Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Zhenfozong’


039 疲劳厌倦的退心

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Seorang sadhaka memulai dari “membangkitkan niat awal”, harus senantiasa melatih “konsistensi”, sebenarnya ini tidaklah mudah dilakukan, terutamanya mudah untuk membangkitkan niat awal, namun susah untuk konsisten, bahkan sadhaka senior pun tidak mudah terus bertahan pada “berdiam”. Para Acarya, bhiksulama, tentu saja ada yang sudah mundur sradhanya, sudah tidak melatih “Dharma Tantrayana Satyabuddha”, sudah tidak melafalkan nama Buddha, rasanya ibarat seluruh “lelah dan jenuh” sudah keluar dari kandang.

Atau ada siswa yang berpikir, Mahaguru Liansheng menjalani pertapaan, tidak bergelut di dunia saha, mungkinkah juga mengalami lelah jenuh dan kemunduran sradha?

Mungkin karena menerima begitu banyak tekanan dan serangan bertubi-tubi, tekadnya sudah tenggelam, sejak kini mundur dari dunia persilatan, mencuci tangan dari permasalahan, tidak mau berurusan lagi.

Jika siswa berpikiran demikian, itu sudah salah besar, saya meskipun tidak bergelut di dunia, membiarkan orang mem-bully dan bersabar dimarahi, namun, saya bersadhana tanpa terputus satu hari pun, membaca Sutra melafalkan Buddha tidak terputus satu hari pun, kekuatan tekad yang satu ini tetaplah ada.

Saya tidak memiliki hati yang lelah dan jenuh, malahan benar adanya saya telah lelah dan jenuh terhadap “pertikaian antar aliran keagamaan” di dunia manusia. Dalam berbhavana, saya tetaplah giat dan gigih, saya berdiam di Alam Barat di Mahapadminiloka Sukhavatiloka, berdiam di sebuah titik kecil di angkasa raya.

Menuliskan sebuah sajak :

Hati yang berdiam adalah berhenti dan mengamati

Setiap hari menjalankan bhavana bagai semilir angin yang sejuk

Saat senggang melafalkan Buddha dan Sutra

Sepenuh hati di negeri teratai

Giat dan gigih begini hingga memancarkan cahaya gemerlap

Juga tidak memedulikan orang jahat di luar sana

Tidak mendengar dan tidak bertanya

Peduli amat Mara apa Sesat apa

Semuanya dibuang

Tidak berminat mempertimbangkan apapun

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


032 转识成智的“转”

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat hidup bertapa di “Danau Daun”, saya merasakan bahwa kunci meraih pembebasan, ada pada sebuah kata “Transformasi”. Saya ambil sebuah contoh, pada pelatihan “Prana” Tantrayana. “Prana” terlebih dahulu bertransformasi menjadi “Mahasukha”, kemudian “Mahasukha” bertransformasi lagi menjadi “Cahaya Agung”, terakhir, bertransformasi lagi menjadi “Mulaprajna (Kebijaksanaan Akar)”.

Prana memasuki nadi tengah, maka memperoleh “Mahasukha”.

Nadi tengah lancar, maka memperoleh “Cahaya Agung”.

Mentransformasikan cahaya agung, maka memperoleh “Sunyata”.

Jika ingin memperoleh pembebasan, harus menghindarkan terpengaruh oleh dualisme dari pandangan dan pemikiran, beban pikiran tiga dunia, pandangan saya, pandangan pihak ketiga, pandangan yang timbul dari melihat, pandangan yang timbul dari sila larangan, keserakahan, kebencian, kebodohan batin, kecurigaan, kesombongan dan perangkap perasaan lainnya, harus mengambil tindakan di kata transformasi ini, “transformasikan awam menjadi mulia”.

Sebenarnya, meskipun alam Mara sangatlah menakutkan, namun tidak perlu terlalu takut, asalkan mentransformasikan, maka adalah Buddha, inilah yang dinamakan “Transformasikan Mara menjadi Buddha”.

Di dalam Tantrayana ada pelatihan “Jalan Keserakahan”, ada pelatihan “Jalan Kebencian”, ada pelatihan “Jalan kebodohan batin”. Mengapa keserakahan, kebencian, kebodohan batin, birahi, kemarahan semuanya merupakan pelatihan diri?

Titik beratnya adalah pada sebuah kata “Transformasi”, ubahlah keserakahan menjadi tidak serakah, ubahlah kebencian menjadi welas asih, ubahlah kebodohan batin menjadi kebijaksanaan, ubahlah ilusi menjadi sejati.

Sebagai seorang sadkaha, asalkan mampu mengubah, maka sudah “terbebaskan”.

Menuliskan sebuah sajak :

Di mana kah ada rintangan bagi matahari dan bulan

Berjalan di tengah angkasa raya

Mendapatkan kebebasan dan keleluasaan

Di luar jembatan kecil

Biarpun sebuah sungai lurus ataupun berkelok-kelok

Air yang mengalir senantiasa bergerak tanpa hambatan

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


076 先将自己走的稳稳当当

From B174 一道彩虹 – An Arc of Rainbow 《Seutas Pelangi》

Author  : Grand Master ShengYen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Banyak orang yang belajar Buddha Dharma, diri sendiri masih belum berpendirian, sebentar condong ke kiri, sebentar condong ke kanan, bersarana pada yang ini, menghujat yang itu, bersarana lagi ke yang lain, menghujat lagi yang ini, dirinya sendiri saja sudah tidak stabil jalannya, sedangkan prinsip dasar sebagai manusia saja ia tidak mengerti, masih ingin menjadi Buddha dan jadi moyang, belum becus mengurus dirinya sendiri, tapi ingin mengurus insan?

Saya berpendapat belajar “Theravada”, urus diri sendiri, mampu “melancarkan diri sendiri”, diri sendiri dapat berdiri tegak, berdiri dengan kokoh, ini sesungguhnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang membangkitkan Mahabodhicitta namun masih belum bisa berdiri kokoh tersebut.

Yang menyedihkan adalah, setelah mempelajari aliran keagamaan yang ini, kemudian menghujat habis seluruh aliran keagamaan lainnya di muka bumi ini, malahan merasa diri sendirilah yang paling tinggi, di seluruh muka bumi ini hanya dialah yang telah mencapai pencerahan, sadhaka lainnya semuanya hanya selevel anak Taman Kanak-Kanak, hanya dirinyalah yang telah di level Profesor.

Ada pula orang yang lebih arogan, mengatakan bahwa dirinya lebih agung dari Sakyamuni Buddha, lebih besar dari Buddha manapun, Tuhan Yesus, Nabi Muhammad, semuanya tidak lebih baik dari dirinya. Mulutnya hanya membual,  bagaimana dirinya berlatih, seagung apa dirinya, memandang rendah seluruh insan di kolong langit.

Namun, di dalam kehidupannya, kali ini mengalami musibah, kali lainnya mengalami sakit penyakit, bagaimana menyelesaikannya pun ia bingung-bingung, dirinya sendiri masih belum mampu “melancarkan diri sendiri”, bagaimana pula mampu “melancarkan insan lain”? Orang ini sudah sangatlah kasihan, patut dikasihani.

Terhadap orang yang tercerahkan seperti ini, saya beranggapan apalah gunanya pencerahannya, lebih baik setiap hari lancar dalam hal “makan”, lancar dalam hal “tidur”.

Menuliskan sebuah sajak :

Jangan mengatakan diri sendiri sedari awal telah mencerahi

Karena orang yang telah pencerahan tidak akan mengatakan ia telah tercerahkan

Bisakah anda tidur

Tidurlah baik-baik

Bersihkan seluruh riasan wajah

Barulah mengetahui wajah asli

Alam tertinggi juga hanyalah menjalani takdir dengan tenang

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian yang anda berikan!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »


012 应该为的便去做

B174 一道彩虹 (An Arc of Rainbow)《Seutas Pelangi》,full chinese article please Sign In (Free) to see in https://www.tbboyeh.org

Author : Grand Master Shengyen Lu

Translation : Meilinda Xu 莲花许月珊

Saat saya menjalani hidup pertapaan di “Danau Daun”, saya melihat ada seseorang, saat dia melihat ada lubang di jalanan, dia segera mencari sebuah papan yang kokoh dan menutup lubang itu, agar orang yang melintas tidak jatuh karena menginjak lubang.

Ia melihat truk pengantar barang, muatannya tidak diikat dengan baik sehingga beberapa kardus besar jatuh dari atas truk, namun supir truk tidak mengetahuinya. Ia segera menghentikan mobilnya dan memindahkan beberapa kardus besar tersebut ke pinggir jalan, agar tidak menghalangi jalur mobil di belakangnya.

Ada suatu kali lagi, ada seorang tua yang sudah renta dan lemah, sudah sepuluh menit lebih tidak berhasil menyeberangi jalan, ia segera memapah dan mengangkatnya, sebentar saja sudah menyeberangi jalan.

Ia melihat seekor anjing yang terikat berada di dalam sebuah got bawah tanah, tidak mampu keluar, anjing tersebut menggonggong sekuat tenaga di dalam got. Oleh dikarenakan ia tidak bisa menolongnya sendirian, ia segera memanggil polisi, memohon polisi untuk membantu mengeluarkan anjing ini.

Orang ini, tidak hanya menaruh rasa hormat terhadap para Buddha Bodhisattva, namun terhadap seluruh insan sepuluh penjuru, ia juga menaruh rasa hormat yang sama.

Saya beranggapan, semestinya melakukan hal yang dapat meringankan insan lain, inilah yang disebut sebagai Jalan Bodhisattva, dan juga merupakan kegemaran berbuat bajik.

Menuliskan sebuah sajak :

Pecahkan dinginnya dunia

Insan dan saya tidaklah berbeda

Asalkan dapat melakukan maka lakukanlah

Gemar berbuat bajik diri sendiri juga sangat bahagia

Menyayangkan bertetangga namun bersikeras tidak bersilaturahmi satu sama lain

Menyayangkan manusia hanya berorientasi pada keuntungan diri sendiri

Bertikai demi reputasi dan keuntungan

Kebajikan yang sesungguhnya malah didiamkan tidak dilakukan

Harus belajar pada Bodhisattva

Melayani insan merupakan yang paling penting

********

Browse for origin article please Sign In (Free) to https://www.tbboyeh.org/    daftar (Gratis) untuk membaca artikel sumber

*If you are pleased to see the translation, or if you find the article and translation are helpful and insightful to you, would you like to donate a penny for the Author’s Religious Charity Society https://sylfoundation.org/ no matter how much is it, we are really thankful, because the merits that counts 🙂 thank you very much for your care! 

Jika anda senang dengan terjemahan ini, atau jika anda merasakan bahwa artikel dan terjemahan ini berguna dan menginspirasi, maukah anda berdana sedikit ke Badan Amal dari Penulis di https://sylfoundation.org/ berapapun itu sangat berarti, kami sangat berterimakasih karena setiap dana yang diterima sangatlah berharga 🙂 terimakasih banyak atas perhatian anda!*

**This Article Translation is dedicated to all beings, thanks a lot for our Grand Master Shengyen-Lu for this Precious Teaching

Penerjemahan Artikel ini didedikasikan untuk semua insan, terimakasih banyak kepada Grand Master Shengyen-Lu atas Ajaran yang Berharga ini**

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »