Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Dharma Article’ Category


076 先将自己走的稳稳当当

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Banyak orang yang belajar Buddha Dharma, diri sendiri masih belum berpendirian, sebentar condong ke kiri, sebentar condong ke kanan, bersarana pada yang ini, menghujat yang itu, bersarana lagi ke yang lain, menghujat lagi yang ini, dirinya sendiri saja sudah tidak stabil jalannya, sedangkan prinsip dasar sebagai manusia saja ia tidak mengerti, masih ingin menjadi Buddha dan jadi moyang, belum becus mengurus dirinya sendiri, tapi ingin mengurus insan?

Saya berpendapat belajar “Theravada”, urus diri sendiri, mampu “melancarkan diri sendiri”, diri sendiri dapat berdiri tegak, berdiri dengan kokoh, ini sesungguhnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang membangkitkan Mahabodhicitta namun masih belum bisa berdiri kokoh tersebut.

Yang menyedihkan adalah, setelah mempelajari aliran keagamaan yang ini, kemudian menghujat habis seluruh aliran keagamaan lainnya di muka bumi ini, malahan merasa diri sendirilah yang paling tinggi, di seluruh muka bumi ini hanya dialah yang telah mencapai pencerahan, sadhaka lainnya semuanya hanya selevel anak Taman Kanak-Kanak, hanya dirinyalah yang telah di level Profesor.

Ada pula orang yang lebih arogan, mengatakan bahwa dirinya lebih agung dari Sakyamuni Buddha, lebih besar dari Buddha manapun, Tuhan Yesus, Nabi Muhammad, semuanya tidak lebih baik dari dirinya. Mulutnya hanya membual,  bagaimana dirinya berlatih, seagung apa dirinya, memandang rendah seluruh insan di kolong langit.

Namun, di dalam kehidupannya, kali ini mengalami musibah, kali lainnya mengalami sakit penyakit, bagaimana menyelesaikannya pun ia bingung-bingung, dirinya sendiri masih belum mampu “melancarkan diri sendiri”, bagaimana pula mampu “melancarkan insan lain”? Orang ini sudah sangatlah kasihan, patut dikasihani.

Terhadap orang yang tercerahkan seperti ini, saya beranggapan apalah gunanya pencerahannya, lebih baik setiap hari lancar dalam hal “makan”, lancar dalam hal “tidur”.

Menuliskan sebuah sajak :

Jangan mengatakan diri sendiri sedari awal telah mencerahi

Karena orang yang telah pencerahan tidak akan mengatakan ia telah tercerahkan

Bisakah anda tidur

Tidurlah baik-baik

Bersihkan seluruh riasan wajah

Barulah mengetahui wajah asli

Alam tertinggi juga hanyalah menjalani takdir dengan tenang

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


012 应该为的便去做

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》,full chinese article please Sign In (Free) to see in https://www.tbboyeh.org

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya menjalani hidup pertapaan di “Danau Daun”, saya melihat ada seseorang, saat dia melihat ada lubang di jalanan, dia segera mencari sebuah papan yang kokoh dan menutup lubang itu, agar orang yang melintas tidak jatuh karena menginjak lubang.

Ia melihat truk pengantar barang, muatannya tidak diikat dengan baik sehingga beberapa kardus besar jatuh dari atas truk, namun supir truk tidak mengetahuinya. Ia segera menghentikan mobilnya dan memindahkan beberapa kardus besar tersebut ke pinggir jalan, agar tidak menghalangi jalur mobil di belakangnya.

Ada suatu kali lagi, ada seorang tua yang sudah renta dan lemah, sudah sepuluh menit lebih tidak berhasil menyeberangi jalan, ia segera memapah dan mengangkatnya, sebentar saja sudah menyeberangi jalan.

Ia melihat seekor anjing yang terikat berada di dalam sebuah got bawah tanah, tidak mampu keluar, anjing tersebut menggonggong sekuat tenaga di dalam got. Oleh dikarenakan ia tidak bisa menolongnya sendirian, ia segera memanggil polisi, memohon polisi untuk membantu mengeluarkan anjing ini.

Orang ini, tidak hanya menaruh rasa hormat terhadap para Buddha Bodhisattva, namun terhadap seluruh insan sepuluh penjuru, ia juga menaruh rasa hormat yang sama.

Saya beranggapan, semestinya melakukan hal yang dapat meringankan insan lain, inilah yang disebut sebagai Jalan Bodhisattva, dan juga merupakan kegemaran berbuat bajik.

Menuliskan sebuah sajak :

Pecahkan dinginnya dunia

Insan dan saya tidaklah berbeda

Asalkan dapat melakukan maka lakukanlah

Gemar berbuat bajik diri sendiri juga sangat bahagia

Menyayangkan bertetangga namun bersikeras tidak bersilaturahmi satu sama lain

Menyayangkan manusia hanya berorientasi pada keuntungan diri sendiri

Bertikai demi reputasi dan keuntungan

Kebajikan yang sesungguhnya malah didiamkan tidak dilakukan

Harus belajar pada Bodhisattva

Melayani insan merupakan yang paling penting

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


009 细漫长的道理

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation :Meilinda Xu 莲花许月珊

Dulu saya kurang paham pelantunan gatha dalam ibadah pujabakti di Kargyupa, logika dari pelantunan intonasi dalam pujabakti.

Saya berkata : ”Mengapa Gatha pujian atau pelafalan Nama Buddha perlu dilantunkan sampai sepanjang itu, seperti nyanyian opera? Jika hanya dibaca, sebentar saja sudah selesai.”

Biksu Shanci berkata kepadaku : ”Ini dinamakan pelafalan panjang, suaranya harus halus, harus pelan, harus ditarik panjang, ada maknanya tersendiri.”

*

Biksu Shanci mengatakan ada tiga makna :

Pertama, memasuki sukma kesadaran diri sendiri.

Kedua, ungkapan langsung dari perasaan.

Ketiga, menghormati dari pikiran.

*

Kita melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha, terkandung ketiga makna ini di dalam, maka terwujudlah “halus, pelan, panjang”. Jika melafalkan nama Buddha dan menyanyikan Gatha tidak dengan cara demikian, tidak akan mampu “tertanam di hati”. Ungkapan langsung dari perasaan juga bukanlah raungan tangisan, juga bukan merupakan desahan pilu. Di tengah pelantunan sudah terdapat kesadaran dari “sembah sujud”, “persembahan”, “pujian”, “visualisasi” di dalamnya.

Ini sudah termasuk sedang melatih diri.

Jika tidak demikian, membaca secara terburu-buru, tidak mudah “menyelami hati”, “mencapai langsung”, “hormat”.

*

Menuliskan sebuah sajak :

Melafalkan nama Buddha menyanyikan Gatha janganlah tergesa-gesa

Ibarat hujan lebat angin badai

Namun haruslah halus pelan panjang

Jika tidak maka akan terasa menyebalkan

*

Setiap melodi naik turun memasuki telinga dan hati

Begitu bervisualisasi segera tiba dan berkeliling di paviliun Buddha

Juga tidak kebingungan dan tidak kabur

Sepatah demi sepatah kata sangat jelas mengguyur turun

Melambangkan niat dan penghormatan dari sadhaka

Tanpa pikiran menyimpang akan melembut secara alamiah

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


011 幻想也是修行

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Pernah ada yang bertanya kepada saya :”Tantrayana melatih diri menggunakan visualisasi, enam belas visualisasi ksetra juga berlatih menggunakan visualisasi, contohnya tiga tahap visualisasi Adinata, Mandalapuja, semuanya merupakan visualisasi. Visualisasi tulang-belulang putih, visualisasi kekotoran, semuanya merupakan visualisasi. Bukankah visualisasi juga merupakan ilusi, di manakah perbedaan visualisasi dan delusi?”

Saya berkata:”benar, benar. Visualisasi, ilusi, delusi, ketiganya sebenarnya hampir sama. Visualisasi sama dengan ilusi, namun delusi termasuk sembarang berpikir, sembarang berpikir bukanlah pelatihan diri. Ilusi yang memiliki tahapan barulah melatih diri.”

Contohnya kita melakukan puja “mandala”, gunakan tumpukan beras, empat lingkaran menandakan empat benua besar, lingkaran tengah menandakan “gunung semeru” (gunung yang sangat tinggi),”mandala”menyimbolkan dunia. Saat melakukan persembahan, dunia hati harus diusahakan lebar tak terhingga, kita hendak mempersembahkan kepada seluruh Buddha Bodhisatva di seluruh penjuru, meskipun hanya ada beberapa butir beras, namun beras menjadi tidak terhingga tak berbatas, hingga mencapai kondisi batin Lupa Aku, inilah “keberhasilan hati melepas ikatan yang luas, jalan ikrar dari Samantabhadra, mempersembahkan kepada seluruh penjuru Buddha.”

Visualisasi (ilusi) memiliki tahapan, jika logika ini sudah paham, inilah melatih diri, juga disebut sebagai “Metode Visualisasi ilusi”. Jika tidak paham logikanya, sembarang berimajinasi, tidak ada tahapan, maka masuk ke Jalan Mara, oleh karena itu, delusi bisa mengakibatkan terjerumus ke Jalan Mara.

Sebenarnya, kemampuan menggunakan abhijna, adalah merupakan keberhasilan melatih ilusi, ilusi telah dilatih menjadi nyata. Ilusi sebenarnya adalah metode melatih diri.

Ini sangatlah menakjubkan, saya menuliskan sebait gatha :

Saat Bodhisattva datang jubahnya bergerak

Saat Bodhisattva pergi debu kereta-Nya mengepul-ngepul

Siapa yang menggumpalkan awan

Siapa yang menampakkan diri di sudut bayangan sinar mentari yang menyinari gunung

Visualisasi ilusimu tidak lah salah

Tahapannya menggunakan fokus dan kekuatan pikiran yang mendalam

Hingga dalam tak berdasar

Tidak tersesat dalam catur sukha catur sunya

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »