Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Master Lu Shengyen’


世尊开示集676密教修行成就的大法 Dharmadesana Mahaguru ke-676 Mahasadhana Keberhasilan Bhavana Tantrayana Translation: Meilinda Xu 莲花许月珊 四伽行 的「真佛四皈依法」 「Sadhana Catursarana Satya Buddha」dari Caturprayoga (007-008 為四伽行之二 四皈依法) (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) 007 真佛四皈依法(007-008 為四伽行之二 四皈依法) 007 Sadhana Catursarana Satya Buddha (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) ———————————————————————————– 有「敦珠仁波切」的內密弟子來皈依「真佛宗」。我問:「敦珠活佛教了你什麼大法?」 Ada murid Tantra Internal dari 「Rinpoche Dunzhu」datang bersarana pada 「Tantrayana Satya Buddha」.Saya bertanya : 「Buddha Hidup Dunzhu mengajari kamu mahasadhana apa?」 「四皈依法。」他答,我不相信的搖搖頭。 「Sadhana Catursarana.」Jawabnya. Saya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. 「就是四皈依法,敦珠活佛說,修了百萬遍地四皈依法,就是大法。」這位新皈依的弟子如此堅定的回答我。由此可知,四伽行法之一的「四皈依法」是何等的重要。 「Adalah Sadhana Catursarana, Buddha Hidup Dunzhu mengatakan, setelah melakukan sadhana Catursarana sebanyak 1 juta kali, itulah Mahasadhana.」Murid yang baru bersarana ini menjawab dengan sangat yakin dan teguh. Dari sini dapat diketahui, 「Catursarana」yang merupakan salah satu prayoga dalam Caturprayoga teramat sangat penting. 真佛宗的「四皈依法」,詳述如下: 「Sadhana Caturprayoga」Tantrayana Satya Buddha, detilnya sebagai berikut : 一,進入密壇,目視上師法相或瓷相。 1, Memasuki altar mandala Tantra, pandang gambarupang Mulaguru atau pratima Mulaguru. 二,先觀想上師形容。觀想上師天心白光迸現,射入行者的天心,喉際紅光迸現,射入行者喉際,心際藍光迸現,射入行者心際。 2, Terlebih dahulu visualisasikan sosok Mulaguru. Visualisasikan cakra dahi Mulaguru muncul seberkas cahaya putih, memancar masuk ke dalam cakra dahi sadhaka. Cakra tenggorokan Mulaguru muncul seberkas cahaya merah, memancar masuk ke dalam cakra tenggorokan sadhaka. Cakra hati Mulaguru muncul seberkas cahaya biru, memancar masuk ke dalam cakra hati sadhaka. 三,行者合掌恭敬的唸: 南摩紅冠聖冕金剛上師蓮生活佛。 每唸一聲,拜一拜。 3, Sadhaka beranjali dengan penuh hormat dan melafalkan : (pinyin 🙂 Namo Hongguan Shengmian Jingang Shangshi Liansheng Huofo. (cara baca indo : Namo Hongkuan Shengmien Cinkang Shangshe Liensheng Huofo) Setiap membaca 1x, bersujud 1x. 四,唸四皈依真言: 南摩古魯貝。(皈依金剛上師) 南摩不打耶。(皈依佛) 南摩達摩耶。(皈依法) 南摩僧伽耶。(皈依十方一切聖賢) 4, Melafalkan mantra Catursarana : Namo Kulupei. (Bersarana pada Mulavajracarya) Namo Putaye. (Bersarana pada Buddha) Namo Tamoye. (Bersarana pada Dharma) Namo Sengkiaye. (Bersarana pada seluruh Sangha di sepuluh penjuru) 先唸三遍,隨即觀想上師及空中現出三寶諸尊,互相融合,化為五色的大光明。這五色大光明灌入行者頂竅注滿全身,自覺一切的業障,惡業,不淨業,罪業,全部化為黑色的氣從毛細孔排了出去,自己變得光明透澈,身心輕安,充滿福慧。 Terlebih dahulu bacakan tiga kali, kemudian visualisasikan Mulaguru dan seluruh Arya Triratna muncul di angkasa, saling melebur, berubah menjadi cahaya mahaterang 5 warna. Cahaya mahaterang 5 warna ini melalui lubang di ubun-ubun memasuki tubuh sadhaka memenuhi sekujur tubuh, diri sendiri merasakan seluruh karmawarana, karma buruk, karma tak bersih, dosa, seluruhnya berubah menjadi asap hitam keluar dari pori-pori tubuh, diri sendiri berubah menjadi bercahaya terang dan transparan, tubuh dan hati ringan dan tentram, penuh akan berkah dan kebijaksanaan. 五,接著又唸「四皈依真言」,隨意唸多唸少,愈多愈好。 5, Selanjutnya bacakan 「Mantra Catursarana」, terserah mau membaca banyak atau sedikit, semakin banyak semakin bagus. 六,唸完「四皈依真言」,要唸「發菩提心文」(三遍): 6, Selesai membaca 「Mantra Catursarana」, harus membaca 「Gatha Pengembangan Bodhicitta」(3 kali): “弟子蓮花OO,從此皈依根本上師,三寶,直至菩提,永不退轉,所有大小各善,悉以回施眾生,速成佛道。” “Siswa Lianhua OO, sejak sekarang berlindung pada Mulacarya, Triratna, hingga merealisasikan Bodhi, selamanya tidak mundur, seluruh kebajikan besar maupun kecil, dilimpahkan kembali kepada insan, menapaki jalan cepat menuju terealisasinya kebuddhaan.” 七,加持其他心咒: 蓮生活佛心咒(108或千遍) 嗡。古魯。蓮生悉地吽。 蓮華生大士心咒(108或千遍) 嗡阿吽。別炸古魯。唄瑪。悉地吽。些。 觀世音菩薩心咒(108或千遍) 嗡。嘛呢唄咪。吽。 阿彌陀佛心咒(108或千遍) 嗡。阿彌爹娃。些。 綠救度母心咒(108或千遍) 嗡。打啦。度打啦。度啦。梭哈。 7, Tambahkan pembacaan Mantra lainnya : Mantra Hati Buddha Hidup Liansheng (108 atau ribuan) Om. Kulu. Liansheng. Sitti. Hom. Mantra Hati Padmasambhava Guru (108 atau ribuan) Om A Hom. Pecakulu. Peima. Sitti Hom. Sie. Mantra Hati Avalokitesvara Bodhisattva (108 atau ribuan) Om. Mani. Peimi. Hom. Mantra Hati Amitabha Buddha (108 atau ribuan) Om. Amitiewa. Sie. Mantra Hati Tara Hijau (108 atau ribuan) Om. Tala. Tuttala. Tula. Soha. 八,唸完加持心咒即唸「迴向文」: 蓮生活佛加被力,三寶放光除業障, 我于眾生成佛道,皆共往生極樂國。 8, Setelah selesai membaca Mantra Hati, bacakan 「Gatha Pelimpahan Jasa」: (pinyin 🙂 Liansheng Huofo jia bei li, Sanbao fangguang chu yezhang, Wo yu zhongsheng cheng Fo Dao, jie gong wangsheng jileguo. (cara baca indo 🙂 Liensheng Huofo ciapei li, Sanpau fangkuang chu yecang, Wo yi congsheng cheng Fo Tao, cie kong wangsheng cile kuo. 九,大禮拜,出壇。 9, Mahanamaskara, keluar dari altar mandala. 這個「真佛四皈依法」其重點在「五色的大光明」也就是唸完三遍「四皈依咒」的觀想上。上師及三寶諸尊出現在虛空中,互相旋轉而融合,變成五色的大光明,然後從行者頂竅灌入,行者一切業障化為黑氣,從毛細孔排了出去。 這個觀想是第一等重要。 Titik berat「Sadhana Catursarana Satya Buddha」ini adalah pada 「Cahaya Mahaterang Lima Warna」, juga merupakan yang divisualisasikan setelah pembacaan 3 kali mantra Catursarana. Mulaguru dan para Arya Triratna muncul di tengah angkasa raya, saling berputar sehingga melebur, berubah menjadi Cahaya Mahaterang 5 Warna, kemudian masuk melalui lubang ubun-ubun sadhaka, seluruh karmawarana sadhaka berubah menjadi asap hitam, keluar dari pori-pori tubuh. Visualisasi ini adalah yang paling penting. 這個「四皈依法」的重點,也是在「上師」,密宗的四皈依,金剛上師排在第一位。這是金剛上師是三寶諸尊的總持,眾生因為有了「金剛上師」的傳法,才能真正的明白三寶。 所以眾生因皈依金剛上師,才有密法可學。也因金剛上師的依怙,才有辦法蒙上師三寶的救度。 Titik berat dari 「Sadhana Catursarana」ini, juga terletak pada 「Mulacarya」, Catursarana dalam Tantrayana, Mulavajracarya menempati posisi nomor satu. Ini dikarenakan Mulavajracarya merupakan Vajradhara dari para Arya Triratna, oleh berkat adanya pewarisan Dharma dari 「Mulavajracarya」-lah, sehingga insan dapat baru dapat benar-benar memahami Triratna. Oleh karena itulah insan harus bersarana pada Mulavajracarya, barulah bisa mendapatkan Sadhana Rahasya untuk dipelajari. Dan berkat bersandar pada Mulavajracarya-lah, barulah bisa mendapatkan cara untuk mendapat pertolongan dari Mulaguru dan Triratna. 修「四皈依法」是堅固自己對上師三寶的信心;是同上師及三寶永遠的結緣,于佛菩薩永遠有緣;是消除累世的一切業障;是獲得上師三寶的加持;是自己發菩提心的初步。一般西藏的活佛,最初教人習咒,均教「四皈依咒」,把四皈依咒唸了百萬遍,以堅固自己信佛的因緣。我為「真佛四皈依法」寫一偈: Melakukan 「Sadhana Catursarana」dapat mengukuhkan kepercayaan dan keyakinan diri terhadap Mulaguru dan Triratna; Adalah menjalin jodoh selama-lamanya dengan Mulaguru dan Triratna, selamanya memiliki jodoh dengan Buddha dan Bodhisattva; Adalah mengikis seluruh karmawarana yang terhimpun dari masa lampau yang tak terhingga; Adalah mendapatkan berkah adhistana dari Mulaguru dan Triratna; Adalah langkah pertama bagi diri sendiri dalam membangkitkan Bodhicitta. Sebagian Rinpoche Tibet, mengajarkan Mantra yang paling pertama untuk umat, adalah mengajarkan 「Mantra Catursarana」, japakan Mantra Catursarana sebanyak 1 juta kali, untuk mengokohkan jodoh sebab keyakinan diri terhadap Buddha. Saya menuliskan sebuah Gatha untuk 「Sadhana Catursarana」: 一法皈依業消清,于佛有緣法必成; 莫在人間變俗客,菩提心發度眾生。 Satu sadhana bersarana, karmawarana pun menjadi bersih, Berjodoh dengan Buddha, pastilah berhasil dalam Dharma; Jika menjadi tamu awam di dalam dunia manusia, Bodhicitta terbangkitkan menyeberangkan insan. 節錄自盧勝彥文集第63冊「真佛秘中秘」 Disadur dari dalam Buku Karya Master Shengyen-Lu ke-63 「Rahasya di dalam Rahasia Satya Buddha」 ******** browse for the origin article please Sign In (Free) https://www.tbboyeh.org/ *If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!* **This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching** 15456331912271545633146303154563314004615456331646941545633186583FB_IMG_15647189685461545633149189

Read Full Post »


553 Lima Jenis Bodhicitta (Bagian Ketiga)

Oleh : Grandmaster Shengyen-Lu

Sumber : Mahasiddhi Cahaya Pelangi, Dharmadesana tanggal 24 Oktober 1997

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

——————————————————————————————————–

Kita membahas lima jenis bodhicitta.

Bodhicitta pertama, disebut sumpah bodhicitta, juga merupakan membangkitkan ikrar. Bodhicitta kedua, disebut menjalankan bodhicitta. Setelah membangkitkan ikrar, anda harus menjalankan, yaitu harus dipraktikkan, bersungguh-sungguh melatih diri. Bodhicitta yang ketiga disebut dengan bodhicitta paramattha, yang ini lebih rumit untuk dijelaskan.

Dari kelima jenis bodhicitta, bodhicitta yang ketiga disebut dengan bodhicitta paramattha. Di dalam Tantrayana, sering disebutkan mengenai “cahaya cemerlang kebajikan unggul (paramatthajotika)”. Ini maksudnya adalah anda telah membangkitkan ikrar, dan juga telah melaksanakannya. Namun di dalamnya terkandung makna yang lebih dalam, lebih mendalam, yaitu anda telah melaksanakannya, namun tidak berharap, tidak mengharapkan balasan apapun. Malahan setelah melakukannya, seluruhnya dileburkan ke dalam sifat sunya. Ini adalah poin yang lebih susah, inilah yang disebut dengan bodhicitta paramattha. Juga berarti berdana namun tidak mengharapkan balas jasa, secara total melaksanakan ikrar secara alamiah tanpa paksaan. Jenis bodhicitta ini dinamakan bodhicitta paramattha.

Ini merupakan poin yang agak rumit. Ada sebagian orang, setelah melakukan sesuatu, ia mengharapkan orang lain akan memujinya, jika tidak, dia tidak akan melakukannya. Setelah melakukan perbuatan bajik, tercantum di dalam koran, ia akan sangat gembira. Sebelum diterbitkan dalam koran, setiap hari ia menelepon kantor surat kabar menanyakan, “Kenapa masih belum diterbitkan?”

Mengharapkan mendapatkan penghargaan, melakukan kebajikan jenis apapun, ada hadiahnya, ataupun ada mendapatkan penghargaan. Oleh dikarenakan sudah mendapatkan sangat banyak perbuatan bajik, setiap jenis kebajikan yang saya perbuat, saya mencatatnya. Setelah dicatat, dikirimkan kepada acara penghargaan yang paling bergengsi, seperti Nobel, ataupun mendaftarkan untuk dapat menerima penghargaan di acara manapun, ataupun di acara pemberian penghargaan perdamaian.

Oleh karena anda telah membangkitkan ikrar, melakukan perbuatan bajik. Anda telah melakukan sangat banyak perbuatan bajik, semuanya dicatat, di saat sudah terakumulasi sangat banyak, kemudian dikirimkan ke acara penghargaan, sehingga mendapatkan titel penghargaan.

Sebagian orang, bodhicitta paramatthanya yang seperti apa? Adalah sudah melakukan, lantas mengembalikannya kepada tiada, di sinilah letak kerumitannya. Inilah yang dinamakan dengan “paramattha”, terkandung suatu makna yang sangat unggul di dalamnya. Juga berarti bahwa apa yang anda ikrarkan, apa yang anda lakukan, seluruhnya dikembalikan kepada angkasa, ini lebih tinggi tingkatannya.

Agama Buddha mengajarkan kepada kita, kehidupan manusia adalah ilusi, merupakan sebuah mimpi, merupakan sebuah sandiwara. Keseluruhan “kekosongan dari tiga wujud perputaran” yaitu tiada penderma, tiada objek yang menerima derma, tiada objek yang didermakan, dinamakan dengan “kekosongan dari tiga wujud perputaran”.

Segala yang anda lakukan, pada dasarnya semua akan kembali kepada angkasa, masih ada apa lagi? Oleh karena itu, janganlah anda melekati perbuatanmu, ikrarmu, asalkan anda melakukan dengan segenap hati dan segenap tenaga, itu sudah benar. Ini barulah yang disebut dengan “kebajikan yang tak terhingga”. Seluruh “kebajikan yang tak terhingga”, adalah anda melakukan, anda berikrar. Namun, segalanya kembali kepada angkasa, disebut dengan “kebajikan yang tak terhingga”. “Kebajikan yang tak terhingga” yang sesungguhnya adalah yang seperti ini.

Oleh karena itu, semua yang berwujud ini, setelah anda lakukan, lantas anda mencatatnya semua, hari ini saya telah melakukan perbuatan bajik seperti ini dan itu. Besok anda mencatatnya lagi, segala kebajikan yang telah anda perbuat. Kelak anda berkata, “Saya telah melakukan sebegitu banyak perbuatan bajik, mengapa masih belum mendapatkan pembalasan yang baik?” Ini tidaklah sesuai dengan bodhicitta paramattha.

Ada banyak orang bertanya kepada Mahaguru Lu, “Bagaimanakah Aliran Tantra Satya Buddha kelak?” Saya hanya menjawab delapan patah kata, “Berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah”. Kita melakukan perbuatan bajik, juga sama. Berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah, tidak mengharapkan balasan apapun, segalanya sangatlah alamiah.

Saya sering menuliskan “keberhasilan melakukan kebajikan bak sungai pasir mimpi”, inilah bodhicitta paramattha.

Juga ada yang bertanya pada saya, “Mahaguru Lu, anda menulis begitu banyak buku, berapa banyak buku yang ingin anda tulis?” Saya juga tidak tahu, I don’t know. Saya hanya berusaha melakukan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah.

“Anda melukis, ingin melukis sampai berapa lembar?” Lakukan dengan segenap tenaga, biarkan berjalan secara alamiah.  Hati saya kosong tiada beban, inilah wujud kemunculan bodhicitta paramattha, sehingga hatipun kosong tiada beban.

Anda ingin menjadi apa? Menjadi ketua pengurus Majelis Tantrayana Satya Buddha? Menjadi ketua umum Majelis Tantrayana Satya Buddha? Jika anda memiliki niat seperti ini, anda tidaklah memiliki bodhicitta paramattha.

Ketua pengurus Majelis Tantrayana Satya Buddha sektor RRC, ketua apa, ketua apa, semuanya saya inginkan, satu pun tidak boleh ada yang terlewatkan, karena saya yang paling banyak berbuat, tidak ada orang yang mengungguli saya, semuanya saya inginkan. Seluruh “nama” ini saya inginkan, seluruh “keuntungan” juga saya inginkan, semuanya saya raup, tidak ada bodhicitta paramattha.

Bodhicitta paramattha yang sesungguhnya adalah biarkan berjalan secara alamiah, segalanya kembali pada kebajikan bak sungai pasir mimpi, harus mampu memahami makna paramattha.

Anda memiliki bodhicitta paramattha, segala yang anda lakukan, berubah menjadi cahaya cemerlang, inilah cahaya cemerlang kebajikan unggul (paramatthajotika).

Semua yang sering saya katakan, “Segala kegiatan yayasan amal, bukanlah kebajikan. Oleh karena bukanlah kebajikan, barulah disebut dengan kebajikan.” Apakah maksud dari kalimat ini? Dua kata “para-mattha”.

Dalam Sutra Vajracheddika, dikatakan bahwa segala kebajikan bukanlah merupakan kebajikan. Oleh karena bukanlah kebajikan, barulah disebut dengan kebajikan. Dua patah kata – para-mattha.

Oleh karena itu, kita belajar Dharma, belajar Buddha, belajar Ajaran, setelah anda membangkitkan ikrar, membangkitkan sumpah bodhi, menjalankan jalan bodhi, namun anda tidak menganggapnya sebagai sebuah kebajikan. Oleh karena tidak menganggapnya sebagai sebuah kebajikan, ini barulah kebajikan. Oleh karena itulah, adalah tidak terhingga, tidak dapat terbayangkan, seluruhnya sedang menjelaskan dua kata “para-mattha” ini.

Jika anda memahaminya, maka anda akan mengetahui apa yang dimaksudkan “tidak ada kebajikan” yang dikatakan oleh Bodhidharma. “Tidak ada kebajikan”, adalah makna dari paramattha.

Kaisar Liang tidak memahami paramattha, ia hanya menjalankan ikrar, tidak memiliki paramattha.

Om Mani Padme Hum.

Link sumber artikel dalam bahasa mandarin :

http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=29&csid=34&id=585

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/ daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


by Grand Master Sheng-Yen Lu, source : B216 – Q&A of Contemporary Dharma King

Translation:Meilinda Xu 莲花许月珊

Image

= Grand Master Sheng-Yen Lu =

Ada yang bertanya, “Bagaimana mengetahui arti mimpi?”

Saya menjawab :

Mahaguru Lu pernah berkata, mimpi juga merupakan manifestasi suatu alam. Alam manusia adalah suatu alam. Manusia saat sedang bermimpi juga sedang berada di suatu alam tertentu. Selain itu, alam Yin tempat seseorang berada setelah meninggal juga merupakan suatu alam tersendiri.

Mari kita pikirkan dengan saksama :

Alam manusia.

Mimpi.

Alam Yin (alam roh).

Adakah keterkaitan satu sama lainnya?

Saya menggunakan “rembulan di dalam air” sebagai analogi: rembulan di dalam air dapat diamati dengan mata kita. Bulannya ada, namun jika tangan kita masuk ke dalam air dan hendak menggapainya, selamanya bulan ini tidak akan dapat ditemukan.

Adakah “rembulan di dalam air”?

Tidak adakah “rembulan di dalam air”?

“Rembulan di dalam air” pada dasarnya hanyalah sebuah mimpi. Tidakkah anda merasa demikian? Kehidupan manusia adalah mimpi besar ratusan tahun. ‘Mimpi’ adalah sebuah mimpi di alam Yang (alam fisik). Alam bardo adalah sebuah mimpi 49 hari pasca meninggal. Semuanya adalah mimpi!

Tubuh jasmaniah kita ini, merupakan suatu eksistensi yang ada dengan meminjam “panca-skandha” rupa, perasaan, pikiran, perbuatan, dan pencerapan. Begitu terurai maka sudah tidak ada lagi, bagaikan mimpi.

Kita melakukan praktek Buddha Dharma adalah agar rupa, perasaan, pikiran, dan perbuatan tidak jatuh ke tiga alam samsara.

Terus begitu, hingga “Buddhata” selamanya menghentikan tumimbal lahir.

***

Tantrayana adalah melatih mimpi.

Di dalam mimpi, kita harus terus berlatih, hingga :

Menyadari mimpi ––– menyadari bahwa semuanya hanyalah mimpi.

Memahami mimpi ––– mimpi haruslah sangat jelas.

Mengendalikan mimpi ––– mengendalikan mimpi ini.

Melatih mimpi ––– di dalam mimpi juga bisa melatih diri.

Sebenarnya, keempat poin ini sangatlah penting. Sebagian sadhaka di pagi hari mampu bersadhana, namun di malam hari ia malah hilang kontrol dan pikirannya melayang ke hal yang tidak baik. Pelatihan diri yang seperti ini adalah belum mencapai nilai yang bagus.

Menyadari mimpi, memahami mimpi, mengendalikan mimpi, melatih mimpi. Bagaimanakah melatihnya?

Kuncinya berada di :

Memohon adhistana Mulaguru!

Memohon adhistana Muladinata!

Memohon perlindungan Dharmapala!

Di malam hari melatih Sadhana Tidur Bercahaya, memasuki samadhi mimpi, cahaya suci melindungi, dengan sendirinya dapat menyadari mimpi, memahami mimpi, mengendalikan mimpi, dan melatih mimpi.

Jika tidak demikian, alam mimpi dari sadhaka, dalam beberapa hembusan nafas saja sudah menjadi alam pikiran yang amburadul. Seorang sadhaka yang melatih mimpi mampu memahami petunjuk mimpi. Mimpinya sangat jelas, di dalam mimpi bertemu dengan Mulacarya, di dalam mimpi bertemu dengan Muladinata. Semua yang diketahui dan diberitahukan dalam mimpi merupakan sebuah petunjuk.

(Umumnya mimpi yang terjadi sekitar jam enam pagi merupakan petunjuk mimpi).

Di dalam mimpi juga harus waspada. Saat menerima petunjuk, jika petunjuk yang diterima adalah yang asli, sadhaka menjapa mantra hati Mulaguru, cahaya yang lebih terang dapat muncul.

Jika petunjuknya palsu, saat sadhaka menjapa mantra hati Mulaguru, alam mimpi tersebut dengan sendirinya akan menghilang.

Saya berikan sebuah contoh :

Dulu ketika saya masih mengenyam pendidikan di Sekolah Zheliang, di malam hari saya mimpi bertemu dengan Presiden Jiang Jinguo, sangat jelas, namun saya tidak berani langsung percaya.

Kemudian, Presiden Jiang Jinguo mampir meninjau sekolah Zheliang.

Kepsek Mayjend Jun Zhongqi menghadiahkan buku karya saya yang berjudul Danyanji (淡煙集) kepada Presiden Jiang.

Presiden Jiang lantas mengundang saya untuk bertemu dan berbincang-bincang.

Sudah dialami dalam mimpi!

Contoh kasus telah mengalami terlebih dahulu dalam mimpi sebelum terjadi di dunia nyata tidak habis dihitung, sungguh tidak dapat diremehkan!

Image

Heart Mantra of Grand Master Sheng-Yen Lu (also the Heart Mantra of White Mahapadmakumara Bodhisattva) : Om Guru LianSheng Siddhi Hum

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »