Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Grand Master Sheng-Yen Lu’


Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu, diterjemahkan oleh Lianhua Shian, dipublikasikan ulang dari Notes-nya Padma Nanda Buddhist arts (di facebook)

dari buku ke-054 “Mizongjiemofa – 密宗羯摩法”

Note : Sadhana ini cocok untuk yang memiliki kandungan lemah atau sering keguguran.
Di Thailand ada sesosok dewa yang sangat terkenal, berada di tengah kota, yaitu Dewa Empat Mukha (Simianshen – 四面神). Sedangkan Dewa Empat Mukha atau <ket> Buddha Empat Mukha (SimianFo – 四面佛) sebenarnya adalah Dewa Mahabrahmaraja 「Da Fan Tian Wang – 大梵天王」。

Mahabrahma artinya adalah suci, di agama Brahmana merupakan Dewa Pencipta, dalam agama Buddha adalah Raja Dewa di rupadhatu jhana pertama. Dewa Empat Mukha di Thailand sangat terkenal di seluruh dunia, sebenarnya adalah Mahabrahma yang memang terkenal di seluruh dunia.

Sedangkan Mahabrahma ini adalah yang dibawa dari Thailand oleh siswaku yang bernama (Upasaka Lin Zhong Bei – 林忠杯) dan dipersemayamkan di mandala tantra saya. Maha Brahma adalah tuan di alam surga, bisa dikatakan merupakan ayah dari para insan, saat dewa ini senang maka dunia manusia akan tenteram, namun saat dewa ini murka, maka dunia akan terjadi kekacauan yang menyebabkan para insan menjadi tidak tenteram. Menurut apa yang saya dengar, gembira atau murkanya Mahabrahma mempengaruhi perubahan besar dan malapetaka besar dalam hidup manusia. <ket>

Dalam Sutra Mahavairocana ada dijelaskan wujud Nya :
「Mahabrahma, memakai mahkota jalinan rambut, duduk di kereta, empat mukha, empat lengan. Tangan kanan pertama membawa padma, ke 2 membawa japamala ; Tangan kiri pertama membawa tongkat (bisa juga gada), ke 2 membentuk mudra AUM / manggala. 」Namun wujud Buddha Catur Mukha di Thailand adalah empat mukha dan delapan lengan, singasana Nya juga tidak sama. Yang disemayamkan di rumahku adalah yang duduk di panggung Dharma, satu kaki terjulur ke bawah, sedangkan singasana Buddha Empat Mukha juga ada yang berupa gajah, beraneka ragam.

Dari sadhana karman yang berbahasa Pali, saya membaca sebuah rahaysa, yaitu : 「Para insan sebenarnya terlahir dariu satu pikiran dan satu energi dari Mahabrahma, maka adalah Bapa para insan, oleh karena itu , barang siapa memohon putera maupun puteri, hendaknya menekuni Sadhana Maha Brahma, menjapa mantra Maha Brahma, bervisualisasi Maha Brahma, membentuk mudra Maha Brahma, maka akan memperolehnya 」

Menurut sepengetahuan saya, Mahabrahma memiliki 15 Raja Setan yang khusus melindungi sadhana ini, namanya adalah :

1. 彌酬迦鬼
Michoujia gui

2. 彌伽王鬼
Miqiewang gui

3. 騫陀鬼
Qiantuo gui

4. 阿波悉摩羅鬼
Aboximoluo gui

5. 摩至迦鬼
Mozhijia gui

6. 摩知迦鬼
MOzhijia gui

7. 閻迷迦鬼
Yanmijia gui

8. 迦迷尼鬼
Jiamini gui

9. 離婆地鬼
Lipodi gui

10. 富多那鬼
Fuduona gui

11. 曼多難提鬼
Manduonanti gui

12. 舍九尼鬼
shejiuni gui

13. 建次波尼鬼
Jianciboni gui

14. 目佉曼荼鬼
Muqumantu gui

15. 藍波鬼。
Lanbo gui

Menekuni sadhana ini harus mempersemayamkan Mahabrahma dan menulis nama 15 Raja Setan ini untuk disemayamkan di kiri – kanan Mahabrahma, persembahkan makanan yang lezat, bunga wangi yang indah, dupa berkualitas, pelita dan susu.

Bagi yang memohon anak harus mempersembahkan bijih wijen.

Demikian sadhananya :

Melakukan sadhana ini paling baik saat , bulan 8 tanggal 15 kalender lunar atau tiap tanggal 15 bulan lainnya (kalender lunar), sang istri mandi dan mengenakan pakaian bersih, persembahkan semua pujana, sujud pada Mahabrahma, melafal nama 15 Raja Setan pengiring Mahabrahma masing masing 3 kali.

Sadhaka memasuki mandala , tangan membentuk mudra Mahabrahma.

Mudra Mahabrahma adalah,ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri membentuk lingkaran dan bersentuhan ujungnya, ketiga jari yang lain tegak lurus menghadap angkasa, mudra dibentuk di deposisi lebih tinggi dari bahu kita.

Tangan kanan mengambil beberapa butir wijen, diletakkan di atas kepala.

Saat itu bervisualisasi, wujud Mahabrahma agung bagaikan Buddha, tangan kiri dan kanan masing-masing membawa Dharmayudham, sebagai simbol bahwa dengan Sadhana ini dapat memperoleh keberhasilan yang sempurna, sesuai kehendak.

Kemudian bervisualisasi ulu hati Mahabrahma Devaraja, memancarkan cahaya biru terang ke arah bijih wijen di atas kepala sadhaka, bijih wijen berubah menjadi bayi yang diinginkan (putera atau puteri). Kemudian bayi tersebut berubah menjadi cahaya biru, memasuki tubuh sadhaka melalui puncak kepala , visualisasi ini sangat penting.

Setelah selesai bervisualisasi, meleraikan mudra , japa mantra :

「旦姪他。阿伽羅。伽寧那。伽伽寧。婆漏隸祇隸。伽婆隸。婆隸婆隸。不隸不隸。羅釵禰。修羅俾。遮羅俾。波 陀尼。沙尼。婆羅呵。那易。蘇波賀。」此咒唸四十九遍。

Danzhita. Aqieluo . Qie ning na. Qie qie ning. Po lou li zhi li. Qie Po Li. Po Li Po Li. Bu Li Bu Li. Luo Chai Ni. Xiu Luo Bi. Zhe Luo Bi. Bo Tuo ni. Sha Ni. Po Luo He. Na Yi . Su Bo He (49 kali)

menekuni sadhana ini bagi yang memohon anak, maupun ingin melahirkan putera atau puteri, semua akan terkabul sesuai dengan kehendak.

Sebenarnya Mahabrahma juga merupakan dewa Rejeki dan Dewa Pengabul kehendak. Bila seseorang bisa disukai oleh Mahabrahma pasti akan memperoleh pemberkahan dari Mahabrahma, berkah yang demikian adalah bagaikan naik ke alam surga.

mahabrahma Buddha Empat Mukha di Taiwan, sangat terkenal di seluruh penjuru dunia karena kemanjurannya, seperti saat ini di kota judi Las Vegas Amerika, ada sebuah satu tempat perjudian memesan satu rupang Mahabrahma muka empat untuk disemayamkan di pintu masuk utama perjudian, mengira supaya Mahabrahma bisa memberkati mereka dengan keberuntungan.

Namun itu adalah ketidak tahuan orang awam, kota judi mempersemayamkan Mahabrahma, begitu Mahabrahma Devaraja marah maka Las Vegas akan habis, orang awam sulit memahami misi dari Dewa Raja jhana pertama ini.

Biarlah saya menulis satu gatha untuk Mahabrahma Devaraja :

泰國梵王四面看,
Taiguo Fanwang Simian kan

Mahabrahma Thailand melihat dengan keempat mukha

初禪天主法成團;
chuchan Tianzhu Fa Chengtuan

Dharma Devaraja Jhana Pertama menjadi pasamuan

仙境美景令人爽;
Xianjin Meijing ling ren shuang

Pemandangan Indah Alam Mahadewa membuat takjub

求子有法不用煩。
Qiuzi you fa bu yong fan

Ada cara memohon anak, tak perlu lagi khawatir

– – –
Taisho Tripitaka No.1230, Sakyamuni Buddha mengatakan :
“Bagi yang mendengar mantra dan tata cara, bila menekuninya tanpa tata aturan yang sah (arus abhiseka Gurumula), semua mantra tak akan berfungsi, tingkah lakumu menyimpang dan merupakan pencurian Dharma, setelah meninggal dunia akan terjatuh dalam neraka, kemudian terlahir kembali di alam hewan. Inilah akibat pelanggaran dari penyimpangan itu !”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Reposting is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Posting ulang Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Intisari Ceramah Dharma Raja Buddha Lian Sheng Tanggal 3 Januari 2009 di Cetiya Taiping, Taiwan

Oleh Grand Master Sheng-Yen Lu, dipublikasikan ulang dari Notes-nya Lifin Ervika

Ini kedua kalinya saya datang ke Cetiya Taiping, semoga ketiga kalinya datang, di sini sudah Leizang Si. (Hadirin tepuk tangan dan bersorak)Seharusnya di sini sangat familiar bagi saya. Sebab, dulu saya menjalani pelatihan di Pusat 5, waktu itu di sini tidak begitu banyak rumah, Pusat 5 justru berada di depan saja, di Pinglin adalah pusat 3, di pusat pelatihan Pusat 5, sekarang adalah Chelongpu, paling dekat dengan Cetiya Taiping. Waktu itu, saya masih belum merintis Zhenfo Zong, belum ada Cetiya Taiping, jika ada, saya bisa sering kebaktian di sini.

Saya merasa hidup ini berubah dalam sekejap. Saat saya umur 20 tahun, saya menjalani pelatihan di Pusat 5. Waktu itu, saya menjalani pelatihan di Sekolah Kemiliteran 5, yakni Akademi Binggong, Akademi Teknik Angkatan Laut, Falkutas Geodesi, Falkutas Hukum Pidana Tentara, dan Falkutas Keuangan. Begitu saya mendaftarkan diri di Falkutas Geodesi, segera menjalani pelatihan di Pusat 5, 8 minggu di awal, 8 minggu di akhir, total 4 bulan. Empat puluh lima tahun yang lalu, umur 20 tahun, hingga sekarang, hidup ini berubah dalam sekejap. Dulu, asalkan libur, saya ke Taichung, waktu itu, orang lain akan berteriak, “Anak muda! Anak muda!” Sekarang tidak ada yang meneriaki saya, “Anak muda!”, berubah banyak! Inilah anicca. Berapa lama lagi saya di dunia Saha ini? Tidak berani diprediksi, tidak berani dibayangkan.

Kita melatih diri, yakni melatih ketenangan hati. Kali ini saya ke Singapura, menerangkan “Metode 9 Tahap Meditasi”, metode ini sama dengan metode menenangkan hati, dapat membuat hati tidak berpikiran yang bukan-bukan, tidak ada khayalan; Anda dapat menenangkan hati, menstabilkan hati, tidak memikirkan semua masalah lain. Ketika hati Anda sangat stabil, perenungan Anda, pemikiran Anda akan jernih. Ketika hati Anda fokus pada satu titik, sepenuhnya tidak bergerak, tidak goyah; Anda berlindung pada hati Anda sendiri, menyingkirkan seluruh kerisauan, tiba-tiba, hati Anda menghasilkan terang, seberkas cahaya yang Anda lihat, bukan muncul dari kesadaran Anda, bukan yang Anda pikirkan, Anda tidak punya pikiran lain. Namun, sinar yang Anda lihat itu, seperti langit cerah tanpa awan, Anda masuk ke dalam seberkas cahaya tersebut, Anda menemukan, seberkas cahaya tersebut mirip sepenuhnya dengan diri Anda sendiri. Malah, Anda dapat melihat seberkas cahaya tersebut setiap saat, ini disebut “menyaksikan Buddhata”.

Kadang-kadang dalam samadhi kita dapat melihat cahaya, namun, begitu Anda turun dari Dharmasana, Anda tidak dapat melihat cahaya lagi. Mengapa? Sebab, Anda dapat melihat cahaya dalam kondisi diam, namun, Anda tidak dapat melihat cahaya dalam kondisi bergerak. Dalam kondisi bergerak, hati Anda pun kabur. Jadi, seorang sadhaka yang benar-benar melatih sungguh-sungguh, di dalam kondisi diam bisa menyaksikan Buddhata, dalam kondisi bergerak pun bisa menyaksikan Buddhata, ini barulah “menyaksikan Buddhata” yang sesungguhnya.

“Metode 9 Tahap Meditasi” dapat mengekploitasi kebijaksanaan Anda di dalam samadhi. Setelah kebijaksanaan Anda tereksploitasi, Anda akan mengerti kebenaran di antara alam semesta. Jadi, mengapa kita sebagai umat Buddha, harus melatih meditasi, tujuan utamanya adalah untuk mengekploitasi kebijaksanaan Tathagata. Ketika Anda memiliki kebijaksanaan Tathagata, disebut “memahami hati”. Ketika Anda memahami hati, Anda pun bisa tahu, apa itu “tidak dapat apa-apa”, apa itu “tiada masalah”, apa itu “tiada kemelekatan”. Tujuan utama kita belajar Buddhisme adalah “memahami hati” dan “menyaksikan Buddhata”. Setelah Anda memahami hati dan menyaksikan Buddhata, Anda “menekuni Dao” atau “melatih diri” berdasarkan kebijaksanaan Tathagata, saat ini baru disebut “menekuni Dao”, barulah disebut “melatih diri”. Suatu hari nanti, Anda akan mencapai keberhasilan, mencapai kebuddhaan.Kita sebagai sadhaka, harus dapat memanggil kembali hati Anda, menempatkan kesadaran pikiran dan hati Anda bersama, terakhir bahkan kesadaran pun tidak ada lagi, hanya tinggal hati, ini baru disebut “memahami hati”. “Menyaksikan Buddhata” adalah, Anda telah buka kebijaksanaan Tathagata, Anda telah mengerti wujud sejati seluruh alam semesta, saat ini, disebut “menyaksikan buddhata”. Jadi, memahami hati dan menyaksikan Buddhata sulit sekali dijelaskan.

Namun, Anda harus menarik kembali hati Anda, lindungi hati Anda. Dulu, Guru Sesepuh Sekte Zen sering mengucapkan satu kalimat, “Lindungi diri baik-baik.” Ketika siswa hendak turun gunung, Sang Guru kerap menyampaikan satu kalimat padanya, “Lindungi diri baik-baik”. Anda harus lindungi baik-baik Buddhata Anda, jaga baik-baik Buddhata Anda, praktekkan baik-baik Buddhata Anda. Inilah tujuan utama Buddhadharma, justru di sinilah tujuan asasi Buddhadharma. Apakah kalian ada pertanyaan?(Siswa bertanya: Mahaguru, bagaimana kita mengalihkan “samadhi sukha” ke dalam “samadhi sunya”?)
“Mengalihkan sukha ke dalam sunya” adalah penerapan ganda antara sukha dan sunya.

(Siswa bertanya: Penggalan yang tadi Anda terangkan itu mulai menekuni “Dzog-rim”, sekarang yang kita tekuni adalah “Kye-rim”.)

Tataritual Zhenfo yang kita tekuni adalah “Kye-rim”, yang tadi diterangkan adalah awal dari “Dzog-rim”. Bukankah saya ada sebuah buku baru berjudul “Sunyata di dalam Mahasukha”? Bagaimana mengubah “Samadhi Sukha” menjadi “Samadhi Sunya”? Anda harus tahu satu kenyataan, semua kebahagiaan sangat singkat, hakikat dari kebahagiaan adalah sunya.
Anda selidiki saja kebahagiaan ini, Uh! Hari ini saya sangat bahagia, perlihatkan pada saya kebahagiaan itu! Tak bisa! Kebahagiaan itu tak berwujud, tak terlihat, kebahagiaan juga tak terdengar, itu perasaan Anda. Perasaan bahagia ini berlalu dalam sekejap. Jika besok Anda tersungkur, Anda pun tidak bahagia lagi. (Hadirin tertawa) Di dunia ini, kebahagiaan apapun adalah sementara, malah hakikatnya adalah sunya. Jadi, ketika Anda bahagia, Anda harus pikir, hakikatnya adalah sunya.

“Penerapan ganda antara sukha dan sunya” dalam Tantra adalah semacam kemudahan.
Ketika Anda sedang bahagia, Anda harus visualisasi kebahagiaan ini adalah sunya, Anda akan melepaskan kebahagiaan ini. Sebab, kebahagiaan ini sementara, tidak abadi. Ada orang yang bahagia pada pagi hari, siang ia mulai sedih, menderita; kadang-kadang, saat menderita, berubah menjadi bahagia lagi. Jadi, kita mengatakan “Tong-kuai! Tong-kuai!” (hadirin tertawa) yakni penderitaan dan kebahagiaan saling bertalian.

Mahaguru mengajarkan bahwa penderitaan dan kebahagiaan saling bertalian. Ada orang kadang-kadang sakit pinggang, kadang-kadang sakit pundak, itu sangat menderita, harus ubah menjadi kebahagiaan, Anda tempel selembar “Salonpas” (koyo pereda sakit), tiba-tiba, ia pun tidak sakit lagi, Anda pun pikir, inilah kebahagiaan. Seperti disuntik itu sangat menderita, pasien di rumah sakit itu sangat menderita. Mahaguru paling takut disuntik. Disuntik bisa sakit. Anda harus tahu sakit itu adalah sunyata, sakit juga sebentar saja! Sekali disuntik, sebentar saja, sakit itu hilang.
Misalnya, operasi di rumah sakit, ia membius Anda; atau Anda sakit, ketika ia meredakan sakit Anda dengan obat, Anda pun tidak sakit lagi. Sesungguhnya, penderitaan juga semacam sunyata. Jika Anda di rumah sakit sering berpikir demikian, Anda pun tidak akan menderita. Pasien di rumah sakit, merasa di rumah sakit sangat menderita, sungguh, di rumah sakit adalah satu hal yang paling menderita. Namun, ketika dibius, sakit pun hilang, ini membuktikan bahwa penderitaan itu sendiri adalah sementara, penderitaan itu sendiri juga sunya. Ketika menderita, harus dialihkan menjadi sementara, sunya, dan gejala yang singkat saja.

Mari kita perluas lagi, Anda mengira seluruh hidup ini adalah penderitaan, sesungguhnya, hidup ini sangat singkat. Umur 20 tahun lebih saya menjalani pelatihan di Chelongpu, sekarang saya kembali lagi ke Chelongpu, sudah umur 65 tahun, 45 tahun sudah berlalu. Apakah saya masih ada 45 tahun lagi? (Hadirin jawab: “Ada!”) Bagaimana pemikiran saya sekarang? Segala kebahagiaan adalah sementara, segala penderitaan juga sementara dan seketika, ubah seluruh penderitaan dan kebahagiaan di dunia ini menjadi sunyata.

Dalam menekuni Tantra, setelah kita mengerti teori ini, kita harus mulai menekuni sadhana dalam. Ketika Anda menekuni sadhana dalam, ketika prana Anda menembus nadi, ketika bindu menembus nadi, ketika api tummo menembus nadi, itu sangat bahagia, namun, kebahagiaan itu juga tidak abadi. Anda harus memanfaatkan api tummo Anda, membakar seluruh kerisauan materiil Anda, kemudian ubah tubuh Anda menjadi Buddhata, menjadi sunyata, inilah sadhana dalam dalam Tantrayana — metode “Dzog-rim”. Jadi, penjelmaan sinar pelangi Padmasambhava, Ia mengubah seluruh tubuh-Nya menjadi sinar pelangi, selamanya ada Tathata di dalam alam suci, inilah Buddhata sejati.

Secara teori, Anda harus mengubah sukha menjadi sunyata.
Dalam aspek sadhana dalam, Anda harus masuk tingkat sadhana yang lebih dalam lagi, dari penekunan “Kye-rim”, memasuki penekunan “Dzog-rim”, barulah dapat membuktikan kebahagiaan adalah sunyata.
Apakah masih ada pertanyaan?

(Siswa bertanya: mengenai pertanyaan yang Mahaguru ajukan di buku: agar nadi tengah sadhaka biasa terbuka, cakra hati harus terbuka, kebijaksanaan baru bisa terbuka, demikian baru bisa menyaksikan apa yang namanya “Buddhata”. Mohon Mahaguru berwelas asih mengabhiseka Bradha Kumbha Prana dan Samadhi Api Tummo, sehingga sadhaka baru bisa menjalankan sadhana) (Hadirin tepuk tangan dan bersorak)

Untuk buka nadi tengah, ketahuilah satu hal, harus melatih Bradha Kumbha Prana. Padmasambhava pernah bersabda, “Bradha Kumbha Prana adalah sumber pahala.” Segala pahala, berasal dari Bradha Kumbha Prana. Tantra mewajibkan kita melatih Bradha Kumbha Prana, mengapa? Supaya nadi tengah terbuka. Jadi, Bradha Kumbha Prana dan buka nadi tengah saling berhubungan. Dalam Tantra, Anda menekuni Bradha Kumbha Prana, Anda tarik napas, Anda harus visualisasi dengan pikiran, prana terus masuk dari nadi tengah, bukan di lambung, tapi 4 jari di bawah pinggang — Avadhuti, kemudian dari sana angkat anus.
Bagaimana dengan prana? Prana atas menekan ke bawah, prana bawah diangkat ke atas, di perut Anda berubah menjadi sebuah Bradha Kumbha. Berapa lama napas dapat disimpan? Anda simpan napas di sini hingga Anda tidak tahan lagi, perlahan-lahan Anda hembuskan napas dari lubang hidung, inilah Bradha Kumbha Prana dalam Tantra.

Demikianlah penekunan Taois, tarik napas, tiba di avadhuti, sama saja, tekan ke bawah dan angkat ke atas, seluruh napas disimpan di avadhuti, simpan sebentar, pakai pikiran, di bawah tulang belakang terus naik, tiba di nirvana, lalu turun dari sini (nirvana), tiba di sini (cakra kening), keluar dari posisi mata ketiga. Begitulah metode Taois, mengikuti tulang belakang, prana naik, keluar di sini (posisi mata ketiga), ketika Anda tidak tahan lagi, baru keluar dari lubang hidung, ini adalah penekunan Taois.

Tantrayana adalah, setelah tahan napas, tidak tahan lagi baru keluar dari nadi tengah hingga lubang hidung. Juga ada yang menggunakan “metode penyebaran”, napas keluar dari lubang pori-pori. Jika napas Anda dapat keluar dari lubang pori-pori, teknik yang sangat hebat; tarik napas dari lubang pori-pori, keluar dari lubang pori-pori, itu sangat hebat, itu sudah tingkat tinggi. Ketika kita baru mulai melatih, hanya melatih Bradha Kumbha Prana. “Tahan napas” pun harus dilatih bertahun-tahun.

(Siswa bertanya: kapan harus “mengunci tenggorokan”?)

Menekan jakun adalah menekan tenggorokan, agar napas di dalamnya tidak keluar; ketika mengeluarkan napas, jangan menekan jakun.

Jika Anda sering melatih (Bradha Kumbha Prana), dalam sehari jangan melebihi 21 kali. Sebab, ketika baru mulai latihan, panas dalam akan meningkat, bisa sakit kepala, sakit mata; ada yang bisa mimisan; ada yang bisa mengalami pembengkakan gusi. Anda harus atur pelan-pelan, atur hingga ia tidak panas dalam, amarah jangan begitu besar, juga jangan dingin, yang terpenting diatur pas-pasan. Kalau sudah lama dilatih, prana dengan sendirinya berjalan perlahan-lahan, memasuki nadi tengah, inilah prana kemudahan, prana yang memasuki nadi tengah, diubah menjadi prana kebijaksanaan. Ketika seluruh nadi tengah penuh dengan prana kebijaksanaan Anda, nadi tengah pun terbuka. Demikianlah nadi tengah terbuka.

Setelah buka nadi tengah, buka kelima cakra — cakra kening, cakra tenggorokan, cakra hati, cakra pusar, dan cakra reproduksi, semuanya dibuka, setelah semua terbuka, padukan dengan olahraga Anda, yakni Vajrasamdhi. Kita lebih dulu buka nadi tengah, memasukkan prana ke nadi tengah, lebih dulu melatih Bradha Kumbha Prana, setelah prana Anda dapat memasuki nadi tengah, perlahan-lahan, prana nadi tengah Anda pun penuh. Perlahan-lahan, satu demi satu cakra terbuka, sekali cakra terbuka, Anda pun bisa melihat sinar, ini adalah “membuka rintangan” dalam Tantra.

(Siswa bertanya: kapan menyalakan api tummo?)

Menyalakan api tummo, yakni setelah Bradha Kumbha Prana Anda sangat penuh, Anda visualisasi nadi tengah Anda dengan sangat jelas, prana ini mendesak api tummo di posisi empat jari di bawah pusar, yakni avadhuti bawah, posisi itu disebut “sumber api”. Anda harus visualisasikannya menjadi segitiga, segitiga melambangkan api, di tengah segitiga, ada sebuah benih aksara api, di dalam Tantra disebutkan separuh dari aksara “AH”, mirip sebuah ujung jari, ada sebuah percikan api di sana.
Ada yang mengatakan harus memanfaatkan Vajravahari berubah menjadi api merah, berdiri di tengah segitiga, ini mengandalkan visualisasi, saat visualisasi setitik api tersebut, tarik Bradha Kumbha Prana di kedua sisi Bradha Kumbha untuk mendesak api, agar api ini menyala, ini ibarat menghasilkan api dari menggosok kayu, anggap pikiran Anda sebagai dorje, anggap posisi avadhuti Anda sebagai kayu, gunakan kekuatan prana Anda untuk mendesak api tersebut, sekali api menyala, api tummo pun menyala.

(Siswa bertanya: visualisasi Vajrasattva atau visualisasi Vajravahari?)

Visualisasi Vajravahari, ini disebut “Samadhi Api Tummo Vajravahari.

(Siswa bertanya: saat abhiseka, harus visualisasi Vajravahari?)

Nanti, jika saya memberikan abhiseka Brabha Kumbha Prana dan buka nadi tengah, Anda harus visualisasi avadhuti atau sekujur tubuh Anda, berubah menjadi sebuah Bradha Kumbha, Bradha Kumbha ini berada di posisi empat jari di bawah cakra pusar Anda, ada percikan api sudah cukup. Menekuni sadhana ini, sama halnya berada di dalam lingkup abhiseka kedua.

Tantrayana memiliki 2 jenis penekunan, pertama lebih dulu menekuni “Kye-rim”, satu lagi adalah “Kye-rim” dan “Dzog-rim” ditekuni sekaligus. Mengerti? Saya hanya menjelaskan garis besarnya, di dalamnya banyak detil, saya sudah terangkan sangat jelas. Kita harus menekuni Bradha Kumbha Prana, sebab hanya saat Bradha Kumbha Prana berhasil, prana baru bisa bergetar, baru bisa bertenaga, sekujur tubuh baru bisa kokoh, baru bisa mengembangkan kekuatan Anda.
Kemudian, begitu nadi tengah terbuka, saat prana menelusuri tengah nadi tengah, sukha yang dihasilkan adalah mahasukha. Mengerti?

Sembilan tahap pernapasan Buddha adalah dasar dari Bradha Kumbha Prana. Kita atur pikiran kita lewat 9 tahap pernapasan Buddha, setelah menyelesaikan 9 tahap pernapasan Buddha, segera melakukan Bradha Kumbha Prana. Sembilan tahap pernapasan Buddha adalah memusatkan perhatian kita, saat prana bergerak, hati dan prana bisa terpusat, Kumbha Prana pun akan sukses, nadi tengah pasti terbuka. Di luar ada sebagian orang berkata, “Saya bisa membuat nadi tengah Anda terbuka dalam sekejap.” Itu jenius. Tantrayana kita saja tidak menyatakan secepat itu, harus bertahun-tahun. Melatih diri tidak secepat itu. Bila kita mau kontak yoga dengan Buddha dan Bodhisattva, Buddha dan Bodhisattva datang membantu kita, semua itu bertahun-tahun. Masih ada yang angkat tangan?

(Mahaguru, apakah menekuni “Bradha Kumbha Prana” dan “9 Tahap Meditasi” itu beda sistem sadhananya?)

“Sembilan Tahap Meditasi” adalah mengendalikan hati Anda; kita menekuni Bradha Kumbha Prana, juga menggunakan pikiran kita untuk menenangkan hati, walaupun beda sistemnya, Sembilan Tahap Pernapasan Buddha sama halnya dengan awal meditasi. Bradha Kumbha Prana juga harus memusatkan perhatian! Semua ini adalah Metode 9 Tahap Meditasi.

(Siswa bertanya: ada pertanyaan seputar gejala pergerakan roh.)

Pergerakan roh adalah pergerakan prana, merupakan teknik pengembangan diri, agar prana Anda mengalir di seluruh bagian tubuh Anda, bergerak ke mana-mana, sama halnya dengan suatu teknik penunjang, metode agar tubuh dan nadi Anda dapat terbuka. Umumnya adalah membiarkannya bergerak sendiri. Apabila Anda sedang ikut kebaktian, Anda juga bergerak seperti itu, bisa mempengaruhi orang lain.

Ada satu hal yang harus diingat, penting sekali, jika Anda anggap Anda memamerkan daya gaib dengan pergerakan roh, Anda akan mudah sekali kerasukan Mara, Anda mengira ini dewa apa yang datang, Anda pun menjadi medium. Kadang-kadang, api sedang menyala, Anda percaya begitu tangan Anda dimasukkan, tangan Anda tidak akan terbakar. Kalau begitu, Anda coba saja! Begitu tangan dimasukkan ke dalam api, tangan Anda pun hangus. Jangan percaya fenomena yang tidak masuk akal, sebab, setelah Anda kerasukan Mara, Mara itu akan menempel di badan Anda, Anda pun akan bergerak tanpa henti. Jadi, Anda harus kendalikan pergerakan roh Anda.

(Siswa bertanya: seorang umat berkata bahwa ia dulu kena herpes, namun, tidak bisa sembuh total, masih bisa sakit dan gatal.)

Berarti masih ada kuman di sana, berkembang biak di tubuh Anda, “kulit ular” sama dengan penyakit kulit, sembuh lalu kambuh lagi, itu adalah penyakit radang kulit yang sulit sembuh, Anda telah mengoleskan obat dari luar, setelah Anda bangun dari tidur, mulai gatal lagi.
Penyakit kulit sulit disembuhkan, kuman dibius oleh Anda dan tertidur, setelah bangun, mulai gatal lagi. (Mohon Mahaguru berkati nanti)

Amitabha! Begini saja!
Saya akan memberikan abhiseka Bradha Kumbha Prana dan Api Tummo pada Anda semua. Anda visualisasi diri sendiri adalah sebuah Bradha Kumbha, di tengah Bradha Kumbha, di posisi 4 jari dibawah pusar Anda adalah api tummo, keduanya diabhiseka sekaligus.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Reposting is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Postingan ulang Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Diketik ulang dari Buku ke-183 “Meninggalkan Keduniawian (Transcending Samsara)” dengan sedikit perubahan yang tidak mengubah arti, hanya menggaris-bawahi yang penting diperhatikan oleh pembaca.

Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu

Dulu, pernah ada seorang umat yang selalu berada di samping saya. Ia banyak mempelajari mustika sadhana aliran Tantra Tibet yang amat berharga.

Ia memang sangat serius dan tekun.

Dan saya pun mengajarkan beberapa kunci rahasia kepadanya. setelah menjalani latihan dalam jangka waktu tertentu, ia telah dapat menguasai tataritual Sadhana Tantra dengan sangat sempurna. Baik teori maupun praktek, tak satu pun yang terlewatkan olehnya.

Ia melaksanakan Sadhana Santika[1], Paustika[2], Vasikarana[3], dan Abhicaruka[4]. Semua kunci rahasianya sudah dilengkapi.

Ia juga telah menekuni Apihoma[4] sebanyak ratusan kali, Argampuja[5] sebanyak ratusan kail, Mahapuja sebanyak ratusan kali, Dewapuja sebanyak ratusan kali, Dharmapalapuja sebanyak ratusan kali, Gurupuja sebanyak ratusan kali, Adinatapuja sebanyak ratusan kali, berbagai persembahan sebanyak ratusan kali….

Suatu hari, ia datang ke tempat saya. Dengan wajah murung ia mengeluh, “Sama sekali tidak terjadi yukta[6].”

“Apakah kamu sudah mengundang para Mahasattva?”

“Sudah semua.”

“Apakah kamu sudah membaca Sutra Raja Agung Avalokitesvara[7] sebanyak seribu kali?”

“Sudah.”

“Apakah kamu sudah menjapa Mantra Mahaguru sebanyak delapan juta kali?”

“Sudah.”

“Apakah kamu sudah membaca Sutra Suvarnaprabhasottama sebanyak 49 kali?”

“Sudah juga.”

“Apakah kamu sudah melakukan berbagai ritual pertobatan?”

“Sudah.”

Ia telah menekuni hampir seluruh sadhana yang ada.

Ia telah berupaya dengan segala sadhana, akan tetapi sama sekali tidak memperoleh yukta. Laksana garam hanyut dalam laut, tiada bekas.

Ia bertanya, “Guru Lu, apakah masih ada sadhana yang lain?”

Saya menjawab, “Semua sadhana telah dilaksanakan, apa lagi yang harus saya katakan?”

“Bukankah dikatakan akan terjadi yukta? Terutama Sadhana Citta dalam hati?”

“Ya.”

“Mengapa tidak memperoleh yukta?”

” Saya sungguh tidak tahu.” Saya sangat menyesal.

Saat bersamadhi, diri saya masuk ke dalam kesadaran ketiadaan dan kekosongan. Itulah yang dikatakan “terlahir dalam kekosongan, berada dalam ketiadaan. Saya terlahir jadi Adinata, tetapi terhanyut oleh pikiran.”

Saat itu, saya muncul di alam “Buddha Ratna Wijaya”.

Saya bertanya pada Buddha Ratna Wijaya, “Mengapa setelah menekuni segala sadhana dengan penuh ketulusan, tetapi masih belum terjadi yukta?”

Buddha Ratna Wijaya menjawab, “Daripada menekuni segala macam sadhana, lebih baik berusaha mengosongkan pikiran. Yang ada menjadi tiada, yang tiada menjadi ada.”

“Mohon dijelaskan.”

Buddha Ratna Wijaya menjelaskan:

“Ada tiga macam manusia yang tidak mungkin memperoleh yukta dalam menekuni sadhana. Dengarkanlah dengan seksama. Jenis manusia pertama adalah mereka yang emosional dan mudah marah, jenis manusia kedua adalah mereka yang berhati culas dan kejam, jenis manusia ketiga adalah mereka yang amat serakah.”

Saya menjadi terdiam setelah mendengarkannya.

Buddha Ratna Wijaya melanjutkan, “Hati Buddha ber-yukta dengan hati langit, hati langit ber-yukta dengan hati manusia. Hati yang galau, keji, dan tamak, sadhana apapun yang ditekuninya tetap tidak akan memperoleh yukta.”

Oleh sebab itu, dengarkanlah sepatah kata yang cukup klise dari saya: “Utamakanlah menyucikan hati daripada menekuni sadhana! Apakah hati Anda suci adanya?”

– – –

Kosakata:

[1] Sadhana yang menitikberatkan pada efek Pemberkahan (peningkatan kemujuran/hoki dalam melakukan sesuatu)

[2] Sadhana yang menitikberatkan pada efek Peningkatan Berkah Harta Duniawi

[3] Sadhana yang menitikberatkan pada efek Pengikis karma buruk

[4] Sadhana yang menitikberatkan pada efek Tolakbala

[4] Sadhana pujana api (persembahan melalui media api)

[5] Sadhana pujana air (persembahan melalui media air)

[6] Kontak batin

[7] GaoWang Jing (baca: “Kau Wang Cin”), atau “Ko Ong Keng” dalam dialek Hokkian

– – –

Mohon Baca artikel yang berkaitan di bawah ini:

https://meilindaxu.wordpress.com/2010/10/02/mencapai-kebuddhaan-dalam-tubuh-sekarang/

Referensi:

Lu, Sheng-Yen. 2009. “Meninggalkan Keduniawian.” Medan: PT Budaya Daden Indonesia.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Reposting is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Postingan ulang Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Dari buku ke-151 “Obrolan Ringan Seorang Penyendiri”

Translation  :Meilinda Xu 莲花许月珊

Oleh Grand Master Sheng-Yen Lu

Seminggu sekali, saya pergi ke pasar di kota berbelanja sayur-mayur, orang-orang di pasar sedikit demi sedikit mulai penasaran akan kemunculan saya sebagai seorang yang asing.

Ada yang bertanya pada saya: “Kamu datang dari mana? Kamu berprofesi sebagai apa?”

Saya tidak pernah menjawab saya berasal dari mana, juga ketika orang-orang menanyakan saya berprofesi sebagai apa, saya selalu menjawab: “Saya sudah pensiun!”

Ada seorang penjual sayur berkata: “Saya lihat, kamu sering pakai topi, berpakaian seperti seorang pengurus di perusahaan besar, apakah kamu seorang pengurus di perusahaan besar?”

Ada seorang berkata: “Perawakanmu, seperti seorang tenaga kerja dari luar negri, kamu pastilah seorang buruh perbaikan jalan.”

Juga ada seorang penjual buah berkata: “Kemungkinan kamu adalah seorang juru masak di dapur, apakah kamu seorang koki?”

Mendengarnya, saya hanya bisa tertawa bego, asal-usul saya, dari mana, merupakan sebuah pertanyaan yang membingungkan. Mereka selamanya tidak akan mengetahui apa pekerjaan saya.

Hanya pemilik kedai kopi yang pernah saya sembuhkan penyakit matanya, dia mengatakan bahwa saya adalah “dukun”.

Pada suatu hari, pemilik kedai kopi mengejar saya: “Pak tua! Bolehkah membantu saya sekali lagi? Hanya kali ini saja, tidak akan memberitahu orang lain!”

“Siapa?”

“Ibu mertua saya!”

“Dia kenapa?” Tanya saya.

“Pencernaannya bermasalah, sudah beberapa tahun, badannya kurus lemah, lambung usus tidak pernah seharipun sehat, setelah makan langsung diare. Saya memberitahunya, anda telah menyembuhkan penyakit mata saya, beliau mengharapkan anda juga dapat menyembuhkan penyakit pencernaan menahunnya.”

Setelah berpikir sejenak, saya berkata: “Baiklah!”

Ibu mertua tersebut merupakan seorang ibu tua, saya menyuruhnya berdiri dengan kuda-kuda yang mantap, untuk mencegah beliau terbang keluar ketika sebelah telapak tangan saya memukulnya!

Saya menyuruhnya berdiri memunggungi saya.

Saya memohon agar Adinata saya memberkati lambung ususnya, telapak tangan kanan saya secara otomatis memukul punggungnya, terdengar suara “Phong, Phong.”

Saya melihat telapak tangan saya bersinar, mengeluarkan energi!

Saya melihat sinar di tubuh ibu tua, energi telah berpindah ke lambung ususnya.

Bersuara “Hum!”, cahaya agung terpancar.

Sejak hari saya memukul punggung ibu tua, keanehan terjadi, ibu tua sudah tidak diare lagi saat masuk kamar mandi.

Sejak saat itu sudah menjadi normal, selamanya lambung usus normal kembali, membuat pemilik kedai kopi dan ibu mertuanya sangat kaget dan keheranan.

Si pemilik kedai kopi dan ibu mertuanya, melihat saya selalu memanggil: “Pak dukun!”

Saya memberitahu mereka berdua: “Saya bukan dukun.”

“Saya harus memanggil anda dengan apa?”

Saya berkata: “Kalian berdua memanggil saya ‘Master’ saja! Tetapi, jangan beritahukan pada orang lain ya! Saya di sini sedang bertapa, tidak ingin terlalu dihebohkan!”

Tentu saja saya tahu, sepasang telapak tangan saya dapat terus membantu orang, karena sepasang telapak tangan saya bisa bercahaya, sama halnya juga dapat menyeberangkan insan seluas cakrawala di kolong langit, dapat memerahkan sebidang langit ini. Namun, jika dipikirkan lagi, lebih baik melewati masa tua dengan tenang! Buat apa mati karena kecapekan!

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »