Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Sadhana’ Category


042 善巧方便是佛法

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Di masa awal, saya menggunakan “ramalan dewata” untuk membantu orang dalam tanya jawab urusan duniawi, saya dikecam orang bahwa itu bukanlah Buddha Dharma.

Di masa awal, saya membantu orang mengamati “Fengshui geomansi”, membantu orang memohon berkah, panjang umur, dan keturunan, saya dikecam orang bahwa itu bukanlah Buddha Dharma.

Di masa awal, saya membantu orang melatih jasmani dengan “Sadhana Pelatihan Tubuh ala Mahadewi Yaochi”, memohon kesehatan jasmani, saya dikecam orang bahwa itu bukanlah Buddha Dharma .

Masih ada lagi “Sadhana Dewa Rezeki”, “Sadhana Vajra”, “Sadhana Yabyum”, “Sadhana Karman”, dll, semuanya tetap dikecam orang bahwa itu bukanlah Buddha Dharma .

“Puja Api” Tantrayana (Apihoma), “Prana Nadi Bindu” Tantrayana, semuanya juga dikecam sebagai bukan Buddha Dharma.

Ada orang yang beranggapan, Buddha Dharma adalah meninggalkan orangtua, keluarga, pergi menggunduli kepala, menjalankan hidup kebhiksuan, inilah baru disebut sebagai Buddha Dharma, hidup menyepi dan meninggalkan keduniawian, bervegetarian, melafalkan nama Buddha, ini barulah Buddha Dharma, duduk bermeditasi juga Buddha Dharma.

Kemudian, saya berhasil mengamati dua poin :

Pertama, terampil dan praktis merupakan Buddha Dharma — kutipan ‘terlebih dahulu memikat dan membimbing secara duniawi, kemudian menuntun ke dalam kebijaksanaan Buddha’ dalam “Sutra Vimalakirti”, asalkan yang baik, semuanya adalah Buddha Dharma.

Kedua, keberhasilan kebajikan dari semua Buddha Bodhisattva, diperoleh dari memupuknya pada insan. Jika tidak ada insan, maka tidak bisa mencapai kebudhaan.

Apakah yang disebut sebagai Buddha Dharma? Apakah Buddha Dharma itu? Mari lah dipikirkan, apakah membosankan?

Menuliskan sebuah sajak:

Kecapi catur sajak lukisan semuanya merupakan Buddha Dharma

Berolahraga melatih jasmani semuanya merupakan Buddha Dharma

Makan tidur semuanya merupakan Buddha Dharma

Keluarga pekerjaan semuanya merupakan Buddha Dharma

Buddha Dharma justru berada di dalam insan

Saling melebur menjadi inti dari sunya semu

Jika tidak ada insan

Mencapai kebudhaan untuk apa

Buddha Dharma menjadi kosong melompong

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


039 疲劳厌倦的退心

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Seorang sadhaka memulai dari “membangkitkan niat awal”, harus senantiasa melatih “konsistensi”, sebenarnya ini tidaklah mudah dilakukan, terutamanya mudah untuk membangkitkan niat awal, namun susah untuk konsisten, bahkan sadhaka senior pun tidak mudah terus bertahan pada “berdiam”. Para Acarya, bhiksulama, tentu saja ada yang sudah mundur sradhanya, sudah tidak melatih “Dharma Tantrayana Satyabuddha”, sudah tidak melafalkan nama Buddha, rasanya ibarat seluruh “lelah dan jenuh” sudah keluar dari kandang.

Atau ada siswa yang berpikir, Mahaguru Liansheng menjalani pertapaan, tidak bergelut di dunia saha, mungkinkah juga mengalami lelah jenuh dan kemunduran sradha?

Mungkin karena menerima begitu banyak tekanan dan serangan bertubi-tubi, tekadnya sudah tenggelam, sejak kini mundur dari dunia persilatan, mencuci tangan dari permasalahan, tidak mau berurusan lagi.

Jika siswa berpikiran demikian, itu sudah salah besar, saya meskipun tidak bergelut di dunia, membiarkan orang mem-bully dan bersabar dimarahi, namun, saya bersadhana tanpa terputus satu hari pun, membaca Sutra melafalkan Buddha tidak terputus satu hari pun, kekuatan tekad yang satu ini tetaplah ada.

Saya tidak memiliki hati yang lelah dan jenuh, malahan benar adanya saya telah lelah dan jenuh terhadap “pertikaian antar aliran keagamaan” di dunia manusia. Dalam berbhavana, saya tetaplah giat dan gigih, saya berdiam di Alam Barat di Mahapadminiloka Sukhavatiloka, berdiam di sebuah titik kecil di angkasa raya.

Menuliskan sebuah sajak :

Hati yang berdiam adalah berhenti dan mengamati

Setiap hari menjalankan bhavana bagai semilir angin yang sejuk

Saat senggang melafalkan Buddha dan Sutra

Sepenuh hati di negeri teratai

Giat dan gigih begini hingga memancarkan cahaya gemerlap

Juga tidak memedulikan orang jahat di luar sana

Tidak mendengar dan tidak bertanya

Peduli amat Mara apa Sesat apa

Semuanya dibuang

Tidak berminat mempertimbangkan apapun

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


032 转识成智的“转”

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat hidup bertapa di “Danau Daun”, saya merasakan bahwa kunci meraih pembebasan, ada pada sebuah kata “Transformasi”. Saya ambil sebuah contoh, pada pelatihan “Prana” Tantrayana. “Prana” terlebih dahulu bertransformasi menjadi “Mahasukha”, kemudian “Mahasukha” bertransformasi lagi menjadi “Cahaya Agung”, terakhir, bertransformasi lagi menjadi “Mulaprajna (Kebijaksanaan Akar)”.

Prana memasuki nadi tengah, maka memperoleh “Mahasukha”.

Nadi tengah lancar, maka memperoleh “Cahaya Agung”.

Mentransformasikan cahaya agung, maka memperoleh “Sunyata”.

Jika ingin memperoleh pembebasan, harus menghindarkan terpengaruh oleh dualisme dari pandangan dan pemikiran, beban pikiran tiga dunia, pandangan saya, pandangan pihak ketiga, pandangan yang timbul dari melihat, pandangan yang timbul dari sila larangan, keserakahan, kebencian, kebodohan batin, kecurigaan, kesombongan dan perangkap perasaan lainnya, harus mengambil tindakan di kata transformasi ini, “transformasikan awam menjadi mulia”.

Sebenarnya, meskipun alam Mara sangatlah menakutkan, namun tidak perlu terlalu takut, asalkan mentransformasikan, maka adalah Buddha, inilah yang dinamakan “Transformasikan Mara menjadi Buddha”.

Di dalam Tantrayana ada pelatihan “Jalan Keserakahan”, ada pelatihan “Jalan Kebencian”, ada pelatihan “Jalan kebodohan batin”. Mengapa keserakahan, kebencian, kebodohan batin, birahi, kemarahan semuanya merupakan pelatihan diri?

Titik beratnya adalah pada sebuah kata “Transformasi”, ubahlah keserakahan menjadi tidak serakah, ubahlah kebencian menjadi welas asih, ubahlah kebodohan batin menjadi kebijaksanaan, ubahlah ilusi menjadi sejati.

Sebagai seorang sadkaha, asalkan mampu mengubah, maka sudah “terbebaskan”.

Menuliskan sebuah sajak :

Di mana kah ada rintangan bagi matahari dan bulan

Berjalan di tengah angkasa raya

Mendapatkan kebebasan dan keleluasaan

Di luar jembatan kecil

Biarpun sebuah sungai lurus ataupun berkelok-kelok

Air yang mengalir senantiasa bergerak tanpa hambatan

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


009 细漫长的道理

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dulu saya kurang paham pelantunan gatha dalam ibadah pujabakti di Kargyupa, logika dari pelantunan intonasi dalam pujabakti.

Saya berkata : ”Mengapa Gatha pujian atau pelafalan Nama Buddha perlu dilantunkan sampai sepanjang itu, seperti nyanyian opera? Jika hanya dibaca, sebentar saja sudah selesai.”

Biksu Shanci berkata kepadaku : ”Ini dinamakan pelafalan panjang, suaranya harus halus, harus pelan, harus ditarik panjang, ada maknanya tersendiri.”

*

Biksu Shanci mengatakan ada tiga makna :

Pertama, memasuki sukma kesadaran diri sendiri.

Kedua, ungkapan langsung dari perasaan.

Ketiga, menghormati dari pikiran.

*

Kita melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha, terkandung ketiga makna ini di dalam, maka terwujudlah “halus, pelan, panjang”. Jika melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha tidak dengan cara demikian, tidak akan mampu “tertanam di hati”. Ungkapan langsung dari perasaan juga bukanlah raungan tangisan, juga bukan merupakan desahan pilu. Di tengah pelantunan sudah terdapat kesadaran dari “sembah sujud”, “persembahan”, “pujian”, “visualisasi” di dalamnya.

Ini sudah termasuk sedang melatih diri.

Jika tidak demikian, membaca secara terburu-buru, tidak mudah “menyelami hati”, “mencapai langsung”, “hormat”.

*

Menuliskan sebuah sajak :

Melafalkan nama Buddha menyanyikan Gatha janganlah tergesa-gesa

Ibarat hujan lebat angin badai

Namun haruslah halus pelan panjang

Jika tidak maka akan terasa menyebalkan

*

Setiap melodi naik turun memasuki telinga dan hati

Begitu bervisualisasi segera tiba dan berkeliling di paviliun Buddha

Juga tidak kebingungan dan tidak kabur

Sepatah demi sepatah kata sangat jelas mengguyur turun

Melambangkan niat dan penghormatan dari sadhaka

Tanpa pikiran menyimpang akan melembut secara alamiah

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »