Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Dharma Article’ Category


By                   : Living Buddha LianSheng (Grand Master Sheng-Yen Lu)
Translation     : Meilinda Xu 莲花许月珊
Source            : B228 – Unusual Past Lives of The Dharma King
Image            Di kehidupan yang lampau, di zaman Yao menjadi kaisar di daratan China, Guru dari Yao adalah seorang pertapa bernama Xuyou. Xuyou adalah seorang yang memiliki prajna yang luar biasa tinggi, bukan prajna yang dimiliki oleh orang awam, melainkan prajna dari orang suci.
            Sehingga, dapat dikatakan bahwa Yao juga tergolong orang suci. Oleh sebab itu, Yao menyerahkan kedudukannya kepada Shun, dan Shun menyerahkan kedudukannya kepada Yu. ‘Penyerahan kedudukan’ yang seperti ini juga merupakan sifat bijak dari para suciwan.
            Yao – Shun – Yu merupakan tiga orang kaisar yang memiliki posisi dan kehormatan yang sangat tinggi di daratan China. Ketiganya diberi julukan ‘Maharaja Penguasa Langit, Bumi, dan Air’.
            Yao adalah Maharaja penguasa Langit.
            Shun adalah Maharaja penguasa Bumi.
            Yu adalah Maharaja penguasa Air.
            Trilogi yang terus bertahan hingga ribuan tahun bak semerbak wangi dupa.
            Yao pernah berekreasi ke suatu tempat. Di sana, seseorang berkata kepadanya, “Selamat datang, suciwan! Semoga suciwan panjang umur!”
            Yao berkata, “Tidak.”
            Orang itu berkata, “Semoga suciwan menjadi orang terkaya nomor satu di bawah dunia!”
            Yao berkata, “Tidak.”
            Orang itu berkata, “Semoga suciwan menghasilkan keturunan lelaki!”
            Yao berkata, “Tidak.”
            Orang itu berkata, “Asalkan orang di dunia, semuanya pasti mengharapkan memiliki harta, keturunan lelaki pewaris, dan panjang umur. Harta – keturunan – panjang umur adalah hal yang selalu diimpikan dan dimohon oleh setiap orang. Akan tetapi, mengapa anda tidak menginginkannya?”
            Yao berkata, “Jika saya telah menghasilkan anak lelaki, saya akan bisa mengkhawatirkan masa depannya kelak bagaimana. Selain itu, jika saya telah menjadi sangat berada, akan ada banyak gosip bermunculan. Semakin kaya, akan semakin banyak masalah. Ada lagi, jika saya panjang umur, orang yang memfitnah saya akan bisa menghina saya lebih lama lagi. Oleh sebab itu, saya tidak berani menerima harta, keturunan lelaki, dan panjang umur.”
            Orang itu berkata, “Ternyata anda bukan suciwan. Suciwan harus mengerti mengubah nasib. Tidak mengerti mengubah nasib, berarti bukanlah suciwan.”
            Yao bertanya, “Apa yang dimaksud dengan mengubah nasib?”
            Orang itu berkata, “Sudah melahirkan, maka harus dididik dengan baik, hingga ia tumbuh dewasa dan menjadi orang yang baik. Tumbuh menjadi orang yang baik dan gentleman, apa yang perlu ditakutkan? Setelah memiliki harta dan menjadi orang terkaya nomor satu di dunia, gunakanlah uang di dunia untuk didanakan kepada manusia di dunia, bukankah ini lebih baik? Maka tidak akan ada banyak masalah lagi. Selain itu, panjang umur, fitnahan juga panjang. Tidak perduli fitnahan panjang atau pendek, asalkan sesuai dengan jalan kebenaran, jalankan saja. Asalkan bisa melatih jalan kebenaran ini, fitnahan juga termasuk dalam pelatihan jalan kebenaran ini. Setelah berhasil melatih, naik ke alam dewa, mengendarai awan putih, bebas leluasa dan bahagia, apalah artinya fitnahan tersebut!”
            Begitu Yao mendengar, ia pun sangat terkejut.
            Orang tersebut bergegas pergi!
            Yao ingin bertanya lagi.
            Orang itu berkata, “Cepatlah anda pulang!”
            Saya di kehidupan yang saat ini :
            Memiliki seorang anak lelaki — ajari dia, menjadi baik ataupun jahat, terserah dia.
            Memiliki sedikit uang — mendirikan Yayasan Sheng-Yen Lu Foundation.
            Memiliki sedikit panjang umur — fitnahan, bukan urusanku.
            Sebenarnya, Padmakumara dari Mahapadminiloka sudah sejak dahulu menitis ke dunia manusia pada zaman Tiga Kaisar Lima Raja, dan bukan sekali menitis hanya satu Padmakumara saja, melainkan banyak Padmakumara menitis dalam satu waktu yang sama. Sama seperti reinkarnasi dari titisan, dalam satu zaman yang sama menitis beberapa Padmakumara. Para pembaca tidak perlu merasa heran, di mata saya, semua ini sangatlah lumrah.
            Jika Yao bukan saya, kalau begitu siapakah saya? Rahasia, rahasia, rahasia.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


by Grand Master Sheng Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

Image

Ada yang bertanya, “Di dalam buku ‘Arsip Rahasia Sheng-Yen Lu”, Mahaguru Lu telah membeberkan banyak rahasia yang belum diketahui orang banyak, meliputi apakah anda merupakan anak yang lahir prematur hingga apakah sering dipukuli saat masih kecil. Sebenarnya, banyak orang juga memiliki ingatan masa kecil yang tidak bahagia, malahan menjadi bayang-bayang gelap. Apakah Buddha Dharma memiliki cara untuk mengatasi masalah psikologis seperti ini?” Saya menjawab, “Asalkan dapat menyelami Buddha Dharma, memahami hati dan menyaksikan Buddhata, maka tidak hanya bayang-bayang gelap penderitaan masa kecil, bahkan siksaan penderitaan seumur hidup, dapat diatasi.” Saya mengatakan: Di dalam kehidupan manusia, penderitaan lebih banyak dari kebahagiaan. Di dalam Sutra Buddha, sering dikatakan: Kelahiran merupakan dukkha. Masa kanak-kanak merupakan dukkha. Masa muda dan masa tua, kehilangan pasangan hidup, harta, kebahagiaan, dipenuhi kedukaan. Beban pikiran merupakan dukkha. Sakit merupakan dukkha berkali lipat. Penuaan lebih merupakan dukkha. Meskipun telah memiliki “harta”, saat kehilangan semakin menderita. Meskipun telah memiliki “nama besar”, banyak menuai keiri-hatian dan kabar simpang-siur, juga menderita. Meskipun telah memiliki “wajah rupawan”, begitu mengedipkan mata sudah berlalu, ini juga dukkha. Dan juga, “harta”, “nama”, “rupa” hanya dapat dimiliki dalam waktu singkat saja, saat kehilangan, penderitaannya berkali lipat. Keseluruhan delapan dukkha adalah: Dukkha kelahiran, dukkha penuaan, dukkha penyakit, dukkha kematian, dukkha cinta jangan meninggalkan kita, dukkha dendam kebencian, dukkha karena tidak mendapatkan yang diinginkan, dukkha akibat pancaskandha. Jika sudah mendapatkan yang diinginkan? Bukankah itu sudah tidak menderita lagi? Sebenarnya belum tentu demikian, karena setelah mendapatkan yang diinginkan, takut kehilangan lebih merupakan penderitaan. Gatha pujian kepada Samantabhadra Bodhisattva berbunyi demikian: Waktu akan segera berlalu. Nyawa akan segera berakhir. Bagaikan ikan kekurangan air. Adakah kebahagiaan? * Setelah mendiskusikan begitu banyak dukkha, kemudian, bagaimanakah Buddha Dharma dapat mengatasinya? Sutra Vajrachedika berkata: Segala Dharma yang terkondisi. Bagaikan gelembung bayangan ilusi. Bagaikan embun dan kilat. Seharusnya berpandangan demikian. Maksudnya adalah, melihat dukkha sebagai mimpi, ilusi, gelembung, bayangan, bukan merupakan sesuatu yang kekal. Melihat dukkha bagaikan embun, kilat, cahaya, batu dan api, dengan segera akan lenyap. Juga berarti: Sama halnya dengan ilusi, dengan cepat akan segera berlalu! Masih ada cara mengatasi yang lebih baik. Sutra Vajrachedika menyebutkan: Tiada yang namanya aku, tiada yang namanya orang, tiada yang namanya insan, tiada yang namanya jiwa. Ini merupakan “kesunyataan mulia yang terutama”. Segala penderitaan, dimulai dari “adanya aku”, jika berlatih hingga “tiada yang namanya aku”, maka dukkha telah teratasi. Segala penderitaan, dimulai dari adanya “orang lain dan aku”, jika berlatih hingga “tiada yang namanya orang”, maka dukkha telah teratasi. “Tiada yang namanya insan” (tiada semesta). “Tiada yang namanya jiwa” (tiada waktu). Dalam pandangan sadhaka bermutu tinggi, dukkha dan kebahagiaan merupakan dua sisi yang berbeda, sebenarnya juga merupakan satu sisi yang sama. Kita memahami logika dari “kesunyataan mulia yang terutama”, dukkha dan kebahagiaan pada dasarnya tidak pernah ada, tidak ada dukkha, juga tidak ada kebahagiaan, pada dasarnya merupakan “tiada, bagaimana bisa menjadi ada”. Saat sadhana telah mencapai tahap “tiada, bagaimana bisa menjadi ada”, maka bayang-bayang gelap penderitaan sudah tidak ada sejak awal, tidak ada lagi yang dilekati oleh hati, bagaimana bisa ada bayang-bayang gelap? Di dalam Buddha Dharma, sifat Buddhata yang terunggul (sifat sunyata) adalah kesunyataan mulia yang terutama. Jika dapat benar-benar tercerahkan, mengatasi bayang-bayang gelap penderitaan merupakan hal yang mudah diselesaikan. Saya balik bertanya, “Adakah dukkha?”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


by Grand Master Sheng-Yen Lu, source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Seorang siswa bermarga Shen melakukan pelanggaran sebuah kasus dan dipenjara. Yang lebih gawat dari siswa bermarga Shen ini adalah, ia menderita infeksi paru-paru, mengalami demam tinggi. Penyakitnya mereda setelah meminum obat, namun begitu efek obat berakhir, ia kembali terserang demam tinggi.

Di dalam mimpinya, siswa bermarga Shen melihat datang bagaikan hembusan angin, mengenakan baju putih, tubuh memancarkan cahaya putih.

Siswa bermarga Shen bertanya, “Ini adalah penjara, bagaimana Mahaguru bisa masuk?”

Saya tertawa, lalu berkata, “Mayakaya memenuhi sepuluh penjuru, tiada tempat yang tak bisa dijelajahi!”

Siswa bermarga Shen berkata, “Terserang infeksi paru-paru di dalam penjara, letih fisik dan jasmani, mohon Mahaguru berkenan menolong saya.”

Saya berkata, “Oleh karena itulah saya datang.”

Saya merogoh-rogoh sebungkus obat dari dalam baju putih saya, dan memberikannya kepada siswa Shen untuk diminum. Begitu siswa Shen terbangun di hari berikutnya, demam tingginya telah reda. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter penjara, penyakit infeksi paru-paru telah lenyap seluruhnya, benar-benar telah sembuh total.

*

Topan Marc.

Kepala vihara ketiga dari Vihara Zhenming, siswa Ding yiming, melihat Mahaguru Lu mempersemayamkan sebuah pasak Kalachakra Vajra di Desa Tongfu di sekitar pedesaan Xinyi.

Saat bencana badai, banjir, dan longsor melanda, seluruh Desa Tongfu terendam. Namun satu-satunya siswa Tantrayana Satya Buddha di Desa Tongfu, yaitu siswa Zhang jinfu dan siswi Lin jiaxin, lolos dari marabahaya.

Selain itu, seorang penduduk Desa Jiaxian di Xi An, Chen Zhenglong, juga merupakan siswa Tantrayana Satya Buddha, juga merupakan satu-satunya penduduk yang selamat dari marabahaya di desa tersebut.

*

Saat Topan Marc melanda, saya sedang berada di Seattle. Saya sedang mengadakan ritual homa api ulambana di Rainbow Villa Vihara Vajragarbha. Saya menggunakan 50 mayakaya, untuk menyelamatkan saudara-saudari sedharma yang meninggal.

Menggunakan 50 mayakaya melakukan penyelamatan, ternyata dirintangi oleh prajurit hantu alam Yin. Demi menyelematkan 50 saudara-saudari sedharma yang meninggal, akhirnya mengorbankan 50 mayakaya. Namun, saudara-saudari sedharma yang meninggal terseberangkan ke tanah suci Barat.

Ulambana kali ini berhasil.

Hanya saja, saya menderita kerugian yang berat.

Ada yang bertanya, “Mengapa mau menyelamatkan?”

Saya menjawab, “Buddha mengajarkan mahamaitri dan mahakaruna, ini adalah fokus dari aliran Mahayana. Insan tenggelam, maka diri sendiri juga tenggelam. Insan kelaparan, maka diri sendiri juga kelaparan. Sebagai seorang Bodhisattva, seharusnya mementingkan insan, tidak lebih mementingkan diri sendiri. Mengetahui insan mengalami penderitaan, mana ada alasan untuk tidak pergi menyelamatkan.”

Ada yang bertanya, “Demi menyelamatkan, mengorbankan 50 mayakaya, patutkah?”

Saya menjawab, “Ini adalah kesadaran mengorbankan diri demi insan lain, 50 mayakaya bisa didapatkan lagi dengan bersadhana.”

“Bagaimana melatih mayakaya?”

Saya menjawab, “Pada hakikatnya, mayakaya merupakan Yidam yang ada di nadi tengah kita sendiri, merupakan hasil dari perpaduan prana dan bindu, ditambah dengan sinar dari Buddhata kita sendiri, menerobos keluar dari ubun-ubun, menyatu dengan sinar dari bintang-bintang di angkasa, maka terbentuklah mayakaya berupa tubuh cahaya bintang. Pelatihan sadhana ini kedengarannya gampang, namun sebenarnya juga sangatlah susah. Semua ini merupakan prana, nadi, pelatihan bindu, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Yang mampu melatih mayakaya berupa tubuh cahaya bintang, pastilah merupakah sadhaka yang bermutu tinggi.”

Ada yang bertanya, “Siswa Tantrayana Satya Buddha, sangat mudah mendapatkan kontak  Mahaguru Lu memasuki mimpi, malahan dalam satu malam, milyaran mayakaya, setiap orang merasakan kontak dengan Mahaguru. Bagaimana bisa demikian?”

Saya menjawab, “Ini semua adalah fungsi dari tubuh cahaya bintang, juga merupakan fungsi dari mayakaya. Sadhaka yang berkualitas tinggi, tentu dapat menggunakan mayakaya menyeberangkan insan. Hanya menggunakan satu Yidam saja tidak cukup.”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


by Grand Master Sheng-Yen Lu, B216 Contemporary Dharma King

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dalam Dharmadesananya di Vihara Vajragarbha di Seattle, Mahaguru Lu berkata, “Di dunia lain yang berbeda, saya membabarkan Dharma Tantrayana selama dua puluh tahun kepada Acarya Liandian.”

Saya berkata, Acarya Liandian juga ingat, saya berada di dunia lain yang berbeda membabarkan Dharma selama 20 tahun.

(Acarya Liandian juga membenarkan bahwa ada kejadian demikian)

Banyak orang beranggapan bahwa ini merupakan hal yang mustahil, karena Mahaguru Lu jelas-jelas hidup di dunia manusia.

Acarya Liandian jelas-jelas hidup di dunia manusia.

Membabarkan Dharma di dunia yang mana?

Di waktu kapan?

*

Saya berkata:

Terhadap sadhaka yang bermutu tinggi, hal ini merupakan hal yang sangat sederhana dan juga sangat biasa.

Pada saat Sakyamuni Buddha mencapai penerangan di bawah pohon Bodhi, memasuki samadhi yang sangat mendalam, di sebuah dunia lain yang berbeda membabarkan Avatamsaka Sutra kepada para Bodhisattva.

(ini membuktikan bahwa Buddha dapat membabarkan Dharma di dunia yang lain)

Kemudian:

Tubuh jasmani Sakyamuni Buddha berada di persamuan Gunung Ling, tubuh lainnya juga telah tiba di tanah suci Shambala, membabarkan Kitab Kalachakra, ini juga merupakan pembabaran Sutra di dunia yang lain.

*

Orang-orang bertanya, “Dunia lain yang berbeda, itu dunia yang mana?”

Saya menjawab, “Dunia lain yang berbeda, merupakan dunia yang tiada terhingga. Contohnya, alam mimpi merupakan sebuah dunia yang berbeda, saya dapat membabarkan Dharma di alam mimpi! Galaksi Bimasakti juga merupakan sebuah dunia yang berbeda, dua puluh delapan alam dewa juga merupakan dunia yang berbeda, neraka, setan kelaparan, hewan, juga merupakan dunia yang berbeda.”

Saya menjelaskan sedikit lebih dalam:

Sebagian orang sangat mengenali fenomena perubahan perasaan secara kasar yang dialami oleh “hati”, mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, rupa, suara, bau, rasa, sentuhan, Dharma, ini merupakan fenomena paling kasar yang dialami oleh hati.

Di samping itu, “hati” juga mengalami fenomena yang lebih halus, di dalam Kitab Anuttarayoga Tantra, terbagi atas 80 jenis.

Melalui meditasi memasuki samadhi, fenomena kesadaran yang kasar dapat berkurang, saya dapat melihat fatamorgana, kabut asap yang bagaikan ombak, cahaya dari kunang-kunang.

Saat kesadaran yang sangat halus muncul, akan ada gejala warna putih, warna merah, dan warna hitam.

Saat kenikmatan “cahaya suci dari Buddhata” kita muncul, itulah yang paling halus, yang paling mendalam dan tidak mudah dimengerti, yang paling berkemampuan, angkasa yang cerah tanpa awan, ini adalah “Buddhata” dari tubuh jasmani kita.

Maksud saya adalah:

“Cahaya suci dari Buddhata” merupakan hati yang paling memiliki kemampuan, tiada duanya, dan pasti merupakan yang paling benar (yang sesungguhnya).

Saya dapat melihat:

Kehidupan lampau.

Kehidupan sekarang.

Kehidupan yang akan datang.

Berubah menjadi gejala menyatunya tiga fenomena.

Dalam sekejap saya dapat menjelajahi sepuluh penjuru, di dunia yang berbeda, di dunia yang sekarang, bahkan di dunia yang lain, membabarkan Dharma.

Di Mahapadminiloka ada Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-Yen Lu, di Galaksi Bimasakti juga ada seorang Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-Yen Lu, di dalam neraka juga ada Buddha Hidup Lian Sheng Sheng-Yen Lu sedang membabarkan Dharma, di dalam mimpi juga ada, di Bintang Dameike (tanah suci Shambala) juga ada, perlahan-lahan berubah menjadi ada di mana pun.

*

Saya minum kopi bersama Sakyamuni Buddha, orang lain dapat menganggapnya sebagai sebuah lelucon.

Saya menuangkan sebuah Sutra asli.

Karena ini merupakan tanah suci “cahaya suci dari Buddhata” saya, orang-orang di dunia ataupun sadhaka nomor satu di dunia, pada dasarnya tak dapat memahaminya.

Saya di dunia lain yang berbeda, mengajarkan Dharma Tantra Satya Buddha kepada Acarya Liandian selama 20 tahun, juga sudah termasuk cukup ajaib.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

 

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »