Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Zhenfozong’


Ketika saya tinggal di Zhen Fo Mi Yuan, sering pergi ke Danau Sammamish, danau ini merupakan danau kedua terbesar di Washington D.C..

Saya pernah menulis sebuah buku, The Inner World of the Lake, yang menceritakan pelbagai kisah tentang danau tersebut.

Suatu ketika.

Saya berjalan sampai dermaga dari sebuah taman kecil, ada kayu yang mengapung di dermaga, bertebaran di atas danau.

Setelah dekat, terlihat rumput di dasar danau, di atas rumput ada ikan yang berenang kesana kemari. Selama ini saya suka melihat ikan berenang, ikan selamanya gembira, hatiku juga ikut gembira.

Tiba-tiba, seakan terlihat dari dasar danau pelan-pelan muncul sepasang mata yang menatap saya.

Di atas mata ada alis, ada hidung, ada bibir tebal, seluruh wajah brewokan.

Saya terkejut, sebelumnya saya sangka hanya khayalan.

Saya mengarahkan pandangan ke pepohonan di taman, berpindah ke pegunungan di seberang sana, kemudian pandangan kembali kuarahkan ke dasar danau.

Oh my God! Selembar wajah itu masih ada, sepasang matanya masih melotot ke saya, menatap kesana kemari.

Di bawah air ada selembar wajah, tidakkah aneh!
Akhirnya, saya bermeditasi di bawah pohon besar tepi danau.

Ada seseorang menghampiri, si tamu aneh berjenggot lebat tadi, dia bertanya,
“Anda bisa melihat saya?”

“Bisa.” Jawabku.

Dia berkata, “Saya melihat pandangan mata anda berbeda dengan orang lain, di matamu ada sinar terang yang memancar, apakah mata bardo?
“Bukan, ini adalah Mata Langit”, jawabku.

Dia jelas sangat gembira, karena ada orang yang sanggup melihat dia, perilakunya sopan, kamipun berbincang –bincang. Katanya, pada suatu tahun dimana turun salju yang sangat lebat, jalan menurun dan sewaktu mengerem mobilnya tergelincir masuk ke dasar danau. Jadilah dia hantu air.

Dia bertanya kepada saya, “Takutkah kepada hantu air?”

“Saya orang yang melatih diri, tidak takut.” Jawabku.

Dia tertawa lebar!

Lanjutnya, setelah meninggal barusan tahu ternyata ada banyak hantu air di danau Sammamish. Para hantu melihat perawakannya gagah, mendorong dia untuk menjadi raja hantu. Tak lama kemudian dia lantas menjadi pemimpin dari para hantu air di danau Sammamish.
Ada suatu tahun, sama seperti dulu turun salju lebat, juga ada sebuah mobil yang terjun ke dalam danau. Para hantu bersukacita ada hantu baru yang bergabung. Tiba-tiba Raja Hantu timbul belas kasihannya yang besar.

Raja Hantu memerintahkan para hantu memegang mobil yang sedang tenggelam, lantas membuka pintu mobil, sehingga orang yang di dalam bisa keluar, dan membantunya berenang ke tepian, orang itu secara ajaib berhasil selamat.

“Rupanya anda juga mempunyai hati welas asih!” Kataku.

“Hantu juga ada yang tidak mencelakai orang lain.” Katanya, kemudian lanjutnya, “Saya rasa sangat bagus berbuat demikian, berturut-turut menolong orang dalam jumlah yang tidak sedikit. Kemudian langit pun mengetahuinya, dari Raja Hantu saya berubah menjadi Dewa Air.”

Saya mengucapkan selamat kepadanya.

Kataya, dia juga mempunyai sinar, bisa terbang, walaupun hanya Dewa Air, juga bisa berkelana dalam dunia manusia.

Saya bertanya, “ Masih adakah keinginan anda menjadi manusia?”

Jawabnya, “Manusia! Yang penolong, kurang, yang suka mencelakai orang, banyak, tidak ingin menjadi manusia.”

Setelah mendengar jawabannya, “Mau tak mau menghela nafas juga!”

Tulisan ini dikutip dari karya tulis Sheng-yen Lu ke 226, “Mengetuk Pintu Hatimu.” 敲開你的心扉

Read Full Post »


007 一心不乱的大益

From B260 天上的钥匙 – Key of Dharma Realms《Kunci dari Langit》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Dalam Sutra Amitabha, untuk mencapai Alam Suci Buddha, seseorang harus melafal nama Buddha “sepenuh hati tanpa ada kegalauan”. saat ini, Trini-Arya Sukhavatiloka : Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahasthamaprapta Bodhisattva akan muncul di hadapan, menjemput insan yang percaya untuk terlahir di Alam Suci.

Inilah manfaat dari “sepenuh hati tidak galau”.

Wajib mampu.

Wajib mampu.

Coba anda pikirkan, saat sudah hampir mencapai ajal, kemampuan kelima indera akan menjadi kacau, pikiran acak akan terus timbul di dalam hati dan terus mengganggu.

Hendak “sepenuh hati tidak galau” pun sangatlah susah!

Namun, asalkan anda berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh di kehidupan sehari-hari hingga memiliki fondasi, saat ajal akan tiba : renungkan Mulayidam anda.

Mulut menjapa “Mantra Mulayidam”.

Tidak terpengaruh oleh gangguan dari lingkungan sekitar anda.

Senantiasa “sepenuh hati tidak galau”, Mulayidam muncul di hadapan, saling menyatu, secara alami Buddhata mekar menampakkan diri.

Inilah manfaat terbesarnya.

Sebenarnya, saat sadhaka berada di dunia, hendaknya hidup sederhana, nafsu keinginan sebisa mungkin dikurangi hingga sesedikit mungkin.

Tuntaskan gangguan yang ada dalam hubungan dengan orang lain.

Tuntaskan dilema perasaan.

Hindari gosip dan perdebatan.

Paling bagus tinggallah di tempat yang mendukung agar lebih mudah memasuki keheningan batin seperti di arama vihara, di atas gunung, atau di tempat yang sepi dan tentram.

Seperti :

Melatih bertapa menyepi di pegunungan.

Petapa sejati menyepi di perkotaan.

Maksud dari kedua kalimat ini adalah, setelah mampu “hati berdiam di satu tempat”, “sepenuh hati tidak galau”, maka akan dapat turun gunung menyeberangkan insan.

Seperti :

“Hidup sederhana memejamkan mata namun dalam hatinya paham, tidak terganggu oleh setiap objek barulah damai.”

“Menjaga hati tetap kokoh adalah kebenaran dari kebenaran, hidup sederhana di kefanaan hingga tertanam dalam karakter.”

Manfaat dari “sepenuh hati tidak galau” sangatlah besar!

Mampu menjaga inti.

Mampu mengarahkan prana.

Mampu memunculkan Buddhata.

Mampu bahagia.

Mampu memperpanjang umur.

Mampu menjadi sehat.

“sepenuh hati tidak galau”, “memfokuskan hati pada satu tempat”, “menjaga kesadaran pada satu pikiran”, semuanya adalah satu kesatuan.

Dari segi batiniah :

Dapat menyatu dengan Tao.

Dapat mencapai yoga dengan Mulayidam.

Dapat terhubung dengan dewata.

Dapat terhubung dengan hantu.

Dapat mencapai keberhasilan meditasi. Juga berarti dapat mencapai “Tak goyah (samadhi)”.

Latihan tiga tidak tiris dari Buddha Dharma :

Sila — sederhana.

Samadhi — sepenuh hati tidak galau.

Prajna — memahami hati menyaksikan Buddhata.

Lagi :

“Hidup sederhana tanpa nafsu keinginan menumbuhkan karakter Buddha, sandang pangan prana dan batin dapat senantiasa tercukupi.”

Lagi :

“Sadhaka sejati mampu menyembunyikan cahayanya, sukha dari tiga dantian diperoleh dari menyepi, mengapa tidak menyepi melatih jasmani dan rohani, sadhaka sejati hambar pada godaan duniawi, memasuki penyepian di gunung mengapa masih susah melepas dan mengikhlaskan, gejolak duniawi penuh dengan bau tidak sedap.”

Pengalaman pribadi saya, asalkan manusia berlatih hingga mencapai “sepenuh hati tidak galau”, secara alamiah semuanya akan manjur. Saya dapat saling berkontak dengan Mulayidam, Arus Dharma turun dari angkasa, memenuhi diri saya, saya mampu membuktikan :

Tanah — kokoh.

Air — bersih jernih.

Api — cahaya terang.

Angin — daya perubahan.

Yang disebut dengan bhavana (melatih diri), saya pribadi terlebih dahulu melatih Sila, kemudian melatih Samadhi. Asalkan dapat tak goyah, prajna akan datang dengan sendirinya.

Siswa luhur!

Bisakah?

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


002 一切遍礼尽无余

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya sedang bertapa di “Danau Daun”, timbul suatu keinginan, seumur hidup ini, saya sangat ingin menjelajahi seluruh Vihara Vajragarbha di seluruh dunia, seluruh Vihara Cabang True Buddha di seluruh dunia, seluruh Perkumpulan Ibadah True Buddha di seluruh dunia, namun, saya mengetahui, ada sebuah jawaban : “Tidak terlalu memungkinkan!”Alasannya sangatlah sederhana, berdasarkan pada usia hidup yang berbatas, hendak menjelajahi dan bersembah sujud di seluruh vihara Vajragarbha, vihara cabang, perkumpulan ibadah, benar-benar tidak terlalu memungkinkan.

Saat saya bermukim di Vihara Vajragarbha Seattle 一一

Vihara Vajragarbha Miyi di Texas, USA, mengundang saya, saya menjawab :”Akan pergi!”

Vihara Dengbao Washington DC, USA, mengundang saya, saya menjawab : “Akan pergi!”

Vihara Vajragarbha London dan Vihara Vajragarbha Zhendu Inggris, mengundang saya, saya menjawab :”Akan pergi!”

Masih ada tak terhitung Vihara Vajragarbha, Vihara Cabang, Perkumpulan Ibadah yang mengundang saya, saya juga menjawab yang sama :”Akan pergi!”

Sekarang saya duduk bersadhana di hadapan altar di “Danau Daun”, mulut saya menjapa mantra, pikiran saya bervisualisasi, di sepuluh penjuru Vihara Vajragarbha, sepuluh penjuru Vihara Cabang, sepuluh penjuru Perkumpulan Ibadah,satu persatu Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, para Dewata, di hadapan masing-masing semuanya terdapat satu orang Lu Shengyan sedang bersembah sujud, “bersembah sujud kepada semuanya tanpa tersisa”, semuanya terdapat dalam satu niat pikiran ini, inilah Tantrayana.

Jasmaniku belum tiba.

Namun niatku sudah tiba.

Maaf!

Kekuatan luar biasa dari menjalankan sumpah di dalam samadhi,

Muncul di hadapan seluruh Tathagatha,

Satu jasmani dalam sekejap berubah menjadi sebanyak butiran debu,

Satu-persatu bersembah sujud kepada semuanya tanpa tersisa.

Menuliskan sebuah sajak:

Menutup pintu bertapa sedari awal diam

Tidak terganggu oleh semarak musim semi di luar pintu

Sering teringat pertemuan singkat dengan para Siswa Agung di saat berkumpul bersama

Hanya menambah kerinduan

Asap yang membumbung sudah buyar

Hanya tinggal Vihara Vajragarbha, Vihara Cabang, dan Perkumpulan Ibadah yang masih ada

Ingin menjelajahi masuklah ke dalam lautan hati

Read Full Post »


005 众生皆有病苦

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya menyepi di “Danau Daun”, meskipun saya menyepi, namun, masih ada “mata melihat”, masih ada “telinga mendengar”, juga ada “samadhi”. Setahu saya, tetangga sekitar :

Tetangga sebelah kiri, tuan rumah, menderita penyakit hepatitis C, kabarnya sudah tidak bisa diobati.

Nyonya rumah, sekujur tubuhnya ada penyakit, insomnia.

Tetangga sebelah kanan, nyonya rumah, menderita autoimun (systemic lupus erythematosus).

Tetangga yang agak jauh, seorang tua, hidup sendiri, mengalami insomnia parah, setiap hari mengenakan pakaian yang sangat tebal, berjalan cepat di bawah sinar matahari, agar berkeringat, kelelahan, barulah bisa berkesempatan jatuh tertidur sejenak. Tidurnya tidak panjang, setelah terbangun kemudian melakukan jalan cepat lagi, setiap hari seperti itu.

Saya juga mengetahui, ada seorang anak kecil, menderita skoliosis, sering terapi tulang belakang.

Tetangga sekitar, ada yang menderita “gula darah”, “tekanan darah”, “jantung”, “ginjal” dll, bahkan hingga larut malam, ambulans masih datang menjemput pasien ke UGD.

Saya mengetahui, tetangga sekitar, hanyalah sebagian kecil cerminan dunia manusia, bisa dikatakan demikian, semua insan memiliki derita penyakit. Saya adalah seorang sadhaka, bahkan saya sendiri pun memiliki derita penyakit. Oh, Langit! Buddha membabarkan 84.000 jenis penyakit, bagaimana caranya dibabarkan sampai habis…

Sanubariku sangat sedih, mengapa dunia manusia ada begitu banyak duka penyakit? Mengapa? Mengapa? Pasien ini harus bertahan hingga kapan? Adakah harapan untuk sembuh total? Di dunia manusia ini, ada berapa orang yang sehat? Dapat bertahan berapa lama kah? Semua ini adalah realita.

Menuliskan sebuah sajak yang sedih :

Saat mawar sangat merah tandanya sudah akan mulai berguguran

Saat langit senja paling cantik

Langit malam akan segera datang

Melihat ada berapa banyak air mata kerabat di dunia manusia

Lahir tua sakit mati saling bertautan

Lebih baik giat menulis artikel Buddha Dharma menyeberangkan hari esok

Dunia manusia sesungguhnya adalah ilusi maha besar.

Hanya bisa mendesah

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

Older Posts »