dan sesat’ juga tidak apa-apa! Tidak ‘kesurupan Iblis dan sesat’ juga tidak apa-apa! ‘Mara Langit menempel di tubuh’ juga tidak apa-apa, bukan ‘Mara Langit menempel di tubuh’ juga tidak apa-apa. Terserah orang mau berkata seperti apa, sekarang saya sudah tidak merasa heran. Namun saya bukan hidup menyepi karena masalah ini, dan tekad (sradha) saya untuk ‘menolong orang’ juga tidak luntur. Saya ini adalah seorang yang bermental baja dan bertekad baja, tidak patah semangat walaupun telah mengalami kegagalan ratusan kali. Seumur hidup saya dijalani tanpa kata ‘menyesal’. Bagaimanapun juga, saya menggunakan semua cara untuk mencapai tujuan mengikis dan menyelesaikan permasalahan dan kesulitan umat manusia. Jika aktivitas menolong umat manusia terbebas dari penderitaan tersebut dikatakan sebagai aktivitas dari seorang ‘Mara Langit’, maka saya adalah ‘Maha Mara Langit’. Dan walaupun saya adalah ‘Maha Mara Langit’, saya juga tidak menyesal.

Kedua, mengurangi dan menghilangkan derita penyakit orang, tidaklah termasuk “maha abhijna”. Saya hanya menuliskan delapan data kelahiran pasien, membacanya, di depan pelita cahaya persembahan kepada Bodhisattva, lalu saya mengundang ‘wujud astralnya’, kemudian menempelkan tubuh astral pasien ke tubuh saya, jadi yang saya pakai adalah “metode permohonan dengan menempel”, kemudian saya melakukan tiga kali namaskara (bersujud) kepada para Buddha Bodhisattva. Ini adalah menggantikan “pasien” untuk bernamaskara kepada Buddha Bodhisattva.

Kemudian, saya menggunakan kekuatan mantra. Mantra yang dijapa dari dalam hati berubah menjadi mantra berkekuatan besar yang membantu “pasien” terlepas dari penderitaan, menggunakan “metode memutar roda Dharma 1000 kali” dan “mantra memutar roda Dharma 1000 kali”, mengubahnya menjadi cahaya kemujuran, dan mengikis karma “pasien”; ini adalah “metode membuat permohonan” yang mengandalkan “daya pikiran melampaui dimensi”, bukan maha abhijna apa.

“Metode membuat permohonan” yang seperti ini, apakah termasuk menampilkan abhijna? Apakah tidak diperbolehkan? Apakah harus masuk Neraka? Sakit penyakit ibunda Lianyi, disembuhkan dengan cara ini.

Ketiga, Lianyi mengatakan bersedia menggantikan saya masuk Neraka. Saya bilang, tidak perlu. Karma setiap orang ditanggung masing-masing. Dari dalam hati, saya berterima kasih pada niat baiknya, namun saya percaya, ini tidak akan membuat saya masuk Neraka. Saya setiap hari sudah masuk Neraka, karena saya memiliki “daya abhijna”, juga pernah tiba di ‘Istana Raja Naga’, pernah tiba di ‘Neraka’, dan pernah berdharmadesana di ‘Neraka’. Ini adalah kenyataan, bukan ilusi. Di dunia ini, yang dapat membedakan ‘kenyataan’ dan ‘ilusi’ paling jelas serta tidak melekatinya adalah “Vajracarya Lu Shengyan, Sang Sadhaka Rahasya Bermahkota Merah Berpita Suci”. Saya sudah pernah ke Neraka. Saya pergi ke Neraka untuk menyeberangkan insan yang menderita di Neraka. Saya juga pernah bersumpah, kelak saya akan tinggal selamanya di dalam Neraka, selama Neraka tidak kosong, maka saya bersumpah tidak akan mencapai Kebuddhaan. Muladinata saya adalah “Ksitigarbha Bodhisattva”!

Saya menuliskan sebait gatha:

Mara Langit dibalik adalah Buddha juga,

Abhijna menolong insan dari derita;

Hitam putih sering dibalikkan di dunia,

Maju terus pantang mundur menolong insan.

Read Full Post »


世尊开示集676密教修行成就的大法 Dharmadesana Mahaguru ke-676 Mahasadhana Keberhasilan Bhavana Tantrayana Translation: Meilinda Xu 莲花许月珊 四伽行 的「真佛四皈依法」 「Sadhana Catursarana Satya Buddha」dari Caturprayoga (007-008 為四伽行之二 四皈依法) (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) 007 真佛四皈依法(007-008 為四伽行之二 四皈依法) 007 Sadhana Catursarana Satya Buddha (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) ———————————————————————————– 有「敦珠仁波切」的內密弟子來皈依「真佛宗」。我問:「敦珠活佛教了你什麼大法?」 Ada murid Tantra Internal dari 「Rinpoche Dunzhu」datang bersarana pada 「Tantrayana Satya Buddha」.Saya bertanya : 「Buddha Hidup Dunzhu mengajari kamu mahasadhana apa?」 「四皈依法。」他答,我不相信的搖搖頭。 「Sadhana Catursarana.」Jawabnya. Saya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. 「就是四皈依法,敦珠活佛說,修了百萬遍地四皈依法,就是大法。」這位新皈依的弟子如此堅定的回答我。由此可知,四伽行法之一的「四皈依法」是何等的重要。 「Adalah Sadhana Catursarana, Buddha Hidup Dunzhu mengatakan, setelah melakukan sadhana Catursarana sebanyak 1 juta kali, itulah Mahasadhana.」Murid yang baru bersarana ini menjawab dengan sangat yakin dan teguh. Dari sini dapat diketahui, 「Catursarana」yang merupakan salah satu prayoga dalam Caturprayoga teramat sangat penting. 真佛宗的「四皈依法」,詳述如下: 「Sadhana Caturprayoga」Tantrayana Satya Buddha, detilnya sebagai berikut : 一,進入密壇,目視上師法相或瓷相。 1, Memasuki altar mandala Tantra, pandang gambarupang Mulaguru atau pratima Mulaguru. 二,先觀想上師形容。觀想上師天心白光迸現,射入行者的天心,喉際紅光迸現,射入行者喉際,心際藍光迸現,射入行者心際。 2, Terlebih dahulu visualisasikan sosok Mulaguru. Visualisasikan cakra dahi Mulaguru muncul seberkas cahaya putih, memancar masuk ke dalam cakra dahi sadhaka. Cakra tenggorokan Mulaguru muncul seberkas cahaya merah, memancar masuk ke dalam cakra tenggorokan sadhaka. Cakra hati Mulaguru muncul seberkas cahaya biru, memancar masuk ke dalam cakra hati sadhaka. 三,行者合掌恭敬的唸: 南摩紅冠聖冕金剛上師蓮生活佛。 每唸一聲,拜一拜。 3, Sadhaka beranjali dengan penuh hormat dan melafalkan : (pinyin 🙂 Namo Hongguan Shengmian Jingang Shangshi Liansheng Huofo. (cara baca indo : Namo Hongkuan Shengmien Cinkang Shangshe Liensheng Huofo) Setiap membaca 1x, bersujud 1x. 四,唸四皈依真言: 南摩古魯貝。(皈依金剛上師) 南摩不打耶。(皈依佛) 南摩達摩耶。(皈依法) 南摩僧伽耶。(皈依十方一切聖賢) 4, Melafalkan mantra Catursarana : Namo Kulupei. (Bersarana pada Mulavajracarya) Namo Putaye. (Bersarana pada Buddha) Namo Tamoye. (Bersarana pada Dharma) Namo Sengkiaye. (Bersarana pada seluruh Sangha di sepuluh penjuru) 先唸三遍,隨即觀想上師及空中現出三寶諸尊,互相融合,化為五色的大光明。這五色大光明灌入行者頂竅注滿全身,自覺一切的業障,惡業,不淨業,罪業,全部化為黑色的氣從毛細孔排了出去,自己變得光明透澈,身心輕安,充滿福慧。 Terlebih dahulu bacakan tiga kali, kemudian visualisasikan Mulaguru dan seluruh Arya Triratna muncul di angkasa, saling melebur, berubah menjadi cahaya mahaterang 5 warna. Cahaya mahaterang 5 warna ini melalui lubang di ubun-ubun memasuki tubuh sadhaka memenuhi sekujur tubuh, diri sendiri merasakan seluruh karmawarana, karma buruk, karma tak bersih, dosa, seluruhnya berubah menjadi asap hitam keluar dari pori-pori tubuh, diri sendiri berubah menjadi bercahaya terang dan transparan, tubuh dan hati ringan dan tentram, penuh akan berkah dan kebijaksanaan. 五,接著又唸「四皈依真言」,隨意唸多唸少,愈多愈好。 5, Selanjutnya bacakan 「Mantra Catursarana」, terserah mau membaca banyak atau sedikit, semakin banyak semakin bagus. 六,唸完「四皈依真言」,要唸「發菩提心文」(三遍): 6, Selesai membaca 「Mantra Catursarana」, harus membaca 「Gatha Pengembangan Bodhicitta」(3 kali): “弟子蓮花OO,從此皈依根本上師,三寶,直至菩提,永不退轉,所有大小各善,悉以回施眾生,速成佛道。” “Siswa Lianhua OO, sejak sekarang berlindung pada Mulacarya, Triratna, hingga merealisasikan Bodhi, selamanya tidak mundur, seluruh kebajikan besar maupun kecil, dilimpahkan kembali kepada insan, menapaki jalan cepat menuju terealisasinya kebuddhaan.” 七,加持其他心咒: 蓮生活佛心咒(108或千遍) 嗡。古魯。蓮生悉地吽。 蓮華生大士心咒(108或千遍) 嗡阿吽。別炸古魯。唄瑪。悉地吽。些。 觀世音菩薩心咒(108或千遍) 嗡。嘛呢唄咪。吽。 阿彌陀佛心咒(108或千遍) 嗡。阿彌爹娃。些。 綠救度母心咒(108或千遍) 嗡。打啦。度打啦。度啦。梭哈。 7, Tambahkan pembacaan Mantra lainnya : Mantra Hati Buddha Hidup Liansheng (108 atau ribuan) Om. Kulu. Liansheng. Sitti. Hom. Mantra Hati Padmasambhava Guru (108 atau ribuan) Om A Hom. Pecakulu. Peima. Sitti Hom. Sie. Mantra Hati Avalokitesvara Bodhisattva (108 atau ribuan) Om. Mani. Peimi. Hom. Mantra Hati Amitabha Buddha (108 atau ribuan) Om. Amitiewa. Sie. Mantra Hati Tara Hijau (108 atau ribuan) Om. Tala. Tuttala. Tula. Soha. 八,唸完加持心咒即唸「迴向文」: 蓮生活佛加被力,三寶放光除業障, 我于眾生成佛道,皆共往生極樂國。 8, Setelah selesai membaca Mantra Hati, bacakan 「Gatha Pelimpahan Jasa」: (pinyin 🙂 Liansheng Huofo jia bei li, Sanbao fangguang chu yezhang, Wo yu zhongsheng cheng Fo Dao, jie gong wangsheng jileguo. (cara baca indo 🙂 Liensheng Huofo ciapei li, Sanpau fangkuang chu yecang, Wo yi congsheng cheng Fo Tao, cie kong wangsheng cile kuo. 九,大禮拜,出壇。 9, Mahanamaskara, keluar dari altar mandala. 這個「真佛四皈依法」其重點在「五色的大光明」也就是唸完三遍「四皈依咒」的觀想上。上師及三寶諸尊出現在虛空中,互相旋轉而融合,變成五色的大光明,然後從行者頂竅灌入,行者一切業障化為黑氣,從毛細孔排了出去。 這個觀想是第一等重要。 Titik berat「Sadhana Catursarana Satya Buddha」ini adalah pada 「Cahaya Mahaterang Lima Warna」, juga merupakan yang divisualisasikan setelah pembacaan 3 kali mantra Catursarana. Mulaguru dan para Arya Triratna muncul di tengah angkasa raya, saling berputar sehingga melebur, berubah menjadi Cahaya Mahaterang 5 Warna, kemudian masuk melalui lubang ubun-ubun sadhaka, seluruh karmawarana sadhaka berubah menjadi asap hitam, keluar dari pori-pori tubuh. Visualisasi ini adalah yang paling penting. 這個「四皈依法」的重點,也是在「上師」,密宗的四皈依,金剛上師排在第一位。這是金剛上師是三寶諸尊的總持,眾生因為有了「金剛上師」的傳法,才能真正的明白三寶。 所以眾生因皈依金剛上師,才有密法可學。也因金剛上師的依怙,才有辦法蒙上師三寶的救度。 Titik berat dari 「Sadhana Catursarana」ini, juga terletak pada 「Mulacarya」, Catursarana dalam Tantrayana, Mulavajracarya menempati posisi nomor satu. Ini dikarenakan Mulavajracarya merupakan Vajradhara dari para Arya Triratna, oleh berkat adanya pewarisan Dharma dari 「Mulavajracarya」-lah, sehingga insan dapat baru dapat benar-benar memahami Triratna. Oleh karena itulah insan harus bersarana pada Mulavajracarya, barulah bisa mendapatkan Sadhana Rahasya untuk dipelajari. Dan berkat bersandar pada Mulavajracarya-lah, barulah bisa mendapatkan cara untuk mendapat pertolongan dari Mulaguru dan Triratna. 修「四皈依法」是堅固自己對上師三寶的信心;是同上師及三寶永遠的結緣,于佛菩薩永遠有緣;是消除累世的一切業障;是獲得上師三寶的加持;是自己發菩提心的初步。一般西藏的活佛,最初教人習咒,均教「四皈依咒」,把四皈依咒唸了百萬遍,以堅固自己信佛的因緣。我為「真佛四皈依法」寫一偈: Melakukan 「Sadhana Catursarana」dapat mengukuhkan kepercayaan dan keyakinan diri terhadap Mulaguru dan Triratna; Adalah menjalin jodoh selama-lamanya dengan Mulaguru dan Triratna, selamanya memiliki jodoh dengan Buddha dan Bodhisattva; Adalah mengikis seluruh karmawarana yang terhimpun dari masa lampau yang tak terhingga; Adalah mendapatkan berkah adhistana dari Mulaguru dan Triratna; Adalah langkah pertama bagi diri sendiri dalam membangkitkan Bodhicitta. Sebagian Rinpoche Tibet, mengajarkan Mantra yang paling pertama untuk umat, adalah mengajarkan 「Mantra Catursarana」, japakan Mantra Catursarana sebanyak 1 juta kali, untuk mengokohkan jodoh sebab keyakinan diri terhadap Buddha. Saya menuliskan sebuah Gatha untuk 「Sadhana Catursarana」: 一法皈依業消清,于佛有緣法必成; 莫在人間變俗客,菩提心發度眾生。 Satu sadhana bersarana, karmawarana pun menjadi bersih, Berjodoh dengan Buddha, pastilah berhasil dalam Dharma; Jika menjadi tamu awam di dalam dunia manusia, Bodhicitta terbangkitkan menyeberangkan insan. 節錄自盧勝彥文集第63冊「真佛秘中秘」 Disadur dari dalam Buku Karya Master Shengyen-Lu ke-63 「Rahasya di dalam Rahasia Satya Buddha」 ******** browse for the origin article please Sign In (Free) https://www.tbboyeh.org/ *If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!* **This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching** 15456331912271545633146303154563314004615456331646941545633186583FB_IMG_15647189685461545633149189

Read Full Post »


by Grand Master Sheng Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

Image

Ada yang bertanya, “Di dalam buku ‘Arsip Rahasia Sheng-Yen Lu”, Mahaguru Lu telah membeberkan banyak rahasia yang belum diketahui orang banyak, meliputi apakah anda merupakan anak yang lahir prematur hingga apakah sering dipukuli saat masih kecil. Sebenarnya, banyak orang juga memiliki ingatan masa kecil yang tidak bahagia, malahan menjadi bayang-bayang gelap. Apakah Buddha Dharma memiliki cara untuk mengatasi masalah psikologis seperti ini?” Saya menjawab, “Asalkan dapat menyelami Buddha Dharma, memahami hati dan menyaksikan Buddhata, maka tidak hanya bayang-bayang gelap penderitaan masa kecil, bahkan siksaan penderitaan seumur hidup, dapat diatasi.” Saya mengatakan: Di dalam kehidupan manusia, penderitaan lebih banyak dari kebahagiaan. Di dalam Sutra Buddha, sering dikatakan: Kelahiran merupakan dukkha. Masa kanak-kanak merupakan dukkha. Masa muda dan masa tua, kehilangan pasangan hidup, harta, kebahagiaan, dipenuhi kedukaan. Beban pikiran merupakan dukkha. Sakit merupakan dukkha berkali lipat. Penuaan lebih merupakan dukkha. Meskipun telah memiliki “harta”, saat kehilangan semakin menderita. Meskipun telah memiliki “nama besar”, banyak menuai keiri-hatian dan kabar simpang-siur, juga menderita. Meskipun telah memiliki “wajah rupawan”, begitu mengedipkan mata sudah berlalu, ini juga dukkha. Dan juga, “harta”, “nama”, “rupa” hanya dapat dimiliki dalam waktu singkat saja, saat kehilangan, penderitaannya berkali lipat. Keseluruhan delapan dukkha adalah: Dukkha kelahiran, dukkha penuaan, dukkha penyakit, dukkha kematian, dukkha cinta jangan meninggalkan kita, dukkha dendam kebencian, dukkha karena tidak mendapatkan yang diinginkan, dukkha akibat pancaskandha. Jika sudah mendapatkan yang diinginkan? Bukankah itu sudah tidak menderita lagi? Sebenarnya belum tentu demikian, karena setelah mendapatkan yang diinginkan, takut kehilangan lebih merupakan penderitaan. Gatha pujian kepada Samantabhadra Bodhisattva berbunyi demikian: Waktu akan segera berlalu. Nyawa akan segera berakhir. Bagaikan ikan kekurangan air. Adakah kebahagiaan? * Setelah mendiskusikan begitu banyak dukkha, kemudian, bagaimanakah Buddha Dharma dapat mengatasinya? Sutra Vajrachedika berkata: Segala Dharma yang terkondisi. Bagaikan gelembung bayangan ilusi. Bagaikan embun dan kilat. Seharusnya berpandangan demikian. Maksudnya adalah, melihat dukkha sebagai mimpi, ilusi, gelembung, bayangan, bukan merupakan sesuatu yang kekal. Melihat dukkha bagaikan embun, kilat, cahaya, batu dan api, dengan segera akan lenyap. Juga berarti: Sama halnya dengan ilusi, dengan cepat akan segera berlalu! Masih ada cara mengatasi yang lebih baik. Sutra Vajrachedika menyebutkan: Tiada yang namanya aku, tiada yang namanya orang, tiada yang namanya insan, tiada yang namanya jiwa. Ini merupakan “kesunyataan mulia yang terutama”. Segala penderitaan, dimulai dari “adanya aku”, jika berlatih hingga “tiada yang namanya aku”, maka dukkha telah teratasi. Segala penderitaan, dimulai dari adanya “orang lain dan aku”, jika berlatih hingga “tiada yang namanya orang”, maka dukkha telah teratasi. “Tiada yang namanya insan” (tiada semesta). “Tiada yang namanya jiwa” (tiada waktu). Dalam pandangan sadhaka bermutu tinggi, dukkha dan kebahagiaan merupakan dua sisi yang berbeda, sebenarnya juga merupakan satu sisi yang sama. Kita memahami logika dari “kesunyataan mulia yang terutama”, dukkha dan kebahagiaan pada dasarnya tidak pernah ada, tidak ada dukkha, juga tidak ada kebahagiaan, pada dasarnya merupakan “tiada, bagaimana bisa menjadi ada”. Saat sadhana telah mencapai tahap “tiada, bagaimana bisa menjadi ada”, maka bayang-bayang gelap penderitaan sudah tidak ada sejak awal, tidak ada lagi yang dilekati oleh hati, bagaimana bisa ada bayang-bayang gelap? Di dalam Buddha Dharma, sifat Buddhata yang terunggul (sifat sunyata) adalah kesunyataan mulia yang terutama. Jika dapat benar-benar tercerahkan, mengatasi bayang-bayang gelap penderitaan merupakan hal yang mudah diselesaikan. Saya balik bertanya, “Adakah dukkha?”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

Older Posts »