Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Tantrayana Satyabuddha’


007 一心不乱的大益

From B260 天上的钥匙 – Key of Dharma Realms《Kunci dari Langit》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Dalam Sutra Amitabha, untuk mencapai Alam Suci Buddha, seseorang harus melafal nama Buddha “sepenuh hati tanpa ada kegalauan”. saat ini, Trini-Arya Sukhavatiloka : Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahasthamaprapta Bodhisattva akan muncul di hadapan, menjemput insan yang percaya untuk terlahir di Alam Suci.

Inilah manfaat dari “sepenuh hati tidak galau”.

Wajib mampu.

Wajib mampu.

Coba anda pikirkan, saat sudah hampir mencapai ajal, kemampuan kelima indera akan menjadi kacau, pikiran acak akan terus timbul di dalam hati dan terus mengganggu.

Hendak “sepenuh hati tidak galau” pun sangatlah susah!

Namun, asalkan anda berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh di kehidupan sehari-hari hingga memiliki fondasi, saat ajal akan tiba : renungkan Mulayidam anda.

Mulut menjapa “Mantra Mulayidam”.

Tidak terpengaruh oleh gangguan dari lingkungan sekitar anda.

Senantiasa “sepenuh hati tidak galau”, Mulayidam muncul di hadapan, saling menyatu, secara alami Buddhata mekar menampakkan diri.

Inilah manfaat terbesarnya.

Sebenarnya, saat sadhaka berada di dunia, hendaknya hidup sederhana, nafsu keinginan sebisa mungkin dikurangi hingga sesedikit mungkin.

Tuntaskan gangguan yang ada dalam hubungan dengan orang lain.

Tuntaskan dilema perasaan.

Hindari gosip dan perdebatan.

Paling bagus tinggallah di tempat yang mendukung agar lebih mudah memasuki keheningan batin seperti di arama vihara, di atas gunung, atau di tempat yang sepi dan tentram.

Seperti :

Melatih bertapa menyepi di pegunungan.

Petapa sejati menyepi di perkotaan.

Maksud dari kedua kalimat ini adalah, setelah mampu “hati berdiam di satu tempat”, “sepenuh hati tidak galau”, maka akan dapat turun gunung menyeberangkan insan.

Seperti :

“Hidup sederhana memejamkan mata namun dalam hatinya paham, tidak terganggu oleh setiap objek barulah damai.”

“Menjaga hati tetap kokoh adalah kebenaran dari kebenaran, hidup sederhana di kefanaan hingga tertanam dalam karakter.”

Manfaat dari “sepenuh hati tidak galau” sangatlah besar!

Mampu menjaga inti.

Mampu mengarahkan prana.

Mampu memunculkan Buddhata.

Mampu bahagia.

Mampu memperpanjang umur.

Mampu menjadi sehat.

“sepenuh hati tidak galau”, “memfokuskan hati pada satu tempat”, “menjaga kesadaran pada satu pikiran”, semuanya adalah satu kesatuan.

Dari segi batiniah :

Dapat menyatu dengan Tao.

Dapat mencapai yoga dengan Mulayidam.

Dapat terhubung dengan dewata.

Dapat terhubung dengan hantu.

Dapat mencapai keberhasilan meditasi. Juga berarti dapat mencapai “Tak goyah (samadhi)”.

Latihan tiga tidak tiris dari Buddha Dharma :

Sila — sederhana.

Samadhi — sepenuh hati tidak galau.

Prajna — memahami hati menyaksikan Buddhata.

Lagi :

“Hidup sederhana tanpa nafsu keinginan menumbuhkan karakter Buddha, sandang pangan prana dan batin dapat senantiasa tercukupi.”

Lagi :

“Sadhaka sejati mampu menyembunyikan cahayanya, sukha dari tiga dantian diperoleh dari menyepi, mengapa tidak menyepi melatih jasmani dan rohani, sadhaka sejati hambar pada godaan duniawi, memasuki penyepian di gunung mengapa masih susah melepas dan mengikhlaskan, gejolak duniawi penuh dengan bau tidak sedap.”

Pengalaman pribadi saya, asalkan manusia berlatih hingga mencapai “sepenuh hati tidak galau”, secara alamiah semuanya akan manjur. Saya dapat saling berkontak dengan Mulayidam, Arus Dharma turun dari angkasa, memenuhi diri saya, saya mampu membuktikan :

Tanah — kokoh.

Air — bersih jernih.

Api — cahaya terang.

Angin — daya perubahan.

Yang disebut dengan bhavana (melatih diri), saya pribadi terlebih dahulu melatih Sila, kemudian melatih Samadhi. Asalkan dapat tak goyah, prajna akan datang dengan sendirinya.

Siswa luhur!

Bisakah?

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


002 一切遍礼尽无余

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya sedang bertapa di “Danau Daun”, timbul suatu keinginan, seumur hidup ini, saya sangat ingin menjelajahi seluruh Vihara Vajragarbha di seluruh dunia, seluruh Vihara Cabang True Buddha di seluruh dunia, seluruh Perkumpulan Ibadah True Buddha di seluruh dunia, namun, saya mengetahui, ada sebuah jawaban : “Tidak terlalu memungkinkan!”Alasannya sangatlah sederhana, berdasarkan pada usia hidup yang berbatas, hendak menjelajahi dan bersembah sujud di seluruh vihara Vajragarbha, vihara cabang, perkumpulan ibadah, benar-benar tidak terlalu memungkinkan.

Saat saya bermukim di Vihara Vajragarbha Seattle 一一

Vihara Vajragarbha Miyi di Texas, USA, mengundang saya, saya menjawab :”Akan pergi!”

Vihara Dengbao Washington DC, USA, mengundang saya, saya menjawab : “Akan pergi!”

Vihara Vajragarbha London dan Vihara Vajragarbha Zhendu Inggris, mengundang saya, saya menjawab :”Akan pergi!”

Masih ada tak terhitung Vihara Vajragarbha, Vihara Cabang, Perkumpulan Ibadah yang mengundang saya, saya juga menjawab yang sama :”Akan pergi!”

Sekarang saya duduk bersadhana di hadapan altar di “Danau Daun”, mulut saya menjapa mantra, pikiran saya bervisualisasi, di sepuluh penjuru Vihara Vajragarbha, sepuluh penjuru Vihara Cabang, sepuluh penjuru Perkumpulan Ibadah,satu persatu Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, para Dewata, di hadapan masing-masing semuanya terdapat satu orang Lu Shengyan sedang bersembah sujud, “bersembah sujud kepada semuanya tanpa tersisa”, semuanya terdapat dalam satu niat pikiran ini, inilah Tantrayana.

Jasmaniku belum tiba.

Namun niatku sudah tiba.

Maaf!

Kekuatan luar biasa dari menjalankan sumpah di dalam samadhi,

Muncul di hadapan seluruh Tathagatha,

Satu jasmani dalam sekejap berubah menjadi sebanyak butiran debu,

Satu-persatu bersembah sujud kepada semuanya tanpa tersisa.

Menuliskan sebuah sajak:

Menutup pintu bertapa sedari awal diam

Tidak terganggu oleh semarak musim semi di luar pintu

Sering teringat pertemuan singkat dengan para Siswa Agung di saat berkumpul bersama

Hanya menambah kerinduan

Asap yang membumbung sudah buyar

Hanya tinggal Vihara Vajragarbha, Vihara Cabang, dan Perkumpulan Ibadah yang masih ada

Ingin menjelajahi masuklah ke dalam lautan hati

Read Full Post »


005 众生皆有病苦

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya menyepi di “Danau Daun”, meskipun saya menyepi, namun, masih ada “mata melihat”, masih ada “telinga mendengar”, juga ada “samadhi”. Setahu saya, tetangga sekitar :

Tetangga sebelah kiri, tuan rumah, menderita penyakit hepatitis C, kabarnya sudah tidak bisa diobati.

Nyonya rumah, sekujur tubuhnya ada penyakit, insomnia.

Tetangga sebelah kanan, nyonya rumah, menderita autoimun (systemic lupus erythematosus).

Tetangga yang agak jauh, seorang tua, hidup sendiri, mengalami insomnia parah, setiap hari mengenakan pakaian yang sangat tebal, berjalan cepat di bawah sinar matahari, agar berkeringat, kelelahan, barulah bisa berkesempatan jatuh tertidur sejenak. Tidurnya tidak panjang, setelah terbangun kemudian melakukan jalan cepat lagi, setiap hari seperti itu.

Saya juga mengetahui, ada seorang anak kecil, menderita skoliosis, sering terapi tulang belakang.

Tetangga sekitar, ada yang menderita “gula darah”, “tekanan darah”, “jantung”, “ginjal” dll, bahkan hingga larut malam, ambulans masih datang menjemput pasien ke UGD.

Saya mengetahui, tetangga sekitar, hanyalah sebagian kecil cerminan dunia manusia, bisa dikatakan demikian, semua insan memiliki derita penyakit. Saya adalah seorang sadhaka, bahkan saya sendiri pun memiliki derita penyakit. Oh, Langit! Buddha membabarkan 84.000 jenis penyakit, bagaimana caranya dibabarkan sampai habis…

Sanubariku sangat sedih, mengapa dunia manusia ada begitu banyak duka penyakit? Mengapa? Mengapa? Pasien ini harus bertahan hingga kapan? Adakah harapan untuk sembuh total? Di dunia manusia ini, ada berapa orang yang sehat? Dapat bertahan berapa lama kah? Semua ini adalah realita.

Menuliskan sebuah sajak yang sedih :

Saat mawar sangat merah tandanya sudah akan mulai berguguran

Saat langit senja paling cantik

Langit malam akan segera datang

Melihat ada berapa banyak air mata kerabat di dunia manusia

Lahir tua sakit mati saling bertautan

Lebih baik giat menulis artikel Buddha Dharma menyeberangkan hari esok

Dunia manusia sesungguhnya adalah ilusi maha besar.

Hanya bisa mendesah

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


004 多重刹土多重宇宙

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Di dunia ini, Arya yang mana yang paling unggul? Jawaban saya adalah ; ”Sakyamuni Buddha”, karena Sang Buddha sejak awal sudah mengetahui, dunia ini luas tak terbatas, Sang Buddha bahkan sejak awal sudah mengatakan, jasmani manusia adalah “sarang cacing”, dalam seteguk air jernih terkandung 84000 cacing, yang dimaksud adalah dunia mikroogranisme bakteri yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Sang Buddha juga mengetahui, di sebelah barat ada 10 trilyun Alam Buddha, di antaranya ada dunia yang dinamakan Sukhavati. Harus diketahui, para ilmuwan sekarang telah memahami, bumi adalah sebuah dunia, solar system juga tidak hanya ada satu. Sang Buddha sejak awal telah memahami, ada banyak dunia, ada banyak semesta, bagaikan jaring mutiara Dewa Indra, sangat banyak tak terhingga, sangat padat dan saling bersilangan. Sang Buddha membabarkan mengenai “Karmadhatu”, “Rupadhatu”, “Arupadhatu”, selain itu masih ada Catur Aryadhatu yang mengungguli tiga dhatu! Bahkan Sang Buddha telah menyadari :

Semesta tak berbatas.

Penuh oleh Alam Dharma.

Sang Buddha telah membahas kebenaran agung : “Anitya, Anatman, Parinirvana”, juga membahas : Samskrta-sthiti-prabheda-nirdesa “Penciptaan, Berdiam, Rusak, Kosong”, Catur aryasatyani “Dukha, Sebab Dukha, Cara Melenyapkan Dukha, Lenyapnya Dukha”……。

Ajaran Buddha ini, bukanlah pengetahuan yang dapat diketahui oleh ajaran keagamaan biasa, oleh karena itu dapat diketahui bahwa Sang Buddha adalah yang paling unggul!

Menuliskan sebuah sajak memuji Sang Buddha :

Tidak ada pesta yang tidak berakhir di dunia

Juga tidak ada pertemuan yang berlangsung selamanya

Yang telah kita sadari ternyata masih hanya sedikit dari kebenaran alam semesta

Sang Buddha mengatakan bahwa alam manusia adalah membayar karma

Pikirkan seksama, lebih seksama, lebih seksama lagi

Segala kebenaran sejati yang dibabarkan Sang Buddha setiap kata benar adanya

Nama dan keuntungan segalanya hanya sekejap dan sunya

Saat anitya datang tak mampu menghentikan delapan dukha

Menoleh ke belakang

Hanya tersisa makan malam untuk orang terakhir

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

Older Posts »