Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kebajikan’


012 应该为的便去做

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》,full chinese article please Sign In (Free) to see in https://www.tbboyeh.org

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya menjalani hidup pertapaan di “Danau Daun”, saya melihat ada seseorang, saat dia melihat ada lubang di jalanan, dia segera mencari sebuah papan yang kokoh dan menutup lubang itu, agar orang yang melintas tidak jatuh karena menginjak lubang.

Ia melihat truk pengantar barang, muatannya tidak diikat dengan baik sehingga beberapa kardus besar jatuh dari atas truk, namun supir truk tidak mengetahuinya. Ia segera menghentikan mobilnya dan memindahkan beberapa kardus besar tersebut ke pinggir jalan, agar tidak menghalangi jalur mobil di belakangnya.

Ada suatu kali lagi, ada seorang tua yang sudah renta dan lemah, sudah sepuluh menit lebih tidak berhasil menyeberangi jalan, ia segera memapah dan mengangkatnya, sebentar saja sudah menyeberangi jalan.

Ia melihat seekor anjing yang terikat berada di dalam sebuah got bawah tanah, tidak mampu keluar, anjing tersebut menggonggong sekuat tenaga di dalam got. Oleh dikarenakan ia tidak bisa menolongnya sendirian, ia segera memanggil polisi, memohon polisi untuk membantu mengeluarkan anjing ini.

Orang ini, tidak hanya menaruh rasa hormat terhadap para Buddha Bodhisattva, namun terhadap seluruh insan sepuluh penjuru, ia juga menaruh rasa hormat yang sama.

Saya beranggapan, semestinya melakukan hal yang dapat meringankan insan lain, inilah yang disebut sebagai Jalan Bodhisattva, dan juga merupakan kegemaran berbuat bajik.

Menuliskan sebuah sajak :

Pecahkan dinginnya dunia

Insan dan saya tidaklah berbeda

Asalkan dapat melakukan maka lakukanlah

Gemar berbuat bajik diri sendiri juga sangat bahagia

Menyayangkan bertetangga namun bersikeras tidak bersilaturahmi satu sama lain

Menyayangkan manusia hanya berorientasi pada keuntungan diri sendiri

Bertikai demi reputasi dan keuntungan

Kebajikan yang sesungguhnya malah didiamkan tidak dilakukan

Harus belajar pada Bodhisattva

Melayani insan merupakan yang paling penting

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


553 Lima Jenis Bodhicitta (Bagian Ketiga)

Oleh : Grandmaster Shengyen-Lu

Sumber : Mahasiddhi Cahaya Pelangi, Dharmadesana tanggal 24 Oktober 1997

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

——————————————————————————————————–

Kita membahas lima jenis bodhicitta.

Bodhicitta pertama, disebut sumpah bodhicitta, juga merupakan membangkitkan ikrar. Bodhicitta kedua, disebut menjalankan bodhicitta. Setelah membangkitkan ikrar, anda harus menjalankan, yaitu harus dipraktikkan, bersungguh-sungguh melatih diri. Bodhicitta yang ketiga disebut dengan bodhicitta paramattha, yang ini lebih rumit untuk dijelaskan.

Dari kelima jenis bodhicitta, bodhicitta yang ketiga disebut dengan bodhicitta paramattha. Di dalam Tantrayana, sering disebutkan mengenai “cahaya cemerlang kebajikan unggul (paramatthajotika)”. Ini maksudnya adalah anda telah membangkitkan ikrar, dan juga telah melaksanakannya. Namun di dalamnya terkandung makna yang lebih dalam, lebih mendalam, yaitu anda telah melaksanakannya, namun tidak berharap, tidak mengharapkan balasan apapun. Malahan setelah melakukannya, seluruhnya dileburkan ke dalam sifat sunya. Ini adalah poin yang lebih susah, inilah yang disebut dengan bodhicitta paramattha. Juga berarti berdana namun tidak mengharapkan balas jasa, secara total melaksanakan ikrar secara alamiah tanpa paksaan. Jenis bodhicitta ini dinamakan bodhicitta paramattha.

Ini merupakan poin yang agak rumit. Ada sebagian orang, setelah melakukan sesuatu, ia mengharapkan orang lain akan memujinya, jika tidak, dia tidak akan melakukannya. Setelah melakukan perbuatan bajik, tercantum di dalam koran, ia akan sangat gembira. Sebelum diterbitkan dalam koran, setiap hari ia menelepon kantor surat kabar menanyakan, “Kenapa masih belum diterbitkan?”

Mengharapkan mendapatkan penghargaan, melakukan kebajikan jenis apapun, ada hadiahnya, ataupun ada mendapatkan penghargaan. Oleh dikarenakan sudah mendapatkan sangat banyak perbuatan bajik, setiap jenis kebajikan yang saya perbuat, saya mencatatnya. Setelah dicatat, dikirimkan kepada acara penghargaan yang paling bergengsi, seperti Nobel, ataupun mendaftarkan untuk dapat menerima penghargaan di acara manapun, ataupun di acara pemberian penghargaan perdamaian.

Oleh karena anda telah membangkitkan ikrar, melakukan perbuatan bajik. Anda telah melakukan sangat banyak perbuatan bajik, semuanya dicatat, di saat sudah terakumulasi sangat banyak, kemudian dikirimkan ke acara penghargaan, sehingga mendapatkan titel penghargaan.

Sebagian orang, bodhicitta paramatthanya yang seperti apa? Adalah sudah melakukan, lantas mengembalikannya kepada tiada, di sinilah letak kerumitannya. Inilah yang dinamakan dengan “paramattha”, terkandung suatu makna yang sangat unggul di dalamnya. Juga berarti bahwa apa yang anda ikrarkan, apa yang anda lakukan, seluruhnya dikembalikan kepada angkasa, ini lebih tinggi tingkatannya.

Agama Buddha mengajarkan kepada kita, kehidupan manusia adalah ilusi, merupakan sebuah mimpi, merupakan sebuah sandiwara. Keseluruhan “kekosongan dari tiga wujud perputaran” yaitu tiada penderma, tiada objek yang menerima derma, tiada objek yang didermakan, dinamakan dengan “kekosongan dari tiga wujud perputaran”.

Segala yang anda lakukan, pada dasarnya semua akan kembali kepada angkasa, masih ada apa lagi? Oleh karena itu, janganlah anda melekati perbuatanmu, ikrarmu, asalkan anda melakukan dengan segenap hati dan segenap tenaga, itu sudah benar. Ini barulah yang disebut dengan “kebajikan yang tak terhingga”. Seluruh “kebajikan yang tak terhingga”, adalah anda melakukan, anda berikrar. Namun, segalanya kembali kepada angkasa, disebut dengan “kebajikan yang tak terhingga”. “Kebajikan yang tak terhingga” yang sesungguhnya adalah yang seperti ini.

Oleh karena itu, semua yang berwujud ini, setelah anda lakukan, lantas anda mencatatnya semua, hari ini saya telah melakukan perbuatan bajik seperti ini dan itu. Besok anda mencatatnya lagi, segala kebajikan yang telah anda perbuat. Kelak anda berkata, “Saya telah melakukan sebegitu banyak perbuatan bajik, mengapa masih belum mendapatkan pembalasan yang baik?” Ini tidaklah sesuai dengan bodhicitta paramattha.

Ada banyak orang bertanya kepada Mahaguru Lu, “Bagaimanakah Aliran Tantra Satya Buddha kelak?” Saya hanya menjawab delapan patah kata, “Berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah”. Kita melakukan perbuatan bajik, juga sama. Berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah, tidak mengharapkan balasan apapun, segalanya sangatlah alamiah.

Saya sering menuliskan “keberhasilan melakukan kebajikan bak sungai pasir mimpi”, inilah bodhicitta paramattha.

Juga ada yang bertanya pada saya, “Mahaguru Lu, anda menulis begitu banyak buku, berapa banyak buku yang ingin anda tulis?” Saya juga tidak tahu, I don’t know. Saya hanya berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah.

“Anda melukis, ingin melukis sampai berapa lembar?” Lakukan dengan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah.  Hati saya kosong tiada beban, inilah wujud kemunculan bodhicitta paramattha, sehingga hatipun kosong tiada beban.

Anda ingin menjadi apa? Menjadi ketua pengurus Majelis Tantrayana Satya Buddha? Menjadi ketua umum Majelis Tantrayana Satya Buddha? Jika anda memiliki niat seperti ini, anda tidaklah memiliki bodhicitta paramattha.

Ketua pengurus Majelis Tantrayana Satya Buddha sektor RRC, ketua apa, ketua apa, semuanya saya inginkan, satu pun tidak boleh ada yang terlewatkan, karena saya yang paling banyak berbuat, tidak ada orang yang mengungguli saya, semuanya saya inginkan. Seluruh “nama” ini saya inginkan, seluruh “keuntungan” juga saya inginkan, semuanya saya raup, tidak ada bodhicitta paramattha.

Bodhicitta paramattha yang sesungguhnya adalah biarkan berjalan secara alamiah, segalanya kembali pada kebajikan bak sungai pasir mimpi, harus mampu memahami makna paramattha.

Anda memiliki bodhicitta paramattha, segala yang anda lakukan, berubah menjadi cahaya cemerlang, inilah cahaya cemerlang kebajikan unggul (paramatthajotika).

Semua yang sering saya katakan, “Segala kegiatan yayasan amal, bukanlah kebajikan. Oleh karena bukanlah kebajikan, barulah disebut dengan kebajikan.” Apakah maksud dari kalimat ini? Dua kata “para-mattha”.

Dalam Sutra Vajracheddika, dikatakan bahwa segala kebajikan bukanlah merupakan kebajikan. Oleh karena bukanlah kebajikan, barulah disebut dengan kebajikan. Dua patah kata – para-mattha.

Oleh karena itu, kita belajar Dharma, belajar Buddha, belajar Ajaran, setelah anda membangkitkan ikrar, membangkitkan sumpah bodhi, menjalankan jalan bodhi, namun anda tidak menganggapnya sebagai sebuah kebajikan. Oleh karena tidak menganggapnya sebagai sebuah kebajikan, ini barulah kebajikan. Oleh karena itulah, adalah tidak terhingga, tidak dapat terbayangkan, seluruhnya sedang menjelaskan dua kata “para-mattha” ini.

Jika anda memahaminya, maka anda akan mengetahui apa yang dimaksudkan “tidak ada kebajikan” yang dikatakan oleh Bodhidharma. “Tidak ada kebajikan”, adalah makna dari paramattha.

Kaisar Liang tidak memahami paramattha, ia hanya menjalankan ikrar, tidak memiliki paramattha.

Om Mani Padme Hum.

Link sumber artikel dalam bahasa mandarin :

http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=29&csid=34&id=585

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/ daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


Oleh: Grand Master Sheng-Yen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Biasanya, pada saat badan saya masih sehat, sebagai contoh, pada saat saya di Seattle, “Bala” (Wisma Lingxian), menjalani pertapaan selama tiga tahun. Pada saat itu baru menginjak usia tiga puluh delapan tahun, empat puluh tahun, masih pada usia produktif, bahkan flu kecil pun tidak pernah saya alami. Menjalani pertapaan pada saat itu sama sekali tidak merasakan butuh orang dekat, juga tidak merasakan kehangatan dari teman dekat, lagipula hidup bertapa memang harus menyendiri dan kesepian, jadi tidak masalah.

Saat ini, saya bertapa di Danau Daun, benar-benar telah jatuh sakit. Sakit di badan pada saat ini, telah membuat tangan dan kaki tidak berdaya, contohnya seperti sakit kaki:

Mencuci wajah dan menyikat gigi, semuanya bergantung pada “Ayam Emas Berdiri pada Kaki Tunggal” (shio Mahaguru Lu adalah ayam).

Berjalan dan hendak duduk beristirahat juga bergantung pada kedua tangan dan satu kaki untuk merangkak di atas lantai.

Kaki kiri saya bengkak sampai seperti roti.

Sakitnya sungguh tak tertahankan.

Kondisi yang seperti ini, bagaimana dapat bertapa dan melatih diri? Setelah jatuh sakit, ingin pergi mencari dokter ke rumah sakit, juga tidak sanggup, sehingga membutuhkan seseorang untuk membantu menjaga. Pada saat seperti ini, ingin menyendiri juga tidak bisa, kita sadhaka yang ingin berlindung pada Buddha Bodhisattva, juga harus bergantung pada hati welas asih orang yang bersedia merawat dan menjaga.

Pada saat ini, saya baru memahami, “merawat dan menjaga orang sakit”merupakan sebuah pekerjaan besar yang berat, jika bukan sebagai pekerja yang mengkhususkan diri menjaga dan merawat, dan harus menjaga orang sepanjang hari dalam jangka waktu yang lama, kerabat dan teman dekat tersebut harus memiliki perjuangan dan usaha yang lebih keras.

Orang yang sakit menderita.

Orang yang menjaga dan merawat juga menderita.

Sekarang saya mengerti, kerabat dan teman dekat dari orang yang sakit, seharusnya mampu memahami penderitaan dan kesengsaraan pesakit tersebut. Oleh karena itu, meskipun sibuk bekerja, menderita, stress (banyak beban pikiran), juga seharusnya pergi menemani pesakit tersebut. Saya mengerti, menjaga dan merawat orang sakit merupakan sebuah penderitaan, akan tetapi orang yang sakit lebih menderita!

Tidaklah mengherankan jika Hyang Buddha berkata: “ladang kebajikan besar ada delapan, menjaga orang sakit menempati posisi pertama.”

Sadhaka yang menghormati Budha, suciwan, para biksu, inilah “ladang kebajikan menghormati”.

Sadhaka yang memberikan persembahan kepada para biksu, orangtua, inilah “ladang kebajikan balas budi”.

Sadhaka yang memberikan persembahan kepada Acarya, ini juga “ladang kebajikan balas budi”.

Sadhaka yang menjaga dan merawat orang sakit, ini adalah “ladang kebajikan pengorbanan”.

(Budha, suciwan, biksu, Acarya, Sangha, ayah, ibu, orang sakit, adalah delapan ladang kebajikan).

Saya ingin memberitahukan pada para pembaca, “menjaga dan merawat orang sakit” benar-benar merupakan ladang kebajikan yang besar, merupakan latihan berbuat karma baik. Budha berkata, ladang kebajikan menjaga dan merawat orang sakit adalah nomor satu, paling sedikit, orang tersebut akan mendapatkan pahala berupa menjadi kaya raya, terlahir di alam Surga Caturmaharajakayika (kadang sering juga disebut Caturmaharajika), Surga Trayastrimsa, Surga Yama, Surga Tusita, Surga Nirmanarati, Surga Paranirmita Vasavartin, Surga Brahma.

Pada saat orang sakit membutuhkan perawatan, kita menjenguknya, pesakit tersebut akan merasakan perasaan kasih sayang yang berharga.

Link artikel asli (berbahasa Mandarin):

http://www.tbsn.org/chinese2/article.php?id=8179&keyword=&backpage=&page=20

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »