Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Sheng-Yen Lu’


世尊开示集676密教修行成就的大法 Dharmadesana Mahaguru ke-676 Mahasadhana Keberhasilan Bhavana Tantrayana Translation: Meilinda Xu 莲花许月珊 四伽行 的「真佛四皈依法」 「Sadhana Catursarana Satya Buddha」dari Caturprayoga (007-008 為四伽行之二 四皈依法) (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) 007 真佛四皈依法(007-008 為四伽行之二 四皈依法) 007 Sadhana Catursarana Satya Buddha (007-008 Prayoga Kedua dari Caturprayoga : Sadhana Catursarana) ———————————————————————————– 有「敦珠仁波切」的內密弟子來皈依「真佛宗」。我問:「敦珠活佛教了你什麼大法?」 Ada murid Tantra Internal dari 「Rinpoche Dunzhu」datang bersarana pada 「Tantrayana Satya Buddha」.Saya bertanya : 「Buddha Hidup Dunzhu mengajari kamu mahasadhana apa?」 「四皈依法。」他答,我不相信的搖搖頭。 「Sadhana Catursarana.」Jawabnya. Saya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. 「就是四皈依法,敦珠活佛說,修了百萬遍地四皈依法,就是大法。」這位新皈依的弟子如此堅定的回答我。由此可知,四伽行法之一的「四皈依法」是何等的重要。 「Adalah Sadhana Catursarana, Buddha Hidup Dunzhu mengatakan, setelah melakukan sadhana Catursarana sebanyak 1 juta kali, itulah Mahasadhana.」Murid yang baru bersarana ini menjawab dengan sangat yakin dan teguh. Dari sini dapat diketahui, 「Catursarana」yang merupakan salah satu prayoga dalam Caturprayoga teramat sangat penting. 真佛宗的「四皈依法」,詳述如下: 「Sadhana Caturprayoga」Tantrayana Satya Buddha, detilnya sebagai berikut : 一,進入密壇,目視上師法相或瓷相。 1, Memasuki altar mandala Tantra, pandang gambarupang Mulaguru atau pratima Mulaguru. 二,先觀想上師形容。觀想上師天心白光迸現,射入行者的天心,喉際紅光迸現,射入行者喉際,心際藍光迸現,射入行者心際。 2, Terlebih dahulu visualisasikan sosok Mulaguru. Visualisasikan cakra dahi Mulaguru muncul seberkas cahaya putih, memancar masuk ke dalam cakra dahi sadhaka. Cakra tenggorokan Mulaguru muncul seberkas cahaya merah, memancar masuk ke dalam cakra tenggorokan sadhaka. Cakra hati Mulaguru muncul seberkas cahaya biru, memancar masuk ke dalam cakra hati sadhaka. 三,行者合掌恭敬的唸: 南摩紅冠聖冕金剛上師蓮生活佛。 每唸一聲,拜一拜。 3, Sadhaka beranjali dengan penuh hormat dan melafalkan : (pinyin 🙂 Namo Hongguan Shengmian Jingang Shangshi Liansheng Huofo. (cara baca indo : Namo Hongkuan Shengmien Cinkang Shangshe Liensheng Huofo) Setiap membaca 1x, bersujud 1x. 四,唸四皈依真言: 南摩古魯貝。(皈依金剛上師) 南摩不打耶。(皈依佛) 南摩達摩耶。(皈依法) 南摩僧伽耶。(皈依十方一切聖賢) 4, Melafalkan mantra Catursarana : Namo Kulupei. (Bersarana pada Mulavajracarya) Namo Putaye. (Bersarana pada Buddha) Namo Tamoye. (Bersarana pada Dharma) Namo Sengkiaye. (Bersarana pada seluruh Sangha di sepuluh penjuru) 先唸三遍,隨即觀想上師及空中現出三寶諸尊,互相融合,化為五色的大光明。這五色大光明灌入行者頂竅注滿全身,自覺一切的業障,惡業,不淨業,罪業,全部化為黑色的氣從毛細孔排了出去,自己變得光明透澈,身心輕安,充滿福慧。 Terlebih dahulu bacakan tiga kali, kemudian visualisasikan Mulaguru dan seluruh Arya Triratna muncul di angkasa, saling melebur, berubah menjadi cahaya mahaterang 5 warna. Cahaya mahaterang 5 warna ini melalui lubang di ubun-ubun memasuki tubuh sadhaka memenuhi sekujur tubuh, diri sendiri merasakan seluruh karmawarana, karma buruk, karma tak bersih, dosa, seluruhnya berubah menjadi asap hitam keluar dari pori-pori tubuh, diri sendiri berubah menjadi bercahaya terang dan transparan, tubuh dan hati ringan dan tentram, penuh akan berkah dan kebijaksanaan. 五,接著又唸「四皈依真言」,隨意唸多唸少,愈多愈好。 5, Selanjutnya bacakan 「Mantra Catursarana」, terserah mau membaca banyak atau sedikit, semakin banyak semakin bagus. 六,唸完「四皈依真言」,要唸「發菩提心文」(三遍): 6, Selesai membaca 「Mantra Catursarana」, harus membaca 「Gatha Pengembangan Bodhicitta」(3 kali): “弟子蓮花OO,從此皈依根本上師,三寶,直至菩提,永不退轉,所有大小各善,悉以回施眾生,速成佛道。” “Siswa Lianhua OO, sejak sekarang berlindung pada Mulacarya, Triratna, hingga merealisasikan Bodhi, selamanya tidak mundur, seluruh kebajikan besar maupun kecil, dilimpahkan kembali kepada insan, menapaki jalan cepat menuju terealisasinya kebuddhaan.” 七,加持其他心咒: 蓮生活佛心咒(108或千遍) 嗡。古魯。蓮生悉地吽。 蓮華生大士心咒(108或千遍) 嗡阿吽。別炸古魯。唄瑪。悉地吽。些。 觀世音菩薩心咒(108或千遍) 嗡。嘛呢唄咪。吽。 阿彌陀佛心咒(108或千遍) 嗡。阿彌爹娃。些。 綠救度母心咒(108或千遍) 嗡。打啦。度打啦。度啦。梭哈。 7, Tambahkan pembacaan Mantra lainnya : Mantra Hati Buddha Hidup Liansheng (108 atau ribuan) Om. Kulu. Liansheng. Sitti. Hom. Mantra Hati Padmasambhava Guru (108 atau ribuan) Om A Hom. Pecakulu. Peima. Sitti Hom. Sie. Mantra Hati Avalokitesvara Bodhisattva (108 atau ribuan) Om. Mani. Peimi. Hom. Mantra Hati Amitabha Buddha (108 atau ribuan) Om. Amitiewa. Sie. Mantra Hati Tara Hijau (108 atau ribuan) Om. Tala. Tuttala. Tula. Soha. 八,唸完加持心咒即唸「迴向文」: 蓮生活佛加被力,三寶放光除業障, 我于眾生成佛道,皆共往生極樂國。 8, Setelah selesai membaca Mantra Hati, bacakan 「Gatha Pelimpahan Jasa」: (pinyin 🙂 Liansheng Huofo jia bei li, Sanbao fangguang chu yezhang, Wo yu zhongsheng cheng Fo Dao, jie gong wangsheng jileguo. (cara baca indo 🙂 Liensheng Huofo ciapei li, Sanpau fangkuang chu yecang, Wo yi congsheng cheng Fo Tao, cie kong wangsheng cile kuo. 九,大禮拜,出壇。 9, Mahanamaskara, keluar dari altar mandala. 這個「真佛四皈依法」其重點在「五色的大光明」也就是唸完三遍「四皈依咒」的觀想上。上師及三寶諸尊出現在虛空中,互相旋轉而融合,變成五色的大光明,然後從行者頂竅灌入,行者一切業障化為黑氣,從毛細孔排了出去。 這個觀想是第一等重要。 Titik berat「Sadhana Catursarana Satya Buddha」ini adalah pada 「Cahaya Mahaterang Lima Warna」, juga merupakan yang divisualisasikan setelah pembacaan 3 kali mantra Catursarana. Mulaguru dan para Arya Triratna muncul di tengah angkasa raya, saling berputar sehingga melebur, berubah menjadi Cahaya Mahaterang 5 Warna, kemudian masuk melalui lubang ubun-ubun sadhaka, seluruh karmawarana sadhaka berubah menjadi asap hitam, keluar dari pori-pori tubuh. Visualisasi ini adalah yang paling penting. 這個「四皈依法」的重點,也是在「上師」,密宗的四皈依,金剛上師排在第一位。這是金剛上師是三寶諸尊的總持,眾生因為有了「金剛上師」的傳法,才能真正的明白三寶。 所以眾生因皈依金剛上師,才有密法可學。也因金剛上師的依怙,才有辦法蒙上師三寶的救度。 Titik berat dari 「Sadhana Catursarana」ini, juga terletak pada 「Mulacarya」, Catursarana dalam Tantrayana, Mulavajracarya menempati posisi nomor satu. Ini dikarenakan Mulavajracarya merupakan Vajradhara dari para Arya Triratna, oleh berkat adanya pewarisan Dharma dari 「Mulavajracarya」-lah, sehingga insan dapat baru dapat benar-benar memahami Triratna. Oleh karena itulah insan harus bersarana pada Mulavajracarya, barulah bisa mendapatkan Sadhana Rahasya untuk dipelajari. Dan berkat bersandar pada Mulavajracarya-lah, barulah bisa mendapatkan cara untuk mendapat pertolongan dari Mulaguru dan Triratna. 修「四皈依法」是堅固自己對上師三寶的信心;是同上師及三寶永遠的結緣,于佛菩薩永遠有緣;是消除累世的一切業障;是獲得上師三寶的加持;是自己發菩提心的初步。一般西藏的活佛,最初教人習咒,均教「四皈依咒」,把四皈依咒唸了百萬遍,以堅固自己信佛的因緣。我為「真佛四皈依法」寫一偈: Melakukan 「Sadhana Catursarana」dapat mengukuhkan kepercayaan dan keyakinan diri terhadap Mulaguru dan Triratna; Adalah menjalin jodoh selama-lamanya dengan Mulaguru dan Triratna, selamanya memiliki jodoh dengan Buddha dan Bodhisattva; Adalah mengikis seluruh karmawarana yang terhimpun dari masa lampau yang tak terhingga; Adalah mendapatkan berkah adhistana dari Mulaguru dan Triratna; Adalah langkah pertama bagi diri sendiri dalam membangkitkan Bodhicitta. Sebagian Rinpoche Tibet, mengajarkan Mantra yang paling pertama untuk umat, adalah mengajarkan 「Mantra Catursarana」, japakan Mantra Catursarana sebanyak 1 juta kali, untuk mengokohkan jodoh sebab keyakinan diri terhadap Buddha. Saya menuliskan sebuah Gatha untuk 「Sadhana Catursarana」: 一法皈依業消清,于佛有緣法必成; 莫在人間變俗客,菩提心發度眾生。 Satu sadhana bersarana, karmawarana pun menjadi bersih, Berjodoh dengan Buddha, pastilah berhasil dalam Dharma; Jika menjadi tamu awam di dalam dunia manusia, Bodhicitta terbangkitkan menyeberangkan insan. 節錄自盧勝彥文集第63冊「真佛秘中秘」 Disadur dari dalam Buku Karya Master Shengyen-Lu ke-63 「Rahasya di dalam Rahasia Satya Buddha」 ******** browse for the origin article please Sign In (Free) https://www.tbboyeh.org/ *If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!* **This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching** 15456331912271545633146303154563314004615456331646941545633186583FB_IMG_15647189685461545633149189

Read Full Post »


diterjemahkan dari buku karya Grand Master Sheng-Yen Lu ke-006 “Tenang dan Pikirkan dengan Seksama”
Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Mahaguru Buddha Hidup LianSheng Sheng-Yen Lu

Hari ini kita membahas mengenai yang hal yang ditemui dan didengar oleh Biksulama Lianjin di Hongkong.

Saya ingat dulu saya pernah mengunjungi rumah Acarya Changren di Hongkong, rumahnya di Gunung Cheyun, ruang pribadinya sama seperti yang diceritakan oleh Biksulama Lianjin yaitu hanya satu ruangan dengan satu beranda, bahkan tempat untuk menjemur pakaian pun tidak ada; oleh karena itu mereka menjulurkan keluar bambu jemuran dari ruangannya dan menggantungkan pakaiannya hingga penuh, dilihat dari jalanan seperti lautan bendera. Ow! Ini adalah bendera jutaan negara di Hongkong.

Orang-orang ini sangatlah miskin, namun juga ada yang kaya. Kesenjangan sosial antara yang kaya dan miskin cukup besar. Di antara para siswa Tantrayana Satya Buddha juga ada yang sangat kaya, orang yang sangat kaya datang mengendarai mobil Rolls Royce, luas tempat tinggalnya meliputi setengah gunung, rumah bergaya Barat yang sangat besar, di dalamnya masih ada lift, gonta-ganti supir, rumahnya mempekerjakan pelayan, ruang tamunya juga sangat mewah, kesenjangan yang kaya dan miskin terlalu besar, sebagian orang sudah sangat bersyukur memiliki tempat tinggal!

Vihara Vajragarbha Hongkong pernah memiliki “Yayasan Welas Asih Sheng-Yen Lu”. Pada musim dingin, mereka pernah meletakkan sangat banyak kasur dan selimut kapas di lantai dasar gedung berkuda. Anda dapat melihat para fakir miskin segera mencari tempat yang nyaman, di malam harinya mereka menggelar selimut kapas dan tidur di atasnya, tidak punya rumah untuk pulang. Begitu para pekerja Vihara Vajragarbha Hongkong berkunjung, di setiap tempat, setiap pekerja vihara menggelar kasur selimut kapas untuk mereka, ini adalah melakukan perbuatan welas asih.

Biksulama Lianjin masih belum pernah melihat bahwa di Hongkong ada hal seperti ini. Ia menyewa sebuah lokasi tidur, di samping lokasi tidur tersebut, semuanya adalah jaring besi, mendirikan sebuah ranjang. Jaring besi ini juga mempunyai pintu jaring besi, ada kait penguncinya. Barang bawaannya diletakkan di atas kasurnya. Saat ingin tidur di malam hari, maka pulang membuka kunci pintu dan masuk untuk tidur. Pintunya dikunci saat pergi bekerja pada pagi hari, hanya ada sebuah lokasi tidur saja! Ada yang tidak memiliki tempat tinggal, juga ada yang hanya memiliki sebuah lokasi tidur. Sudah sangat bagus jika kita menemukan sekeluarga tidur bersama dalam hanya sebuah ruangan dengan satu beranda.

Sebenarnya tidak perlu pergi ke Hongkong untuk melihatnya. Anda pergi ke New York juga dapat melihatnya. Ada sangat banyak gelandangan yang tidak memiliki rumah, sangat banyak pelajar yang keluarganya tidak punya banyak uang, namun saat belajar, seperti temannya Foqing (anak perempuan Mahaguru), menyewa sebuah tempat seharga 600 sen – USD 0.600. Tempat yang disewa seharga USD 0.600 di New York adalah tempat yang seperti apa? Adalah sebesar kamar mandi anda saja! Tempat yang sebesar kamar mandi itu punya satu pintu masuk, adalah tempat yang hanya sebesar itu! Satu setengah tatami, lebih kurang hanya satu setengah tatami saja. Tinggal di sana, mandi dan buang air di toilet umum. Di New York juga ada.

Oleh karena itu, pada saat ini, lihatlah kehidupan-kehidupan yang seperti ini. Masih ada yang lebih menderita daripada ini! Walaupun demikian, di Hongkong dan New York masih terdapat bahan makanan. Anda pergilah ke Afrika dan lihatlah penduduk yang menderita kelaparan. Pergilah ke tempat pengungsian. Mereka mendirikan tenda, semuanya tinggal di dalam, di dalam tenda tersebut.

Tadi Biksulama Lianjin juga melihat orang Hongkong yang seperti itu, sebenarnya dulu saat saya ke Hongkong juga sering berkata seperti ini,  “Bagaimana bisa seperti ini? Di jalanan Hongkong,di dalam kota, bagaimana bisa setiap hari ada begitu banyak orang berjalan ke sana kemari, tidak satu detik pun pernah berhenti? Orang-orang berlalu lalang di jalanan, berjalan ke sana kemari, berjalan ke sana kemari, orang yang itu-itu juga, mengapa bisa ada begitu banyak orang yang kurang kerjaan, melintas di jalanan?”

Saya juga memiliki perasaan seperti ini, untuk apa mereka berlalu lalang di jalanan (Mahaguru tertawa)? Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda, tidak semua orang demi memiliki tempat tinggal (Mahaguru tertawa): tadi Biksulama Lianjin mengatakan bahwa ia melihat setiap orang berusaha demi mampu memiliki sebuah tempat tinggal, sebenarnya itu benar bagi sebagian dari mereka, sebagian lagi malah untuk sandang pangan – berpakaian, makan, bekerja.

Saya sering tidak habis pikir kenapa mereka berlalu lalang di jalanan. Suatu hari saat saya berada di Villa Pelangi di dekat sebuah sarang semut, saya melihat banyak semut berlalu lalang di sana, akhirnya saya mengerti mengapa mereka berlalu lalang (Mahaguru tertawa), karena semut juga setiap hari berlalu lalang di sana! Lantas, apa bedanya manusia dan semut?

Mengapa mereka melintas di sana? Cuaca begitu dingin, mengapa tidak bersembunyi di rumah sendiri, di luar berlalu lalang untuk apa? Melihat segerombolan besar semut berlalu lalang di sana, maka anda akan mengerti mengapa manusia berlalu lalang di jalanan, adalah karena alasan yang sama.

Segala makhluk hidup adalah demi mempertahankan hidup, yang disampaikan dalam dharmadesana tadi juga bagus, kita hidup di sini lebih tidak khawatir. Pangan, sandang, papan, sadhana – punya tempat tinggal, setiap orang di sini memiliki tempat yang dapat ditinggali. Di sisi makanan tidak ada yang perlu anda khawatirkan. Sisi pakaian juga tidak perlu dikhawatirkan. Sisi sadhana juga sama.

Bhaktisala Altar Utama Caodun Leizangsi di Kota Caodun, Taiwan

Oleh karena itu, kadang kala perlu memahami, bagaimana orang lain melewati hidupnya? Lalu, bagaimana kita melewati hidup kita? Kita melewati hidup seperti ini, adakah maknanya? Di manakah maknanya? Tujuan anda sendiri di mana? Maknanya di mana? Di dalam kehidupan yang sekarang ini, apa yang ingin anda lakukan? Lalu, apakah tugas dan tanggung jawab setiap hari telah diselesaikan? Kegunaan hidup anda setiap hari apakah telah dimanfaatkan sebaik-baiknya? Kegunaan kehidupan anda yang sekarang ini apakah telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Setiap hari hendaknya berpikir seperti ini, sehingga tidak terlalu menyia-nyiakan waktu, tidak akan dapat membiarkan waktu dilewatkan begitu saja dengan sia-sia.

Sangat cepat! Anda berpikir sekarang anda masih sangat muda, tidak terpikirkan masa depan. Pada saat saya baru datang dari Taiwan ke Amerika – usia 38 tahun, saya juga tidak pernah memikirkan masa depan. Saat itu saya tidak pernah memikirkan masa depan saya akan seperti apa, tidak pernah mencoba memikirkannya, namun dengan cepat waktu telah terlewatkan! Saya merasa saya sangat muda saat saya berusia 38 tahun, beginilah kehidupan manusia.

Oleh karena itu, anda mampu dari usia 38 tahun, menempuh hidup hingga 50 tahun. Begitu mengedipkan mata, sudah 70-an tahun. Pada saat usia 80-an, anda mampu mengeluarkan sesuatu barang untuk diperlihatkan kepada orang-orang, katakanlah anda benar-benar memiliki sesuatu barang, poin ini sangatlah penting! Tidak boleh saat anda telah berusia 70 atau 80 tahun, yang anda hasilkan masih tetap sama seperti ketika anda berusia 20 tahun.

Oleh karena itu, kita mempelajari Buddha Dharma juga tetap harus menyerahkan rapor, bersadhana juga harus menyerahkan rapor; pada saat tiba usia senja, nilai rapor yang diperlihatkan berwarna hijau, lulus, bukan setiap mata pelajaran mendapat nilai merah, tidak lulus.

Dapat juara satu sangatlah baik! Namun juga tidak boleh juara satu dari belakang. Dapat juara satu sangatlah baik, setelah dihitung-hitung, cuma ada anda seorang, tentu saja dapat juara satu! (Mahaguru tertawa) Namun tidak boleh dapat juara satu dari belakang. Kehidupan kita sebagai manusia juga harus menyerahkan rapor, namanya rapor kehidupan manusia.

Tidak menyia-nyiakan kehidupan ini mesti bagaimana? Adalah pada saat rapor kehidupan manusia diperlihatkan, nilai setiap mata pelajaran adalah lulus. Dengan demikian anda dapat mempertanggungjawabkannya kepada para Buddha dan Bodhisattva di Vihara Vajragarbha ini, karena anda tinggal di sini, hidup di sini. Yang anda makan adalah milik Bodhisattva, yang anda tinggali adalah rumahnya Bodhisattva, yang anda pakai adalah milik Bodhisattva, bepergian menggunakan kendaraan milik Bodhisattva! (Mahaguru tertawa) Anda hidup dengan memandang wajah Bodhisattva, rapor anda nanti, harus anda serahkan kepada Bodhisattva!

Om Mani Padme Hum.

~ Tulisan ini diambil dari bagian pendahuluan buku karya Sheng-Yen Lu “Lagu Buddha hidup (1)”

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


diterjemahkan dari buku karya Sheng-Yen Lu, bagian biografi Sang Penulis

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

=Melalui kehidupan manusia dengan senyum, menulis untuk menyeberangkan makhluk yang berjodoh=

Buddha hidup Liansheng sejak bersekolah di tingkat SMA tahun 1963 sudah mulai menulis karya sastra, hasil karyanya tersebar di Koran dan majalah. Saat menjalani masa wajib militer, beliau pernah meraih penghargaan Unta Emas, penghargaan Unta Perak, piala emas Kesusastraan Militer Negara, dan berbagai medali lainnya. Karya awalnya berupa prosa, puisi, pengulasan, merupakan pemuda yang luar biasa dan aktif berkarya dalam kesusastraan.

-=Salah satu buku hasil karya Grand Master Sheng-Yen Lu yang sedang dalam proyek penerjemahan untuk diterbitkan dalam Bahasa Indonesia=-

Sejak meninggalkan keduniawian pada tahun 1986 hingga sekarang, beliau lebih giat lagi bersadhana setiap hari, tidak putus dalam menulis karya. Hingga sekarang, beliau sudah menghasilkan 200 lebih karya buku dengan nama pena “Sheng-Yen Lu”, yang mana keseluruhan hasil karyanya merupakan catatan perjalanan sejak memulai bersadhana hingga setelah mencapai penerangan sempurna. Hasil karya beliau telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, antara lain bahasa Inggris, Perancis, Jepang, Portugis, Vietnam, Spanyol, India, Indonesia, dan Thailand. Karya beliau diterbitkan dan tersebar di berbagai negara, malahan semuanya dikoleksi di Perpustakaan Negara di Amerika, sehingga dapat disebut sebagai pembabar karya tulis bermuatan Dharma nomor satu di masa kini.

=Melalui Gambar, Menuangkan Isi Hati, Menuangkan Pikiran, Menuangkan Kondisi, sebagai Seorang Seniman=

Sampul buku terbitan PT. Budaya Daden Indonesia yang merupakan hasil lukisan Grand Master Sheng-Yen Lu

Sifat dari Buddha Hidup Liansheng sangatlah rendah hati, suka menyelami alam bebas. Pada tahun 1993 di usia 50 tahun, beliau mulai mempelajari melukis menggunakan cat air, dengan pengarahan teknik oleh seorang ahli seni lukis bernama Zhu Mulan dari aliran Lingnan yang merupakan murid dari master Zhao Shaoang. Pada tahap permulaan, beliau mempelajari gaya lukisan China, melatih teknik menggunakan kuas dan tinta. Setelah itu mempelajari melukis makhluk hidup, dilanjutkan dengan menimba ilmu melukis mata air yang mengalir di alam bebas, menikmati hati yang menyatu dengan alam bebas, kemudian menuangkan intisari dari kesadaran sebagai seseorang yang telah tercerahkan ke hadapan mata manusia di dunia melalui goresan kuas dan cat.

Lukisan hasil karya beliau bernuansa lembut dan menyegarkan, luwes dan cermat, menyampaikan dengan lancar maksud yang ingin dituangkan pelukis dalam lukisannya, kegairahan hidup terpancar di dalamnya. Gatha dan sajak di dalamnya menyimpan makna yang dalam, dituangkan melalui goresan kuas, memiliki ciri khas tersendiri. Hingga sekarang, beliau telah membukukan sepuluh jilid karya lukisnya, dan telah pernah diikutsertakan ke dalam pameran lukisan akbar maupun kecil-kecilan lebih dari sepuluh kali, dan hasil karya beliau pernah diterbitkan dalam majalah seni lukis Zhongguo Meishu (Seni Lukisan China).

=Mahasiddhi Pelangi, Tantrika yang Telah Tercerahkan=

Buddha hidup Liansheng pernah hidup menyepi selama tiga tahun di sebuah rumah tinggal (yang disebut dengan Paviliun Lingxian) di kota Ballard di Amerika Serikat, berlatih secara rahasia seluruh sadhana Tantra, mulai dari sadhana eksoterik, sadhana esoterik, sadhana Yoga Tantra, dan sadhana Anuttarayoga Tantra. Rumus penting dari keempat tahap ini, seluruhnya telah berhasil dihayati secara utuh. Memasuki dan membaur di dalam samudra cahaya Vairocana, mencapai keberhasilan dari “delapan keberhasilan sadhana luar”, “delapan keberhasilan sadhana dalam”, membuktikan keberhasilan yang tiada tara.

Sebelum mulai tekun bersadhana, Buddha hidup Liansheng pernah menekuni agama Kristen, aliran Tao, agama Buddha aliran Mahayana, hingga akhirnya bersarana pada aliran Tantrayana dan mencapai keberhasilan. Oleh sebab itu, di dalam tatacara aliran Tantrayana Satyabuddha, terdapat banyak ilmu sadhana Taoisme, ilmu jimat (fu), ilmu ramalan dewata, ilmu fengshui, dan pintu dharma lainnya, untuk membantu meringankan kesulitan makhluk luas, demi tujuan menyeberangkan makhluk luas dengan “terlebih dahulu membuat tertarik, kemudian setelah itu membimbing memasuki kebijaksanaan Buddha”.

Dharma yang dibabarkan oleh Buddha hidup Liansheng, perkataannya dapat dipercaya dan mampu menenangkan batin, dan sarat muatan logis. Dalam menjelaskan isi sutra, kata-kata yang digunakan beliau tidak berupa kata-kata yang umum terdapat dalam teks penjelasan isi sutra, melainkan kata-kata yang mengandung makna yang melebur ke dalam pemahaman akan kebenaran sesuai dengan yang dicari oleh setiap para pembaca maupun pendengar. Pemahamannya mendalam namun diucapkan dengan kata-kata yang sederhana, lincah, dan lain daripada yang lain. Dharma-dharma yang telah dibabarkan yang saling berkaitan dikemas dalam satu buku atau disusun dalam video tape, dan DVD. Setiap kata maupun kalimat kebijaksanaan yang merupakan harta yang diucapkan oleh beliau, sungguh merupakan pedoman yang tidak boleh kurang maupun tidak dimiliki oleh orang yang mencari kebenaran sejati di jalan kehidupan manusia ini.

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care!

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »