Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Mahaguru Lu’


世尊开示集676密教修行成就的大法 Dharmadesana Mahaguru ke-676 Mahasadhana Keberhasilan Bhavana Tantrayana Translation: Meilinda Xu 莲花许月珊 四伽行 的「真佛四皈依法」 「Sadhana Catursarana Satya Buddha」dari Caturprayoga (007-008 為四伽行之二 四皈依法) (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) 007 真佛四皈依法(007-008 為四伽行之二 四皈依法) 007 Sadhana Catursarana Satya Buddha (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) ———————————————————————————– 有「敦珠仁波切」的內密弟子來皈依「真佛宗」。我問:「敦珠活佛教了你什麼大法?」 Ada murid Tantra Internal dari 「Rinpoche Dunzhu」datang bersarana pada 「Tantrayana Satya Buddha」.Saya bertanya : 「Buddha Hidup Dunzhu mengajari kamu mahasadhana apa?」 「四皈依法。」他答,我不相信的搖搖頭。 「Sadhana Catursarana.」Jawabnya. Saya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. 「就是四皈依法,敦珠活佛說,修了百萬遍地四皈依法,就是大法。」這位新皈依的弟子如此堅定的回答我。由此可知,四伽行法之一的「四皈依法」是何等的重要。 「Adalah Sadhana Catursarana, Buddha Hidup Dunzhu mengatakan, setelah melakukan sadhana Catursarana sebanyak 1 juta kali, itulah Mahasadhana.」Murid yang baru bersarana ini menjawab dengan sangat yakin dan teguh. Dari sini dapat diketahui, 「Catursarana」yang merupakan salah satu prayoga dalam Caturprayoga teramat sangat penting. 真佛宗的「四皈依法」,詳述如下: 「Sadhana Caturprayoga」Tantrayana Satya Buddha, detilnya sebagai berikut : 一,進入密壇,目視上師法相或瓷相。 1, Memasuki altar mandala Tantra, pandang gambarupang Mulaguru atau pratima Mulaguru. 二,先觀想上師形容。觀想上師天心白光迸現,射入行者的天心,喉際紅光迸現,射入行者喉際,心際藍光迸現,射入行者心際。 2, Terlebih dahulu visualisasikan sosok Mulaguru. Visualisasikan cakra dahi Mulaguru muncul seberkas cahaya putih, memancar masuk ke dalam cakra dahi sadhaka. Cakra tenggorokan Mulaguru muncul seberkas cahaya merah, memancar masuk ke dalam cakra tenggorokan sadhaka. Cakra hati Mulaguru muncul seberkas cahaya biru, memancar masuk ke dalam cakra hati sadhaka. 三,行者合掌恭敬的唸: 南摩紅冠聖冕金剛上師蓮生活佛。 每唸一聲,拜一拜。 3, Sadhaka beranjali dengan penuh hormat dan melafalkan : (pinyin 🙂 Namo Hongguan Shengmian Jingang Shangshi Liansheng Huofo. (cara baca indo : Namo Hongkuan Shengmien Cinkang Shangshe Liensheng Huofo) Setiap membaca 1x, bersujud 1x. 四,唸四皈依真言: 南摩古魯貝。(皈依金剛上師) 南摩不打耶。(皈依佛) 南摩達摩耶。(皈依法) 南摩僧伽耶。(皈依十方一切聖賢) 4, Melafalkan mantra Catursarana : Namo Kulupei. (Bersarana pada Mulavajracarya) Namo Putaye. (Bersarana pada Buddha) Namo Tamoye. (Bersarana pada Dharma) Namo Sengkiaye. (Bersarana pada seluruh Sangha di sepuluh penjuru) 先唸三遍,隨即觀想上師及空中現出三寶諸尊,互相融合,化為五色的大光明。這五色大光明灌入行者頂竅注滿全身,自覺一切的業障,惡業,不淨業,罪業,全部化為黑色的氣從毛細孔排了出去,自己變得光明透澈,身心輕安,充滿福慧。 Terlebih dahulu bacakan tiga kali, kemudian visualisasikan Mulaguru dan seluruh Arya Triratna muncul di angkasa, saling melebur, berubah menjadi cahaya mahaterang 5 warna. Cahaya mahaterang 5 warna ini melalui lubang di ubun-ubun memasuki tubuh sadhaka memenuhi sekujur tubuh, diri sendiri merasakan seluruh karmawarana, karma buruk, karma tak bersih, dosa, seluruhnya berubah menjadi asap hitam keluar dari pori-pori tubuh, diri sendiri berubah menjadi bercahaya terang dan transparan, tubuh dan hati ringan dan tentram, penuh akan berkah dan kebijaksanaan. 五,接著又唸「四皈依真言」,隨意唸多唸少,愈多愈好。 5, Selanjutnya bacakan 「Mantra Catursarana」, terserah mau membaca banyak atau sedikit, semakin banyak semakin bagus. 六,唸完「四皈依真言」,要唸「發菩提心文」(三遍): 6, Selesai membaca 「Mantra Catursarana」, harus membaca 「Gatha Pengembangan Bodhicitta」(3 kali): “弟子蓮花OO,從此皈依根本上師,三寶,直至菩提,永不退轉,所有大小各善,悉以回施眾生,速成佛道。” “Siswa Lianhua OO, sejak sekarang berlindung pada Mulacarya, Triratna, hingga merealisasikan Bodhi, selamanya tidak mundur, seluruh kebajikan besar maupun kecil, dilimpahkan kembali kepada insan, menapaki jalan cepat menuju terealisasinya kebuddhaan.” 七,加持其他心咒: 蓮生活佛心咒(108或千遍) 嗡。古魯。蓮生悉地吽。 蓮華生大士心咒(108或千遍) 嗡阿吽。別炸古魯。唄瑪。悉地吽。些。 觀世音菩薩心咒(108或千遍) 嗡。嘛呢唄咪。吽。 阿彌陀佛心咒(108或千遍) 嗡。阿彌爹娃。些。 綠救度母心咒(108或千遍) 嗡。打啦。度打啦。度啦。梭哈。 7, Tambahkan pembacaan Mantra lainnya : Mantra Hati Buddha Hidup Liansheng (108 atau ribuan) Om. Kulu. Liansheng. Sitti. Hom. Mantra Hati Padmasambhava Guru (108 atau ribuan) Om A Hom. Pecakulu. Peima. Sitti Hom. Sie. Mantra Hati Avalokitesvara Bodhisattva (108 atau ribuan) Om. Mani. Peimi. Hom. Mantra Hati Amitabha Buddha (108 atau ribuan) Om. Amitiewa. Sie. Mantra Hati Tara Hijau (108 atau ribuan) Om. Tala. Tuttala. Tula. Soha. 八,唸完加持心咒即唸「迴向文」: 蓮生活佛加被力,三寶放光除業障, 我于眾生成佛道,皆共往生極樂國。 8, Setelah selesai membaca Mantra Hati, bacakan 「Gatha Pelimpahan Jasa」: (pinyin 🙂 Liansheng Huofo jia bei li, Sanbao fangguang chu yezhang, Wo yu zhongsheng cheng Fo Dao, jie gong wangsheng jileguo. (cara baca indo 🙂 Liensheng Huofo ciapei li, Sanpau fangkuang chu yecang, Wo yi congsheng cheng Fo Tao, cie kong wangsheng cile kuo. 九,大禮拜,出壇。 9, Mahanamaskara, keluar dari altar mandala. 這個「真佛四皈依法」其重點在「五色的大光明」也就是唸完三遍「四皈依咒」的觀想上。上師及三寶諸尊出現在虛空中,互相旋轉而融合,變成五色的大光明,然後從行者頂竅灌入,行者一切業障化為黑氣,從毛細孔排了出去。 這個觀想是第一等重要。 Titik berat「Sadhana Catursarana Satya Buddha」ini adalah pada 「Cahaya Mahaterang Lima Warna」, juga merupakan yang divisualisasikan setelah pembacaan 3 kali mantra Catursarana. Mulaguru dan para Arya Triratna muncul di tengah angkasa raya, saling berputar sehingga melebur, berubah menjadi Cahaya Mahaterang 5 Warna, kemudian masuk melalui lubang ubun-ubun sadhaka, seluruh karmawarana sadhaka berubah menjadi asap hitam, keluar dari pori-pori tubuh. Visualisasi ini adalah yang paling penting. 這個「四皈依法」的重點,也是在「上師」,密宗的四皈依,金剛上師排在第一位。這是金剛上師是三寶諸尊的總持,眾生因為有了「金剛上師」的傳法,才能真正的明白三寶。 所以眾生因皈依金剛上師,才有密法可學。也因金剛上師的依怙,才有辦法蒙上師三寶的救度。 Titik berat dari 「Sadhana Catursarana」ini, juga terletak pada 「Mulacarya」, Catursarana dalam Tantrayana, Mulavajracarya menempati posisi nomor satu. Ini dikarenakan Mulavajracarya merupakan Vajradhara dari para Arya Triratna, oleh berkat adanya pewarisan Dharma dari 「Mulavajracarya」-lah, sehingga insan dapat baru dapat benar-benar memahami Triratna. Oleh karena itulah insan harus bersarana pada Mulavajracarya, barulah bisa mendapatkan Sadhana Rahasya untuk dipelajari. Dan berkat bersandar pada Mulavajracarya-lah, barulah bisa mendapatkan cara untuk mendapat pertolongan dari Mulaguru dan Triratna. 修「四皈依法」是堅固自己對上師三寶的信心;是同上師及三寶永遠的結緣,于佛菩薩永遠有緣;是消除累世的一切業障;是獲得上師三寶的加持;是自己發菩提心的初步。一般西藏的活佛,最初教人習咒,均教「四皈依咒」,把四皈依咒唸了百萬遍,以堅固自己信佛的因緣。我為「真佛四皈依法」寫一偈: Melakukan 「Sadhana Catursarana」dapat mengukuhkan kepercayaan dan keyakinan diri terhadap Mulaguru dan Triratna; Adalah menjalin jodoh selama-lamanya dengan Mulaguru dan Triratna, selamanya memiliki jodoh dengan Buddha dan Bodhisattva; Adalah mengikis seluruh karmawarana yang terhimpun dari masa lampau yang tak terhingga; Adalah mendapatkan berkah adhistana dari Mulaguru dan Triratna; Adalah langkah pertama bagi diri sendiri dalam membangkitkan Bodhicitta. Sebagian Rinpoche Tibet, mengajarkan Mantra yang paling pertama untuk umat, adalah mengajarkan 「Mantra Catursarana」, japakan Mantra Catursarana sebanyak 1 juta kali, untuk mengokohkan jodoh sebab keyakinan diri terhadap Buddha. Saya menuliskan sebuah Gatha untuk 「Sadhana Catursarana」: 一法皈依業消清,于佛有緣法必成; 莫在人間變俗客,菩提心發度眾生。 Satu sadhana bersarana, karmawarana pun menjadi bersih, Berjodoh dengan Buddha, pastilah berhasil dalam Dharma; Jika menjadi tamu awam di dalam dunia manusia, Bodhicitta terbangkitkan menyeberangkan insan. 節錄自盧勝彥文集第63冊「真佛秘中秘」 Disadur dari dalam Buku Karya Master Shengyen-Lu ke-63 「Rahasya di dalam Rahasia Satya Buddha」 ******** browse for the origin article please Sign In (Free) https://www.tbboyeh.org/ *If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!* **This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching** 15456331912271545633146303154563314004615456331646941545633186583FB_IMG_15647189685461545633149189

Read Full Post »


by Grand Master Sheng Yen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

Image

Ada yang bertanya, “Di dalam buku ‘Arsip Rahasia Sheng-Yen Lu”, Mahaguru Lu telah membeberkan banyak rahasia yang belum diketahui orang banyak, meliputi apakah anda merupakan anak yang lahir prematur hingga apakah sering dipukuli saat masih kecil. Sebenarnya, banyak orang juga memiliki ingatan masa kecil yang tidak bahagia, malahan menjadi bayang-bayang gelap. Apakah Buddha Dharma memiliki cara untuk mengatasi masalah psikologis seperti ini?” Saya menjawab, “Asalkan dapat menyelami Buddha Dharma, memahami hati dan menyaksikan Buddhata, maka tidak hanya bayang-bayang gelap penderitaan masa kecil, bahkan siksaan penderitaan seumur hidup, dapat diatasi.” Saya mengatakan: Di dalam kehidupan manusia, penderitaan lebih banyak dari kebahagiaan. Di dalam Sutra Buddha, sering dikatakan: Kelahiran merupakan dukkha. Masa kanak-kanak merupakan dukkha. Masa muda dan masa tua, kehilangan pasangan hidup, harta, kebahagiaan, dipenuhi kedukaan. Beban pikiran merupakan dukkha. Sakit merupakan dukkha berkali lipat. Penuaan lebih merupakan dukkha. Meskipun telah memiliki “harta”, saat kehilangan semakin menderita. Meskipun telah memiliki “nama besar”, banyak menuai keiri-hatian dan kabar simpang-siur, juga menderita. Meskipun telah memiliki “wajah rupawan”, begitu mengedipkan mata sudah berlalu, ini juga dukkha. Dan juga, “harta”, “nama”, “rupa” hanya dapat dimiliki dalam waktu singkat saja, saat kehilangan, penderitaannya berkali lipat. Keseluruhan delapan dukkha adalah: Dukkha kelahiran, dukkha penuaan, dukkha penyakit, dukkha kematian, dukkha cinta jangan meninggalkan kita, dukkha dendam kebencian, dukkha karena tidak mendapatkan yang diinginkan, dukkha akibat pancaskandha. Jika sudah mendapatkan yang diinginkan? Bukankah itu sudah tidak menderita lagi? Sebenarnya belum tentu demikian, karena setelah mendapatkan yang diinginkan, takut kehilangan lebih merupakan penderitaan. Gatha pujian kepada Samantabhadra Bodhisattva berbunyi demikian: Waktu akan segera berlalu. Nyawa akan segera berakhir. Bagaikan ikan kekurangan air. Adakah kebahagiaan? * Setelah mendiskusikan begitu banyak dukkha, kemudian, bagaimanakah Buddha Dharma dapat mengatasinya? Sutra Vajrachedika berkata: Segala Dharma yang terkondisi. Bagaikan gelembung bayangan ilusi. Bagaikan embun dan kilat. Seharusnya berpandangan demikian. Maksudnya adalah, melihat dukkha sebagai mimpi, ilusi, gelembung, bayangan, bukan merupakan sesuatu yang kekal. Melihat dukkha bagaikan embun, kilat, cahaya, batu dan api, dengan segera akan lenyap. Juga berarti: Sama halnya dengan ilusi, dengan cepat akan segera berlalu! Masih ada cara mengatasi yang lebih baik. Sutra Vajrachedika menyebutkan: Tiada yang namanya aku, tiada yang namanya orang, tiada yang namanya insan, tiada yang namanya jiwa. Ini merupakan “kesunyataan mulia yang terutama”. Segala penderitaan, dimulai dari “adanya aku”, jika berlatih hingga “tiada yang namanya aku”, maka dukkha telah teratasi. Segala penderitaan, dimulai dari adanya “orang lain dan aku”, jika berlatih hingga “tiada yang namanya orang”, maka dukkha telah teratasi. “Tiada yang namanya insan” (tiada semesta). “Tiada yang namanya jiwa” (tiada waktu). Dalam pandangan sadhaka bermutu tinggi, dukkha dan kebahagiaan merupakan dua sisi yang berbeda, sebenarnya juga merupakan satu sisi yang sama. Kita memahami logika dari “kesunyataan mulia yang terutama”, dukkha dan kebahagiaan pada dasarnya tidak pernah ada, tidak ada dukkha, juga tidak ada kebahagiaan, pada dasarnya merupakan “tiada, bagaimana bisa menjadi ada”. Saat sadhana telah mencapai tahap “tiada, bagaimana bisa menjadi ada”, maka bayang-bayang gelap penderitaan sudah tidak ada sejak awal, tidak ada lagi yang dilekati oleh hati, bagaimana bisa ada bayang-bayang gelap? Di dalam Buddha Dharma, sifat Buddhata yang terunggul (sifat sunyata) adalah kesunyataan mulia yang terutama. Jika dapat benar-benar tercerahkan, mengatasi bayang-bayang gelap penderitaan merupakan hal yang mudah diselesaikan. Saya balik bertanya, “Adakah dukkha?”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


by Grand Master Sheng-Yen Lu, source : B216 – Q&A from the Contemporary Dharma King

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Seorang siswa bermarga Shen melakukan pelanggaran sebuah kasus dan dipenjara. Yang lebih gawat dari siswa bermarga Shen ini adalah, ia menderita infeksi paru-paru, mengalami demam tinggi. Penyakitnya mereda setelah meminum obat, namun begitu efek obat berakhir, ia kembali terserang demam tinggi.

Di dalam mimpinya, siswa bermarga Shen melihat datang bagaikan hembusan angin, mengenakan baju putih, tubuh memancarkan cahaya putih.

Siswa bermarga Shen bertanya, “Ini adalah penjara, bagaimana Mahaguru bisa masuk?”

Saya tertawa, lalu berkata, “Mayakaya memenuhi sepuluh penjuru, tiada tempat yang tak bisa dijelajahi!”

Siswa bermarga Shen berkata, “Terserang infeksi paru-paru di dalam penjara, letih fisik dan jasmani, mohon Mahaguru berkenan menolong saya.”

Saya berkata, “Oleh karena itulah saya datang.”

Saya merogoh-rogoh sebungkus obat dari dalam baju putih saya, dan memberikannya kepada siswa Shen untuk diminum. Begitu siswa Shen terbangun di hari berikutnya, demam tingginya telah reda. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter penjara, penyakit infeksi paru-paru telah lenyap seluruhnya, benar-benar telah sembuh total.

*

Topan Marc.

Kepala vihara ketiga dari Vihara Zhenming, siswa Ding yiming, melihat Mahaguru Lu mempersemayamkan sebuah pasak Kalachakra Vajra di Desa Tongfu di sekitar pedesaan Xinyi.

Saat bencana badai, banjir, dan longsor melanda, seluruh Desa Tongfu terendam. Namun satu-satunya siswa Tantrayana Satya Buddha di Desa Tongfu, yaitu siswa Zhang jinfu dan siswi Lin jiaxin, lolos dari marabahaya.

Selain itu, seorang penduduk Desa Jiaxian di Xi An, Chen Zhenglong, juga merupakan siswa Tantrayana Satya Buddha, juga merupakan satu-satunya penduduk yang selamat dari marabahaya di desa tersebut.

*

Saat Topan Marc melanda, saya sedang berada di Seattle. Saya sedang mengadakan ritual homa api ulambana di Rainbow Villa Vihara Vajragarbha. Saya menggunakan 50 mayakaya, untuk menyelamatkan saudara-saudari sedharma yang meninggal.

Menggunakan 50 mayakaya melakukan penyelamatan, ternyata dirintangi oleh prajurit hantu alam Yin. Demi menyelematkan 50 saudara-saudari sedharma yang meninggal, akhirnya mengorbankan 50 mayakaya. Namun, saudara-saudari sedharma yang meninggal terseberangkan ke tanah suci Barat.

Ulambana kali ini berhasil.

Hanya saja, saya menderita kerugian yang berat.

Ada yang bertanya, “Mengapa mau menyelamatkan?”

Saya menjawab, “Buddha mengajarkan mahamaitri dan mahakaruna, ini adalah fokus dari aliran Mahayana. Insan tenggelam, maka diri sendiri juga tenggelam. Insan kelaparan, maka diri sendiri juga kelaparan. Sebagai seorang Bodhisattva, seharusnya mementingkan insan, tidak lebih mementingkan diri sendiri. Mengetahui insan mengalami penderitaan, mana ada alasan untuk tidak pergi menyelamatkan.”

Ada yang bertanya, “Demi menyelamatkan, mengorbankan 50 mayakaya, patutkah?”

Saya menjawab, “Ini adalah kesadaran mengorbankan diri demi insan lain, 50 mayakaya bisa didapatkan lagi dengan bersadhana.”

“Bagaimana melatih mayakaya?”

Saya menjawab, “Pada hakikatnya, mayakaya merupakan Yidam yang ada di nadi tengah kita sendiri, merupakan hasil dari perpaduan prana dan bindu, ditambah dengan sinar dari Buddhata kita sendiri, menerobos keluar dari ubun-ubun, menyatu dengan sinar dari bintang-bintang di angkasa, maka terbentuklah mayakaya berupa tubuh cahaya bintang. Pelatihan sadhana ini kedengarannya gampang, namun sebenarnya juga sangatlah susah. Semua ini merupakan prana, nadi, pelatihan bindu, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Yang mampu melatih mayakaya berupa tubuh cahaya bintang, pastilah merupakah sadhaka yang bermutu tinggi.”

Ada yang bertanya, “Siswa Tantrayana Satya Buddha, sangat mudah mendapatkan kontak  Mahaguru Lu memasuki mimpi, malahan dalam satu malam, milyaran mayakaya, setiap orang merasakan kontak dengan Mahaguru. Bagaimana bisa demikian?”

Saya menjawab, “Ini semua adalah fungsi dari tubuh cahaya bintang, juga merupakan fungsi dari mayakaya. Sadhaka yang berkualitas tinggi, tentu dapat menggunakan mayakaya menyeberangkan insan. Hanya menggunakan satu Yidam saja tidak cukup.”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »