Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sadhana’


032 转识成智的“转”

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat hidup bertapa di “Danau Daun”, saya merasakan bahwa kunci meraih pembebasan, ada pada sebuah kata “Transformasi”. Saya ambil sebuah contoh, pada pelatihan “Prana” Tantrayana. “Prana” terlebih dahulu bertransformasi menjadi “Mahasukha”, kemudian “Mahasukha” bertransformasi lagi menjadi “Cahaya Agung”, terakhir, bertransformasi lagi menjadi “Mulaprajna (Kebijaksanaan Akar)”.

Prana memasuki nadi tengah, maka memperoleh “Mahasukha”.

Nadi tengah lancar, maka memperoleh “Cahaya Agung”.

Mentransformasikan cahaya agung, maka memperoleh “Sunyata”.

Jika ingin memperoleh pembebasan, harus menghindarkan terpengaruh oleh dualisme dari pandangan dan pemikiran, beban pikiran tiga dunia, pandangan saya, pandangan pihak ketiga, pandangan yang timbul dari melihat, pandangan yang timbul dari sila larangan, keserakahan, kebencian, kebodohan batin, kecurigaan, kesombongan dan perangkap perasaan lainnya, harus mengambil tindakan di kata transformasi ini, “transformasikan awam menjadi mulia”.

Sebenarnya, meskipun alam Mara sangatlah menakutkan, namun tidak perlu terlalu takut, asalkan mentransformasikan, maka adalah Buddha, inilah yang dinamakan “Transformasikan Mara menjadi Buddha”.

Di dalam Tantrayana ada pelatihan “Jalan Keserakahan”, ada pelatihan “Jalan Kebencian”, ada pelatihan “Jalan kebodohan batin”. Mengapa keserakahan, kebencian, kebodohan batin, birahi, kemarahan semuanya merupakan pelatihan diri?

Titik beratnya adalah pada sebuah kata “Transformasi”, ubahlah keserakahan menjadi tidak serakah, ubahlah kebencian menjadi welas asih, ubahlah kebodohan batin menjadi kebijaksanaan, ubahlah ilusi menjadi sejati.

Sebagai seorang sadkaha, asalkan mampu mengubah, maka sudah “terbebaskan”.

Menuliskan sebuah sajak :

Di mana kah ada rintangan bagi matahari dan bulan

Berjalan di tengah angkasa raya

Mendapatkan kebebasan dan keleluasaan

Di luar jembatan kecil

Biarpun sebuah sungai lurus ataupun berkelok-kelok

Air yang mengalir senantiasa bergerak tanpa hambatan

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


009 细漫长的道理

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dulu saya kurang paham pelantunan gatha dalam ibadah pujabakti di Kargyupa, logika dari pelantunan intonasi dalam pujabakti.

Saya berkata : ”Mengapa Gatha pujian atau pelafalan Nama Buddha perlu dilantunkan sampai sepanjang itu, seperti nyanyian opera? Jika hanya dibaca, sebentar saja sudah selesai.”

Biksu Shanci berkata kepadaku : ”Ini dinamakan pelafalan panjang, suaranya harus halus, harus pelan, harus ditarik panjang, ada maknanya tersendiri.”

*

Biksu Shanci mengatakan ada tiga makna :

Pertama, memasuki sukma kesadaran diri sendiri.

Kedua, ungkapan langsung dari perasaan.

Ketiga, menghormati dari pikiran.

*

Kita melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha, terkandung ketiga makna ini di dalam, maka terwujudlah “halus, pelan, panjang”. Jika melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha tidak dengan cara demikian, tidak akan mampu “tertanam di hati”. Ungkapan langsung dari perasaan juga bukanlah raungan tangisan, juga bukan merupakan desahan pilu. Di tengah pelantunan sudah terdapat kesadaran dari “sembah sujud”, “persembahan”, “pujian”, “visualisasi” di dalamnya.

Ini sudah termasuk sedang melatih diri.

Jika tidak demikian, membaca secara terburu-buru, tidak mudah “menyelami hati”, “mencapai langsung”, “hormat”.

*

Menuliskan sebuah sajak :

Melafalkan nama Buddha menyanyikan Gatha janganlah tergesa-gesa

Ibarat hujan lebat angin badai

Namun haruslah halus pelan panjang

Jika tidak maka akan terasa menyebalkan

*

Setiap melodi naik turun memasuki telinga dan hati

Begitu bervisualisasi segera tiba dan berkeliling di paviliun Buddha

Juga tidak kebingungan dan tidak kabur

Sepatah demi sepatah kata sangat jelas mengguyur turun

Melambangkan niat dan penghormatan dari sadhaka

Tanpa pikiran menyimpang akan melembut secara alamiah

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


011 幻想也是修行

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Pernah ada yang bertanya kepada saya :”Tantrayana melatih diri menggunakan visualisasi, enam belas visualisasi ksetra juga berlatih menggunakan visualisasi, contohnya tiga tahap visualisasi Adinata, Mandalapuja, semuanya merupakan visualisasi. Visualisasi tulang-belulang putih, visualisasi kekotoran, semuanya merupakan visualisasi. Bukankah visualisasi juga merupakan ilusi, di manakah perbedaan visualisasi dan delusi?”

Saya berkata:”benar, benar. Visualisasi, ilusi, delusi, ketiganya sebenarnya hampir sama. Visualisasi sama dengan ilusi, namun delusi termasuk sembarang berpikir, sembarang berpikir bukanlah pelatihan diri. Ilusi yang memiliki tahapan barulah melatih diri.”

Contohnya kita melakukan puja “mandala”, gunakan tumpukan beras, empat lingkaran menandakan empat benua besar, lingkaran tengah menandakan “gunung semeru” (gunung yang sangat tinggi),”mandala”menyimbolkan dunia. Saat melakukan persembahan, dunia hati harus diusahakan lebar tak terhingga, kita hendak mempersembahkan kepada seluruh Buddha Bodhisatva di seluruh penjuru, meskipun hanya ada beberapa butir beras, namun beras menjadi tidak terhingga tak berbatas, hingga mencapai kondisi batin Lupa Aku, inilah “keberhasilan hati melepas ikatan yang luas, jalan ikrar dari Samantabhadra, mempersembahkan kepada seluruh penjuru Buddha.”

Visualisasi (ilusi) memiliki tahapan, jika logika ini sudah paham, inilah melatih diri, juga disebut sebagai “Metode Visualisasi ilusi”. Jika tidak paham logikanya, sembarang berimajinasi, tidak ada tahapan, maka masuk ke Jalan Mara, oleh karena itu, delusi bisa mengakibatkan terjerumus ke Jalan Mara.

Sebenarnya, kemampuan menggunakan abhijna, adalah merupakan keberhasilan melatih ilusi, ilusi telah dilatih menjadi nyata. Ilusi sebenarnya adalah metode melatih diri.

Ini sangatlah menakjubkan, saya menuliskan sebait gatha :

Saat Bodhisattva datang jubahnya bergerak

Saat Bodhisattva pergi debu kereta-Nya mengepul-ngepul

Siapa yang menggumpalkan awan

Siapa yang menampakkan diri di sudut bayangan sinar mentari yang menyinari gunung

Visualisasi ilusimu tidak lah salah

Tahapannya menggunakan fokus dan kekuatan pikiran yang mendalam

Hingga dalam tak berdasar

Tidak tersesat dalam catur sukha catur sunya

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


006 人是土做成的

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saya ingat saat menghadiri prosesi pemakaman agama Kristen Katolik atau Kristen Protestan, pendeta atau pastor selalu mengatakan sebuah kalimat : “Biarlah tanah kembali kepada tanah, biarlah roh kembali kepada roh.”

Juga berarti :

Prana kembali kepada prana.

Tanah kembali kepada tanah.

Di legenda kuno China, “Nvwa” membentuk tanah menjadi manusia, sehingga terciptalah manusia.

Tuhan membuat manusia, juga menggunakan tanah, menggunakan citra dirinya, kemudian membentuk “Adam”, menghembuskan nafas ke Adam, dan terciptalah manusia pertama di muka bumi ini.

Sutra Buddha juga mengatakan, manusia merupakan penggabungan dari Empat Maya, Empat Maya ini adalah : ”bumi, air, api, angin”. Bumi berarti tanah, juga adalah debu tanah. Sutra Buddha menjelaskan dengan lebih terperinci, semesta terbentuk dari penggabungan tak hingga debu tanah, satu debu mewakili satu dunia, bumi juga merupakan salah satu butiran debu di dalamnya, bumi juga terbuat dari tanah, manusia juga terbuat dari tanah.

Buddha berkata :

Di dalam mimbar para Bodhisattva di seluruh penjuru

Terdapat debu Alam Dharma yang tak terhingga.

Saya berkata, insan adalah debu tanah, semuanya merupakan debu yang tak terhingga di dalam sebuah debu, dunia manusia adalah dunia debu. Oleh karena itu, setiap insan juga sama saja, berbesar hati lah, apalah yang bisa diperebutkan dari sebutir debu, “lebih penting keluarlah dari debu”.

Sajak:

Memperebutkan daerah kekuasaan apa

Jutaan prajurit berangkat meninggalkan kampung halaman

Pikirkan lah sejarah lampau yang telah lama berlalu

Sekarang ada di mana

Lebih baik melatih roh agar tidak tersesat

Jika tidak maka bertumimbal lahir lagi di alam samsara

Penting kah?

********

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!*

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »